<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-892391045921823169</id><updated>2011-12-13T04:57:56.119-08:00</updated><category term='tema : ahmadindjad'/><category term='pelatihan PSDM'/><title type='text'>assabilcommunity</title><subtitle type='html'></subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://layout4al.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/892391045921823169/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://layout4al.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>jihada</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00469669206995905023</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/-S32xnLUL2wg/Tc80v2QIrgI/AAAAAAAAABE/oudbQoA1wvQ/s220/SDC13941.JPG'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>84</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-892391045921823169.post-2613507023673296951</id><published>2011-12-13T03:53:00.000-08:00</published><updated>2011-12-13T03:55:01.145-08:00</updated><title type='text'>Riya dan Sum'ah</title><content type='html'>Kata riya berasal dari kata &lt;i&gt;ru'yah&lt;/i&gt;. Kalimat &lt;i&gt;arar-rajulu&lt;/i&gt;  digunakan jika seseorang menampakkan amal shalih agar dilihat oleh  manusia. Makna tersebut sejalan dengan firman Allah yang berbunyi:&lt;br /&gt;&lt;div class="ArabCenter"&gt;الَّذِينَ هُمْ يُرَاؤُونَ ﴿٦﴾ وَيَمْنَعُونَ الْمَاعُونَ ﴿٧﴾&lt;/div&gt;&lt;i&gt;"...Orang-orang yang berbuat riya, dan enggan menolong dengan barang berguna."&lt;/i&gt;&amp;nbsp;(QS. al-Ma'uun [107] : 6-7)&lt;br /&gt;&lt;div class="ArabCenter"&gt;بَطَرًا وَرِئَاء النَّاسِ وَيَصُدُّونَ&lt;/div&gt;&lt;i&gt;"...Dengan rasa angkuh dan dengan maksud riya kepada manusia..." &lt;/i&gt;(QS. al-Anfal [8] : 47)&lt;br /&gt;Sedangkan kata sum'ah berasal dari kata &lt;i&gt;samma'a&lt;/i&gt;. Kalimat &lt;i&gt;samma'a an naasa bi amalihi&lt;/i&gt; digunakan jika seseorang menampakkan amalnya kepada manusia yang semula tidak mengetahuinya. (Kitab lisanul arab, 8/165)&lt;br /&gt;Pengertian riya atau sum'ah dalam istilah para juru dakwah dan para  ulama akhlak adalah sikap seorang Muslim yang menampakkan amal shalihnya  kepada manusia lain agar dirinya mendapat kedudukan dan penghargaan  dari mereka, atau mengharap harta benda mereka. Jika amal shalih itu  dikerjakan dihadapan manusia dan dilihat secara langsung oleh mereka,  maka hal itu dinamakan riya. Akan tetapi, jika amalannya dikerjakan  secara tersembunyi dari pengetahuan manusia, kemudian hal itu  dibicarakan kepada orang lain, maka hal demikian dinamakan sum'ah.  (Fathul-Baari, 11/336)&lt;br /&gt;'Izzuddin bin Abdussalam membedakan antara riya dan sum'ah. Riya  adalah sikap seseorang yang beramal bukan untuk Allah, sedangkan sum'ah  adalah sikap seseorang yang menyembunyikan amalnya untuk Allah, namun ia  bicarakan hal tersebut kepada manusia. (Fathul Baari, jilid XI, hal  336).&lt;br /&gt;Dalam hal ini, menurutnya semua riya itu adalah tercela. Akan tetapi,  sum'ah adalah amal terpuji jika ia melakukannya karena Allah dan untuk  memperoleh ridha-Nya, dan tercela jika dia membicarakan amalnya  dihadapan manusia. Ungkapan ini sesuai dengan yang dimaksud dalam  nash-nash syariat di bawah ini.&lt;br /&gt;Firman-Nya.&lt;br /&gt;&lt;div class="ArabCenter"&gt;يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُواْ لاَ تُبْطِلُواْ صَدَقَاتِكُم بِالْمَنِّ وَالأذَى كَالَّذِي يُنفِقُ مَالَهُ رِئَاء النَّاسِ&lt;/div&gt;&lt;i&gt;"Hai orang-orang yang beirman, janganlah kamu menghilangkan  (pahala) sedekahmu dengan menyebut-nyebutnya dan menyakiti (perasaan si  penerima), seperti orang yang menafkahkan hartanya karena riya kepada  manusia..."&lt;/i&gt; (QS. al-Baqarah [2] : 264)&lt;br /&gt;Sabda Rasulullah &lt;i&gt;shallahu alaihi wassalam&lt;/i&gt;:&lt;br /&gt;&lt;i&gt;"Barangsiapa yang berlaku sum'ah, maka akan diperlakukan dengan  sum'ah oleh Allah (diumumkan aib-aibnya di akhirat), dan barangsiapa  yang berlaku riya, maka akan dibalas oleh Allah dengan riya  (diperlihatkan pahala amalnya, namun tidak diberi pahala kepadanya)"&lt;/i&gt;. (HR. Bukhari)&lt;br /&gt;&lt;i&gt;"Sesungguhnya yang paling aku takuti atas kalian adalah syirik  kecil". Para sahabat bertanya, "Apakah yang dimaksud dengan syirik kecil  ituk, wahai Rasulullah?" Rasul menjawab, "Riya. Allah akan berfirman  pada hari kiamat nanti ketika Ia memberi ganjara amalan perbuatan  hamba-Nya, 'Pergilah kalian kepada orang yang kalian berlaku riya nya  terhadapnya. Lihat! Apakah kalian memperoleh balasan dari mereka?"  Kemudian Rasulullah shallahu alaihi wassalam mendengar seseorang membaca  dan melantunkan dzikir dengan suara yang keras. Lalu beliau bersabda,  "Sesungguhnya dia amat taat kepada Allah". Orang tersebut ternyata  al-Miqdaad ibnul Aswad".&lt;/i&gt; (HR. Ahmad)&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Faktor-Faktor Penyebab Riya dan Sum'ah.&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Pertama. Latar Belakang Kehidupan.&lt;br /&gt;Jika seorang anak yang tumbuh dalam asuhan sebuah keluarga yang  memiliki suasana atau adat perilaku riya atau sum'ah, maka sangat besar  kemungkinan dirinya akan dapat terpengaruhi perilaku semacam itu. Jika  penyakit itu telah bercokol dan lama berurat barakar dan mengkristal  dalam jiwa, maka akan sangat sulit untuk mengikisnya. Karena itu,  Rasulullah selalu menekankan pentingnya faktor agama sebagai landasan  utama dalam memilih calon pasangan hidup kita.&lt;br /&gt;Sabda Rasulullah &lt;i&gt;shallahu alaihi wassalam&lt;/i&gt;:&lt;br /&gt;&lt;i&gt;"...Maka pilihlah wanita yang taat menjalani agama, niscaya engkau akan beruntung."&amp;nbsp;&lt;/i&gt;(HR. Tirmidzi)&lt;br /&gt;&lt;i&gt;"Jika kalian didatangi oleh seseorang (untuk meminang putrimu)  yang engkau ridhai akhlak dan agamanya, maka nikahkanlah ia (dengan  putrimu)."&lt;/i&gt;&amp;nbsp;(HR. Tirmidzi)&lt;br /&gt;Kedua. Persahabatan yang Buruk.&lt;br /&gt;Persahabatan yang buruk hanya akan mengakibatkan sikap riya dan  sum'ah, terutama bagi orang yang lemah pribadi dan mentalnya dan mudah  terpengaruhi orang lain, dengan mengikuti dan meniru teman-temannya, dan  lama kelamaan berumbi-berakar dalam jiwanya. Sehubungan dengan hal ini,  sebagai Muslim, kita seperti yang telah kami kemukakan sebelum ini  dituntut agar selektif dalam menjalin persahabatan dengan mereka yang  baik, menghormati, dan menjalankan syariah Allah.&lt;br /&gt;Ketiga. Tidak Memiliki Hakikat Ma'rifah kepada Allah.&lt;br /&gt;Tidak mengenal Allah dengan hakiki dapat menimbulkan sikap riya dan  sum'ah, sebab orang yang jahil dan kurang mengenal Allah tidak akan  mampu bersikap yang benar terhadap Allah. Karena itu, berkembanglah  dalam pikirannya bahwa ada sebagian manusia yang mampu menolak bahaya  dan memberi manfaat. Ia bersikap riya dan sum'ah dalam setiap amalnya  dihadapan sekelompok manusia dan yang menurutnya berkuasa dalam  menentukan nasib mereka. Tujuannya tidak lain agar ia memperoleh sesuatu  yang mereka miliki.&lt;br /&gt;Islam selalu menegaskan pentingnya mengenal Allah sebagai langkah pertama yang harus ditempuh sebelum melakukan segala sesuatu.&lt;br /&gt;Firman-Nya:&lt;br /&gt;&lt;div class="ArabCenter"&gt;فَاعْلَمْ أَنَّهُ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ&lt;/div&gt;&lt;i&gt;"Maka ketahuilah bahwasanya tidak ada Tuhan selain Allah."&lt;/i&gt;&amp;nbsp;(QS. Muhammad [47] : 19)&lt;br /&gt;Keempat. Ambisi Memperoleh Kedudukan dan Kemimpinan.&lt;br /&gt;Ambisi memperoleh kedudukan dan kepemimpinan dapat memotivasi sikap  riya dan sum'ah. Dalam hal ini Islam menekankan untuk menyeleksi dan  menguji seseorang sebelum ia dilimpahi suatu kepercayaan atau dukungan.&lt;br /&gt;Firman Allah:&lt;br /&gt;&lt;div class="ArabCenter"&gt;وَابْتَلُواْ الْيَتَامَى حَتَّىَ إِذَا بَلَغُواْ  النِّكَاحَ فَإِنْ آنَسْتُم مِّنْهُمْ رُشْدًا فَادْفَعُواْ إِلَيْهِمْ  أَمْوَالَهُمْ&lt;/div&gt;&lt;i&gt;"Dan ujilah anak yatim itu sampai mereka cukup umur untuk kawin.  Kemudian jika menurut pendapatmu mereka telah cerdas (pandai memelihara  harta), maka serahkanlah kepada mereka harta-hartanya."&lt;/i&gt;&amp;nbsp;(QS. an-Nisaa' [4] : 6)&lt;br /&gt;&lt;div class="ArabCenter"&gt;ا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِذَا جَاءكُمُ الْمُؤْمِنَاتُ مُهَاجِرَاتٍ فَامْتَحِنُوهُنَّ&lt;/div&gt;&lt;i&gt;"Hai orang-orang yang beriman, apabila datang hijrah kepadamu  perempuan-perempuan yang beriman, maka hendaklah kamu uji (keimanan)  mereka."&lt;/i&gt;&amp;nbsp;(QS. al-Mumtahanah [60] : 10)&lt;br /&gt;Kelima. Tamak Terhadap yang Dimiliki Orang Lain.&lt;br /&gt;Sikap rakus terhadap apa yang dimiliki orang lain serta ambisi  terhadap harta duniawi dapat menyebabkan riya atau sum'ah. Sebagaimana  diriwayatkan dari Abu Musa bahwa pada suatu hari Rasulullah saw ditanya,  "Ya Rasulullah, ada seorang yang berperang untuk memperoleh ghanimah,  ada yang ingin disebut-sebut, dan ada yang ingin posisinya dilihat oleh  manusia, yang manakah diantara mereka yang berperang di jalan Allah?"&lt;br /&gt;Rasulullah &lt;i&gt;shallahu alaihi wassalam&lt;/i&gt; bersabda:&lt;br /&gt;&lt;i&gt;"Barangsiapa berperang dengan tujuan meninggikan kalimat Allah, maka dialah yang berperang di jalan Allah."&amp;nbsp;&lt;/i&gt;(HR. Bukhari)&lt;br /&gt;&lt;i&gt;"Barangsiapa yang pergi berperang kemudian ia tak mengharapkan  sesuatu kecuali memperoleh tali kendali, maka baginya apa yang ia  niatkan."&lt;/i&gt;&amp;nbsp;(HR. Nasaa'i dan Darimi)&lt;br /&gt;Keenam. Suka Dipuji atau Disanjung Orang Lain.&lt;br /&gt;Peringai suka atau senang pujian akan mendorong seseorang berlaku  riya atau sum'ah. Ini karena orang yang mempunyai kecenderungan  berperingai semacam itu, umumnya berupaya agar dia menjadi buah bibir  orang-orang dan disebut-sebut dalam forum-forum mereka. Jika  keinginannya terlaksana, maka dia menjadi angkuh dan congkak.&lt;br /&gt;Ketujuh. Terlalu Ketat Dalam Memberikan Penilaian.&lt;br /&gt;Sikap seorang pemimpin yang terlalu ketat dalam menilai seseorang  akan menyebabkan lahirnya sikap riya dan sum'ah, khususnya kepada mereka  yang tidak memiliki jiwa besar dan tidak kuat tekadnya. Benarlah  Rasulullah &lt;i&gt;shallahu alaihi wassalam&lt;/i&gt; yang tidak pernah berucap kecuali karena wahyu yang sampai kepadanya, ketika beliau bersabda kepada Aisyah ra:&lt;br /&gt;&lt;i&gt;"Barangsiapa yang baik itu tidak mengerjakan sesutu kecuali ia  menilainya baik, dan tidak meninggalkan sesuatu kecuali jika ia  menilainya buruk."&lt;/i&gt;&amp;nbsp;(HR. Muslim dan Abu Dawud)&lt;br /&gt;Kedelapan. Terlalu Dikagumi Orang Lain.&lt;br /&gt;Rasa kagum yang berlebihan terhadap amalan seseorang dapat memotivasi  timbulnya riya dan sum'ah pada diri orang yang dikagumi itu. Orang yang  dikagumi akan semakin berusaha agar kekaguman orang-orang semakin  bertambah padanya. Sehubungan dengan hal itu ajaran Islam telah  menyediakan benteng pemelihara bagi umatnya dari penyakit ini, sebab  agama Islam melarang sikap menampakkan rasa kagum secara terang-terangan  dihadapan orang yang dikagumi. Kalaupun dipikir perlu dilakukan,  hendaklah disertai oleh sikap waspada dan hati-hati, yaitu dengan  mengucapkan :&lt;br /&gt;&lt;i&gt;"Aku menilai fulan itu demikian. Dan sesungguhnya Allah yang  berhak menilainya, dan sayogiyanya seseorang tidak mendahului penilaian  Allah."&lt;/i&gt; (HR. Bukhari dan Muslim)&lt;br /&gt;Kesembilan. Lalai Terhadap Dampak Buruk Riya dan Sum'ah.&lt;br /&gt;Terakhir, ketidaktahuan dan kelalaian seseorang terhadap pengaruh  buruk yang ditimbulkan oleh riya dan sum'ah dapat menjerumuskan  seseorang kepada riya atau sum'ah.&lt;br /&gt;* sumber : eramuslim&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/892391045921823169-2613507023673296951?l=layout4al.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://layout4al.blogspot.com/feeds/2613507023673296951/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://layout4al.blogspot.com/2011/12/riya-dan-sumah.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/892391045921823169/posts/default/2613507023673296951'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/892391045921823169/posts/default/2613507023673296951'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://layout4al.blogspot.com/2011/12/riya-dan-sumah.html' title='Riya dan Sum&apos;ah'/><author><name>jihada</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00469669206995905023</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/-S32xnLUL2wg/Tc80v2QIrgI/AAAAAAAAABE/oudbQoA1wvQ/s220/SDC13941.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-892391045921823169.post-4744737966899463771</id><published>2011-12-13T03:43:00.000-08:00</published><updated>2011-12-13T03:43:25.062-08:00</updated><title type='text'>Sudah Sesuai Islamkah Bisnis (Jual-Beli) Kita?</title><content type='html'>Islam diturunkan hanya semata untuk rahmat bagi semesta alam, dan  Al-Qur’an sebagai kitab yang lengkap untuk pedoman hidup seseorang dalam  menjalani kehidupannya. Al-Qur’an tidak hanya mengatur tentang hubungan  antara makhluk dan kholiq, namun juga mengatur hubungan antara manusia.  Semuanya harus dilakukan secara kaaffah tidak parsial.&lt;br /&gt;Selama kita menerapkan Islam secara parsial, kita akan mengalami  keterpurukan duniawi dan kerugian ukhrowi sebagaimana disinggung dalam  QS. Al-Baqarah [2] ayat 85.&lt;br /&gt;&lt;em&gt;“Apakah kalian beriman kepada sebagian Al Kitab (taurat) dan  ingkar terhadap sebagian yang lain? Tiadalah balasan bagi orang yang  berbuat demikian daripada kalian, melainkan kenistaan dalam kehidupan  dunia, dan pada hari kiamat mereka dikembalikan kepada siksa yang sangat  berat. Allah tidak lengah dari apa yang kalian perbuat.”&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;Ayat ini dengan tegas mengingatkan, selama Islam hanya diwujudkan  dalam bentuk ritual ibadah semata, diingat saat kelahiran bayi, ijab  Kabul pernikahan, serta pemakaman jenazah, sementara dilupakan dari  dunia perekonomian dan bisnis lainnya, maka umat Islam telah mengubur  Islam dalam-dalam dengan tangannya sendiri.&lt;br /&gt;Inilah realitas yang ada pada umat Islam. Mereka tidak paham dengan  agamanya sendiri termasuk dalam hal jual beli dan riba. Sudahkah kita  mengetahui rukun-rukun dan syarat-syaratnya? Apa dan bagaimana jual beli  yang dibolehkan dan dilarang dalam Islam?  Berikut ini  adalah  ringkasan  kajian tentang jual beli yang disampaikan oleh Ustadz Sigit  Pranowo Lc pada Sabtu (10/12) di masjid Mudzakarah.&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Definisi Jual Beli&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Jual beli menurut bahasa berarti mengambil sesuatu dan memberikannya.  Sedangkan menurut istilah syariah berarti tukar menukar harta dengan  harta walaupun ia bisa dihitung dan ditimbang atau boleh dimanfaatkan  selamanya tanpa ada riba dan pinjam-meminjam. Hukum jual beli adalah  boleh (QS. Al-Baqarah [2] : 275).&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Rukun-rukun Jual Beli&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;Orang yang berakad (jual beli)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Barang yang diakadkan&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Shighat (ijab dan Kabul)&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;Disunnahkan adanya saksi dalam jual beli namun tidak diwajibkan&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Hak Memilih (Khiyar) dalam Jual Beli&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Hak memilih artinya setiap pembeli dan penjual memiliki hak untuk  meneruskan atau membatalkan akad. Sedangkan macam-macam khiyar adalah:  Khiyar Majelis, Khiyar Syarat, Khiyar Aib dan Khiyar Tadlis  (manipulasi).&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Syarat-Syarat Jual Beli&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;Saling ridho antara penjual dan pembeli&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Orang yang berakad adalah orang yang dibolehkan untuk bertransaksi,  yaitu: berakal, baligh(mumayyis), merdeka dan memiliki  kemampuan(memilih)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Penjual adalah pemilik barang yang dijual atau orang yang menduduki posisi pemiliknya, seperti: wakil, wali…&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Barang yang dijual-belikan adalah yang boleh dimanfaatkan dan bukan barang yang diharamkan&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Barang yang diakadkan adalah yang bisa diserahkan pelaku akad&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Barang yang diakadkan telah diketahui oleh mereka berdua dan dapat  dilihat, disaksikan tatkala akad atau disifati dengan suatu penyifatan  yang membedakannya dari yang lain&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Harga barang yang diakadkan haruslah diketahui atau diketahui nilainya.&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;strong&gt;Jual Beli Yang Dilarang&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;Jual beli setelah adzan kedua pada hari jum’at&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Menjual barang-barang untuk membantu kemaksiatan atau perbuatan yang diharamkan Allah SWT&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Seorang muslim yang menjual barang yang dijual saudaranya&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Membeli barang telah dibeli&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Jual beli ‘inah&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Menjual barang yang dibeli sebelum digenggamnya&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Menjual buah-buahan sebelum matang dan layak&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Jual beli najasy&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;strong&gt;Akad Murabahah&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Yaitu menjual barang dengan harga yang telah diketahui oleh kedua  orang yang melakukan akad dan dengan keuntungan yang juga telah  diketahui oleh keduanya. Akad mubahah dibolehkan.&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Jual Beli Kredit&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Hukumnya: boleh. Yang tidak dibolehkan dalam satu akad ada dua harga  yang berbeda, misalnya: Harga cash(kontan)Rp.1 juta, harga kredit Rp.1,5  juta.&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Pengertian Riba&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Secara bahasa bermakna ziyadah (tambahan), secara linguistik riba  juga berarti tumbuh danmembesar. Menurut istilah teknis, riba berarti  pengambilan tambahan dari harta pokok atau modal secara bathil.  Sedangkan secara syar’i adalah tukar menukar barang ribawi dengan yang  sejenisnya atau mengakhirkan penggenggaman (pemilikan) terhadap  barang-barang ribawi yang seharusnya diserahkan tangan dengan tangan.&lt;br /&gt;Ada beberapa pendapat dalam menjelaskan riba, namun secara umum  terdapat benang merah yang menegaskan bahwa riba adalah pengambilan  tambahan, baik dalam transaksi jual-beli maupun pinjam-meminjam secara  bathil atau bertentangan dengan prinsip muamalat dalam Islam. Mengenai  hal ini Allah SWT mengingatkan dalam firman-Nya:&lt;br /&gt;&lt;em&gt;“Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu memakan harta sesamamu dengan jalan bathil.”&lt;/em&gt; (QS. An Nisaa [4] : 29)&lt;br /&gt;Riba hukumnya haram berdasarkan firman Allah (QS. Al-Baqarah [2] : 275)&lt;br /&gt;Dalam hadits riba juga dilarang, sebagaimana amanat terakhirnya pada  tanggal 9 Dzulhijjah tahun 10 Hijriyah Rasulullah SAW masih menekankan:  “Ingatlah bahwa kamu akan menghadap Tuhanmu, dan Dia pasti akan  menghitung amalanmu. Allah telah melarang kamu mengambil riba, oleh  karena itu hutang riba harus dihapuskan. Modal (uang pokok) kamu adalah  hak kamu. Kamu tidak akan menderita ataupun mengalami ketidakadilan.”&lt;br /&gt;Dan ijma’ ulama, Ibnu Hajar al Haitsami berkata: “Bahwa riba itu  terdiri dari tiga jenis, yaitu riba fadl, riba al yaad, dan riba an  nasi’ah. Al Mutawally menambahkan jenis keempat yaitu riba al qard.  Beliau juga menyatakan bahwa semua jenis ini diharamkan secara ijma’  berdasarkan nash AlQur’an dan Hadits Nabi SAW.” (Az Zawajir Ala Iqtiraaf  al Kabaair vol 2 hal 205).&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Macam-Macam Riba&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Secara garis besar riba dikelompokkan menjadi dua. Masing-masing  adalah riba hutang-piutang dan riba jual-beli. Kelompok pertama terbagi  lagi menjadi riba qardh dan riba jahiliyyah. Sedangkan kelompok kedua,  riba jual-beli, terbagi menjadi riba fadhl dan riba nasi’ah.&lt;br /&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;Riba Qardh, suatu manfaat atau tingkat kelebihan tertentu yang disyaratkan terhadap yang berhutang (muqtaridh)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Riba Jahiliyyah, hutang dibayar lebih dari pokoknya, karena si  peminjam tidak mampu membayar hutangnya pada waktu yang ditetapkan&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Riba Fadhl, pertukaran antarbarang sejenis dengan kadar atau  takaran yang berbeda, sedangkan barang yang dipertukarkan itu termasuk  dalam jenis barang ribawi&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Riba Nasi’ah, penangguhan penyerahan atau penerimaan jenis barang  ribawi yang dipertukarkan dengan jenis barang ribawi lainnya. Riba dalam  nasi’ah muncul karena adanya perbedaan, perubahan, atau tambahan antara  yang diserahkan saat ini dengan yang diserahkan kemudian.&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;Setelah mengetahui ini semua, mari kita evaluasi aktifitas  bisnis/ekonomi kita termasuk jual-beli, sudahkah kita lakukan sesuai  dengan ajaran Islam? Kalau belum, mari kita berhijrah menuju Allah dan  Rasul-Nya dalam hal bisnis (jual-beli) dan ekonomi kita. Takutlah kita  kepada Allah yang telah mengancam orang-orang yang curang dalam  berjual-beli: &lt;em&gt;“Celakalah bagi orang-orang yang curang(dalam menakar  dan menimbang)! (yaitu)orang-orang yang apabila menerima takaran dari  orang lain mereka minta dicukupkan, dan apabila mereka menakar atau  menimbang(untuk orang lain), mereka mengurangi.”&lt;/em&gt; (QS. Al-Muthoffifiin [83] : 1-3). (mzs)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/892391045921823169-4744737966899463771?l=layout4al.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://layout4al.blogspot.com/feeds/4744737966899463771/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://layout4al.blogspot.com/2011/12/sudah-sesuai-islamkah-bisnis-jual-beli.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/892391045921823169/posts/default/4744737966899463771'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/892391045921823169/posts/default/4744737966899463771'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://layout4al.blogspot.com/2011/12/sudah-sesuai-islamkah-bisnis-jual-beli.html' title='Sudah Sesuai Islamkah Bisnis (Jual-Beli) Kita?'/><author><name>jihada</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00469669206995905023</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/-S32xnLUL2wg/Tc80v2QIrgI/AAAAAAAAABE/oudbQoA1wvQ/s220/SDC13941.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-892391045921823169.post-5131116516588975900</id><published>2011-12-05T01:44:00.000-08:00</published><updated>2011-12-05T01:44:18.957-08:00</updated><title type='text'>Kapasitas Pengetahuan (Sebuah Pengantar “Muslimkah Kita?”)</title><content type='html'>&lt;div align="right"&gt;&amp;nbsp; &lt;/div&gt;&lt;div id="isipost"&gt;&lt;div id="dd_ajax_float" style="display: block; position: fixed; top: 16px;"&gt;&lt;div class="dd_button_v"&gt;&lt;span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="dd_button_v"&gt;&lt;span class="db-wrapper db-clear db-medium"&gt;&lt;span&gt;&lt;span class="db-container db-submit"&gt;&lt;span class="db-body db-medium"&gt;&lt;span class="db-count"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="dd_button_extra_v"&gt;&lt;div id="dd_print_button"&gt;&lt;span id="dd_print_text"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://www.dakwatuna.com/wp-content/uploads/2011/11/pengetahuan-laksana-pakaianku.jpg?c13ed3" rel="shadowbox[sbpost-16783];player=img;" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img alt="" class="size-medium wp-image-16784" height="205" src="http://www.dakwatuna.com/wp-content/uploads/2011/11/pengetahuan-laksana-pakaianku-250x205.jpg" width="250" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="dd_content_wrap"&gt;Indonesia  dikenal dengan Negara yang berpenduduk muslim terbesar. Namun yang  menjadi pertanyaan apakah identitas muslim tersebut selaras dengan  muslim yang sebenarnya sesuai dengan Diin Islam, ataukah hanya identitas  KTP semata? Ekstrimnya, banyak yang beridentitas muslim dengan  gampangnya berpindah aqidah, seakan–akan agama serupa dengan  persinggahan dan ketika telah selesai, tanpa berpikir panjang pergi ke  persinggahan lain.Inilah realita kehidupan muslim di Indonesia.  Masih banyak fenomena muslim lainnya yang menggelayuti kehidupan. Ambil  saja contoh yang terkait politik, tentunya sekarang kita bermain secara  menegara (institusi) untuk pembahasan ini. Dengan jumlah muslim yang  begitu besar, seharusnya dapat menjadikan Indonesia menjadi Negara yang  maju secara intelektual dan spiritual. Karena pada kenyataannya, para  pemegang kekuasaan Negara ini pun beridentitas muslim. Tapi, dalam  episode kenegaraan yang juga merambat hingga kedaerahan, krisis moral  masih merajalela, kepentingan golongan diprioritaskan, mereka yang  mengakui diri sebagai “orang besar” saling berlomba–lomba merauk  keuntungan kekuasaan, dan apakah mereka masih dapat dikatakan sebagai  seorang muslim?&lt;br /&gt;Sebenarnya hanya ada satu jawaban atas ini, yakni lemahnya &lt;strong&gt;pengetahuan&lt;/strong&gt;  muslim di Indonesia atas Diin mereka sendiri, Al-Islam. Seseorang tidak  akan menjadi muslim tanpa pengetahuan di dalam dirinya. Bagaimana bisa  ia menyatakan diri sebagai seorang muslim tanpa mengetahui perbedaan  antara orang-orang kafir dan fasik, antara riya’ dan syirik, dan  sebagainya? Bagaimana ia boleh mendakwa beriman kepada ajaran tersebut  dan mempraktekkannya? Dan bila ia menyatakan keimanannya tanpa kesadaran  dan tanpa pengertian mengenai ajaran tersebut, Bagaimana ia dapat  menjadi seorang Muslim? Sesuatu yang tidak mungkin untuk menjadi seorang  Muslim dan hidup sebagai seorang Muslim tanpa pengetahuan apa-apa.&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;Sekarang, siapakah yang dinamakan seorang muslim itu?&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Siapa  yang dinamakan Muslim dan apa artinya menjadi seorang Muslim? Bila  seorang Muslim tidak tahu arti yang sebenarnya dari menjadi seorang  Muslim dan apa bedanya seorang Muslim dengan seorang bukan Muslim, maka  ia akan berbuat seperti seorang yang bukan Muslim dan tidak akan  merasakan kebanggaan menjadi seorang Muslim. Setiap Muslim harus  mengetahui apa artinya mengikrarkan diri sebagai Muslim, dan perbedaan  apa yang timbul dalam kedudukannya sesudah ia menjadi Muslim. Tanggung  jawab yang seperti apa yang ada di belakang keberadaannya sebagai  Muslim, dan bagaimana ia merealisasikan tanggung jawab tersebut, serta  batasan – batasan apa yang harus ia perhatikan dalam pelaksanaan  tanggung jawab tersebut. Dan tentunya kesemua ini butuh pengetahuan yang  mendalam. Begitulah ucap Abul A’la Al-Maududi dalam mengekspresikan  makna seorang muslim.&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;Dan apakah dengan terlahir dari rahim orang tua yang Islam, seseorang dapat dikatakan muslim?&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Nikmat yang terbesar adalah ketika terlahir sebagai mukmin dari rahim  seorang mukmin. Namun, tidak ada kepastian yang menjamin muslim atau  tidaknya seorang manusia. Identitas boleh muslim, namun hati dan jiwa  belum tentu muslim, jika pengetahuan akan Islam pun belum ada. Di sini  lah pengetahuan memainkan perannya dalam hal aplikatif tindakan sebagai  muslim. Dan pengetahuan seorang muslim hanya bersumber pada dua kekuatan  besar, yakni Al – Quran dan Hadits. Jadikan dua sumber mulia ini  sebagai ideologi hidup, cahaya untuk menjadi muslim yang paripurna. Jika  tidak, maka jangan sekali-sekali dengan lantang mengatakan ‘&lt;em&gt;I am a moslem&lt;/em&gt;”,  karena Islam butuh pembuktian, bukan ucapan, dan pembuktian dalam Islam  adalah dengan berdakwah (tabligh) yang sangat erat dengan sintesis  penerapan Al – Quran dan Hadits dengan ilmu pengetahuan yang  komprehensif.&lt;br /&gt;Islam adalah tabligh (menyampaikan atau meneruskan  syiar panji – panji agama Allah), dan bagaimana mungkin seseorang bisa  bertabligh jika dirinya tidak memiliki pengetahuan? Seperti membimbing  seseorang yang tersesat dalam kegelapan, namun tanpa penerang apa pun,  dan akhirnya semakin tersesat. Dan Islam adalah sebutan terhadap &lt;strong&gt;&lt;em&gt;pengetahuan&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;em&gt; &lt;/em&gt;dan tindakan &lt;strong&gt;&lt;em&gt;mempraktekkan&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;em&gt; &lt;/em&gt;pengetahuan  tersebut (Al-Maududi, Manhaj Seorang Muslim). Seseorang tidak dapat  menjadi seorang Muslim tanpa memiliki pengetahuan, karena Islam tidak  diperoleh karena faktor keturunan, tetapi karena pengetahuan.&lt;br /&gt;Pengetahuan  adalah kunci pembeda antara orang-orang kafir dan mukmin. Karena  orang-orang kafir tidak mengetahui secara jelas hakikat hidupnya di  dunia, mereka tidak mengetahui bagaimana cara berinteraksi dengan  Tuhannya, apa hubungan nyata mereka terhadap Tuhan, apa yang Tuhan  inginkan terhadap mereka serta tidak tahu cara hidup yang mana yang  harus dijalaninya di dunia ini, yang sesuai dengan kehendak Tuhan.  Mereka hanya hidup berdasarkan pemikiran mereka yang diiringi dengan  pengetahuan dunia, pengetahuan yang dibuat oleh manusia, pengetahuan  yang secara tidak langsung adalah pemikiran manusia, dan pemikiran  manusia itu ada batasnya.&lt;br /&gt;“&lt;em&gt;Dan Allah akan mengangkat (derajat) orang – orang yang beriman di antara kamu dan orang&lt;/em&gt;&lt;em&gt;-&lt;/em&gt;&lt;em&gt;orang yang diberi ilmu beberapa derajat&lt;/em&gt;&lt;em&gt;”&lt;/em&gt;&lt;em&gt; &lt;/em&gt;(Q.S.  Mujadilah: 11), ayat ini sangat jelas sebagai pernyataan bahwa seorang  muslim itu harus memiliki ilmu pengetahuan, sehingga kemuliaan muslim  bisa tersemat di pribadi masing-masing. Ibnu katsir di dalam tafsirnya  juga mengatakan bahwa Allah sangat baik kepada manusia karena Dia  mengajarkan kepada manusia apa yang tidak diketahui oleh manusia itu.  Sehingga dengan ilmu Allah memuliakan manusia di bandingkan dengan  makhluk ciptaan lainnya… Oleh karena itu, seseorang yang mengakui  dirinya sebagai muslim, tak ada pilihan lain untuk tidak selalu “Iqra:  Membaca” sebagaimana kalimat pertama yang disampaikan Jibril kepada  Rasulullah saw. Dan ini sebagai pondasi utama untuk mengokohkan bangunan  Islam dalam melawan pemikiran musuh-musuh Islam. Untuk itu, dalam  memanifestasikannya dalam beriman, berakhlaq, dan berbudi perangai mulia  sebagai bentuk pengakuan kita secara nyata bergabung dalam komunitas  muslim, idealnya kita memiliki kapasitas pengetahuan yang besar, mampu  merangsang gagasan untuk menciptakan kemajuan-kemajuan baru, dan  memiliki azzam yang kuat dan kokoh untuk selalu menggali ilmu agar mampu  bertahan ketika ada yang ingin menggoyangkan keimanan kita, serta  mempertahankan izzah muslim dimana pun kita berada.&lt;br /&gt;—&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Agama tidak cukup dengan gairah yang besar, karena agama butuh pengetahuan yang benar.&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Sumber:  &lt;a href="http://www.dakwatuna.com/2011/12/16783/kapasitas-pengetahuan-penghantar-suatu-pertanyaan-muslimkah-kita/#ixzz1feTSNc3y" style="color: #003399;"&gt;http://www.dakwatuna.com/2011/12/16783/kapasitas-pengetahuan-penghantar-suatu-pertanyaan-muslimkah-kita/#ixzz1feTSNc3y&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/892391045921823169-5131116516588975900?l=layout4al.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://layout4al.blogspot.com/feeds/5131116516588975900/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://layout4al.blogspot.com/2011/12/kapasitas-pengetahuan-sebuah-pengantar.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/892391045921823169/posts/default/5131116516588975900'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/892391045921823169/posts/default/5131116516588975900'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://layout4al.blogspot.com/2011/12/kapasitas-pengetahuan-sebuah-pengantar.html' title='Kapasitas Pengetahuan (Sebuah Pengantar “Muslimkah Kita?”)'/><author><name>jihada</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00469669206995905023</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/-S32xnLUL2wg/Tc80v2QIrgI/AAAAAAAAABE/oudbQoA1wvQ/s220/SDC13941.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-892391045921823169.post-2614694353507290580</id><published>2011-12-05T01:38:00.000-08:00</published><updated>2011-12-05T01:38:13.299-08:00</updated><title type='text'>Makna “Ilah” (Bagian ke-1)</title><content type='html'>&lt;div align="right"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div id="isipost"&gt;&lt;div id="dd_ajax_float" style="display: block; position: fixed; top: 16px;"&gt;&lt;div class="dd_button_v"&gt;&lt;span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="dd_button_v"&gt;&lt;span class="db-wrapper db-clear db-medium"&gt;&lt;span&gt;&lt;span class="db-container db-submit"&gt;&lt;span class="db-body db-medium"&gt;&lt;span class="db-count"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="dd_button_v"&gt;&lt;div id="dd_comments"&gt;&lt;span class="ctotal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="dd_button_extra_v"&gt;&lt;div id="dd_print_button"&gt;&lt;span id="dd_print_text"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://www.dakwatuna.com/wp-content/uploads/2011/12/laa-ilaaha-illallah.jpg?c13ed3" rel="shadowbox[sbpost-17127];player=img;" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;" title="laa-ilaaha-illallah"&gt;&lt;img alt="" class="size-medium wp-image-17128" height="205" src="http://www.dakwatuna.com/wp-content/uploads/2011/12/laa-ilaaha-illallah-250x205.jpg" title="laa-ilaaha-illallah" width="250" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="dd_content_wrap"&gt;&lt;div class="wp-caption alignright" id="attachment_17128" style="width: 260px;"&gt;&lt;strong&gt;dakwatuna.com -&lt;/strong&gt; Kalimat &lt;em&gt;Laa ilaha illallah&lt;/em&gt; tidak mungkin kita pahami kecuali dengan memahami terlebih dahulu makna &lt;em&gt;ilah&lt;/em&gt; yang berasal dari ‘&lt;em&gt;aliha&lt;/em&gt;’ yang memiliki berbagai macam pengertian. Dengan memahaminya kita akan mengetahui motif-motif manusia meng&lt;em&gt;ilah&lt;/em&gt;kan sesuatu.&lt;/div&gt;&lt;strong&gt;1. Aliha&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Ada empat makna utama dari &lt;em&gt;aliha &lt;/em&gt;yaitu &lt;em&gt;sakana ilahi, istijaara bihi, asy syauqu ilaihi &lt;/em&gt;dan &lt;em&gt;wull’a bihi&lt;/em&gt;. Penjelasannya adalah sebagai berikut:&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;a.&lt;strong&gt; &lt;/strong&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;S&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;akana ilaihi&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;strong&gt; (m&lt;/strong&gt;&lt;strong&gt;ereka tenteram kepadanya&lt;/strong&gt;&lt;strong&gt;),&lt;/strong&gt; yaitu ketika &lt;em&gt;ilah &lt;/em&gt;tersebut diingat-ingat olehnya, ia merasa senang dan manakala mendengar namanya disebut atau dipuji orang ia merasa tenteram.&lt;br /&gt;Penggunaan kata Ilah dengan makna ini tersirat di dalam Al-Qur’an, di antaranya pada ayat berikut ini:&lt;br /&gt;&lt;div class="arabic"&gt;  وَجَاوَزْنَا بِبَنِي إِسْرَائِيلَ الْبَحْرَ فَأَتَوْا عَلَىٰ قَوْمٍ  يَعْكُفُونَ عَلَىٰ أَصْنَامٍ لَّهُمْ ۚ قَالُوا يَا مُوسَى اجْعَل لَّنَا &lt;span style="text-decoration: underline;"&gt;إِلَٰهًا&lt;/span&gt; كَمَا لَهُمْ &lt;span style="text-decoration: underline;"&gt;آلِهَةٌ&lt;/span&gt; ۚ قَالَ إِنَّكُمْ قَوْمٌ تَجْهَلُونَ﴿١٣٨﴾&lt;/div&gt;&lt;em&gt;“Dan  Kami seberangkan Bani Israil ke seberang lautan itu, maka setelah  mereka sampai kepada suatu kaum yang tetap menyembah berhala mereka,  Bani lsrail berkata: “Hai Musa. buatlah untuk kami sebuah tuhan  (berhala) sebagaimana mereka mempunyai beberapa tuhan (berhala)”. Musa  menjawab: “Sesungguh-nya kamu ini adalah kaum yang tidak mengetahui  (sifat-sifat Tuhan)”.” &lt;/em&gt;(QS. Al-A’raaf: 138)&lt;br /&gt;Ayat di atas menggambarkan kisah Bani Israel yang bodoh karena menghendaki adanya &lt;em&gt;ilah&lt;/em&gt; yang dapat menenteramkan hati mereka.&lt;br /&gt;b. &lt;strong&gt;&lt;em&gt;I&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;stijaara bihi&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;strong&gt; (m&lt;/strong&gt;&lt;strong&gt;erasa dilindungi oleh&lt;/strong&gt;&lt;strong&gt;n&lt;/strong&gt;&lt;strong&gt;ya&lt;/strong&gt;&lt;strong&gt;)&lt;/strong&gt;, karena &lt;em&gt;ilah &lt;/em&gt;tersebut dianggap memiliki kekuatan ghaib yang mampu menolong dirinya dari kesulitan hidup.&lt;br /&gt;Penggunaan kata Ilah dengan makna ini bisa kita simak dalam Al-Qur’an antara lain pada ayat berikut ini:&lt;br /&gt;&lt;div class="arabic"&gt; وَاتَّخَذُوا مِن دُونِ اللَّهِ &lt;span style="text-decoration: underline;"&gt;آلِهَةً&lt;/span&gt; لَّعَلَّهُمْ يُنصَرُونَ﴿٧٤﴾&lt;/div&gt;&lt;em&gt;“Mereka mengambil sembahan-sembahan selain Allah, agar mereka mendapat pertolongan.” &lt;/em&gt;(QS. Yaasiin: 74)&lt;br /&gt;Ayat  di atas menggambarkan orang-orang musyrik yang mengambil pertolongan  dari selain Allah, padahal berhala-berhala tersebut tidak dapat  memberikan pertolongan (lihat QS. Al-A’raaf ayat 197).&lt;br /&gt;c. &lt;strong&gt;&lt;em&gt;A&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;ssyauqu ilaihi&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;strong&gt; (m&lt;/strong&gt;&lt;strong&gt;erasa selalu rindu kepadany&lt;/strong&gt;&lt;strong&gt;a)&lt;/strong&gt;, ada keinginan selalu bertemu dengannya, baik terus-menerus atau tidak. Ada kegembiraan apabila bertemu dengannya.&lt;br /&gt;&lt;div class="arabic"&gt; قَالُوا نَعْبُدُ أَصْنَامًا فَنَظَلُّ &lt;span style="text-decoration: underline;"&gt;لَهَا&lt;/span&gt; عَاكِفِينَ﴿٧١﴾&lt;/div&gt;&lt;em&gt;“Mereka menjawab: “Kami menyembah berhala-berhala dan kami senantiasa tekun menyembahnya”.” &lt;/em&gt;(QS. Asy-Syu’araa’: 71)&lt;br /&gt;Ayat  di atas menggambarkan para penyembah berhala yang sangat tekun  melakukan pengabdian kepada berhala karena selalu rindu kepadanya.&lt;br /&gt;d. &lt;strong&gt;&lt;em&gt;W&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;ull’a bihi&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;strong&gt; (m&lt;/strong&gt;&lt;strong&gt;erasa cinta dan cenderung kepadany&lt;/strong&gt;&lt;strong&gt;a)&lt;/strong&gt;. Rasa rindu yang menguasai diri menjadikannya mencintai &lt;em&gt;ilah &lt;/em&gt;tersebut, walau bagaimanapun keadaannya. Ia selalu beranggapan bahwa pujaannya memiliki kelayakan untuk dicintai sepenuh hati.&lt;br /&gt;&lt;div class="arabic"&gt; وَمِنَ النَّاسِ مَن يَتَّخِذُ مِن دُونِ اللَّهِ &lt;span style="text-decoration: underline;"&gt;أَندَادًا&lt;/span&gt; يُحِبُّونَهُمْ كَحُبِّ اللَّهِ ۖ وَالَّذِينَ آمَنُوا أَشَدُّ حُبًّا لِّلَّهِ ۗ&lt;/div&gt;&lt;em&gt;“Dan  di antara manusia ada orang-orang yang menyembah tandingan-tandingan  selain Allah; mereka mencintainya sebagaimana mereka mencintai Allah…” &lt;/em&gt;(QS. Al-Baqarah: 165)&lt;br /&gt;Ayat  di atas menggambarkan adanya sebagian manusia (orang-orang musyrik)  yang menyembah tandingan-tandingan (أَندَادًا) selain Allah dan mereka  mencintainya sebagaimana mereka mencintai Allah, karena mereka sangat  cenderung atau dikuasai olehnya.&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;2. Abadahu&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Selanjutnya, &lt;em&gt;Aliha&lt;/em&gt; bermakna &lt;em&gt;abaduhu &lt;/em&gt;yang  berarti mengabdi/menyembahnya. Karena empat perasaan di atas demikian  mendalam dalam hatinya, maka dia rela dengan penuh kesadaran untuk  menghambakan diri kepada &lt;em&gt;ilah &lt;/em&gt;(sembahan) tersebut. Hal ini sebagaimana perkataan orang Arab di mana &lt;em&gt;aliha&lt;/em&gt; bermakna &lt;em&gt;abadahu&lt;/em&gt;, seperti dalam kalimat: “&lt;em&gt;aliha rajulu ya-lahu&lt;/em&gt;” yang artinya “&lt;em&gt;lelaki itu menghambakan diri pada ilahnya&lt;/em&gt;”.&lt;br /&gt;Dalam hal ini ada tiga sikap yang mereka berikan terhadap ilahnya yaitu &lt;em&gt;kamalul mahabah&lt;/em&gt;, &lt;em&gt;kamalut tadzalul&lt;/em&gt;, dan &lt;em&gt;kamalul khudu’&lt;/em&gt;.&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;a. &lt;/strong&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;K&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;amalul mahabbah&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;strong&gt; (d&lt;/strong&gt;&lt;strong&gt;ia amat sangat mencintainya&lt;/strong&gt;&lt;strong&gt;)&lt;/strong&gt;,  sehingga semua akibat cinta siap dilaksanakannya. Maka dia pun siap  berkorban memberi loyalitas, taat dan patuh dan sebagainya.&lt;br /&gt;Orang kafir yang menjadikan sesuatu selain Allah sebagai &lt;em&gt;ilah&lt;/em&gt;nya, demikian senangnya apabila mendengar nama kecintaannya, serta tidak suka apabila nama Allah disebut.&lt;br /&gt;&lt;div class="arabic"&gt;  وَإِذَا ذُكِرَ اللَّهُ وَحْدَهُ اشْمَأَزَّتْ قُلُوبُ الَّذِينَ لَا  يُؤْمِنُونَ بِالْآخِرَةِ ۖ وَإِذَا ذُكِرَ الَّذِينَ مِن دُونِهِ إِذَا  هُمْ يَسْتَبْشِرُونَ﴿٤٥﴾&lt;/div&gt;&lt;em&gt;“Dan apabila hanya nama Allah saja  disebut, kesallah hati orang-orang yang tidak beriman kepada kehidupan  akhirat; dan apabila nama sembahan-sembahan selain Allah yang disebut,  tiba-tiba mereka bergirang hati.” &lt;/em&gt;(QS. Az-Zumar: 45)&lt;br /&gt;Sedangkan  kecintaan seseorang terhadap sesuatu tanpa dasar yang benar, dapat  membentuk sebuah penghambaan tanpa disadarinya. Rasulullah SAW bersabda,&lt;br /&gt;&lt;em&gt;“Celakalah  hamba dinar (uang emas), celakalah hamba dirham (uang perak), celakalah  hamba pakaian (mode). Kalau diberi maka ia ridha, sedangkan apabila  tidak diberi maka ia akan kesal.”&lt;/em&gt; (HR. Bukhari)&lt;br /&gt;Hal ini disebabkan kecintaan yang amat sangat terhadap barang-barang tersebut.&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;b. &lt;/strong&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;K&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;amalut tadzulul&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;strong&gt; (d&lt;/strong&gt;&lt;strong&gt;ia amat sangat merendahkan diri di hadapan &lt;em&gt;ilah&lt;/em&gt;nya&lt;/strong&gt;&lt;strong&gt;)&lt;/strong&gt;. Sehingga menganggap dirinya sendiri tidak berharga, sedia bersikap rendah serendah-rendahnya untuk pujaannya itu.&lt;br /&gt;Dalam hal ini, orang-orang kafir sangat menghormati berhala-berhalanya sembahannya. Sebagaimana dalam firman Allah SWT,&lt;br /&gt;&lt;div class="arabic"&gt; وَقَالُوا لَا تَذَرُنَّ آلِهَتَكُمْ وَلَا تَذَرُنَّ وَدًّا وَلَا سُوَاعًا وَلَا يَغُوثَ وَيَعُوقَ وَنَسْرًا﴿٢٣﴾&lt;/div&gt;&lt;em&gt;“Dan  mereka berkata: “Jangan sekali-kali kamu meninggalkan (penyembahan)  tuhan-tuhan kamu dan jangan pula sekali-kali kamu meninggalkan  (penyembahan) wadd, dan jangan pula suwwa’, yaghuts, ya’uq dan nasr”.” &lt;/em&gt;(QS. Nuuh: 23)&lt;br /&gt;Dalam  catatan sejarah, orang-orang musyrik marah karena berhala-berhalanya  dipermalukan oleh Nabi Ibrahim AS, sehingga mereka menghukum Nabiyullah  untuk membela berhala-berhala. Reaksi kemarahan tersebut menandakan  bahwa mereka begitu rendah diri dan hormat terhadap berhala-berhalanya.  Peristiwa ini terekam dalam Al-Qur’an:&lt;br /&gt;&lt;div class="arabic"&gt; قَالُوا مَن فَعَلَ هَٰذَا بِآلِهَتِنَا إِنَّهُ لَمِنَ الظَّالِمِينَ﴿٥٩﴾&lt;/div&gt;&lt;em&gt;“Mereka  berkata: “Siapakah yang melakukan perbuatan ini terhadap tuhan-tuhan  kami, sesungguhnya dia termasuk orang-orang yang zhalim”.” &lt;/em&gt;(QS. Al-Anbiyaa’: 59)&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;c. &lt;/strong&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;K&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;amalul khudu’&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;strong&gt; (d&lt;/strong&gt;&lt;strong&gt;ia amat sangat tunduk, patuh&lt;/strong&gt;&lt;strong&gt;)&lt;/strong&gt;,  sehingga akan selalu mendengar dan taat tanpa reserve, serta  melaksanakan perintah-perintah yang menurutnya bersumber dari sang ilah.&lt;br /&gt;Dalam  hal ini, orang-orang kafir pada hakikatnya mengabdi kepada syaithan  yang telah memperdaya mereka. Hal ini tersirat dalam perintah Allah SWT,&lt;br /&gt;&lt;div class="arabic"&gt; أَلَمْ أَعْهَدْ إِلَيْكُمْ يَا بَنِي آدَمَ أَن لَّا تَعْبُدُوا الشَّيْطَانَ ۖ&lt;/div&gt;&lt;em&gt;“Bukankah Aku telah memerintahkan kepadamu hai Bani Adam supaya kamu tidak menyembah syaitan? …” &lt;/em&gt;(QS. Yaasiin: 60)&lt;br /&gt;Begitu  mengabdinya mereka kepada syaithan, mereka sangat patuh sehingga  bersedia membunuh anak-anaknya untuk mengikuti program ilah-ilah  sembahannya.&lt;br /&gt;&lt;div class="arabic"&gt; وَكَذَٰلِكَ زَيَّنَ لِكَثِيرٍ مِّنَ  الْمُشْرِكِينَ قَتْلَ أَوْلَادِهِمْ شُرَكَاؤُهُمْ لِيُرْدُوهُمْ  وَلِيَلْبِسُوا عَلَيْهِمْ دِينَهُمْ ۖ&lt;/div&gt;&lt;em&gt;“Dan demikianlah  pemimpin-pemimpin mereka telah menjadikan kebanyakan dari orang-orang  musyrik itu memandang baik membunuh anak-anak mereka untuk membinasakan  mereka dan untuk mengaburkan bagi mereka agama-Nya.”&lt;/em&gt; (QS. Al-An’aam: 137)&lt;br /&gt;&lt;em&gt;– Bersambung&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;(hdn)&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Sumber:  &lt;a href="http://www.dakwatuna.com/2011/12/17127/makna-ilah-bagian-ke-1/#ixzz1feRiITGj" style="color: #003399;"&gt;http://www.dakwatuna.com/2011/12/17127/makna-ilah-bagian-ke-1/#ixzz1feRiITGj&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/892391045921823169-2614694353507290580?l=layout4al.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://layout4al.blogspot.com/feeds/2614694353507290580/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://layout4al.blogspot.com/2011/12/makna-ilah-bagian-ke-1.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/892391045921823169/posts/default/2614694353507290580'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/892391045921823169/posts/default/2614694353507290580'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://layout4al.blogspot.com/2011/12/makna-ilah-bagian-ke-1.html' title='Makna “Ilah” (Bagian ke-1)'/><author><name>jihada</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00469669206995905023</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/-S32xnLUL2wg/Tc80v2QIrgI/AAAAAAAAABE/oudbQoA1wvQ/s220/SDC13941.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-892391045921823169.post-7810917717756919783</id><published>2011-11-18T05:54:00.000-08:00</published><updated>2011-11-18T05:54:43.571-08:00</updated><title type='text'>BERANILAH MELANGKAH</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Sebagai ilustrasi, banyak calon pengusaha yang sebenarnya sudah memiliki  persiapan yang matang untuk memulai bisnisnya. Tapi karena tidak adanya  keberanian, persiapan yang matang tadi tidak ada gunanya. anda bisa  saja telah memiliki semua yang anda butuhkan untuk melangkah,&lt;u&gt; jika anda tidak “berani”, maka anda tidak akan pernah melangkah.&lt;/u&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keberanian adalah suatu hal yang sangat penting. Karena tanpa keberanian  kualitas lainnya menjadi tidak terlalu berarti. Anda bisa saja memiliki  pikiran yang sangat kreatif, tapi jika anda tidak berani untuk  menerapan ide kreatif tadi, semuanya menjadi tidak berarti.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nasehat dari orang-orang bijak mengatakan. Untuk menanamkan sifat berani  dalam diri anda, beranilah melakukan berbagai keputusan-keputusan  kecil, dan terus lakukan perbuatan yang memerlukan keberanian. Dengan  demikian diri anda akan terbiasa berani untuk bertindak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salah satu pelajaran berharga yang dapat diambil. &lt;b&gt;Ketakutan biasanya  muncul hanya pada saat sebelum memulai. Begitu kaki pertama telah  melangkah, maka keberanian akan meresap kedalam tubuh kita.&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beranikah anda melangkah??&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/892391045921823169-7810917717756919783?l=layout4al.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://layout4al.blogspot.com/feeds/7810917717756919783/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://layout4al.blogspot.com/2011/11/beranilah-melangkah.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/892391045921823169/posts/default/7810917717756919783'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/892391045921823169/posts/default/7810917717756919783'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://layout4al.blogspot.com/2011/11/beranilah-melangkah.html' title='BERANILAH MELANGKAH'/><author><name>jihada</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00469669206995905023</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/-S32xnLUL2wg/Tc80v2QIrgI/AAAAAAAAABE/oudbQoA1wvQ/s220/SDC13941.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-892391045921823169.post-2147683200443374409</id><published>2011-11-18T05:52:00.000-08:00</published><updated>2011-11-18T05:52:38.847-08:00</updated><title type='text'>TINDAKAN MENJADIKAN MIMPI JADI KENYATAAN</title><content type='html'>Impian yang tinggi adalah sesuatu yang sangat bagus. Tapi ia akan tetap  menjadi hayalan jika tidak ada tindakan menyertainya. Langkah  selanjutnya setelah anda bermimpi adalah, menggunakan segala potensi  yang anda miliki untuk mencapai impian tadi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tindakanlah yang membuat anda maju setahap demi setahap. Tindakanlah  yang membuat tempat berdiri anda semakin tinggi. Semakin anda bertindak,  terus memperbaiki kualitas, memperbaiki hal yang perlu diperbaiki,  semakin tempat berdiri anda menjadi lebih tinggi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibarat anda menumpuk seember tanah. Semakin banyak tanah yang anda  tumpuk semakin tinggi gundukan tanah yang terbentuk. Suatu saat tumpukan  tanah tersebut akan sebesar gunung. Sehingga saat anda berdiri digunung  itu, anda dapat menggapai berbagai hal yang tinggi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang yang berada dibawah gunung menatakan impian anda mustahil. Tapi  anda yang berana di puncak gunung tinggal melompat sedikit untuk meraih  impian-impain anda yang tinggi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Bertindaklah, teruslah lakukan peningkatan terus menerus&lt;/b&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/892391045921823169-2147683200443374409?l=layout4al.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://layout4al.blogspot.com/feeds/2147683200443374409/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://layout4al.blogspot.com/2011/11/tindakan-menjadikan-mimpi-jadi.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/892391045921823169/posts/default/2147683200443374409'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/892391045921823169/posts/default/2147683200443374409'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://layout4al.blogspot.com/2011/11/tindakan-menjadikan-mimpi-jadi.html' title='TINDAKAN MENJADIKAN MIMPI JADI KENYATAAN'/><author><name>jihada</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00469669206995905023</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/-S32xnLUL2wg/Tc80v2QIrgI/AAAAAAAAABE/oudbQoA1wvQ/s220/SDC13941.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-892391045921823169.post-688348765123116150</id><published>2011-11-18T05:48:00.000-08:00</published><updated>2011-11-18T05:48:09.128-08:00</updated><title type='text'>Misteri Multitasking</title><content type='html'>Mungkinkah kita dapat melakukan pekerjaan lebih dari satu jenis dalam satu waktu (multitasking) dan semua hasilnya memuaskan ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang karyawan di sebuah perusahaan sangat menyadari kalau tidak  mungkin menggunakan ponsel sambil kendaraan karena dapat merusak fokus  saat berkendaraan. Suatu hari karyawan tersebut menghadiri sebuah  meeting besar dengan jajaran direksi. Di tengah meeting dia menerima  email dari klien dari ponselnya. Karena berpikir dia tidak sedang  berkendaraan, maka bisa melakukan multitasking , sambil membalas email  sambil menghadiri meeting. Ternyata aktivitas mengirimkan email tersebut  harus dia lakukan berkali kali karena ada balasan email dari klien yang  harus dia jawab. Apakah dia sukses melakukan multitasking (membalas  email dan menghadiri meeting dalam waktu bersamaan). Ternyata tidak.  Karyawan tersebut memang sukses membalas email kliennya namun tanpa  disadari ditengah meeting itu dia tidak menyimak pertanyaan penting yang  disampaikan seorang dari jajaran direksi pada dirinya, yang mungkin  saat sang direksi bertanya, dia tengah fokus membalas email dari klien.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Riset di University of California menemukan bahwa para karyawan  memerlukan waktu rata rata 25 menit untuk bisa kembali fokus kepada  pekerjaan utama mereka setelah sebelumnya pekerjaan utama mereka disela/  diinterupsi oleh kegiatan menerima telepon atau menjawab email. Bahkan  dalam suatu diskusi tentang multitasking di New York Times pada tahun  2007 dinyatakan bahwa multitasking telah menyebabkan kerugian secara  ekonomi di Amerika Serikat  sebesar 650 Milyar US Dollar sebagai nilai  kerugian hilangnya produktivitas kerja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di sisi lain saya teringat bagaimana dalam suatu adegan film seri Kung  fu di televisi, Sang Pendekar berhasil menggambar segi empat dengan  tangan kiri sementara dalam waktu bersamaan tangan kirinya menggambar  bentuk lingkaran. Serupa apa yang terjadi dengan Richard Bandler,  co-founder Neuro Linguistic Programming (NLP - salah satu pengertian  dalam Wikipedia - adalah model komunikasi interpersonal dan merupakan  pendekatan alternatif terhadap psikoterapi yang didasarkan kepada  pembelajaran subyektif mengenai bahasa, komunikasi, dan perubahan  personal), yang ketika sedang belajar di kelas , telinga satunya  mendengarkan materi yang dijelaskan, telinga satunya lagi mendengarkan  music. Namun ketika ditanya tentang materi yang tadi dijelaskan di depan  kelas, Dr. Bandler mampu menjawab dengan sempurna materi yang tadi  diajarkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa orang juga berpendapat,  justru dengan adanya multitasking kita  bisa lebih cepat dalam menerima informasi terbaru (contohnya membuat  laporan sambil sesekali melihat email apabila ada informasi terutama  mengenai update  laporan yang sedang dibuat), mencegah kebosanan dalam  mengerjakan tugas yang monoton, dan ketika semakin tinggi jabatan  manajerial seseorang maka multitasking menjadi sangat diperlukan untuk  menyelesaikan berbagai masalah di berbagai divisi atau sektor.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana pendapat Anda tentang multitasking ini terutama dalam dunia kerja ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salam Safety untuk Anda dan Keluarga di Rumah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber: lorco.co.id  dan diadaptasi juga dari berbagai sumber&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;a href="http://blogs.hbr.org/silverman/2010/06/in-defense-of-multitasking.html" target="_blank"&gt;Sumber Artikel Pro multitasking&lt;/a&gt;&lt;/b&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;a href="http://www.thenewatlantis.com/publications/the-myth-of-multitasking" target="_blank"&gt;Sumber Artikel Kontra multitasking&lt;/a&gt;&lt;/b&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/892391045921823169-688348765123116150?l=layout4al.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://layout4al.blogspot.com/feeds/688348765123116150/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://layout4al.blogspot.com/2011/11/misteri-multitasking.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/892391045921823169/posts/default/688348765123116150'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/892391045921823169/posts/default/688348765123116150'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://layout4al.blogspot.com/2011/11/misteri-multitasking.html' title='Misteri Multitasking'/><author><name>jihada</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00469669206995905023</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/-S32xnLUL2wg/Tc80v2QIrgI/AAAAAAAAABE/oudbQoA1wvQ/s220/SDC13941.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-892391045921823169.post-5566826458713849447</id><published>2011-11-18T05:45:00.000-08:00</published><updated>2011-11-18T05:45:31.334-08:00</updated><title type='text'>rahasia menjadi sukses</title><content type='html'>&lt;strong&gt;rahasia menjadi sukses&lt;/strong&gt; &lt;hr size="1" style="color: #ccf4ff;" /&gt;    &lt;img alt="" border="0" src="http://2.bp.blogspot.com/-WcYuGfRcsVg/TegfTPjEcyI/AAAAAAAAAGU/zN_w55z88K0/s1600/tim+sukses.jpg" /&gt;&lt;br /&gt;.&lt;br /&gt;Orang bisa menjadi sukses, karena mereka &lt;b&gt;bersedia melakukan &lt;br /&gt;hal-hal yang orang kebanyakan tidak mau melakukannya. &lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Ada banyak perbuatan tertentu yang dapat menghantarkan &lt;br /&gt;pada kesuksesan. orang melakukan perbuatan ini, akan sukses. &lt;br /&gt;Dan orang yang mengabaikanya tidak akan sukses.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kata “belajar” adalah kata yang sering anda dengar. &lt;br /&gt;Tapi hanya orang hebatlah yang betul-betul menerapkan kata ini. &lt;br /&gt;&lt;b&gt;Orang sukses, bersedia belajar lebih keras daripada orang gagal. &lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Disinilah letak perbedaannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak orang gagal yang iri pada orang sukses, tapi mereka tidak mau&lt;br /&gt;mengeluarkan upaya yang seperti orang sukses lakukan. &lt;br /&gt;padahal rahasia sukses sangat sederhana, yakni lakukan &lt;br /&gt;apa yang orang sukses lakukan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa yang orang sukses lakukan?. salah satunya berani, &lt;br /&gt;komitmen, terus meningkatkan kualitas, bekerja sama, bekerja lebih giat, &lt;br /&gt;memaksimalkan waktu, meningkatkan kepemimpinannya, kreatif, &lt;br /&gt;konsisten, dan sebagainya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang gagal tidak mau melakukan hal-hal diatas. &lt;br /&gt;Tapi orang sukses bersedia melakukanya.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/892391045921823169-5566826458713849447?l=layout4al.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://layout4al.blogspot.com/feeds/5566826458713849447/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://layout4al.blogspot.com/2011/11/rahasia-menjadi-sukses.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/892391045921823169/posts/default/5566826458713849447'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/892391045921823169/posts/default/5566826458713849447'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://layout4al.blogspot.com/2011/11/rahasia-menjadi-sukses.html' title='rahasia menjadi sukses'/><author><name>jihada</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00469669206995905023</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/-S32xnLUL2wg/Tc80v2QIrgI/AAAAAAAAABE/oudbQoA1wvQ/s220/SDC13941.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/-WcYuGfRcsVg/TegfTPjEcyI/AAAAAAAAAGU/zN_w55z88K0/s72-c/tim+sukses.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-892391045921823169.post-8910226244076799815</id><published>2011-10-26T04:21:00.000-07:00</published><updated>2011-10-26T04:21:34.822-07:00</updated><title type='text'>inspirasi : 10 Nasehat Bijak Einstein Tentang Hidup Sukses</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Tak perlu bersiap-siap mengernyitkan kening, kita hanya akan membahas ringan tentang filosofi hidup singkat Einstein. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak  ada Fisika, nuklir, atau hal-hal jenius lainnya. Hanya hal kecil tapi  sering terlupakan, padahal berpengaruh besar terhadap kehidupan kita.  Apa saja nasehat bijak Einstein? Yuk kita lihat. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt; &lt;img src="http://1.bp.blogspot.com/--gqt6PiD3A0/TdsxfpbI0uI/AAAAAAAAAAs/kxR8jMVBWE4/s1600/albert-einstein-kata-bijak.jpg" /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: medium;"&gt;1. Buntuti Terus Rasa Ingin Tahu Anda&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;  "Saya bukan memiliki bakat khusus. Hanya selalu menikmati rasa ingin tahu saja."&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;Membaca kutipan Einstein di atas membuat kita bertanya-tanya.  Seperti apa rasa ingin tahu itu? Saya selalu bertanya-tanya mengapa ada  orang sukses, sementara banyak lainnya gagal?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena itu  banyak-banyaklah menghabiskan banyak waktu membaca banyak bahan. Mencari  tahu koneksi berbagai hal terhadap kata 'sukses'. Mengejar jawaban rasa  ingin tahu Anda adalah kunci rahasia kesukesan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: medium;"&gt;2. Tekun itu Tak Ternilai&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;blockquote&gt; &lt;span style="font-size: x-small;"&gt; "Saya bukannya pintar, boleh dikatakan hanya bertahan lebih lama menghadapi masalah."&lt;/span&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;Bayangkan seekor kura-kura di tengah rimba gunung, sementara dia  ingin menuju pantai. Atau, apakah Anda setekun tunas mangga  terus-menerus bertumbuh, berkembang sehingga akhirnya berbuah?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada  ungkapan bagus yang popular di kalangan pegawai pos, 'Selembar prangko  menjadi bernilai hanya karena ketika dia menempel pada surat hingga  mengantarnya sampai ke tujuan'. Jadilah seperti prangko, selesaikan apa  yang sudah Anda mulai. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: medium;"&gt;3. Fokus pada saat ini.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;  "Seorang pria yang bisa menyetir dengan aman sementara mencium gadis  cantik, sebenarnya tidak memberi penghargaan yang layak untuk ciumannya  itu."&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;Einstein kok ngomongin tentang ciuman ya? Ah, itu kan hanya istilah  saja, Tapi saya ingin cerita tentang kejadian ketika sesorang menjaga  kebun duren di kebun. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitu banyak kera seperti menunggu si  penjaga lengah dan menyikat durian ranum di atas pohon. Kemudian seorang  lainnya berkata, bahwa Anda tak akan bisa menembak dua kera sekaligus. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengertian  yang bisa disimpulkan atas kata-kata tersebut adalah, 'Seseorang bisa  melakukan banyak hal, tapi bukan semua hal sekaligus'. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Belajar  untuk 'berada di sini, saat ini', berikan perhatian kepada apa yang  sedang Anda kerjakan. Energi terfokus adalah sumber kekuatan. Itulah  perbedaan antara kesuksesan dan kegagalan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: medium;"&gt;4. Imaginasi adalah kekuatan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt; "Imaginasi adalah segalanya. Imaginasi adalah penarik masa depan. Imaginasi lebih penting daripada pengetahuan."&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;Ungkapan Einstein ini sangat terkenal. Apakah Anda berimajinasi setiap hari? Imaginasi lebih penting dari pengetahuan! &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Imaginasi  memainkan satu babak awal dalam pentas hidup masa depan Anda. Lagi,  kata Einstein, "Tanda kejeneniusan sesungguhnya bukanlah pengetahuan  melainkan imaginasi."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekali lagi, apakah Anda sudah melatih  otot-otot imaginasi Anda setiap hari? Jangan biarkan otot-otot itu  menjadi kurus dan sakit-sakitan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hidup tanpa imajinasi seperti  mengikuti aliran sungai, pasrah mengikuti apapun kemauan dan ke mana  arahnya. Tak memiliki kuasa atas apapun terhadap pilihan ataupun  keinginan. Menyedihkan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: medium;"&gt;5. Buat Kesalahan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;  "Seseorang yang tidak pernah membuat kesalahan sebenarnya tak pernah mencoba sesuatu yang baru."&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;Einstein tak pernah takut dengan kesalahan. Tak perlu alergi dengan kesalahan. Catat baik-baik, KESALAHAN bukan KEGAGALAN. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dua  hal tadi berbeda. Kesalahan-kesalahan dapat membantu Anda menjadi lebih  baik, lebih cepat, lebih cerdas, jika Anda menggunakannya dengan tepat  tentunya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Carilah sesuatu berbau baru (something new) dari  kesalahan Anda. Seperti sudah dibilang sebelumnya, jika ingin sukses,  belajar lebih banyak dari kesalahan Anda. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: medium;"&gt;6. Hidup pada saat ini&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;  "Saya tak pernah memikirkan masa depan–itu akan datang sesaat lagi."&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;Satu-satunya jalan agar hidup Anda baik dimasa depan adalah hidup  dengan baik pada saat sekarang. Ah, lagi-lagi nasehat bijak untuk  menyikapi waktu dengan tepat oleh pakar fisika quantum Einstein.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sangat  tak mungkin mengubah kemarin karena sudah terjadi. Yang bisa Anda  lakukan sekarang adalah mengubah cara pandang Anda saat ini tentang  kemarin agar menjadi lebih baik. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anda juga tidak bisa mengubah  besok menjadi lebih baik, kecuali jika Anda melakukan yang terbaik pada  saat ini. Masalahnya hanya tentang waktu, dan waktu tidak pernah ke  mana-mana kok. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: medium;"&gt;7. Hargai diri Anda&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;  "Berusahalah dengan keras bukan untuk menjadi sukses, tapi untuk menjadi lebih berharga."&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;Tak perlu lah banting tulang untuk menjadi lebih sukes. Luangkan waktu Anda untuk menaikkan nilai diri Anda. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika  Anda memang bernilai, sukses akan datang menghampiri Anda. Apakah  Einstein bekerja lebih keras untuk sukses? Mungkin dia hanya terus  menerus berinvestasi untuk meningkatkan nilai dirinya. Sukses datang  sendiri kepadanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kenali bakat dan berkah karunia-Nya kepada  Anda. Belajarlah mengasah mereka menjadi lebih tajam, gunakan untuk  memberi manfaat sebanyak-banyaknyak kepada orang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bekerjalah  untuk menjadi bernilai, sukses akan mengejar Anda. Apakah berlian  harganya sama dengan kerikil? Anda punya jawabannya. Keduanya mengalami  tekanan berbeda sehingga membedakan nilainya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: medium;"&gt;8. Jangan mengharapkan Hasil Berbeda&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;  "Kegilaan: adalah melakukan sesuatu dengan cara sama berulang-ulang dan mengharapkan hasil berbeda."&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;Nasehat bijak Enstein di atas adalah favorit saya. Anda jangan  mengharapkan hasil menjadi lebih baik jika Anda masih bertahan dengan  cara yang Anda pakai sekarang. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan ungkapan lain, Anda mimpi  mengharapkan otot bisep Anda menjadi lebih 'seksi' jika masih mengangkat  barbel ringan terus menerus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika ingin hidup Anda berubah, Anda harus berubah. Mengubah cara pikir, cara pandang dan cara melakukan sesuatu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika  Anda mengubah pikiran Anda, mengubah sudut pandang Anda, mengubah  tindakan Anda, hidup Anda akan berubah dengan sendirinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bayangkan  hal berikut: Ada seorang gadis manis tepat di depanmu. Bandingkan kedua  aksi berikut. Pertama, kamu senyum tulus, reaksi si gadis adalah  membalas senyummu. Kedua, kamu melotot padanya, bisa ditebak apa reaksi  si gadis? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: medium;"&gt;9. Pengetahuan terasah melalui Pengalaman&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;  "Informasi bukanlah pengetahuan. Satu-satunya sumber pengetahuan adalah pengalaman."&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;Pengetahuan itu berasal dari pengalaman. Anda bisa mendiskusikan  sebuah proyek, tapi diskusi itu hanya akan memberi Anda informasi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anda harus melakukan proyek tersebut untuk 'tahu' apakah proyek tersebut berjalan dengan benar atau tidak. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anda  harus melakukannya untuk mengatasi munculnya masalah-masalah ditengah  proyek berjalan. Itu membuat Anda memiliki pengalaman baru dan  bermanfaat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa pesan Einstein? Carilah pengalaman! Jangan  habiskan waktumu nonton sinetron cinta sementara dirimu setengah mati  menginginkan pacar, misalnya. Keluar dari duniamu sekarang dan  pengalaman tak ternilai menunggumu di luar sana. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: medium;"&gt;10. Pahami Aturan Main, Lalu Bermainlah Lebih Baik&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;  "Anda harus memahami aturan permainan. Kemudian Anda harus bermain lebih baik daripada pemain lain."&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;Bagi Einstein, dia cukup memahami aturan-aturan dasar Fisika lalu  berpikir dan bekerja lebih baik dibanding fisikawan lainnya.  Sederhananya, Anda cukup melakukan dua hal saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertama, yang harus Anda lakukan adalah memahami 'peraturan' bagaimana cara Anda melakukannya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua,  lakukan pekerjaan tersebut lebih baik dibanding orang lain. Jika Anda  mampu melakukan dua hal ini dengan baik, sukses pasti masuk ke kantong  Anda&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/892391045921823169-8910226244076799815?l=layout4al.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://layout4al.blogspot.com/feeds/8910226244076799815/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://layout4al.blogspot.com/2011/10/inspirasi-10-nasehat-bijak-einstein.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/892391045921823169/posts/default/8910226244076799815'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/892391045921823169/posts/default/8910226244076799815'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://layout4al.blogspot.com/2011/10/inspirasi-10-nasehat-bijak-einstein.html' title='inspirasi : 10 Nasehat Bijak Einstein Tentang Hidup Sukses'/><author><name>jihada</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00469669206995905023</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/-S32xnLUL2wg/Tc80v2QIrgI/AAAAAAAAABE/oudbQoA1wvQ/s220/SDC13941.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/--gqt6PiD3A0/TdsxfpbI0uI/AAAAAAAAAAs/kxR8jMVBWE4/s72-c/albert-einstein-kata-bijak.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-892391045921823169.post-2766760512032489215</id><published>2011-10-22T06:52:00.000-07:00</published><updated>2011-10-22T06:52:52.551-07:00</updated><title type='text'>Saddest Commercial from Thailand - Thai Life Insurance</title><content type='html'>&lt;iframe src="http://www.youtube.com/embed/2uXs6fi9nbI?fs=1" allowfullscreen="" frameborder="0" height="344" width="459"&gt;&lt;/iframe&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align:center;"&gt;&lt;a href="http://www.kajian.net/" title="Kajian.net - Koleksi Audio Ceramah Islam MP3 Gratis/Free Download"&gt;&lt;img src="http://www.kajian.net/images/banners/banner_200x150.jpg" alt="Kajian.Net" border="0" height="150" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://kajian.net/"&gt;Koleksi Ceramah Islam MP3&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/892391045921823169-2766760512032489215?l=layout4al.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://layout4al.blogspot.com/feeds/2766760512032489215/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://layout4al.blogspot.com/2011/10/saddest-commercial-from-thailand-thai.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/892391045921823169/posts/default/2766760512032489215'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/892391045921823169/posts/default/2766760512032489215'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://layout4al.blogspot.com/2011/10/saddest-commercial-from-thailand-thai.html' title='Saddest Commercial from Thailand - Thai Life Insurance'/><author><name>jihada</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00469669206995905023</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/-S32xnLUL2wg/Tc80v2QIrgI/AAAAAAAAABE/oudbQoA1wvQ/s220/SDC13941.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://img.youtube.com/vi/2uXs6fi9nbI/default.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-892391045921823169.post-3139054266637804212</id><published>2011-07-21T07:19:00.000-07:00</published><updated>2011-07-21T07:19:16.894-07:00</updated><title type='text'>me and my baby</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-IpQi4TcbhBc/Tig1GMQ1viI/AAAAAAAAADA/Md7vJVtUDYk/s1600/04072011319.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="240" src="http://1.bp.blogspot.com/-IpQi4TcbhBc/Tig1GMQ1viI/AAAAAAAAADA/Md7vJVtUDYk/s320/04072011319.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-t8WYvi1hsnw/Tig1KkC4cnI/AAAAAAAAADE/LQQM-1EH9S8/s1600/20072011360.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="320" src="http://1.bp.blogspot.com/-t8WYvi1hsnw/Tig1KkC4cnI/AAAAAAAAADE/LQQM-1EH9S8/s320/20072011360.jpg" width="240" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/-JBvnaHDlHcY/Tig1PQlf3zI/AAAAAAAAADI/tfZQsJSui7M/s1600/20072011361.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="320" src="http://4.bp.blogspot.com/-JBvnaHDlHcY/Tig1PQlf3zI/AAAAAAAAADI/tfZQsJSui7M/s320/20072011361.jpg" width="240" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/892391045921823169-3139054266637804212?l=layout4al.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://layout4al.blogspot.com/feeds/3139054266637804212/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://layout4al.blogspot.com/2011/07/me-and-my-baby.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/892391045921823169/posts/default/3139054266637804212'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/892391045921823169/posts/default/3139054266637804212'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://layout4al.blogspot.com/2011/07/me-and-my-baby.html' title='me and my baby'/><author><name>jihada</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00469669206995905023</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/-S32xnLUL2wg/Tc80v2QIrgI/AAAAAAAAABE/oudbQoA1wvQ/s220/SDC13941.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/-IpQi4TcbhBc/Tig1GMQ1viI/AAAAAAAAADA/Md7vJVtUDYk/s72-c/04072011319.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-892391045921823169.post-1478054045014224340</id><published>2011-07-21T07:00:00.000-07:00</published><updated>2011-07-21T07:00:25.128-07:00</updated><title type='text'>anakku sayang JIHADA</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-1BliZ_5LCtw/TigvCU59rJI/AAAAAAAAACI/A0IQsFNokiw/s1600/12062011007.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="240" src="http://3.bp.blogspot.com/-1BliZ_5LCtw/TigvCU59rJI/AAAAAAAAACI/A0IQsFNokiw/s320/12062011007.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-eiHv6g12ooA/TigvpGJERSI/AAAAAAAAACM/53ZAv0-i6CU/s1600/12062011008.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="240" src="http://1.bp.blogspot.com/-eiHv6g12ooA/TigvpGJERSI/AAAAAAAAACM/53ZAv0-i6CU/s320/12062011008.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/-UoaVtEWAskU/Tigvtq9uZ3I/AAAAAAAAACQ/6WeJ_05sm7w/s1600/12062011009.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="240" src="http://4.bp.blogspot.com/-UoaVtEWAskU/Tigvtq9uZ3I/AAAAAAAAACQ/6WeJ_05sm7w/s320/12062011009.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-BBoeePzw2_U/TigvyUg4jvI/AAAAAAAAACU/jK_GgJoFGws/s1600/12062011010.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="240" src="http://1.bp.blogspot.com/-BBoeePzw2_U/TigvyUg4jvI/AAAAAAAAACU/jK_GgJoFGws/s320/12062011010.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/-qItgBPtZIiQ/Tigv1rNlmTI/AAAAAAAAACY/nU_G1awbIWA/s1600/12062011011.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="240" src="http://4.bp.blogspot.com/-qItgBPtZIiQ/Tigv1rNlmTI/AAAAAAAAACY/nU_G1awbIWA/s320/12062011011.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-e9xNQXxr5Wc/Tigv6NStxII/AAAAAAAAACc/DWzzHWPLLJU/s1600/12062011016.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="320" src="http://1.bp.blogspot.com/-e9xNQXxr5Wc/Tigv6NStxII/AAAAAAAAACc/DWzzHWPLLJU/s320/12062011016.jpg" width="240" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-G22iUMEov74/Tigv_ju4l0I/AAAAAAAAACg/WYQFwBJApMU/s1600/12062011018.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="320" src="http://1.bp.blogspot.com/-G22iUMEov74/Tigv_ju4l0I/AAAAAAAAACg/WYQFwBJApMU/s320/12062011018.jpg" width="240" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-bwUQFpHFGkM/TigwFChJXCI/AAAAAAAAACk/vo_3OywsRgw/s1600/12062011022.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="320" src="http://3.bp.blogspot.com/-bwUQFpHFGkM/TigwFChJXCI/AAAAAAAAACk/vo_3OywsRgw/s320/12062011022.jpg" width="240" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-Xu9zoDawRok/TigwIHZrgbI/AAAAAAAAACo/r4HDV4AFzPI/s1600/13062011032.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="320" src="http://3.bp.blogspot.com/-Xu9zoDawRok/TigwIHZrgbI/AAAAAAAAACo/r4HDV4AFzPI/s320/13062011032.jpg" width="240" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/-3U3KLXn5HLc/TigwOGvQ4ZI/AAAAAAAAACs/8ea-dcaFOec/s1600/17062011070.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="320" src="http://4.bp.blogspot.com/-3U3KLXn5HLc/TigwOGvQ4ZI/AAAAAAAAACs/8ea-dcaFOec/s320/17062011070.jpg" width="240" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-JKqH7qVVMAQ/TigwS0IiuwI/AAAAAAAAACw/aWtLYakGRak/s1600/23062011104.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="320" src="http://1.bp.blogspot.com/-JKqH7qVVMAQ/TigwS0IiuwI/AAAAAAAAACw/aWtLYakGRak/s320/23062011104.jpg" width="240" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-sK9UK6PG0hM/TigwWsBW7hI/AAAAAAAAAC0/6j8o8fJx1Gc/s1600/23062011105.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="320" src="http://1.bp.blogspot.com/-sK9UK6PG0hM/TigwWsBW7hI/AAAAAAAAAC0/6j8o8fJx1Gc/s320/23062011105.jpg" width="240" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-J5lZGI0ZsVg/Tigwc8DZM5I/AAAAAAAAAC4/YrG7NYTXDqU/s1600/23062011111.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="320" src="http://1.bp.blogspot.com/-J5lZGI0ZsVg/Tigwc8DZM5I/AAAAAAAAAC4/YrG7NYTXDqU/s320/23062011111.jpg" width="240" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-kgrC2d_YwKE/Tigwhv-Lm0I/AAAAAAAAAC8/sM2tzU-lXMM/s1600/23062011114.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="240" src="http://1.bp.blogspot.com/-kgrC2d_YwKE/Tigwhv-Lm0I/AAAAAAAAAC8/sM2tzU-lXMM/s320/23062011114.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/892391045921823169-1478054045014224340?l=layout4al.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://layout4al.blogspot.com/feeds/1478054045014224340/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://layout4al.blogspot.com/2011/07/anakku-sayang-jihada.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/892391045921823169/posts/default/1478054045014224340'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/892391045921823169/posts/default/1478054045014224340'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://layout4al.blogspot.com/2011/07/anakku-sayang-jihada.html' title='anakku sayang JIHADA'/><author><name>jihada</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00469669206995905023</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/-S32xnLUL2wg/Tc80v2QIrgI/AAAAAAAAABE/oudbQoA1wvQ/s220/SDC13941.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/-1BliZ_5LCtw/TigvCU59rJI/AAAAAAAAACI/A0IQsFNokiw/s72-c/12062011007.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-892391045921823169.post-8427625861779893182</id><published>2011-07-16T04:52:00.000-07:00</published><updated>2011-07-16T04:52:02.175-07:00</updated><title type='text'>6 Kekuatan Dahsyat Pada Diri Manusia</title><content type='html'>&lt;h3 class="post-title entry-title"&gt; &lt;a href="http://terselubung.blogspot.com/2011/07/6-kekuatan-dahsyat-pada-diri-manusia.html"&gt;&lt;/a&gt; &lt;/h3&gt;&lt;div class="post-header"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;div style="float: right;"&gt; &lt;table&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td&gt;   &lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td&gt;  &lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-size: 100%;"&gt;&lt;span style="font-family: arial; font-weight: bold;"&gt;1. Kekuatan Impian (The Power of Dreams)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="font-family: arial;"&gt;&lt;span style="font-size: 100%;"&gt;&lt;img alt="http://sonshinefm.ws/ResLib/Images/Inside/Various%20-%20Power%20of%20Dreams%20CD%20cover.jpg" src="http://sonshinefm.ws/ResLib/Images/Inside/Various%20-%20Power%20of%20Dreams%20CD%20cover.jpg" /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-size: 100%;"&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;Untuk   memperoleh hal-hal terbaik dalam kehidupan ini, setiap kita harus   memiliki impian dan tujuan hidup yang jelas. Setiap kita harus berani   memimpikan hal-hal terindah dan terbaik yang kita inginkan bagi   kehidupan kita dan kehidupan orang-orang yang kita cintai. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;Tanpa   impian, kehidupan kita akan berjalan tanpa arah dan akhirnya kita  tidak  menyadari dan tidak mampu mengendalikan ke mana sesungguhnya  kehidupan  kita akan menuju.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial; font-weight: bold;"&gt;2. Kekuatan dari Fokus (The Power of Focus)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="font-family: arial;"&gt;&lt;span style="font-size: 100%;"&gt;&lt;img alt="http://www.tradebit.com/usr/eshop/pub/9002/contrecover.jpg" src="http://www.tradebit.com/usr/eshop/pub/9002/contrecover.jpg" /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-size: 100%;"&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;Fokus   adalah daya (power) untuk melihat sesuatu termasuk masa depan, impian,   sasaran atau hal-hal lain seperti kekuatan dan kelemahan dalam diri,   peluang di sekitar kita, sehingga lebih jelas dan mengambil langkah   untuk mencapainya. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;Seperti  sebuah kacamata yang membantu seorang  untuk melihat lebih jelas,  kekuatan fokus membantu kita melihat impian,  sasaran, dan kekuatan kita  dengan lebih jelas, sehingga kita tidak  ragu-ragu dalam melangkah  untuk mewujudkannya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial; font-weight: bold;"&gt;3. Kekuatan Disiplin Diri (The Power of Self Discipline)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="font-family: arial;"&gt;&lt;span style="font-size: 100%;"&gt;&lt;img alt="http://a3.sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc4/148328_453647217581_141193332581_5581845_4318023_n.jpg" height="266" src="http://a3.sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc4/148328_453647217581_141193332581_5581845_4318023_n.jpg" width="400" /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-size: 100%;"&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;Pengulangan   adalah kekuatan yang dahsyat untuk mencapai keunggulan. Kita adalah  apa  yang kita lakukan berulang-ulang. Menurut filsuf Aristoteles,   keunggulan adalah sebuah kebiasaan. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;Kebiasaan  terbangun dari  kedisiplinan diri yang secara konsisten dan  terus-menerus melakukan  sesuatu tindakan yang membawa pada puncak  prestasi seseorang. Kebiasaan  kita akan menentukan masa depan kita. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;Untuk  membangun kebiasaan  tersebut, diperlukan disiplin diri yang kokoh.  Sedangkan kedisiplinan  adalah bagaimana kita mengalahkan diri kita dan  mengendalikannya untuk  mencapai impian dan hal-hal terbaik dalam  kehidupan ini.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial; font-weight: bold;"&gt;4. Kekuatan Perjuangan (The Power of Survival)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="font-family: arial;"&gt;&lt;span style="font-size: 100%;"&gt;&lt;img alt="http://www.withoutruleoflaw.com/wp-content/uploads/2009/11/survival-425.jpg" height="320" src="http://www.withoutruleoflaw.com/wp-content/uploads/2009/11/survival-425.jpg" width="304" /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-size: 100%;"&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;Setiap   manusia diberikan kekuatan untuk menghadapi kesulitan dan penderitaan.   Justru melalui berbagai kesulitan itulah kita dibentuk menjadi ciptaan   Tuhan yang tegar dalam menghadapi berbagai kesulitan dan kegagalan. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;Seringkali   kita lupa untuk belajar bagaimana caranya menghadapi kegagalan dan   kesulitan hidup, karena justru kegagalan itu sendiri merupakan unsur   atau bahan yang utama dalam mencapai keberhasilan atau kehidupan yang   berkelimpahan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial; font-weight: bold;"&gt;5. Kekuatan Pembelajaran (The Power of Learning)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="font-family: arial;"&gt;&lt;span style="font-size: 100%;"&gt;&lt;img alt="http://readyforlearning.files.wordpress.com/2010/12/children_learning-zbbjrx.jpg" height="263" src="http://readyforlearning.files.wordpress.com/2010/12/children_learning-zbbjrx.jpg" width="400" /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-size: 100%;"&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;Salah   satu kekuatan manusia adalah kemampuannya untuk belajar. Dengan  belajar  kita dapat menghadapi dan menciptakan perubahan dalam kehidupan  kita.  Dengan belajar kita dapat bertumbuh hari demi hari menjadi  manusia yang  lebih baik. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;Belajar  adalah proses seumur hidup. Sehingga dengan  senantiasa belajar dalam  kehidupan ini, kita dapat terus meningkatkan  taraf kehidupan kita pada  aras yang lebih tinggi.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial; font-weight: bold;"&gt;6. Kekuatan Pikiran (The Power of Mind)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="font-family: arial;"&gt;&lt;span style="font-size: 100%;"&gt;&lt;img alt="http://2.bp.blogspot.com/_wD8DaPVp0m0/TBoUpEjZqKI/AAAAAAAAAvE/ebRFn47J894/s1600/mind-power-3.jpg" height="300" src="http://2.bp.blogspot.com/_wD8DaPVp0m0/TBoUpEjZqKI/AAAAAAAAAvE/ebRFn47J894/s400/mind-power-3.jpg" width="400" /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-size: 100%;"&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;Pikiran   adalah anugerah Tuhan yang paling besar dan paling terindah. Dengan   memahami cara bekerja dan mengetahui bagaimana cara mendayagunakan   kekuatan pikiran, kita dapat menciptakan hal-hal terbaik bagi kehidupan   kita. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;Dengan melatih  dan mengembangkan kekuatan pikiran, selain  kecerdasan intelektual dan  kecerdasan kreatif kita meningkat, juga  secara bertahap kecerdasan  emosional dan bahkan kecerdasan spiritual  kita akan bertumbuh dan  berkembang ke tataran yang lebih tinggi. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;Semua   dari kita berhak dan memiliki kekuatan untuk mencapai kehidupan yang   berkelimpahan dan memperoleh hal-hal terbaik dalam kehidupannya. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;Semuanya   ini adalah produk dari pilihan sadar kita, berdasarkan keyakinan kita,   dan bukan dari produk kondisi keberadaan kita di masa lalu dan saat  ini.  &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;Sebagaimana  dikatakan oleh Jack Canfield dalam bukunya The  Power of Focus, bahwa  kehidupan tidak terjadi begitu saja kepada kita.  Kehidupan adalah  serangkaian pilihan dan bagaimana kita merespons setiap  situasi yang  terjadi pada kita.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt;&lt;a href="http://www.apakabardunia.com/2011/07/6-kekuatan-dahsyat-pada-diri-manusia.html"&gt;&lt;br /&gt;sumber&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/892391045921823169-8427625861779893182?l=layout4al.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://layout4al.blogspot.com/feeds/8427625861779893182/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://layout4al.blogspot.com/2011/07/6-kekuatan-dahsyat-pada-diri-manusia.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/892391045921823169/posts/default/8427625861779893182'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/892391045921823169/posts/default/8427625861779893182'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://layout4al.blogspot.com/2011/07/6-kekuatan-dahsyat-pada-diri-manusia.html' title='6 Kekuatan Dahsyat Pada Diri Manusia'/><author><name>jihada</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00469669206995905023</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/-S32xnLUL2wg/Tc80v2QIrgI/AAAAAAAAABE/oudbQoA1wvQ/s220/SDC13941.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_wD8DaPVp0m0/TBoUpEjZqKI/AAAAAAAAAvE/ebRFn47J894/s72-c/mind-power-3.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-892391045921823169.post-1810926669903058723</id><published>2011-07-06T09:14:00.000-07:00</published><updated>2011-07-06T09:14:08.329-07:00</updated><title type='text'>Maher Zain Ft. Fadly (Padi) - "Insya Allah" with Lyric.wmv</title><content type='html'>&lt;iframe src="http://www.youtube.com/embed/VSzzHsZp-rE?fs=1" allowfullscreen="" width="425" frameborder="0" height="344"&gt;&lt;/iframe&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://www.kajian.net/" title="Kajian.net - Koleksi Audio Ceramah Islam MP3 Gratis/Free Download"&gt;&lt;img src="http://www.kajian.net/images/banners/banner_200x150.jpg" alt="Kajian.Net" width="200" border="0" height="150" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://kajian.net/"&gt;Koleksi Ceramah Islam MP3&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/892391045921823169-1810926669903058723?l=layout4al.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://layout4al.blogspot.com/feeds/1810926669903058723/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://layout4al.blogspot.com/2011/07/maher-zain-ft-fadly-padi-insya-allah.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/892391045921823169/posts/default/1810926669903058723'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/892391045921823169/posts/default/1810926669903058723'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://layout4al.blogspot.com/2011/07/maher-zain-ft-fadly-padi-insya-allah.html' title='Maher Zain Ft. Fadly (Padi) - &quot;Insya Allah&quot; with Lyric.wmv'/><author><name>jihada</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00469669206995905023</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/-S32xnLUL2wg/Tc80v2QIrgI/AAAAAAAAABE/oudbQoA1wvQ/s220/SDC13941.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://img.youtube.com/vi/VSzzHsZp-rE/default.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-892391045921823169.post-8354486453539109133</id><published>2011-07-06T09:00:00.000-07:00</published><updated>2011-07-06T09:00:42.761-07:00</updated><title type='text'>This is Islam</title><content type='html'>&lt;iframe src="http://www.youtube.com/embed/vZA6jjqKYug?fs=1" allowfullscreen="" width="425" frameborder="0" height="344"&gt;&lt;/iframe&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://www.kajian.net/" title="Kajian.net - Koleksi Audio Ceramah Islam MP3 Gratis/Free Download"&gt;&lt;img src="http://www.kajian.net/images/banners/banner_200x150.jpg" alt="Kajian.Net" width="200" border="0" height="150" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://kajian.net/"&gt;Koleksi Ceramah Islam MP3&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/892391045921823169-8354486453539109133?l=layout4al.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://layout4al.blogspot.com/feeds/8354486453539109133/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://layout4al.blogspot.com/2011/07/this-is-islam.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/892391045921823169/posts/default/8354486453539109133'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/892391045921823169/posts/default/8354486453539109133'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://layout4al.blogspot.com/2011/07/this-is-islam.html' title='This is Islam'/><author><name>jihada</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00469669206995905023</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/-S32xnLUL2wg/Tc80v2QIrgI/AAAAAAAAABE/oudbQoA1wvQ/s220/SDC13941.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://img.youtube.com/vi/vZA6jjqKYug/default.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-892391045921823169.post-2485778404885743085</id><published>2011-07-06T08:59:00.000-07:00</published><updated>2011-07-06T08:59:08.241-07:00</updated><title type='text'>Others will walk your footsteps too, Insya allah</title><content type='html'>&lt;iframe src="http://www.youtube.com/embed/TFr2rb_U22c?fs=1" allowfullscreen="" width="425" frameborder="0" height="344"&gt;&lt;/iframe&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://www.kajian.net/" title="Kajian.net - Koleksi Audio Ceramah Islam MP3 Gratis/Free Download"&gt;&lt;img src="http://www.kajian.net/images/banners/banner_200x150.jpg" alt="Kajian.Net" width="200" border="0" height="150" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://kajian.net/"&gt;Koleksi Ceramah Islam MP3&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/892391045921823169-2485778404885743085?l=layout4al.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://layout4al.blogspot.com/feeds/2485778404885743085/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://layout4al.blogspot.com/2011/07/others-will-walk-your-footsteps-too.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/892391045921823169/posts/default/2485778404885743085'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/892391045921823169/posts/default/2485778404885743085'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://layout4al.blogspot.com/2011/07/others-will-walk-your-footsteps-too.html' title='Others will walk your footsteps too, Insya allah'/><author><name>jihada</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00469669206995905023</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/-S32xnLUL2wg/Tc80v2QIrgI/AAAAAAAAABE/oudbQoA1wvQ/s220/SDC13941.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://img.youtube.com/vi/TFr2rb_U22c/default.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-892391045921823169.post-4497809871813687108</id><published>2011-07-06T08:51:00.000-07:00</published><updated>2011-07-06T08:51:13.268-07:00</updated><title type='text'>Insya Allah Versi 'TAFAKUR' (Maher Zain)</title><content type='html'>&lt;iframe src="http://www.youtube.com/embed/TitQ-0QAdE4?fs=1" allowfullscreen="" width="425" frameborder="0" height="344"&gt;&lt;/iframe&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://www.kajian.net/" title="Kajian.net - Koleksi Audio Ceramah Islam MP3 Gratis/Free Download"&gt;&lt;img src="http://www.kajian.net/images/banners/banner_200x150.jpg" alt="Kajian.Net" width="200" border="0" height="150" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://kajian.net/"&gt;Koleksi Ceramah Islam MP3&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/892391045921823169-4497809871813687108?l=layout4al.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://layout4al.blogspot.com/feeds/4497809871813687108/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://layout4al.blogspot.com/2011/07/insya-allah-versi-tafakur-maher-zain.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/892391045921823169/posts/default/4497809871813687108'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/892391045921823169/posts/default/4497809871813687108'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://layout4al.blogspot.com/2011/07/insya-allah-versi-tafakur-maher-zain.html' title='Insya Allah Versi &apos;TAFAKUR&apos; (Maher Zain)'/><author><name>jihada</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00469669206995905023</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/-S32xnLUL2wg/Tc80v2QIrgI/AAAAAAAAABE/oudbQoA1wvQ/s220/SDC13941.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://img.youtube.com/vi/TitQ-0QAdE4/default.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-892391045921823169.post-8123496833402345399</id><published>2011-07-06T08:10:00.000-07:00</published><updated>2011-07-06T08:10:17.629-07:00</updated><title type='text'>Maher Zain feat. Fadly PADI - Insyaallah</title><content type='html'>&lt;iframe src="http://www.youtube.com/embed/hOi9VF9znGc?fs=1" allowfullscreen="" width="425" frameborder="0" height="344"&gt;&lt;/iframe&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://www.kajian.net/" title="Kajian.net - Koleksi Audio Ceramah Islam MP3 Gratis/Free Download"&gt;&lt;img src="http://www.kajian.net/images/banners/banner_200x150.jpg" alt="Kajian.Net" width="200" border="0" height="150" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://kajian.net/"&gt;Koleksi Ceramah Islam MP3&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/892391045921823169-8123496833402345399?l=layout4al.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://layout4al.blogspot.com/feeds/8123496833402345399/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://layout4al.blogspot.com/2011/07/maher-zain-feat-fadly-padi-insyaallah.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/892391045921823169/posts/default/8123496833402345399'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/892391045921823169/posts/default/8123496833402345399'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://layout4al.blogspot.com/2011/07/maher-zain-feat-fadly-padi-insyaallah.html' title='Maher Zain feat. Fadly PADI - Insyaallah'/><author><name>jihada</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00469669206995905023</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/-S32xnLUL2wg/Tc80v2QIrgI/AAAAAAAAABE/oudbQoA1wvQ/s220/SDC13941.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://img.youtube.com/vi/hOi9VF9znGc/default.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-892391045921823169.post-3127217759470595790</id><published>2011-07-06T08:08:00.000-07:00</published><updated>2011-07-06T08:08:07.554-07:00</updated><title type='text'>Maher Zain - Sepanjang Hidup | Simfoni Cinta</title><content type='html'>&lt;iframe src="http://www.youtube.com/embed/pWWw_shVSUg?fs=1" allowfullscreen="" width="480" frameborder="0" height="295"&gt;&lt;/iframe&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://www.kajian.net/" title="Kajian.net - Koleksi Audio Ceramah Islam MP3 Gratis/Free Download"&gt;&lt;img src="http://www.kajian.net/images/banners/banner_200x150.jpg" alt="Kajian.Net" width="200" border="0" height="150" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://kajian.net/"&gt;Koleksi Ceramah Islam MP3&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/892391045921823169-3127217759470595790?l=layout4al.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://layout4al.blogspot.com/feeds/3127217759470595790/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://layout4al.blogspot.com/2011/07/maher-zain-sepanjang-hidup-simfoni.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/892391045921823169/posts/default/3127217759470595790'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/892391045921823169/posts/default/3127217759470595790'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://layout4al.blogspot.com/2011/07/maher-zain-sepanjang-hidup-simfoni.html' title='Maher Zain - Sepanjang Hidup | Simfoni Cinta'/><author><name>jihada</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00469669206995905023</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/-S32xnLUL2wg/Tc80v2QIrgI/AAAAAAAAABE/oudbQoA1wvQ/s220/SDC13941.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://img.youtube.com/vi/pWWw_shVSUg/default.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-892391045921823169.post-8016948349082163339</id><published>2011-07-06T08:01:00.000-07:00</published><updated>2011-07-06T08:01:06.683-07:00</updated><title type='text'>For The Rest Of My Life-Indo Version</title><content type='html'>&lt;iframe src="http://www.youtube.com/embed/mfpl5kkPUgQ?fs=1" allowfullscreen="" width="480" frameborder="0" height="295"&gt;&lt;/iframe&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://www.kajian.net/" title="Kajian.net - Koleksi Audio Ceramah Islam MP3 Gratis/Free Download"&gt;&lt;img src="http://www.kajian.net/images/banners/banner_200x150.jpg" alt="Kajian.Net" width="200" border="0" height="150" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://kajian.net/"&gt;Koleksi Ceramah Islam MP3&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/892391045921823169-8016948349082163339?l=layout4al.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://layout4al.blogspot.com/feeds/8016948349082163339/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://layout4al.blogspot.com/2011/07/for-rest-of-my-life-indo-version.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/892391045921823169/posts/default/8016948349082163339'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/892391045921823169/posts/default/8016948349082163339'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://layout4al.blogspot.com/2011/07/for-rest-of-my-life-indo-version.html' title='For The Rest Of My Life-Indo Version'/><author><name>jihada</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00469669206995905023</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/-S32xnLUL2wg/Tc80v2QIrgI/AAAAAAAAABE/oudbQoA1wvQ/s220/SDC13941.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://img.youtube.com/vi/mfpl5kkPUgQ/default.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-892391045921823169.post-6293357270809677990</id><published>2011-07-06T07:58:00.000-07:00</published><updated>2011-07-06T07:58:41.317-07:00</updated><title type='text'>Maher Zain Sepanjang Hidup (Kawanimut Original ArtWork by Danang Kawanto...</title><content type='html'>&lt;iframe src="http://www.youtube.com/embed/37lu3JeA3ZM?fs=1" allowfullscreen="" width="425" frameborder="0" height="344"&gt;&lt;/iframe&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://www.kajian.net/" title="Kajian.net - Koleksi Audio Ceramah Islam MP3 Gratis/Free Download"&gt;&lt;img src="http://www.kajian.net/images/banners/banner_200x150.jpg" alt="Kajian.Net" width="200" border="0" height="150" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://kajian.net/"&gt;Koleksi Ceramah Islam MP3&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/892391045921823169-6293357270809677990?l=layout4al.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://layout4al.blogspot.com/feeds/6293357270809677990/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://layout4al.blogspot.com/2011/07/maher-zain-sepanjang-hidup-kawanimut.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/892391045921823169/posts/default/6293357270809677990'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/892391045921823169/posts/default/6293357270809677990'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://layout4al.blogspot.com/2011/07/maher-zain-sepanjang-hidup-kawanimut.html' title='Maher Zain Sepanjang Hidup (Kawanimut Original ArtWork by Danang Kawanto...'/><author><name>jihada</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00469669206995905023</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/-S32xnLUL2wg/Tc80v2QIrgI/AAAAAAAAABE/oudbQoA1wvQ/s220/SDC13941.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://img.youtube.com/vi/37lu3JeA3ZM/default.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-892391045921823169.post-4315574553685323845</id><published>2011-07-06T07:55:00.000-07:00</published><updated>2011-07-06T07:55:27.614-07:00</updated><title type='text'>REST OF MY LIFE versi melayu</title><content type='html'>&lt;iframe src="http://www.youtube.com/embed/ZRS5-5g8Ycc?fs=1" allowfullscreen="" width="425" frameborder="0" height="344"&gt;&lt;/iframe&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://www.kajian.net/" title="Kajian.net - Koleksi Audio Ceramah Islam MP3 Gratis/Free Download"&gt;&lt;img src="http://www.kajian.net/images/banners/banner_200x150.jpg" alt="Kajian.Net" width="200" border="0" height="150" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://kajian.net/"&gt;Koleksi Ceramah Islam MP3&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/892391045921823169-4315574553685323845?l=layout4al.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://layout4al.blogspot.com/feeds/4315574553685323845/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://layout4al.blogspot.com/2011/07/rest-of-my-life-versi-melayu.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/892391045921823169/posts/default/4315574553685323845'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/892391045921823169/posts/default/4315574553685323845'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://layout4al.blogspot.com/2011/07/rest-of-my-life-versi-melayu.html' title='REST OF MY LIFE versi melayu'/><author><name>jihada</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00469669206995905023</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/-S32xnLUL2wg/Tc80v2QIrgI/AAAAAAAAABE/oudbQoA1wvQ/s220/SDC13941.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://img.youtube.com/vi/ZRS5-5g8Ycc/default.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-892391045921823169.post-1344983178165455715</id><published>2011-07-06T07:50:00.000-07:00</published><updated>2011-07-06T07:50:50.677-07:00</updated><title type='text'>[iQ] Maher Zain - Insha Allah [Malay]</title><content type='html'>&lt;iframe src="http://www.youtube.com/embed/tkWREjHBomU?fs=1" allowfullscreen="" width="480" frameborder="0" height="295"&gt;&lt;/iframe&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://www.kajian.net/" title="Kajian.net - Koleksi Audio Ceramah Islam MP3 Gratis/Free Download"&gt;&lt;img src="http://www.kajian.net/images/banners/banner_200x150.jpg" alt="Kajian.Net" width="200" border="0" height="150" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://kajian.net/"&gt;Koleksi Ceramah Islam MP3&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/892391045921823169-1344983178165455715?l=layout4al.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://layout4al.blogspot.com/feeds/1344983178165455715/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://layout4al.blogspot.com/2011/07/iq-maher-zain-insha-allah-malay.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/892391045921823169/posts/default/1344983178165455715'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/892391045921823169/posts/default/1344983178165455715'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://layout4al.blogspot.com/2011/07/iq-maher-zain-insha-allah-malay.html' title='[iQ] Maher Zain - Insha Allah [Malay]'/><author><name>jihada</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00469669206995905023</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/-S32xnLUL2wg/Tc80v2QIrgI/AAAAAAAAABE/oudbQoA1wvQ/s220/SDC13941.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://img.youtube.com/vi/tkWREjHBomU/default.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-892391045921823169.post-5989226451287803475</id><published>2011-07-06T07:45:00.000-07:00</published><updated>2011-07-06T07:45:27.637-07:00</updated><title type='text'>Maher Zain - Insha Allah (Malay-English) (Cover Version)</title><content type='html'>&lt;iframe src="http://www.youtube.com/embed/QNpffj1Fs0U?fs=1" allowfullscreen="" width="480" frameborder="0" height="295"&gt;&lt;/iframe&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://www.kajian.net/" title="Kajian.net - Koleksi Audio Ceramah Islam MP3 Gratis/Free Download"&gt;&lt;img src="http://www.kajian.net/images/banners/banner_200x150.jpg" alt="Kajian.Net" width="200" border="0" height="150" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://kajian.net/"&gt;Koleksi Ceramah Islam MP3&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/892391045921823169-5989226451287803475?l=layout4al.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://layout4al.blogspot.com/feeds/5989226451287803475/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://layout4al.blogspot.com/2011/07/maher-zain-insha-allah-malay-english.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/892391045921823169/posts/default/5989226451287803475'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/892391045921823169/posts/default/5989226451287803475'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://layout4al.blogspot.com/2011/07/maher-zain-insha-allah-malay-english.html' title='Maher Zain - Insha Allah (Malay-English) (Cover Version)'/><author><name>jihada</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00469669206995905023</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/-S32xnLUL2wg/Tc80v2QIrgI/AAAAAAAAABE/oudbQoA1wvQ/s220/SDC13941.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://img.youtube.com/vi/QNpffj1Fs0U/default.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-892391045921823169.post-5845425246227398102</id><published>2011-07-06T07:42:00.000-07:00</published><updated>2011-07-06T07:42:17.326-07:00</updated><title type='text'>MAHER ZAIN ~ Insha Allah (Malay Cover Version by Busyairi)</title><content type='html'>&lt;iframe src="http://www.youtube.com/embed/rYFyJyVmzfg?fs=1" allowfullscreen="" width="425" frameborder="0" height="344"&gt;&lt;/iframe&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://www.kajian.net/" title="Kajian.net - Koleksi Audio Ceramah Islam MP3 Gratis/Free Download"&gt;&lt;img src="http://www.kajian.net/images/banners/banner_200x150.jpg" alt="Kajian.Net" width="200" border="0" height="150" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://kajian.net/"&gt;Koleksi Ceramah Islam MP3&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/892391045921823169-5845425246227398102?l=layout4al.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://layout4al.blogspot.com/feeds/5845425246227398102/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://layout4al.blogspot.com/2011/07/maher-zain-insha-allah-malay-cover.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/892391045921823169/posts/default/5845425246227398102'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/892391045921823169/posts/default/5845425246227398102'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://layout4al.blogspot.com/2011/07/maher-zain-insha-allah-malay-cover.html' title='MAHER ZAIN ~ Insha Allah (Malay Cover Version by Busyairi)'/><author><name>jihada</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00469669206995905023</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/-S32xnLUL2wg/Tc80v2QIrgI/AAAAAAAAABE/oudbQoA1wvQ/s220/SDC13941.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://img.youtube.com/vi/rYFyJyVmzfg/default.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-892391045921823169.post-4923561834012737468</id><published>2011-07-06T07:40:00.000-07:00</published><updated>2011-07-06T07:40:23.166-07:00</updated><title type='text'>InsyaAllah - Malay's version</title><content type='html'>&lt;iframe src="http://www.youtube.com/embed/BGxuidt0kkE?fs=1" allowfullscreen="" width="480" frameborder="0" height="295"&gt;&lt;/iframe&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://www.kajian.net/" title="Kajian.net - Koleksi Audio Ceramah Islam MP3 Gratis/Free Download"&gt;&lt;img src="http://www.kajian.net/images/banners/banner_200x150.jpg" alt="Kajian.Net" width="200" border="0" height="150" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://kajian.net/"&gt;Koleksi Ceramah Islam MP3&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/892391045921823169-4923561834012737468?l=layout4al.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://layout4al.blogspot.com/feeds/4923561834012737468/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://layout4al.blogspot.com/2011/07/insyaallah-malays-version.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/892391045921823169/posts/default/4923561834012737468'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/892391045921823169/posts/default/4923561834012737468'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://layout4al.blogspot.com/2011/07/insyaallah-malays-version.html' title='InsyaAllah - Malay&apos;s version'/><author><name>jihada</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00469669206995905023</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/-S32xnLUL2wg/Tc80v2QIrgI/AAAAAAAAABE/oudbQoA1wvQ/s220/SDC13941.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://img.youtube.com/vi/BGxuidt0kkE/default.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-892391045921823169.post-4149588146927614610</id><published>2011-07-06T07:37:00.000-07:00</published><updated>2011-07-06T07:37:19.049-07:00</updated><title type='text'>Bukalah Matamu - Maher Zain's Open Your Eyes -Malay version cover</title><content type='html'>&lt;iframe src="http://www.youtube.com/embed/xyseKmGtoyI?fs=1" allowfullscreen="" width="480" frameborder="0" height="295"&gt;&lt;/iframe&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://www.kajian.net/" title="Kajian.net - Koleksi Audio Ceramah Islam MP3 Gratis/Free Download"&gt;&lt;img src="http://www.kajian.net/images/banners/banner_200x150.jpg" alt="Kajian.Net" width="200" border="0" height="150" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://kajian.net/"&gt;Koleksi Ceramah Islam MP3&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/892391045921823169-4149588146927614610?l=layout4al.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://layout4al.blogspot.com/feeds/4149588146927614610/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://layout4al.blogspot.com/2011/07/bukalah-matamu-maher-zains-open-your.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/892391045921823169/posts/default/4149588146927614610'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/892391045921823169/posts/default/4149588146927614610'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://layout4al.blogspot.com/2011/07/bukalah-matamu-maher-zains-open-your.html' title='Bukalah Matamu - Maher Zain&apos;s Open Your Eyes -Malay version cover'/><author><name>jihada</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00469669206995905023</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/-S32xnLUL2wg/Tc80v2QIrgI/AAAAAAAAABE/oudbQoA1wvQ/s220/SDC13941.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://img.youtube.com/vi/xyseKmGtoyI/default.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-892391045921823169.post-9049652879257825217</id><published>2011-07-06T07:28:00.000-07:00</published><updated>2011-07-06T07:28:41.237-07:00</updated><title type='text'>hold my hand-maher zein-with lyrics</title><content type='html'>&lt;iframe src="http://www.youtube.com/embed/yoX0ntFGe5o?fs=1" allowfullscreen="" width="425" frameborder="0" height="344"&gt;&lt;/iframe&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://www.kajian.net/" title="Kajian.net - Koleksi Audio Ceramah Islam MP3 Gratis/Free Download"&gt;&lt;img src="http://www.kajian.net/images/banners/banner_200x150.jpg" alt="Kajian.Net" width="200" border="0" height="150" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://kajian.net/"&gt;Koleksi Ceramah Islam MP3&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/892391045921823169-9049652879257825217?l=layout4al.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://layout4al.blogspot.com/feeds/9049652879257825217/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://layout4al.blogspot.com/2011/07/hold-my-hand-maher-zein-with-lyrics.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/892391045921823169/posts/default/9049652879257825217'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/892391045921823169/posts/default/9049652879257825217'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://layout4al.blogspot.com/2011/07/hold-my-hand-maher-zein-with-lyrics.html' title='hold my hand-maher zein-with lyrics'/><author><name>jihada</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00469669206995905023</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/-S32xnLUL2wg/Tc80v2QIrgI/AAAAAAAAABE/oudbQoA1wvQ/s220/SDC13941.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://img.youtube.com/vi/yoX0ntFGe5o/default.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-892391045921823169.post-2597267939609352412</id><published>2011-07-06T07:25:00.000-07:00</published><updated>2011-07-06T07:25:48.955-07:00</updated><title type='text'>Maher Zain - Open Your Eye with Lyrics</title><content type='html'>&lt;iframe src="http://www.youtube.com/embed/4c6Z_F6XmSA?fs=1" allowfullscreen="" width="425" frameborder="0" height="344"&gt;&lt;/iframe&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://www.kajian.net/" title="Kajian.net - Koleksi Audio Ceramah Islam MP3 Gratis/Free Download"&gt;&lt;img src="http://www.kajian.net/images/banners/banner_200x150.jpg" alt="Kajian.Net" width="200" border="0" height="150" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://kajian.net/"&gt;Koleksi Ceramah Islam MP3&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/892391045921823169-2597267939609352412?l=layout4al.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://layout4al.blogspot.com/feeds/2597267939609352412/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://layout4al.blogspot.com/2011/07/maher-zain-open-your-eye-with-lyrics.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/892391045921823169/posts/default/2597267939609352412'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/892391045921823169/posts/default/2597267939609352412'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://layout4al.blogspot.com/2011/07/maher-zain-open-your-eye-with-lyrics.html' title='Maher Zain - Open Your Eye with Lyrics'/><author><name>jihada</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00469669206995905023</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/-S32xnLUL2wg/Tc80v2QIrgI/AAAAAAAAABE/oudbQoA1wvQ/s220/SDC13941.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://img.youtube.com/vi/4c6Z_F6XmSA/default.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-892391045921823169.post-3266084374988779139</id><published>2011-07-06T07:22:00.000-07:00</published><updated>2011-07-06T07:22:09.669-07:00</updated><title type='text'>Maher Zain - Insha Allah | Insya Allah | ماهر زين - إن شاء الله</title><content type='html'>&lt;iframe src="http://www.youtube.com/embed/KfXIF2Mm2Kc?fs=1" allowfullscreen="" width="480" frameborder="0" height="295"&gt;&lt;/iframe&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://www.kajian.net/" title="Kajian.net - Koleksi Audio Ceramah Islam MP3 Gratis/Free Download"&gt;&lt;img src="http://www.kajian.net/images/banners/banner_200x150.jpg" alt="Kajian.Net" width="200" border="0" height="150" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://kajian.net/"&gt;Koleksi Ceramah Islam MP3&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/892391045921823169-3266084374988779139?l=layout4al.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://layout4al.blogspot.com/feeds/3266084374988779139/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://layout4al.blogspot.com/2011/07/maher-zain-insha-allah-insya-allah.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/892391045921823169/posts/default/3266084374988779139'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/892391045921823169/posts/default/3266084374988779139'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://layout4al.blogspot.com/2011/07/maher-zain-insha-allah-insya-allah.html' title='Maher Zain - Insha Allah | Insya Allah | ماهر زين - إن شاء الله'/><author><name>jihada</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00469669206995905023</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/-S32xnLUL2wg/Tc80v2QIrgI/AAAAAAAAABE/oudbQoA1wvQ/s220/SDC13941.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://img.youtube.com/vi/KfXIF2Mm2Kc/default.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-892391045921823169.post-569590777402031866</id><published>2011-07-06T07:01:00.000-07:00</published><updated>2011-07-06T07:01:17.115-07:00</updated><title type='text'>video clip buat istriku.wmv</title><content type='html'>&lt;iframe src="http://www.youtube.com/embed/KMBUFw2W2wk?fs=1" allowfullscreen="" width="425" frameborder="0" height="344"&gt;&lt;/iframe&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://www.kajian.net/" title="Kajian.net - Koleksi Audio Ceramah Islam MP3 Gratis/Free Download"&gt;&lt;img src="http://www.kajian.net/images/banners/banner_200x150.jpg" alt="Kajian.Net" width="200" border="0" height="150" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://kajian.net/"&gt;Koleksi Ceramah Islam MP3&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/892391045921823169-569590777402031866?l=layout4al.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://layout4al.blogspot.com/feeds/569590777402031866/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://layout4al.blogspot.com/2011/07/video-clip-buat-istrikuwmv.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/892391045921823169/posts/default/569590777402031866'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/892391045921823169/posts/default/569590777402031866'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://layout4al.blogspot.com/2011/07/video-clip-buat-istrikuwmv.html' title='video clip buat istriku.wmv'/><author><name>jihada</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00469669206995905023</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/-S32xnLUL2wg/Tc80v2QIrgI/AAAAAAAAABE/oudbQoA1wvQ/s220/SDC13941.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://img.youtube.com/vi/KMBUFw2W2wk/default.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-892391045921823169.post-3302642189411747359</id><published>2011-07-06T06:59:00.000-07:00</published><updated>2011-07-06T06:59:20.439-07:00</updated><title type='text'>Duhai Pendampingku</title><content type='html'>&lt;iframe src="http://www.youtube.com/embed/Q0aTAowORy8?fs=1" allowfullscreen="" width="425" frameborder="0" height="344"&gt;&lt;/iframe&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://www.kajian.net/" title="Kajian.net - Koleksi Audio Ceramah Islam MP3 Gratis/Free Download"&gt;&lt;img src="http://www.kajian.net/images/banners/banner_200x150.jpg" alt="Kajian.Net" width="200" border="0" height="150" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://kajian.net/"&gt;Koleksi Ceramah Islam MP3&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/892391045921823169-3302642189411747359?l=layout4al.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://layout4al.blogspot.com/feeds/3302642189411747359/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://layout4al.blogspot.com/2011/07/duhai-pendampingku.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/892391045921823169/posts/default/3302642189411747359'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/892391045921823169/posts/default/3302642189411747359'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://layout4al.blogspot.com/2011/07/duhai-pendampingku.html' title='Duhai Pendampingku'/><author><name>jihada</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00469669206995905023</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/-S32xnLUL2wg/Tc80v2QIrgI/AAAAAAAAABE/oudbQoA1wvQ/s220/SDC13941.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://img.youtube.com/vi/Q0aTAowORy8/default.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-892391045921823169.post-8443024492683091603</id><published>2011-06-30T06:03:00.000-07:00</published><updated>2011-06-30T06:03:16.157-07:00</updated><title type='text'>terbentuknya black hale</title><content type='html'>&amp;lt;iframe scrolling="no" frameborder="0" width="300" height="400"  src="http://www.vivanews.com/embed/video/14515/"  allowtransparency="true"  style="border:1px solid  #ccc"&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/892391045921823169-8443024492683091603?l=layout4al.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://layout4al.blogspot.com/feeds/8443024492683091603/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://layout4al.blogspot.com/2011/06/terbentuknya-black-hale.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/892391045921823169/posts/default/8443024492683091603'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/892391045921823169/posts/default/8443024492683091603'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://layout4al.blogspot.com/2011/06/terbentuknya-black-hale.html' title='terbentuknya black hale'/><author><name>jihada</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00469669206995905023</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/-S32xnLUL2wg/Tc80v2QIrgI/AAAAAAAAABE/oudbQoA1wvQ/s220/SDC13941.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-892391045921823169.post-5942553263718202806</id><published>2011-06-25T02:08:00.000-07:00</published><updated>2011-06-25T02:08:06.460-07:00</updated><title type='text'>Tata Cara Sholat yang Benar, Disertai dengan Gambar</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;Pengertian Dan Tata Cara Sholat Yang Benar; Dua Dimensi Shalat&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Oleh: DR. Amir Faishol Fath&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Shalat adalah ibadah yang terpenting dan  utama dalam Islam. Dalam deretan rukun Islam Rasulullah saw. menyebutnya  sebagai yang kedua setelah mengucapkan dua kalimah syahadat  (syahadatain).&lt;/div&gt;&lt;blockquote&gt; &lt;div style="text-align: justify;"&gt;Rasullulah bersabda, “&lt;em&gt;Islam dibangun  atas lima pilar: bersaksi bahwa tiada tuhan selain Allah dan Muhammad  adalah utusan Allah, menegakkan shalat, membayar zakat, berhajji ke  ka’bah baitullah dan puasa di bulan Ramadlan.&lt;/em&gt;” (HR. Bukhari, No.8 dan HR. Muslim No.16).&lt;/div&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Ketika ditanya Malaikat Jibril mengenai  Islam, Rasullah saw. lagi-lagi menyebut shalat pada deretan yang kedua  setelah syahadatain (HR. Muslim, No.8). Orang yang mengingkari salah  satu dari rukun Islam, otomatis menjadi murtad (keluar dari Islam). Abu  Bakar Ash Shidiq ra. ketika menjabat sebagai khalifah setelah Rasullulah  Saw. wafat, pernah dihebohkan oleh sekelompok orang yang menolak zakat.  Bagi Abu Bakar mereka telah murtad, maka wajib diperangi. Para sahabat  bergerak memerangi mereka. Peristiwa itu terkenal dengan harbul  murtaddin. Ini baru manolak zakat, apalagi menolak shalat.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span id="more-4074"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Ketika menyebutkan ciri-ciri orang yang  bertakwa pada awal surah Al-Baqarah, Allah menerangkan bahwa menegakkan  ibadah shalat adalah ciri kedua setelah beriman kepada yang ghaib  (Al-Baqarah: 3). Dari proses bagaimana ibadah shalat ini disyariatkan  –lewat kejadian yang sangat agung dan kita kenal dengan peristiwa Isra’  Mi’raj– Rasulullah saw. tidak menerima melalui perantara Malaikat  Jibril, melainkan Allah swt. langsung mengajarkannya. Dari sini tampak  dengan jelas keagungan ibadah shalat. Bahwa shalat bukan masalah  ijtihadi (baca: hasil kerangan otak manusia yang bisa ditambah dan  diklurangi) melainkan masalah ta’abbudi (baca: harus diterima apa adanya  dengan penuh keta’atan). Sekecil apapun yang akan kita lakukan dalam  shalat harus sesuai dengan apa yang diajarkan Allah langsung kepada  Rasul-Nya, dan yang diajarkan Rasulullah saw. kepada kita.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Bila dalam ibadah haji Rasulullah saw. bersabda, “&lt;em&gt;Ambillah dariku cara melaksanakan manasik hajimu&lt;/em&gt;”, maka dalam shalat Rasullah bersabda, “&lt;em&gt;shalatlah sebagaimana kamu melihat aku shalat&lt;/em&gt;”.  Untuk menjelaskan bagaimana cara Rasullulah saw. melaksanakan shalat,  paling tidak ada dua dimensi yang bisa diuraikan dalam pembahasan ini:  dimensi ritual dan dimensi spiritual.&lt;/div&gt;&lt;h2 style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;Dimensi Ritual Shalat&lt;/span&gt;&lt;/h2&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dimensi ritual shalat adalah tata cara  pelaksanaannya, termasuk di dalamnya berapa rakaat dan kapan waktu  masing-masing shalat (shubuh, zhuhur, ashar, maghrib, isya’) yang harus  ditegakkan. Dalam hal ini tidak ada seorang pun dari sahabat Rasulullah  saw, apa lagi ulama, yang mencoba-coba berusaha merevisi atau  menginovasi. Umpamanya yang empat rakaat dikurangi menjadi tiga, yang  tiga ditambah menjadi lima, yang dua ditambah menjadi empat dan lain  sebagainya.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dalam segi waktu pun tidak ada seorang  ulama yang berani menggeser. Katakanlah waktu shalat Zhuhur digeser ke  waktu dhuha, waktu shalat Maghrib digeser ke Ashar dan sebagainya  (perhatikan: &lt;em&gt;An-Nisa’: 103&lt;/em&gt;). Artinya shalat seorang tidak  dianggap sah bila dilakukan sebelum waktunya atau kurang dari jumlah  rakakat yang telah ditentukan. Dalam konteks ini tentu tidak bisa  beralasan dengan shalat qashar (memendekkan jumlah rakaat) atau jama’  taqdim dan ta’khir (menggabung dua shalat seperti dzhuhur dengan ashar:  diawalkan atau diakhirkan) karena masing-masing dari cara ini ada  nashnya (baca: tuntunan dari Alquran dan sunnah Rasullah saw.; An-Nisa’:  101), dan itupun tidak setiap saat, melainkan hanya pada waktu-waktu  tertentu sesuai dengan kondisi yang tercantum dalam nash.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Apa yang dibaca dalam shalat juga  tercakup dalam tata cara ini dan harus mengikuti tuntunan Rasulullah.  Jadi tidak bisa membaca apa saja seenaknya. Bila Rasullulah  memerintahkan agar kita harus shalat seperti beliau shalat, maka tidak  ada alasan lagi bagi kita untuk menambah-nambah. Termasuk dalam hal  menambah adalah membaca terjemahan secara terang-terangan dalam setiap  bacaan yang dibaca dalam shalat. Karena sepanjang pengetahuan penulis  tidak ada nash yang memerintahkan untuk juga membaca terjemahan bacaan  dalam shalat, melainkan hanya perintah bahwa kita harus mengikuti  Rasullulah secara ta’abbudi dalam melakukan shalat ini.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Mungkin seorang mengatakan, benar kita  harus mengikuti Rasullulah, tapi bagaimana kalau kita tidak mengerti apa  makna bacaan yang kita baca dalam shalat? Bukankah itu justru akan  mengurangi nilai ibadah shalat itu sendiri? Dan kita hadir dalam shalat  menjadi seperti burung beo, mengucapkan sesuatu tetapi tidak paham apa  yang kita ucapkan?&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Untuk mengerti bacaan dalam shalat,  caranya tidak mesti dengan membaca terjemahannya ketika shalat,  melainkan Anda bisa melakukannya di luar shalat. Sebab, tindakan membaca  terjemahan dalam shalat seperti tindakan seorang pelajar yang menyontek  jawaban dalam ruang ujian. Bila menyontek, jawaban merusak ujian  pelajar.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Membaca terjemahan dalam shalat juga  merusak shalat. Bila si pelajar beralasan bahwa ia tidak bisa menjawab  kalau tidak nyontek, kita menjawab Anda salah mengapa tidak belajar  sebelum masuk ke ruang ujian. Demikian juga bila seorang beralasan bahwa  ia tidak mengerti kalau tidak membaca terjemahan dalam shalat, kita  jawab, Anda salah mengapa Anda tidak belajar memahami bacaan tersebut di  luar shalat. Mengapa Anda harus dengan mengorbankan shalat, demi  memahami bacaan yang Anda baca dalam shalat? Wong itu bisa Anda lakukan  di luar shalat.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Pentingnya mengikuti cara Rasullah  bershalat, ternyata bukan hanya bisa dipahami dari hadits tersebut di  atas, melainkan dalam teks-teks Alquran sangat nampak dengan jelas. Dari  segi bahasa dan gaya ungkap Alquran selalu menggunakan “&lt;em&gt;aqiimush shalaata&lt;/em&gt;” (tegakkankanlah shalat) atau “&lt;em&gt;yuqiimunash sahalat&lt;/em&gt;”  (menegakkan shalat). Menariknya, ungkapan seperti ini juga digunakan  Rasullulah saw. Pada hadits mengenai pertemuannya dengan Malaikat  Jibril, Rasullah bersabda: “&lt;em&gt;watuqiimush shalata&lt;/em&gt;“ (HR. Muslim No.8) dan pada hadits mengenai pilar-pilar Islam bersabda: “&lt;em&gt;waiqaamish shalati&lt;/em&gt;“. (HR. Bukahri No.8 dan HR. Muslim No.16)&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Apa makna dari aqiimu atau yuqiimu di  sini? Mengapa kok tidak langsung mengatakan shallu (bershalatlah) atau  yushalluuna (mereka bershalat)? Para ahli tafsir bersepakat bahwa dalam  kata aqiimu atau yuqiimuuna mengandung makna penegasan bahwa shalat itu  harus ditegakkan secara sempurna: baik secara ritual dengan memenuhi  syarat dan rukunnya, tanpa sedikitpun mengurangi atau menambah, maupun  secara spiritual dengan melakukannya secara khusyuk seperti Rasulullah  saw. melakukannya dengan penuh kekhusyukan. Masalah khusyu’ adalah  pembahasan dimensi spiritual shalat yang akan kita bicarakan setelah  ini.&lt;/div&gt;&lt;h2 style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;Dimensi Spiritual Shalat&lt;/span&gt;&lt;/h2&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Mengikuti cara Rasulullah saw. shalat  tidak cukup hanya dengan menyempurkan dimensi ritulanya saja, melainkan  harus juga diikuti dengan menyempurnakan dimensi spritualnya. Ibarat  jasad dengan ruh, memang seorang bisa hidup bila hanya memenuhi  kebutuhan jasadnya, namun sungguh tidak sempurna bila ruhnya dibiarkan  meronta-meronta tanpa dipenuhi kebutuhannya. Demikian juga shalat,  memang secara fikih shalat Anda sah bila memenuhi syarat dan ruku’nya  secara ritual, tapi apa makna shalat Anda bila tidak diikuti dengan  kekhusyukan. Perihal kekhusyukan ini Alquran telah menjelaskan, “&lt;em&gt;Dan  mohonlah pertolongan (kepada Allah) dengan sabar dan shalat, dan  sesungguhnya shalat itu sangat berat kecuali bagi mereka yang khusyu.&lt;/em&gt;” (&lt;em&gt;Al-Baqarah: 45&lt;/em&gt;)&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Imam Ibn Katsir, ketika menafsirkan ayat  ini, menyebutkan pendapat para ulama salaf mengenai makna khusyu’ dalam  shalat: Mujahid mengatakan, itu suatu gambaran keimanan yang hakiki.  Abul Aliyah menyebut, alkhasyi’in adalah orang yang dipenuhi rasa takut  kepada Allah. Muqatil bin Hayyan berpendapat, alkhasyi’in itu orang yang  penuh tawadhu’. Dhahhaq mengatakan, alkhasyi’en merupakan orang yang  benar-benar tunduk penuh ketaatan dan ketakutan kepada Allah. (Ibn  Katsir, Tafsirul Qur’anil azhim, Bairut, Darul fikr, 1986, vol. 1,  h.133)&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dan pada dasarnya shalat –seperti yang  digambarkan Ustadz Sayyid Quthub– adalah hubungan antara hamba dan  Tuhannya yang dapat menguatkan hati, membekali keyakinan untuk  menghadapi segala kenyataan yang harus dilalui. Rasulullah saw. –kata  Sayyid- setiap kali menghadapi persoalan, selalu segara melaksanakan  shalat. (Sayyid Quthub, fii zhilalil Qur’an, Bairut, Darusy syuruuq,  1985, vol. 1, h. 69)&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dalam hal ini tentu shalat yang dimaksud  bukan sekedar shalat, melainkan shalat yang benar-benar ditegakkan  secara sempurna: memenuhi syarat dan rukunnya, lebih dari itu penuh  dengan kekhusyukan. Karena hanya shalat yang seperti inilah yang akan  benar-benar memberikan ketenangan yang hakiki pada ruhani, dan benar-  benar melahirkan sikap moral yang tinggi, seperti yang dinyatakan dalam  Alquran: “&lt;em&gt;dan dirikanlah shalat. Sesungguhnya shalat itu mencegah dari (perbuatan-perbuatan) keji dan mungkar &lt;/em&gt;”. (&lt;em&gt;Al-Ankabut: 45&lt;/em&gt;)&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Jelas, bahwa hanya shalat yang khusyu’  yang akan membimbing pelaksananya pada ketenangan dan kemuliaan  perilaku. Oleh sebab itu para ulama terdahulu selalu mengajarkan  bagimana kita menegakkan shalat dengan penuh kekhusyukan. Imam  As-Samarqandi dalam bukunya tanbihul ghafiliin, menulis bab khusus  dengan judul: Bab itmamush shalaati wal khusyu’u fiihaa (Bab  menyempurkan dan khusyuk dalam shalat). Disebutkan dalam buku ini bahwa  orang yang sembahyang banyak, tetapi orang yang menegakkan shalat secara  sempurna sedikit. (As Samarqandi, Tanbihul ghafiliin, Bairut, Darul  Kitab al’Araby, 2002, h. 293)&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Imam As-Samarqandi benar. Kini kita  menyaksikan orang-orang shalat di mana-mana. Tetapi, berapa dari mereka  yang benar-benar menikmati buah shalatnya, menjaga diri dari perbuatan  keji, perzinaan, korupsi dan lain sebagainya yang termasuk dalam  kategori munkar.&lt;/div&gt;&lt;h2 style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;Antara Ritual dan Spritual&lt;/span&gt;&lt;/h2&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Ketika Rasulullah saw. memerintahkan agar  kita mengikuti shalat seperti yang beliau lakukan, itu maksudnya  mengikuti secara sempurna: ritual dan spiritual. Ritual artinya  menegakkan secara benar syarat dan rukunnya, spiritual artinya  melaksanakannya dengan penuh keikhlsan, ketundukan dan kekhusyukan.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kedua dimiensi itu adalah satu kesatuan  tak terpisahkan. Satu dimensi hilang, maka shalat Anda tidak sempurna.  Bila Anda hanya mengutamakan yang spiritual saja, dengan mengabaikan  yang ritual (seperti tidak mengkuti cara-cara shalat Rasulluah secara  benar, menambahkan atau mengurangi, atau meniggalkannya sema sekali) itu  tidak sah. Dengan bahasa lain, shalat yang ditambah dengan  menerjemahkan setiap bacaannya ke dalam bahasa Indonesia, itu bukan  shalat yang dicontohkan Rasullah. Maka, itu tidak disebut shalat, apapun  alasan dan tujuannya.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sebaliknya, bila yang Anda utamakan hanya  yang ritual saja dengan mengabaikan yang spiritual, boleh jadi shalat  Anda sah secara fikih. Tetapi, tidak akan membawa dampak apa-apa pada  diri Anda. Karena yang Anda ambil hanya gerakan shalatnya saja.  Sementara ruhani shalat itu Anda campakkan begitu saja. Bahkan bila yang  anda abaikan dari dimensi spiritual shalat itu adalah keikhlasan,  akibatnya fatal. Shalat Anda menjadi tidak bernilai apa-apa di sisi-Nya.  Na’udzubillahi mindzaalika. Wallahu A’lam bish shawab.&lt;/div&gt;&lt;h2 style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;Tata Cara Sholat yang Benar&lt;/span&gt;&lt;/h2&gt;&lt;a href="http://indobestseller.files.wordpress.com/2010/07/01.jpg"&gt;&lt;img alt="" class="aligncenter" height="188" src="http://indobestseller.files.wordpress.com/2010/07/01.jpg?w=300&amp;amp;h=188" title="01" width="300" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://indobestseller.files.wordpress.com/2010/07/02.jpg"&gt;&lt;img alt="" class="aligncenter" height="192" src="http://indobestseller.files.wordpress.com/2010/07/02.jpg?w=300&amp;amp;h=192" title="02" width="300" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://indobestseller.files.wordpress.com/2010/07/03.jpg"&gt;&lt;img alt="" class="aligncenter" height="172" src="http://indobestseller.files.wordpress.com/2010/07/03.jpg?w=300&amp;amp;h=172" title="03" width="300" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://indobestseller.files.wordpress.com/2010/07/04.jpg"&gt;&lt;img alt="" class="aligncenter" height="180" src="http://indobestseller.files.wordpress.com/2010/07/04.jpg?w=300&amp;amp;h=180" title="04" width="300" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://indobestseller.files.wordpress.com/2010/07/05.jpg"&gt;&lt;img alt="" class="aligncenter" height="187" src="http://indobestseller.files.wordpress.com/2010/07/05.jpg?w=300&amp;amp;h=187" title="05" width="300" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://indobestseller.files.wordpress.com/2010/07/06.jpg"&gt;&lt;img alt="" class="aligncenter" height="165" src="http://indobestseller.files.wordpress.com/2010/07/06.jpg?w=300&amp;amp;h=165" title="06" width="300" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://indobestseller.files.wordpress.com/2010/07/07.jpg"&gt;&lt;img alt="" class="aligncenter" height="201" src="http://indobestseller.files.wordpress.com/2010/07/07.jpg?w=300&amp;amp;h=201" title="07" width="300" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://indobestseller.files.wordpress.com/2010/07/08.jpg"&gt;&lt;img alt="" class="aligncenter" height="207" src="http://indobestseller.files.wordpress.com/2010/07/08.jpg?w=300&amp;amp;h=207" title="08" width="300" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://indobestseller.files.wordpress.com/2010/07/09.jpg"&gt;&lt;img alt="" class="aligncenter" height="183" src="http://indobestseller.files.wordpress.com/2010/07/09.jpg?w=300&amp;amp;h=183" title="09" width="300" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://indobestseller.files.wordpress.com/2010/07/10.jpg"&gt;&lt;img alt="" class="aligncenter" height="169" src="http://indobestseller.files.wordpress.com/2010/07/10.jpg?w=300&amp;amp;h=169" title="10" width="300" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://indobestseller.files.wordpress.com/2010/07/11.jpg"&gt;&lt;img alt="" class="aligncenter" height="186" src="http://indobestseller.files.wordpress.com/2010/07/11.jpg?w=300&amp;amp;h=186" title="11" width="300" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://indobestseller.files.wordpress.com/2010/07/12.jpg"&gt;&lt;img alt="" class="aligncenter" height="163" src="http://indobestseller.files.wordpress.com/2010/07/12.jpg?w=300&amp;amp;h=163" title="12" width="300" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://indobestseller.files.wordpress.com/2010/07/13.jpg"&gt;&lt;img alt="" class="aligncenter" height="177" src="http://indobestseller.files.wordpress.com/2010/07/13.jpg?w=300&amp;amp;h=177" title="13" width="300" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://indobestseller.files.wordpress.com/2010/07/14.jpg"&gt;&lt;img alt="" class="aligncenter" height="186" src="http://indobestseller.files.wordpress.com/2010/07/14.jpg?w=300&amp;amp;h=186" title="14" width="300" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://indobestseller.files.wordpress.com/2010/07/15.jpg"&gt;&lt;img alt="" class="aligncenter" height="165" src="http://indobestseller.files.wordpress.com/2010/07/15.jpg?w=300&amp;amp;h=165" title="15" width="300" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://indobestseller.files.wordpress.com/2010/07/16.jpg"&gt;&lt;img alt="" class="aligncenter" height="180" src="http://indobestseller.files.wordpress.com/2010/07/16.jpg?w=300&amp;amp;h=180" title="16" width="300" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://indobestseller.files.wordpress.com/2010/07/17.jpg"&gt;&lt;img alt="" class="aligncenter" height="216" src="http://indobestseller.files.wordpress.com/2010/07/17.jpg?w=300&amp;amp;h=216" title="17" width="300" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://indobestseller.files.wordpress.com/2010/07/18.jpg"&gt;&lt;img alt="" class="aligncenter" height="165" src="http://indobestseller.files.wordpress.com/2010/07/18.jpg?w=300&amp;amp;h=165" title="18" width="300" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Sumber:&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;- &lt;a href="http://radensomad.com/pengertian-dan-tata-cara-sholat-yang-benar-makalah-kajian-sholat.html" target="_blank"&gt;Radensomad.com&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;- &lt;a href="http://www.dakwatuna.com/2007/dua-dimensi-shalat/" target="_blank"&gt;Dakwatuna.com&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;- &lt;a href="http://herymelankolis.blogspot.com/2010/06/cara-sholat-yang-benar.html" target="_blank"&gt;Herymelankolis.blogspot.com&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/892391045921823169-5942553263718202806?l=layout4al.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://layout4al.blogspot.com/feeds/5942553263718202806/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://layout4al.blogspot.com/2011/06/tata-cara-sholat-yang-benar-disertai.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/892391045921823169/posts/default/5942553263718202806'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/892391045921823169/posts/default/5942553263718202806'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://layout4al.blogspot.com/2011/06/tata-cara-sholat-yang-benar-disertai.html' title='Tata Cara Sholat yang Benar, Disertai dengan Gambar'/><author><name>jihada</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00469669206995905023</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/-S32xnLUL2wg/Tc80v2QIrgI/AAAAAAAAABE/oudbQoA1wvQ/s220/SDC13941.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-892391045921823169.post-256794685237370507</id><published>2011-06-20T20:50:00.000-07:00</published><updated>2011-06-20T20:50:30.341-07:00</updated><title type='text'>Memelihara "Will-Power"</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Pernahkah Anda merasakan efek "yo-yo" dalam program menguruskan  badan? Bagi individu yang berbakat gemuk, turun-naik berat badan seakan  sudah menjadi kenyataan hidup. Biasanya, teman-teman kita ini  bersemangat mencoba berbagai program diet yang ada di pasaran, dan di  awal program dietnya akan berhasil menurunkan berat badan. Namun,  disadari atau tidak, beberapa waktu kemudian, lebih banyak orang yang  berat badannya kembali naik lagi. Alasan seperti keadaan stres, badan  lemas, tidak bisa berpikir, tidak bisa menahan diri karena tubuh butuh  unsur gizi tertentu yang perlu dicukupi, menjadi beberapa pembenaran  untuk kembali pada pola makan dan gaya hidup yang biasa. Di balik semua  itu, kita bisa melihat bahwa seringkali “&lt;em&gt;will-power&lt;/em&gt;” untuk menguruskan badan&amp;nbsp; kempes di tengah jalan, bahkan lenyap.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang ahli psikologi mengatakan bahwa &lt;em&gt;will-power&lt;/em&gt; sering kita ibaratkan dengan berlari &lt;em&gt;sprint &lt;/em&gt;dan  bukan marathon. Kita bersemangat dan mengeluarkan energi besar di awal,  namun kerap kita tidak mampu mempertahankannya dalam jangka panjang.  Ini sebabnya upaya diet seolah-olah “hangat-hangat tahi ayam”.&lt;br /&gt;Kita pun juga pasti pernah mengalami sendiri berbagai situasi yang bisa melemahkan &lt;em&gt;will-power &lt;/em&gt;untuk  melakukan perubahan. Niat untuk rutin berolahraga, tidak kesampaian  karena kita kalah dengan rasa malas bangun pagi. Meskipun sangat sadar  pentingnya gerakan &lt;em&gt;go-green&lt;/em&gt;, bukankah kita kerap tetap tidak mau repot membawa kotak bekal atau keranjang belanja untuk mengurangi sampah plastik?&lt;br /&gt;Kita lihat &lt;em&gt;will-power&lt;/em&gt;  ini bukan semata membutuhkan niat dan sasaran yang jelas, tapi juga  memerlukan disiplin diri yang kuat dan kemampuan untuk bangkit dari  kegagalan. Bila kita tidak mampu memelihara &lt;em&gt;will-power&lt;/em&gt; dan melawan godaan yang bisa melemahkan&lt;em&gt; will-power&lt;/em&gt; kita, mustahil kita akan bisa ber-&lt;em&gt;progress&lt;/em&gt; ke arah yang lebih baik. Inilah tantangan nyata dalam pengembangan karakter kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Pilihan dan jalan pintas&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Ketimbang  harus mengubah pola makan dan gaya hidup sehat, banyak orang yang lebih  rela merogoh kocek untuk membeli obat-obat pelangsing yang kabarnya  bisa menurunkan berat badan secara instan atau juga sedot lemak. Banyak  orang yang berniat bersikap jujur dan menghadapi tilang polantas dengan  sikap konsekuen, tapi kemudian memilih untuk memberi uang pelicin saja  daripada harus repot menghabiskan waktu. Ketika kita duduk di bis penuh  sesak dan melihat ibu hamil atau orang tua terjepit di tengah orang yang  berdiri, apakah kita akan memenangkan &lt;em&gt;will-power &lt;/em&gt;untuk  melindungi orang yang lemah atau lebih sering pura-pura tidak melihat  dan berharap orang lain saja yang memberikan tempat duduknya?&lt;br /&gt;Dalam  keadaan yang penuh konflik, bukankah kita pun terkadang memilih untuk  tidak berterus terang, padahal kita sudah sangat meyakini bahwa bersikap  jujur adalah sikap yang baik? Kita bisa menyaksikan bahwa &lt;em&gt;will-power&lt;/em&gt; teruji ketika kita berkesempatan memilih. Semakin kita teguh memilih tindakan sesuai dengan prinsip dan tujuan kita, &lt;em&gt;will-power&lt;/em&gt; kita semakin kuat sehingga lambat laun akan berbentuk disiplin diri yang tidak perlu dipikirkan lagi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejarah membuktikan bahwa &lt;em&gt;will-power&lt;/em&gt; adalah kunci dari berbagai keberhasilan dan pencapaian fenomenal. &lt;em&gt;Will-power&lt;/em&gt;-lah yang menyebabkan jenderal Douglas MacArthur merealisasikan janjinya pada diri sendiri: ”&lt;em&gt;I shall return&lt;/em&gt;”, ketika menarik pasukan dari Filipina. Tanpa &lt;em&gt;will-power &lt;/em&gt;yang  kuat, pendaratan Normandia tidak akan mampu mengonsentrasikan semua  kekuatan, mengumpulkan semua energi dan mengalahkan semua masalah. Kita  pun bisa merasakan getar &lt;em&gt;will-power&lt;/em&gt; Soekarno-Hatta untuk memerdekakan Indonesia pada saat keadaan di Indonesia jauh dari siap untuk merdeka.&lt;br /&gt;Begitu nyata bahwa kita tidak bisa mengesampingkan penguatan &lt;em&gt;will-power&lt;/em&gt;  dalam kehidupan pribadi, berorganisasi, dan politik kita. Visi jangka  panjang serta visualisasi akan manfaat yang akan diraih akan menumbuhkan  &lt;em&gt;will-power&lt;/em&gt; yang memberi energi. Gerakan “Indonesia Mengajar” yang tidak kekurangan kandidat pengajar muda menunjukkan bahwa &lt;em&gt;will-power&lt;/em&gt;  bisa mengalahkan perhitungan untung-rugi, rasa takut, rasa lemah,  bahkan menutupi kekurangan pengetahuan, pendidikan, ataupun talenta.&lt;br /&gt;Orang dengan &lt;em&gt;will-power&lt;/em&gt;  akan tidak sulit menentukan arah. Mereka tidak punya kecenderungan  untuk ragu, menengok kiri-kanan, tidak tahan terhadap kritik. Mereka  yakin bahwa ada solusi untuk setiap masalah. Sebagai orang yang ingin  sukses atau yang sudah berada di posisi pemegang komando, kita perlu  menelaah kembali apakah &lt;em&gt;will-power&lt;/em&gt; kita dirasakan oleh bawahan atau pengikut kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Urgensi bernafas panjang&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Bila kita memperhatikan individu dengan &lt;em&gt;will-power&lt;/em&gt; yang kuat, kita bisa menemukan persamaan mereka dalam hal &lt;em&gt;feel of urgency&lt;/em&gt;-nya.  Mereka biasanya terkesan ngotot dan keras dalam memberi penekanan&amp;nbsp; pada  pendapatnya, dan tidak takut untuk berbeda dari orang lain. Pengacara  yang berdebat, politisi yang mengumpulkan suara, dan kampanye organisasi  perlu menunjukkan signifikansi pendapat dan kehendaknya. Ini bukan  sesederhana memilih tempat makan siang atau penerbangan yang akan  digunakan. &lt;em&gt;Will-power&lt;/em&gt; biasanya menyangkut nilai-nilai atau strategi politik yang lebih besar. Apa yang akan kita lakukan terhadap &lt;em&gt;global warming&lt;/em&gt;?  Apakah kita serius bertekad mengurangi kemiskinan? Apakah kita akan  fokus pada peningkatan kualitas pendidikan secara konsisten? Bisakah  kita mendukung pengurangan jumlah pemakaian mobil pribadi?&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Will-power &lt;/em&gt;sangat diperlukan untuk merealisasikan sasaran besar yang diikuti adanya &lt;em&gt;sense of urgency&lt;/em&gt;  yang ketat dan gaung yang memiliki greget. Semakin jelas dan strategis  arah dan fokus yang disampaikannya dan diyakini, setiap rakyat atau anak  buahnya bahkan bisa ikut mendukung agar sasarannya tidak melenceng,  melempem, atau bahkan kempes. Dengan memelihara &lt;em&gt;will-power&lt;/em&gt; yang kuat, seorang pemimpin tidak akan lagi sulit-sulit mempersuasi anak buah atau rakyatnya.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/892391045921823169-256794685237370507?l=layout4al.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://layout4al.blogspot.com/feeds/256794685237370507/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://layout4al.blogspot.com/2011/06/memelihara-will-power.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/892391045921823169/posts/default/256794685237370507'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/892391045921823169/posts/default/256794685237370507'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://layout4al.blogspot.com/2011/06/memelihara-will-power.html' title='Memelihara &quot;Will-Power&quot;'/><author><name>jihada</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00469669206995905023</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/-S32xnLUL2wg/Tc80v2QIrgI/AAAAAAAAABE/oudbQoA1wvQ/s220/SDC13941.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-892391045921823169.post-7541884467743546246</id><published>2011-06-20T20:43:00.000-07:00</published><updated>2011-06-20T20:43:08.646-07:00</updated><title type='text'>Mencari Makna Uang yang Sebenarnya</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Apa jawaban yang Anda berikan pada anak bila mereka bertanya,  “Mengapa ayah atau ibu harus bekerja?” Lazim terjadi, kita sebagai orang  tua berkata: “Mencari uang!” Jawaban ini tentu saja memang sangat logis  dan masuk akal. Di sisi lain, tidakkah kita kemudian jadi tergelitik  dengan jawaban tersebut?&lt;br /&gt;Betulkah prioritas dan alasan kita  bekerja membanting tulang dan memeras otak semata mencari uang? Bukankah  kegiatan mencari uang bisa terdengar sumbang bila asalnya dari jumlah  jutaan, milyaran, bahkan triliunan rupiah, yang dikorupsi atau  direkayasa dengan cara “&lt;em&gt;insider trading&lt;/em&gt;” dari oknum tertentu?  Bila uang diperoleh tetapi kualitas hidup dan karakter pribadi tidak  menjadi lebih baik, serta ada pihak-pihak yang dirugikan, masihkah  bermakna kerja yang kita lakukan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak orang tidak bisa  membayangkan untuk apa uang milyaran atau triliunan dimiliki dan  bagaimana jumlah sebanyak itu dibelanjakan. Meski tidak selamanya makna  mencari uang atau mengejar keuntungan sama dari individu yang satu ke  yang lain, kita juga sering menyaksikan&amp;nbsp; betapa orang di jaman sekarang  tergila-gila pada uang. Orang yang "berada", bermobil keren, berdandan  dengan barang-barang &lt;em&gt;branded&lt;/em&gt;, diperlakukan dengan lebih  direspek dan diberi ruang yang lebih terhormat. Orang-orang merasa  kekurangan uang terus, dan mengeluarkan pernyataan bahwa kebutuhan tidak  ada habisnya. Seolah-olah kita mencari alasan untuk bersikap  materialis.&lt;br /&gt;Kadang-kadang kita bingung sendiri mengapa kita  terjebak dalam kultur ketamakan kolektif begini. Seorang ahli filsafat  menggambarkan situasi sekarang sebagai berikut: "&lt;em&gt;How much is enough,  and why are people willing to risk so much to get more? If money is so  alluring, how is it that so many people of great wealth also seem so  unhappy&lt;/em&gt;?" (Berapa banyak yang disebut cukup itu, dan mengapa orang  bersedia mengambil risiko untuk mendapat lebih banyak? Jika uang itu  begitu memikat, mengapa begitu banyak orang yang kaya juga terlihat  tidak bahagia?)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di jaman di mana anak-anak muda berusia antara  20-30 tahun&amp;nbsp; dengan mudah menjadi kaya raya, tantangan untuk mencari  makna uang atau kepemilikan pun seakan semakin tidak diprioritaskan.  Dengan tawaran-tawaran pinjaman tanpa agunan, janji-janji keuntungan  reksadana, pinjaman KPR yang semakin dipermudah, &lt;em&gt;gadget&lt;/em&gt; yang  selalu baru, orang jadi lupa untuk mempertanyakan keberadaannya di dunia  ini, apa misi dan tujuan hidupnya, apa makna hidup dan makna bekerja.&lt;br /&gt;Padahal,  seperti kita saksikan sendiri, uang bisa menjadi sumber malapetaka,  ketimbang sumber daya untuk mengembangkan hubungan interpersonal dan  memperkaya makna hidup. Kalau pada saat berkekurangan kita mencemaskan  “besok mau makan apa?”, maka pada waktu berkecukupan kecemasannya  berbentuk “bagaimana bila uang saya hilang?” Seorang profesor filsafat,  Jacob Needleman mengatakan: “&lt;em&gt;Being rich does not make you smart — especially about things other than money&lt;/em&gt;.” Bila kita tidak pernah memahami hubungan kita dengan uang dan harta, maka kita tidak pernah mengenal diri sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Sukses = banyak duit?&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Istilah  "jadi orang" yang sering digunakan oleh orang-orang tua kita dulu  sebetulnya mengandung makna yang dalam. Di jaman dahulu, jelas "jadi  orang" tidak selamanya berarti "jadi orang kaya". Jadi guru yang hidup  sederhana pun sudah "jadi orang".&lt;br /&gt;Sebetulnya, konsep sukses dari  dulu dan bahkan sampai sekarang pun tidak bisa kita samakan dengan  banyak uang saja. Orang bisa dikatakan sukses bila ia jelas-jelas  menyadari dan menggunakan semua fungsi, semua bagian dan seluruh  kapasitas dalam dirinya untuk kebaikan orang lain dan masyarakat, bukan  semata untuk kepentingan dirinya pribadi. Dalam mengembangkan diri  menjadi karakter yang utuh barulah seseorang bisa merasakan kenikmatan,  perjuangan dan tantangan dalam bekerja.&lt;br /&gt;Teman saya, seorang  pengusaha dan pekerja keras yang memiliki perusahaan yang beromzet  trilyunan pernah mengatakan: ”Saya tidak bisa membayangkan uang  bermilyar-milyar dalam bentuk uang kertas. Hal yang saya kejar dan  upayakan hanya prestasi.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seseorang yang mendapatkan promosi atau  kenaikan gaji dengan berjuang keras dan berkompetisi dengan sesama  rekan, memiliki pengalaman mengerahkan sumber daya, melatih nyali,  bahkan menguji hati nurani. Kenikmatan hasil jerih payahnya ini tentu  tidak semata karena akhirnya ia meraih jabatan atau uang, tetapi juga  karena terjadi pematangan kepribadian. Lain halnya bila seseorang  mendapatkan jabatan ataupun uang dengan cara gampang, bahkan tanpa  usaha. Ia melewatkan kesempatan untuk berdialog dengan dirinya.  Spiritnya tidak berkembang.&lt;br /&gt;Demam masyarakat dalam dunia yang  serba instan inilah yang mempengaruhi mental dan spirit kita semua. Kita  sepertinya perlu mengembangkan “antibodi” agar tidak dijangkiti demam  yang mematikan ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Kualitas kerja sebagai daya tarik&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Kita  memang tidak bisa menghindari kebutuhan kita akan uang. Terlepas dari  kebutuhan orang untuk memenuhi rasa amannya melalui pemilikan rumah,  kendaraan yang memadai untuk mendukung aktivitas sehari harinya, kita  juga perlu merancang kualitas perbaikan kualitas hidup sambil jalan.  Bila kita selama ini ingin lebih dan lebih, kita perlu memberi penekanan  pada kualitasnya. Bukan sekadar berjuang demi bonus, tetapi bekerja  demi merasakan kebahagiaan kerja bersama. Bukan sekadar berkompetisi  dengan melihat hasil akhir tetapi justru memahami mengapa orang lain  lebih bijak, lebih berkualitas kerja, dan lebih efisien. Dalam  iming-iming mengajak calon pekerja untuk bergabung, bukan gaji besar  yang ditonjolkan tetapi bagaimana suasana kerja, hubungan antar karyawan  dan apresiasi yang dipentingkan.&lt;br /&gt;Kita rasanya tidak perlu merasa  kalah bersaing secara finansial, kalau saja kita tahu betul bagaimana  mengupayakan agar para pekerja diarahkan untuk melakukan kualitas kerja  yang lebih baik. Dalam hal ini pasti upah akan menjadi konsekuensi  positifnya.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/892391045921823169-7541884467743546246?l=layout4al.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://layout4al.blogspot.com/feeds/7541884467743546246/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://layout4al.blogspot.com/2011/06/mencari-makna-uang-yang-sebenarnya.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/892391045921823169/posts/default/7541884467743546246'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/892391045921823169/posts/default/7541884467743546246'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://layout4al.blogspot.com/2011/06/mencari-makna-uang-yang-sebenarnya.html' title='Mencari Makna Uang yang Sebenarnya'/><author><name>jihada</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00469669206995905023</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/-S32xnLUL2wg/Tc80v2QIrgI/AAAAAAAAABE/oudbQoA1wvQ/s220/SDC13941.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-892391045921823169.post-5904957314580919240</id><published>2011-06-20T19:56:00.000-07:00</published><updated>2011-06-20T19:56:01.159-07:00</updated><title type='text'>kota, bukan pilihan untuk hidup?!</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;trend masyarakat yang melakukan urbanisasi sangat tinggi, hingga hampir - hampir kota tidak lagi mampu menampung masyarakat yang datang. kota jakarta adalah salah satu yang menjadi tujuan, dimana setiap tahunnya masyarakat dari desa, dan pinggiran berduyun - duyun pindah ke jakarta. tentunya alasan ekonomi menjadi tujuannya, jakarta lebih udah mencari pekerjaan, jakarta lebih menjanjikan untuk dapat memenuhi kebutuhan mereka, dan jakarta lebih membanggakan untuk di tinggali?.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;apakah benar demikian, alasan mereka dapat dibenarkan? coba kita lihat data dari survei dari BPS, saat ini jakarta tidak lagi mampu dan ideal untuk menampung penambahan penduduk baru, ..............&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;bahkan saat ini diopinikan untuk dipikirkan ibukota indonesia untuk dipindah, karena sudah tidak lagi representatif lagi untuk kegiatan - kegiatan kenegaraan dan administratifnya.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/892391045921823169-5904957314580919240?l=layout4al.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://layout4al.blogspot.com/feeds/5904957314580919240/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://layout4al.blogspot.com/2011/06/kota-bukan-pilihan-untuk-hidup.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/892391045921823169/posts/default/5904957314580919240'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/892391045921823169/posts/default/5904957314580919240'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://layout4al.blogspot.com/2011/06/kota-bukan-pilihan-untuk-hidup.html' title='kota, bukan pilihan untuk hidup?!'/><author><name>jihada</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00469669206995905023</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/-S32xnLUL2wg/Tc80v2QIrgI/AAAAAAAAABE/oudbQoA1wvQ/s220/SDC13941.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-892391045921823169.post-5577514648151454058</id><published>2011-06-16T05:31:00.000-07:00</published><updated>2011-06-16T05:31:52.838-07:00</updated><title type='text'>BELAJAR AGAMA YUK!</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://www.kajian.net/" title="Kajian.net - Koleksi Audio Ceramah Islam MP3 Gratis/Free Download"&gt;&lt;img alt="Kajian.Net" border="0" height="150" src="http://www.kajian.net/images/banners/banner_200x150.jpg" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://kajian.net/"&gt;Koleksi Ceramah Islam MP3&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/892391045921823169-5577514648151454058?l=layout4al.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://layout4al.blogspot.com/feeds/5577514648151454058/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://layout4al.blogspot.com/2011/06/belajar-agama-yuk.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/892391045921823169/posts/default/5577514648151454058'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/892391045921823169/posts/default/5577514648151454058'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://layout4al.blogspot.com/2011/06/belajar-agama-yuk.html' title='BELAJAR AGAMA YUK!'/><author><name>jihada</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00469669206995905023</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/-S32xnLUL2wg/Tc80v2QIrgI/AAAAAAAAABE/oudbQoA1wvQ/s220/SDC13941.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-892391045921823169.post-6324171186567967605</id><published>2011-06-14T06:14:00.000-07:00</published><updated>2011-06-14T06:14:21.783-07:00</updated><title type='text'>Di Manakah Tujuh Langit Itu?</title><content type='html'>&lt;h2 class="singlePageTitle"&gt;&lt;/h2&gt;&lt;div class="filedto"&gt; &lt;a href="http://www.dakwatuna.com/category/asybal/pengetahuan/" rel="category tag" title="Lihat seluruh tulisan dalam Pengetahuan"&gt;Pengetahuan&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="postedby"&gt;Oleh: &lt;a href="http://www.dakwatuna.com/author/tdjamaluddin/" title="Profil dari Thomas Djamaluddin"&gt;Thomas Djamaluddin&lt;/a&gt; &lt;/span&gt;&lt;hr align="left" color="#eeeeee" noshade="noshade" size="1px" /&gt;&lt;div align="right"&gt;&lt;a href="http://www.dakwatuna.com/2011/06/12689/di-manakah-tujuh-langit-itu/print/" rel="nofollow" title="Print"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div id="dd_ajax_float" style="display: block; margin-left: -120px; position: fixed; top: 16px;"&gt;&lt;div class="dd_button_v"&gt;&lt;a class="google-buzz-button" data-button-style="normal-count" data-url="http://www.dakwatuna.com/2011/06/12689/di-manakah-tujuh-langit-itu/" href="http://www.google.com/buzz/post" style="text-decoration: none;" title="Post on Google Buzz"&gt;&lt;span class="buzz-counter" dir="ltr" id="buzz-308582949"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="dd_button_v"&gt;&lt;span class="db-wrapper db-clear db-medium"&gt;&lt;span&gt;&lt;span class="db-container db-submit"&gt;&lt;span class="db-body db-medium"&gt;&lt;span class="db-count"&gt;0&lt;/span&gt;&lt;span class="db-copy"&gt;diggs&lt;/span&gt;&lt;a class="db-anchor" href=""&gt;digg&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="dd_button_v"&gt;&lt;div id="dd_comments"&gt;&lt;a class="clcount" href="http://www.dakwatuna.com/2011/06/12689/di-manakah-tujuh-langit-itu/#respond"&gt;&lt;span class="ctotal"&gt;6&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="dd_button_extra_v"&gt;&lt;div class="st_email_custom"&gt;&lt;span id="dd_email_text"&gt;email&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="dd_button_extra_v"&gt;&lt;div id="dd_print_button"&gt;&lt;span id="dd_print_text"&gt;&lt;a href=""&gt;print&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="dd_content_wrap"&gt;&lt;div class="wp-caption alignright" id="attachment_12691" style="width: 260px;"&gt;&lt;a href="http://www.dakwatuna.com/wp-content/uploads/2011/06/ilustrasi-langit.jpg?68744" rel="shadowbox[sbpost-12689];player=img;" title="ilustrasi-langit"&gt;&lt;img alt="" class="size-medium wp-image-12691" height="205" src="http://www.dakwatuna.com/wp-content/uploads/2011/06/ilustrasi-langit-250x205.jpg" title="ilustrasi-langit" width="250" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div class="wp-caption-text"&gt;Ilustrasi (inet)&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;em&gt;Maha  Suci Allah, yang telah memperjalankan hamba‑Nya (Nabi Muhammad SAW)  pada suatu malam dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsha yang telah Kami  berkahi sekelilingnya, agar Kami perlihatkan kepadanya sebagian dari  tanda‑tanda (kebesaran) Kami. Sesungguhnya Dia Maha Mendengar lagi Maha  Mengetahui.&lt;/em&gt; (QS. Al-Isra’ : 1).&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Dan sesungguhnya dia  (Nabi Muhammad SAW) telah melihat Jibril itu (dalam rupanya yang asli)  pada waktu yang lain, di Sidratul Muntaha. Di dekat (Sidratul Muntaha)  ada surga tempat tinggal. (Dia melihat Jibril) ketika Sidratul Muntaha  diliputi oleh suatu selubung. Penglihatannya tidak berpaling dari yang  dilihatnya itu dan tidak (pula) melampauinya. Sesungguhnya dia telah  melihat&amp;nbsp; sebahagian tanda‑tanda (kekuasaan) Tuhannya yang paling besar.&lt;/em&gt; (QS. An‑Najm:13‑18).&lt;br /&gt;Ayat-ayat  itu mengisahkan tentang peristiwa Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad SAW. Isra’  adalah perjalanan Nabi Muhammad SAW dari Masjidil Haram di Mekah ke  Masjidil Aqsha di Palestina. Mi’raj adalah perjalanan dari Masjidil  Aqsha ke Sidratul Muntaha. Sidratul muntaha secara harfiah berarti  ‘tumbuhan sidrah yang tak terlampaui’, suatu perlambang batas yang tak  ada manusia atau makhluk lainnya bisa mengetahui lebih jauh lagi. Hanya  Allah yang tahu hal‑hal yang lebih jauh dari batas itu. Sedikit sekali  penjelasan dalam Al-Qur’an dan hadits yang menerangkan apa, di mana, dan  bagaimana sidratul muntaha itu.&lt;br /&gt;Di dalam kisah yang agak lebih  rinci di dalam hadits disebutkan bahwa Sidratul Muntaha dilihat oleh  Nabi setelah mencapai langit ke tujuh. Dari kisah itu orang mungkin  bertanya-tanya di manakah langit ke tujuh itu. Mungkin sekali ada yang  mengira langit di atas itu berlapis-lapis sampai tujuh dan Sidratul  Muntaha ada di lapisan teratas. Benarkah itu? Tulisan ini mencoba  membahasnya berdasarkan perkembangan ilmu pengetahuan saat ini.&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Sekilas Kisah Isra’ Mi’raj&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Di  dalam beberapa hadits shahih disebutkan bahwa Nabi Muhammad SAW  melakukan Isra’ dan mi’raj dengan menggunakan “buraq”. Di dalam hadits  hanya disebutkan bahwa buraq adalah ‘binatang’ berwarna putih yang  langkahnya sejauh pandangan mata. Ini menunjukkan bahwa “kendaraan” yang  membawa Nabi SAW dan Malaikat Jibril mempunyai kecepatan tinggi.&lt;br /&gt;Apakah  buraq sesungguhnya? Tidak ada penjelasan yang lebih rinci. Cerita  israiliyat yang menyatakan bahwa buraq itu seperti kuda bersayap  berwajah wanita sama sekali tidak ada dasarnya. Sayangnya, gambaran ini  sampai sekarang masih diikuti oleh sebagian masyarakat, terutama di  desa-desa.&lt;br /&gt;Dengan buraq itu Nabi melakukan Isra’ dari Masjidil  Haram di Mekah ke Masjidil Aqsha (Baitul Maqdis) di Palestina. Setelah  melakukan shalat dua rakaat dan meminum susu yang ditawarkan Malaikat  Jibril Nabi melanjutkan perjalanan mi’raj ke Sidratul Muntaha.&lt;br /&gt;Nabi  SAW dalam perjalanan mi’raj mula-mula memasuki langit dunia. Di sana  dijumpainya Nabi Adam yang di kanannya berjejer para ruh ahli surga dan  di kirinya para ruh ahli neraka. Perjalanan diteruskan ke langit ke dua  sampai ke tujuh. Di langit ke dua dijumpainya Nabi Isa dan Nabi Yahya.  Di langit ke tiga ada Nabi Yusuf. Nabi Idris dijumpai di langit ke  empat. Lalu Nabi SAW bertemu dengan Nabi Harun di langit ke lima, Nabi  Musa di langit ke enam, dan Nabi Ibrahim di langit ke tujuh. Di langit  ke tujuh dilihatnya baitul Ma’mur, tempat 70.000 malaikat shalat tiap  harinya, setiap malaikat hanya sekali memasukinya dan tak akan pernah  masuk lagi.&lt;br /&gt;Perjalanan dilanjutkan ke Sidratul Muntaha. Dari  Sidratul Muntaha didengarnya kalam‑kalam (‘pena’). Dari sidratul muntaha  dilihatnya pula empat sungai, dua sungai non‑fisik (bathin) di surga,  dua sungai fisik (zhahir) di dunia: sungai Efrat di Iraq dan sungai Nil  di Mesir.&lt;br /&gt;Jibril juga mengajak Nabi melihat surga yang indah.  Inilah yang dijelaskan pula dalam Al-Qur’an surat An‑Najm. Di Sidratul  Muntaha itu pula Nabi melihat wujud Jibril yang sebenarnya. Puncak dari  perjalanan itu adalah diterimanya perintah shalat wajib.&lt;br /&gt;Mulanya  diwajibkan shalat lima puluh kali sehari‑semalam. Atas saran Nabi Musa,  Nabi SAW meminta keringanan dan diberinya pengurangan sepuluh‑sepuluh  setiap meminta. Akhirnya diwajibkan lima kali sehari semalam. Nabi  enggan meminta keringanan lagi, “Saya telah meminta keringanan kepada  Tuhanku, kini saya rela dan menyerah.” Maka Allah berfirman, “Itulah  fardlu‑Ku dan Aku telah meringankannya atas hamba‑Ku.”&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Di manakah Tujuh Langit&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Konsep  tujuh lapis langit sering disalahartikan. Tidak jarang orang  membayangkan langit berlapis-lapis dan berjumlah tujuh. Kisah Isra’  mi’raj dan sebutan “sab’ah samawat” (tujuh langit) di dalam Al-Qur’an  sering dijadikan alasan untuk mendukung pendapat adanya tujuh lapis  langit itu.&lt;br /&gt;Ada tiga hal yang perlu dikaji dalam masalah ini. Dari  segi sejarah, segi makna “tujuh langit”, dan hakikat langit dalam kisah  Isra’ mi’raj.&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Sejarah Tujuh Langit&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;Dari segi  sejarah, orang-orang dahulu –jauh sebelum Al-Qur’an diturunkan — memang  berpendapat adanya tujuh lapis langit. Ini berkaitan dengan pengetahuan  mereka bahwa ada tujuh benda langit utama yang jaraknya berbeda-beda.  Kesimpulan ini berdasarkan pengamatan mereka atas gerakan benda-benda  langit. Benda-benda langit yang lebih cepat geraknya di langit dianggap  lebih dekat jaraknya. Lalu ada gambaran seolah-olah benda-benda langit  itu berada pada lapisan langit yang berbeda-beda.&lt;br /&gt;Di langit  pertama ada bulan, benda langit yang bergerak tercepat sehingga  disimpulkan sebagai yang paling dekat. Langit ke dua ditempati Merkurius  (bintang Utarid). Venus (bintang kejora) berada di langit ke tiga.  Sedangkan matahari ada di langit ke empat. Di langit ke lima ada Mars  (bintang Marikh). Di langit ke enam ada Jupiter (bintang Musytari).  Langit ke tujuh ditempati Saturnus (bintang Siarah/Zuhal). Itu keyakinan  lama yang menganggap bumi sebagai pusat alam semesta.&lt;br /&gt;Orang-orang  dahulu juga percaya bahwa ke tujuh benda-benda langit itu mempengaruhi  kehidupan di bumi. Pengaruhnya bergantian dari jam ke jam dengan urutan  mulai dari yang terjauh, Saturnus, sampai yang terdekat, bulan. Karena  itu hari pertama itu disebut &lt;em&gt;Saturday &lt;/em&gt;(hari Saturnus) dalam  bahasa Inggris atau Doyoubi (hari Saturnus/Dosei) dalam bahasa Jepang.  Dalam bahasa Indonesia Saturday adalah Sabtu. Ternyata, kalau kita  menghitung hari mundur sampai tahun 1 Masehi, tanggal 1 Januari tahun 1  memang jatuh pada hari Sabtu.&lt;br /&gt;Hari-hari yang lain dipengaruhi oleh  benda-benda langit yang lain. Secara berurutan hari-hari itu menjadi  Hari Matahari (Sunday, Ahad), Hari Bulan (Monday, Senin), Hari Mars  (Selasa), Hari Merkurius (Rabu), Hari Jupiter (Kamis), dan Hari Venus  (Jum’at). Itulah asal mula satu pekan menjadi tujuh hari.&lt;br /&gt;Jumlah  tujuh hari itu diambil juga oleh orang-orang Arab. Dalam bahasa Arab  nama-nama hari disebut berdasarkan urutan: satu, dua, tiga, …, sampai  tujuh, yakni ahad, itsnaan, tsalatsah, arba’ah, khamsah, sittah, dan  sab’ah. Bahasa Indonesia mengikuti penamaan Arab ini sehingga menjadi  Ahad, Senin, Selasa, Rabu, Kamis, Jum’at, dan Sabtu. Hari ke enam  disebut secara khusus, Jum’at, karena itulah penamaan yang diberikan  Allah di dalam Al-Qur’an yang menunjukkan adanya kewajiban shalat Jum’at  berjamaah.&lt;br /&gt;Penamaan Minggu berasal dari bahasa Portugis &lt;em&gt;Dominggo&lt;/em&gt; yang berarti &lt;em&gt;hari Tuhan&lt;/em&gt;.  Ini berdasarkan kepercayaan Kristen bahwa pada hari itu Yesus bangkit.  Tetapi orang Islam tidak mempercayai hal itu, karenanya lebih menyukai  pemakaian “Ahad” daripada “Minggu”.&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Makna Tujuh Langit&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;Langit  (samaa’ atau samawat) di dalam Al-Qur’an berarti segala yang ada di  atas kita, yang berarti pula angkasa luar, yang berisi galaksi, bintang,  planet, batuan, debu dan gas yang bertebaran. Dan lapisan‑lapisan yang  melukiskan tempat kedudukan benda‑benda langit sama sekali tidak ada.  Sedangkan warna biru bukanlah warna langit sesungguhnya. Warna biru  dihasilkan dari hamburan cahaya biru dari matahari oleh atmosfer bumi.&lt;br /&gt;Di  dalam Al-Qur’an ungkapan ‘tujuh’ atau ‘tujuh&amp;nbsp; puluh’ sering mengacu  pada jumlah yang tak terhitung. Misalnya, di dalam Q.S. Al‑Baqarah:261  Allah menjanjikan:&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Siapa yang menafkahkan hartanya di jalan  Allah ibarat menanam sebiji benih yang menumbuhkan TUJUH&amp;nbsp; tangkai yang  masing‑masingnya berbuah seratus butir.&amp;nbsp; Allah MELIPATGANDAKAN pahala  orang‑orang yang dikehendakinya….&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;Juga di dalam Q.S. Luqman:27:&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Jika  seandainya semua pohon di bumi dijadikan sebagai pena dan lautan  menjadi tintanya dan ditambahkan TUJUH lautan lagi, maka tak akan habis  Kalimat Allah….&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;Jadi&amp;nbsp; ‘tujuh langit’ semestinya dipahami pula  sebagai tatanan benda‑benda langit yang tak terhitung banyaknya, bukan  sebagai lapisan‑lapisan langit.&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Tujuh langit pada Mi’raj&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;Kisah  Isra’ Mi’raj sejak lama telah menimbulkan perdebatan soal tanggal  pastinya dan apakah Nabi melakukannya dengan jasad dan ruhnya atau  ruhnya saja. Demikian juga dengan hakikat langit. Muhammad Al Banna dari  Mesir menyatakan bahwa beberapa ahli tafsir berpendapat Sidratul  Muntaha itu adalah Bintang Syi’ra. Tetapi sebagian lainnya, seperti  Muhammad Rasyid Ridha dari Mesir, berpendapat bahwa tujuh langit dalam  kisah Isra’ mi’raj adalah langit ghaib.&lt;br /&gt;Dalam kisah mi’raj itu  peristiwa lahiriah bercampur dengan peristiwa ghaib. Misalnya pertemuan  dengan ruh para Nabi, melihat dua sungai di surga dan dua sungai di  bumi, serta melihat Baitul Makmur, tempat ibadah para malaikat. Jadi,  nampaknya pengertian langit dalam kisah mi’raj itu memang bukan langit  lahiriah yang berisi bintang-bintang, tetapi langit ghaib.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/892391045921823169-6324171186567967605?l=layout4al.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://layout4al.blogspot.com/feeds/6324171186567967605/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://layout4al.blogspot.com/2011/06/di-manakah-tujuh-langit-itu.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/892391045921823169/posts/default/6324171186567967605'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/892391045921823169/posts/default/6324171186567967605'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://layout4al.blogspot.com/2011/06/di-manakah-tujuh-langit-itu.html' title='Di Manakah Tujuh Langit Itu?'/><author><name>jihada</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00469669206995905023</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/-S32xnLUL2wg/Tc80v2QIrgI/AAAAAAAAABE/oudbQoA1wvQ/s220/SDC13941.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-892391045921823169.post-8586902377019226673</id><published>2011-06-08T05:57:00.000-07:00</published><updated>2011-06-08T05:57:08.571-07:00</updated><title type='text'>Politik untuk Kaya?</title><content type='html'>Ternyata reformasi juga memberikan ruang bagi anak muda untuk melejit secara kapital&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BANYAK hal yang membuat kita terperangah hari-hari ini, termasuk  antara lain pemberitaan tentang seorang anak muda, usianya baru sekitar  32 atau 33 tahun, tetapi masalah yang dihadapinya sedemikian kompleks  dan (sangat) serius. Kita ingat Gayus Tambunan, yang juga anak muda itu,  tetapi kali ini, anak muda itu adalah seorang bendahara partai politik  terbesar di negeri ini. Saya tak usah sebut namanya, pasti para pembaca  sudah tahu. Ia telah diberhentikan dari posisinya di partai oleh dewan  kehormatan partai itu, dengan pertimbangan pelanggaran etika. Ia masih  menjabat sebagai anggota DPR, dan kelihatannya cepat atau lambat akan  menghadapi kasus hukum yang pelik dan melibatkan Komisi Pemberantasan  Korupsi (KPK). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="f11gray"&gt;Salah satu yang saya amati atas  perubahan-perubahan anak-anak muda kita sejak era Reformasi, antara lain  adalah konteks pelejitan akumulasi kapital. Bahwa ternyata reformasi  juga memberikan ruang bagi anak muda untuk melejit secara kapital.  Caranya macam-macam. Tetapi, sedikit banyak semuanya terkait dengan  politik: apakah dengan mendirikan perusahaan yang bergerak dalam  industri politik, ataukah menjadi politisi itu sendiri –-mengingat  menjadi politisi itu sendiri juga adalah sebuah kapital untuk  melipatgandakan akumulasi kapital dan kekayaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sektor politik itu memang unik dibanding yang lain, justru karena  menyediakan peluang untuk menerobos jalan buntu dalam logika ekonomi  perusahaan, atau bahkan memberi peluang jalan pintas untuk menjadi kaya.  Masih ingat tidak Anda dengan ucapan seorang politisi lokal tempo dulu,  ketika ia diproses hukum karena korupsi anggaran, lantas meninggalkan  pesan sederhana: Kalau mau kaya, jadilah politisi! Bahwa nyatanya sudah  banyak yang berakhir menjadi penghuni Hotel Prodeo, kelihatannya belum  membuat oknum-oknum politisi kapok mencari jalan kekayaan yang tak  lazim.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pelajaran yang dipetik dari sejumlah kasus seperti itu antara lain  adalah, bahwa, jalan untuk kaya terbuka lebar, siapa yang mau  memanfaatkannya maka dijamin akan kaya. Tetapi, risikonya juga sudah  sedemikian jelas: mungkin karena jalan itu lebar maka Anda kebut-kebutan  dan ajrut-ajrutan kian kemari, hingga Anda lalai dan celaka. Kita amat  sangat prihatin dengan masih demikian tingginya korupsi politik kita,  dan sayangnya pula ia sudah menjerat sedemikian rupa kiri kanan.  Iklan-iklan anti-korupsi, masih sangat ironis dengan aksi dan upaya  menghentikan budaya korupsi, khususnya di kalangan elite.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sistem politik elektoral kita juga, sayangnya turut mempersubur  praktik politik uang. Rakyat sudah pandai (tetapi bagi saya sungguh pula  sangat ironis), untuk menerima uang dari semua kandidat, tapi belum  tentu memilih yang kasih uangnya paling banyak. Dan, sungguh: inilah  masa dimana para politisi memperoleh sinisme luar biasa dari rakyat.  Entah mengapa para politisi kita belum banyak yang jadi legenda pejuang  idealisme, ketimbang legenda (ialah yang tenar dalam)  pragmatisme-transaksional. (M Alfan Alfian, Dosen FISIP Universitas  Nasional, Jakarta).&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/892391045921823169-8586902377019226673?l=layout4al.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://layout4al.blogspot.com/feeds/8586902377019226673/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://layout4al.blogspot.com/2011/06/politik-untuk-kaya.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/892391045921823169/posts/default/8586902377019226673'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/892391045921823169/posts/default/8586902377019226673'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://layout4al.blogspot.com/2011/06/politik-untuk-kaya.html' title='Politik untuk Kaya?'/><author><name>jihada</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00469669206995905023</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/-S32xnLUL2wg/Tc80v2QIrgI/AAAAAAAAABE/oudbQoA1wvQ/s220/SDC13941.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-892391045921823169.post-7887682045801870418</id><published>2011-06-07T05:49:00.000-07:00</published><updated>2011-06-07T05:49:29.570-07:00</updated><title type='text'>Salahkah Ketika Mendapatkan Sebuah kesenangan?</title><content type='html'>&lt;h2 class="singlePageTitle"&gt;&lt;/h2&gt;Assalamu’alaikum&lt;div lang="id-ID"&gt;Segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam;&lt;/div&gt;&lt;div lang="id-ID"&gt;Salawat  dan Salam kita sampaikan untuk Nabi dan Rasul kita, Muhammad SAW  beserta keluarga, sahabat-sahabtnya dan pengikut-pengikutnya dari dahulu  hingga akhir zaman.&lt;/div&gt;&lt;div lang="id-ID"&gt;Saudara – saudaraku yangg dirahmati Allah SWT!&lt;/div&gt;&lt;div lang="id-ID"&gt;Salahkah  ketika kita mendapatkan sebuah kesenangan atau kenikmatan dunia? Tentu  jawabannya tidak, karena Semua itu adalah anugrah dari Allah SWT. Lalu  kenapa terkadang kesenangan dunia berimplikasi pada hal-hal yang  negatif? Ternyata hal ini disebabkan oleh orientasi yang sangat besar  terhadap kesenangan dunia ini. Orientasi yang berlebihan ini menimbulkan  effek buruk dikarenakan orang-orang rela mengorbankan orang lain demi  tercapainya kepuasan akan nikmat dunia ini.&lt;/div&gt;&lt;div lang="id-ID"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div lang="id-ID"&gt;Fenomena  mengejar kenikmatan, saat ini bukan hanya terjadi pada mereka, kalangan  kecil, yang tidak memiliki apa-apa, tetapi juga pada mereka yang berada  di atas angin. Mereka berlomba-lomba mengejar kenikmatan dunia ini  tanpa henti dan tanpa lelah (korupsi &amp;amp; mencuri contohnya).  Selanjutnya, fenomena ini bukan hanya terjadi pada umat-umat agama  lainnya, tetapi juga terjadi pada kebanyakan umat islam saat ini,.  Betapa menyedihkan bukan ketika orientasi hidup seorang muslim saat ini  berubah hanya untuk mencari kesenangan semata? Padahal di dalam sholat  kita selalu berjanji, “Inna shalati wanusuki wamahyaya wamamati lillahi  rabbil alamin”. Hidupku hanya untuk Rab semesta Ala mini, lalu apakah  kita mau mengingkari janji yang kita buat dengan Allah?&lt;/div&gt;&lt;div lang="id-ID"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div lang="id-ID"&gt;Saudara – saudaraku yang dirahmati Allah!&lt;/div&gt;&lt;div lang="id-ID"&gt;Aku  pernah mengalami hal yang menarik masalah ini. Pernah seseorang memberi  saran, “akh, antum itu jangan berorientasi kepada akhirat saja, dunia  ini juga harus dipikirkan”. Pernah juga dikasih saran, “Ingat dunia dan  akhirat, harus diseimbangkan”. Terkadang Aku tersenyum ketika diberi  saran seperti itu, karena, keadaan sekarang menjadi lucu. Banyak orang  yang mengait-ngaitkan hal dunia ini dengan bertopengkan Islam, contohnya  seperti seseorang yang bekerja atau kuliah tetapi meninggalkan dakwah  itu sendiri dengan dalil bekerja dan kuliah itu adalah ibadah. Coba kita  hitung, berapa banyak waktu yang telah kita luangkan untuk memikirkan  agama-Nya ini dalam 1 hari? Banyak mana kalau dibandingkan dengan waktu  yang kita gunakan untuk dunia ini?&lt;/div&gt;&lt;div lang="id-ID"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div lang="id-ID"&gt;Dalam buku “&lt;em&gt;Sosiologi dengan pendekatan Membumi&lt;/em&gt;“  jilid 1 karangan James M Henselin (hal 8) disebutkan bahwa ada suatu  kaum yang berpendapat bahwa tanda tuhan dekat dengan mereka adalah  dengan melihat jumlah harta yang mereka miliki. Sehingga kaum itu  berlomba-lomba mencari harta kekayaan. Hal ini sudah diteliti sehingga  itu menjadi salah satu penyebab timbulnya kapitalisme di dunia ini.  Ilmuan menyebut perilaku ini dengan “Etika Protestan”. apakah etika ini  sesuai dengan islam? Jawabannya tentu tidak. Karena janganlah kita  menyerupai suatu umat.&lt;/div&gt;&lt;div lang="id-ID"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div lang="id-ID"&gt;Allah  telah melarang kita untuk berlomba-lomba hanya mencari kesenangan dunia.  Dalam surat At Takatsur (yang mungkin antum hafal), diceritakan tentang  hal itu.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;“Bermegah-megahan telah melalaikan kamu. Sampai  kamu masuk ke dalam kubur. Janganlah begitu, kelak kamu akan mengetahui  (akibat perbuatanmu itu), dan janganlah begitu, kelak kamu akan  mengetahui. Janganlah begitu, jika kamu mengetahui dengan pengetahuan  yang yakin, niscaya kamu benar-benar akan melihat neraka Jahiim, dan  sesungguhnya kamu benar-benar akan melihatnya dengan ‘ainul yaqin,  kemudian kamu pasti akan ditanyai pada hari itu tentang kenikmatan (yang  kamu megah-megahkan di dunia itu).” (At-Takatsur: 1-8)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Surat  ini turun dulu ketika ada dua kelompok yang saling membanggakan diri  dan kekayaan satu sama lain. Sehingga Allah menegur perilaku mereka  dengan surat ini.&lt;br /&gt;&lt;div lang="id-ID"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div lang="id-ID"&gt;Saudara – saudaraku yang dirahmati Allah SWT!&lt;/div&gt;&lt;div lang="id-ID"&gt;Ketahuilah  sesungguhnya bahwa kesenangan itu tidak akan habis-habisnya jika di  kejar terus menerus. Makanya terkadang cobaan yang paling berat adalah  ketika kita dihadapi dengan sebuah kesenangan dan kenyamanan. Ini semua  tidak bisa dipungkiri, karena terlalu banyak bukti yang nyata di dalam  Al-Qur’an dan As-Sunnah. Pernah dengar kisah kehidupan Qarun? Qarun dulu  adalah ahli ibadah sebelum dia menjadi kaya, tetapi bagaimana kah  sikapnya setelah mendapatkan kesenangan dari Allah SWT? Dia berubah  menjadi orang-orang yang fasik, dia menganggap bahwa semua harta  kekayaannya itu berasal dari jerih payahnya, bukan dari Allah. Sehingga  Allah membenamkan ia bersama denga harta-hartanya ke dalam perut bumi.&lt;/div&gt;&lt;div lang="id-ID"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div lang="id-ID"&gt;Pernahkah  kita berfikir tentang kenikmatan akhirat yang ditawarkan oleh Allah  SWT? padahal itu semua lebih baik dan tiada bandingannya kalau  dibandingkan dengan nikmat dunia.&lt;/div&gt;“…Padahal kenikmatan hidup di dunia ini (dibandingkan dengan kehidupan) diakhirat hanyalah sedikit.” (At-Taubah: 38)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div lang="id-ID"&gt;Lalu  mengapa manusia masih senantiasa mengejar nikmat dunia dibandingkan  dengan nikmat akhirat? Jawabannya satu, karena nikmat akhirat tidak  tampak dan tidak bisa dirasakan saat ini. Begitulah kedangkalan visi  dari orang-orang saat ini. Mereka dibuai oleh nikmat-nikmat dunia yang  nyata sehingga itu menumpulkan semangat mereka untuk mendapatkan suatu  hal yang lebih besar dibalik semua ini. Di dalam ilmu psikologi, Piaget,  seorang ahli psikologi, mengatakan bahwa seorang anak-anak membutuhkan  hal yang konkrit (nyata) untuk menambah pemahaman baru di dalam  pemikiran mereka sedangkan orang-orang dewasa sudah bisa berfikir secara  abstrak. Nah, semua kejadian ini membuktikan bahwa kedewasaan di dalam  diri manusia itu masih terlalu kurang. an berharap semoga kita semua  adalah orang-orang yang pemikirannya sudah dewasa sehingga kita tidak  terlena dengan hal-hal yang tampak saat ini.&lt;/div&gt;&lt;div lang="id-ID"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div lang="id-ID"&gt;Saudara – saudaraku yangg dirahmati ALLAH!&lt;/div&gt;&lt;div lang="id-ID"&gt;Untuk  itu, kita sebagai pejuang-pejuang islam di masa depan, mari kita  berzuhud terhadap dunia ini. Ingat kehidupan di dunia ini hanya  sementara, kita boleh mencari kesenangan dunia tetapi jangan kita jadi  kan itu sebagai tujuan hidup kita, tujuan hidup kita hanya untuk Allah.  Karena tawaran yang diberikan oleh Allah itu lebih baik dari pada apa  yang ada didunia ini. Yakinlah akan hal itu!&lt;/div&gt;&lt;div lang="id-ID"&gt;Wallahu a’lam bish shawab&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/892391045921823169-7887682045801870418?l=layout4al.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://layout4al.blogspot.com/feeds/7887682045801870418/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://layout4al.blogspot.com/2011/06/salahkah-ketika-mendapatkan-sebuah.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/892391045921823169/posts/default/7887682045801870418'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/892391045921823169/posts/default/7887682045801870418'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://layout4al.blogspot.com/2011/06/salahkah-ketika-mendapatkan-sebuah.html' title='Salahkah Ketika Mendapatkan Sebuah kesenangan?'/><author><name>jihada</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00469669206995905023</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/-S32xnLUL2wg/Tc80v2QIrgI/AAAAAAAAABE/oudbQoA1wvQ/s220/SDC13941.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-892391045921823169.post-8631236510656835889</id><published>2011-06-07T05:38:00.000-07:00</published><updated>2011-06-07T05:38:39.502-07:00</updated><title type='text'>Cerita Jin Dari Chicago</title><content type='html'>&lt;h2 class="singlePageTitle"&gt;&lt;/h2&gt;&lt;span class="postedby"&gt;Oleh: &lt;a href="http://www.dakwatuna.com/author/ustadz/" title="Profil dari Dr. Amir Faishol Fath"&gt;DR. Amir Faishol Fath&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div id="dd_ajax_float" style="display: block; margin-left: -120px; position: fixed; top: 16px;"&gt;&lt;div class="dd_button_v"&gt;&lt;a class="google-buzz-button" data-button-style="normal-count" data-url="http://www.dakwatuna.com/2007/11/298/spiritual-journey-to-amerika-bag-8/" href="http://www.google.com/buzz/post" style="text-decoration: none;" title="Post on Google Buzz"&gt;&lt;span class="buzz-counter" dir="ltr" id="buzz-348601162"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="dd_button_v"&gt;&lt;span class="db-wrapper db-clear db-medium"&gt;&lt;span&gt;&lt;span class="db-container db-submit"&gt;&lt;span class="db-body db-medium"&gt;&lt;span class="db-count"&gt;0&lt;/span&gt;&lt;a class="db-anchor" href=""&gt;digg&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="dd_button_v"&gt;&lt;div id="dd_comments"&gt;&lt;a class="clcount" href="http://www.dakwatuna.com/2007/11/298/spiritual-journey-to-amerika-bag-8/#respond"&gt;&lt;span class="ctotal"&gt;5&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="dd_button_extra_v"&gt;&lt;div class="st_email_custom"&gt;&lt;span id="dd_email_text"&gt;email&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="dd_button_extra_v"&gt;&lt;div id="dd_print_button"&gt;&lt;span id="dd_print_text"&gt;&lt;a href=""&gt;print&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="dd_content_wrap"&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;Pagi itu udara di Chicago terasa segar. Tidak terlalu dingin. Aku baru  tiba di Airport. Pak Rukli ternyata sudah stand by menungguku. Aku  sangat senang dengan pertemuan itu. Sore harinya aku menyampaikan  pengajian di tengah masyarakat Indonesia di KJRI Chicago. Di tempat itu  aku bertemu dengan Pak Iskandar, yang kemudian mempersilahkan aku agar  menginap di rumahnya. Sepanjang perjalanan menuju rumahnya banyak cerita  yang aku dapatkan dari Pak Iskandar. Di antaranya cerita Jin ajaib.  Cerita jin sebenarnya sudah sangat masyhur, tetapi aku baru mendengarnya  di Chicago.&lt;br /&gt;Memang masalah jin di Indonesia sangat merebak.  Sampai-sampai pernah ada buku best seller yang judulnya “Dialog Dengan  Jin Muslim”. Belum lagi adanya acara khusus di televisi dengan judul  “Tim Pemburu Hantu”. Banyaknya pengobatan dengan cara-cara &lt;em&gt;ruqyah&lt;/em&gt;  bisa dikatakan popular setelah banyaknya orang-orang yang kesurupan  jin. Sampai-sampai ada majalah khusus tadinya bernama Majalah Ghaib tapi  kini berubah nama menjadi Majalah Al Iman bil Ghaib. Majalah ini khusus  menangani konsultasi yang berkenaan dengan masalah Per-jinan.&lt;br /&gt;Tetapi  ternyata masalah jin ini tidak berkembang di tengah masyarakat Islam  Indonesia di Amerika. Sepanjang perjalanan mengunjungi mereka tidak ada  pertanyaan mengenai masalah Jin. Aku tidak tahu, apakah mereka memang  tidak pernah mengalami kesurupan seperti yang akhir-akhir ini banyak di  alami masyarakat Indonesia. Sampai-sampai sering terjadi kesurupan  massal di kalangan anak sekolah.&lt;br /&gt;Ada saja dengan umat Islam di  Indonesia, kok sampai masalah Jin menjadi malapetaka yang tidak saja  menggangu stabilitas belajar melainkan lebih dari itu marusak akidah.  Acara penampakan, uka-uka, uji nyali dan lain sebagainya bisa dikatakan  menjadi ajang bisnis yang tidak pernah kering.&lt;br /&gt;Mengapa cara ber-Islam kita menjadi tidak produktif?&lt;br /&gt;Mengapa  permasalah jin yang sebenarnya itu ”dunia” , kok malah kita sibuk-sibuk  mengurusnya? Apakah tidak ada acara lain yang lebih menarik dari itu?.&lt;br /&gt;Di  Amerika, masyarakat muslim yang sempat aku temui tidak ada yang  mempertanyakan masalah itu. Pertanyaan utama yang sangat mereka butuhkan  adalah bagaimana menguatkan Iman. Sebab mereka tahu bahwa iman adalah  bekal utama untuk menyelamatkan diri dari kungkungan materialisme.  Mereka sudah bosan dengan acara-acara hiburan. Mereka benar-benar butuh  bimbingan iman secara benar.&lt;br /&gt;Dalam sebuah pengajian pernah ada  yang bertanya: Pak Ustadz bagiamana caranya supaya negeri kita menjadi  bersih dari Korupsi, Kolusi dan Nepotisme (KKN)? Mendengar pertanyaan  ini, seketika aku langsung ingat dengan kisah Pak Iskandar tentang Jin,  yang pernah ia ceritakan kepadaku. Maka aku kisahkan lagi cerita Pak  Iskandar sebagai jawaban atas pertanyaan tersebut. Ceritanya begini:&lt;br /&gt;Pernah  suatu hari seorang nelayan ketika menarik jaringnya, tiba-tiba ada  sebuah botol yang nyangkut. Ketika dibuka botol tersebut, keluarlah jin  raksasa. Jin itu merasa bahagia, karena sudah bertahun-tahun ia ingin  keluar, tetapi baru saat itu mendapatkan kesempatan. Karena saking  gembiranya jin raksasa berkata kepada sang nelayan, agar minta apa saja  dan ia akan memenuhinya. Sang nelayan sangat senang dengan tawaran itu.  Ia minta diberi kesempatan berpikir, memilih permintaan yang paling  penting dan menentukan. Setelah beberapa saat berpikir sang nelayan  mengajukan tiga permintaan: Pertama tolong kembalikan kurs dollar ke  harga semula menjadi dua ribu lima ratus rupiah.&lt;br /&gt;Kedua, tolong kembalikan semua kekayaan mantan Presiden Suharto ke Indonesia.&lt;br /&gt;Ketiga, tolong hilangkan KKN yang sudah mendarah daging di Indonesia.&lt;br /&gt;Mendengar  permintaan tersebut jin raksasa terdiam seribu bahasa. Lalu ia minta  agar dimasukkan lagi ke dalam botol lagi. Seraya berkata: “Lebih baik  aku berada dalam botol dari pada harus menyelesaikan masalah-masalah  tersebut”.&lt;br /&gt;Mendengar cerita itu para hadirin pengajian tertawa.  Masing-masing mereka mengambil kesimpulan bahwa masalah-masalah KKN itu  bisa dikatakan sudah mendarah daging di negeri kita. Kapankah KKN bisa  dihilangkan dari negeri kita tercinta, Indonesia?. Wallahu a’lam bish  shawab.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/892391045921823169-8631236510656835889?l=layout4al.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://layout4al.blogspot.com/feeds/8631236510656835889/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://layout4al.blogspot.com/2011/06/cerita-jin-dari-chicago.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/892391045921823169/posts/default/8631236510656835889'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/892391045921823169/posts/default/8631236510656835889'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://layout4al.blogspot.com/2011/06/cerita-jin-dari-chicago.html' title='Cerita Jin Dari Chicago'/><author><name>jihada</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00469669206995905023</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/-S32xnLUL2wg/Tc80v2QIrgI/AAAAAAAAABE/oudbQoA1wvQ/s220/SDC13941.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-892391045921823169.post-7720670273200064046</id><published>2011-06-07T02:06:00.000-07:00</published><updated>2011-06-07T02:06:03.302-07:00</updated><title type='text'>Tentukan Perubahan - Jangan Menunggu!</title><content type='html'>&lt;div&gt;&lt;/div&gt;Ditulis oleh: Anne Ahira&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak orang yang suka mengeluh dalam &lt;br /&gt;hidupnya. Misalnya, dengan menyalahkan &lt;br /&gt;nasib buruk yang menimpanya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tentu saja cara ini tidak akan pernah menjadikan &lt;br /&gt;kehidupannya menjadi lebih baik, bukan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada pepatah bijak mengatakan :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&lt;em&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; "You can not chance the wind direction,&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; but you can only chance your wing &lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; direction"&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita&amp;nbsp; tidak akan pernah bisa merubah &lt;br /&gt;arah angin, yang dapat kita lakukan &lt;br /&gt;adalah mengubah arah sayap.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan kata lain...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;'Realita' kehidupan tidak akan berubah&lt;br /&gt;kecuali kita sendirilah yang mengubah&lt;br /&gt;'sudut pandang' terhadap realita yang ada! &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;strong&gt;Fakta: &lt;/strong&gt;"Tidak ada seorang pun yang &lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; memilihkan kita untuk sukses. Kita sendirilah&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; yang menentukan pilihan tersebut!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kebanyakan orang akan tertarik sejenak &lt;br /&gt;ketika diingatkan akan hal di atas, tapi &lt;br /&gt;kemudian berlalu kembali.... Sementara &lt;br /&gt;waktu terus berjalan, dan akhirnya tidak &lt;br /&gt;pernah ada perubahan dalam hidupnya! &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sangat disayangkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seringkali orang tidak berani melakukan &lt;br /&gt;perubahan dalam hidupnya. Dia hanya &lt;br /&gt;menunggu, dan menunggu adanya &lt;br /&gt;perubahan tersebut. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menunggu bantuan orang lain, menunggu &lt;br /&gt;bantuan teman untuk mendapatkan &lt;br /&gt;pekerjaan yang enak, sampai menunggu &lt;br /&gt;warisan ;-) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekarang logikanya, jika memang hanya &lt;br /&gt;dengan menunggu perubahan itu akan &lt;br /&gt;datang, maka jumlah orang sukses &lt;br /&gt;seharusnya jauh lebih banyak. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bukankah kenyatannya tidak demikian?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu, jika ingin sukses, apa yang &lt;br /&gt;seharusnya kita lakukan? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Ciptakan perubahan! &lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jangan selalu menunggu orang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berikut beberapa tips yang bisa membantu &lt;br /&gt;kita untuk menciptakan perubahan:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;1. &lt;em&gt;Do your best, whatever happens &lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; will be for the best! &lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Lakukan dan selesaikan semua tugas&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; dan pekerjaan semaksimal mungkin, &lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; bukan hanya terus menunggu dan &lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; berharap. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Lakukan semuanya dengan tujuan &lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; untuk selalu mendapatkan hasil *terbaik* &lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; yang bisa anda capai!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;2. Mulai buat jaringan seluas-luasnya. &lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Dengan banyak mengenal orang, &lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; maka pengetahuan kita akan semakin &lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; bertambah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Seseorang yang kelihatannya sederhana &lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; bisa jadi menyimpan kedalaman ilmu &lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; yang tidak kita duga! &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Oleh sebab itu, alangkah bijaknya jika &lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; kita menjadikan 'setiap orang adalah guru' &lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; dan kehidupan ini adalah universitasnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;3. Berusahalah selalu untuk bersikap proaktif. &lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Sikap ini sangat diperlukan jika ingin &lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; mendapatkan kesempatan yang lebih &lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; luas dan cepat dalam berbagai macam hal!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;4. Bersikaplah Fleksibel. &lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Cobalah untuk memahami suatu hal &lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; dari berbagai sudut pandang. Jangan &lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; terpaku pada satu cara, yang bisa jadi &lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; tidak lagi relevan kita gunakan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Dengan bersikap fleksibel, wawasan &lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; kita akan semakin bertambah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Satu hal penting yang harus selalu diingat:&lt;br /&gt;Kita-lah yang memutuskan untuk berubah. &lt;br /&gt;Kita-lah yang menentukan menjadi sukses, &lt;br /&gt;bukan orang lain!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika pilihan sukses tidak pernah kita ambil, &lt;br /&gt;maka orang lain akan mengambil pilihan tersebut. &lt;br /&gt;Dan, kita akhirnya hanya akan menyaksikan &lt;br /&gt;kesuksesan mereka, tanpa pernah merasakannya...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bukankah anda tidak berharap demikian?&lt;br /&gt;Jika memang tidak, tentukan perubahan... &lt;br /&gt;&lt;strong&gt;MULAI HARI INI&lt;/strong&gt;. Jangan terus menunggu! ^_^&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sukses untuk ANDA :-)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/892391045921823169-7720670273200064046?l=layout4al.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://layout4al.blogspot.com/feeds/7720670273200064046/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://layout4al.blogspot.com/2011/06/tentukan-perubahan-jangan-menunggu.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/892391045921823169/posts/default/7720670273200064046'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/892391045921823169/posts/default/7720670273200064046'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://layout4al.blogspot.com/2011/06/tentukan-perubahan-jangan-menunggu.html' title='Tentukan Perubahan - Jangan Menunggu!'/><author><name>jihada</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00469669206995905023</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/-S32xnLUL2wg/Tc80v2QIrgI/AAAAAAAAABE/oudbQoA1wvQ/s220/SDC13941.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-892391045921823169.post-2822223358556465624</id><published>2011-05-31T07:36:00.001-07:00</published><updated>2011-05-31T07:36:57.173-07:00</updated><title type='text'>Utang, Bermanfaat atau Mencelakakan?</title><content type='html'>&lt;!-- e:dibaca, komentar, ukuran font --&gt;                                    &lt;!--IMAGES --&gt;                     &lt;!-- s: headline --&gt;                   &lt;div class="multi_foto_wide"&gt;     &lt;div id="foto1" style="display: block;"&gt;          &lt;img src="http://stat.k.kidsklik.com/data/photo/2009/11/09/1024332620X310.jpg" width="630" /&gt;&amp;nbsp;&lt;span class="pb_10"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="right w310 pl_10 pb_10 pt_5"&gt;&lt;!--TERKAIT END --&gt;                       &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;strong&gt;KOMPAS.com - &lt;/strong&gt;“Selamat pagi Pak Fulan, saya ucapkan selamat ternyata nama Bapak masuk dalam daftar prioritas Bank kami untuk mendapatkan Kartu Kredit Platinum dengan syarat ringan saja. Plus bonus untuk Bapak, bebas iuran tahunannya untuk dua tahun pertama.” Tawaran yang menarik bukan? Saya yakin pembaca yang budiman sering mendapatkan tawaran seperti ini. Tahukah anda bahwa dibalik pernyataan yang menggiurkan itu ada perangkap yang disebut “UTANG”?&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Utang berarti mengurangi daya beli kita dimasa yang akan datang. Kalau pengurangan daya beli tersebut bertambah terus (alias utangnya bertambah terus), alhasil kita akan kehilangan daya beli di kemudian hari. Hal tersebut sering disebut terjerat utang. Kita mendapatkan penghasilan hanya untuk menutupi utang-utang kita. Lantas bagaimana nasib beban finansial lainnya? Seperti kebutuhan pokok, uang sekolah anak, transport, listrik, telpon dan lain-lain?, mencari utang baru?, makin terpuruk dong.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Di sisi lain utang juga sebagai penolong, sering kita dihadapkan pada situasi, butuh dana segera sedangkan penghasilan kita saat itu tidak mencukupi. Tentu salah satu solusinya adalah berutang. Lantas bagaimana kita mengelolanya agar kita terhindar dari cengkraman utang. Dua pertanyaan berikut akan mengarahkan anda agar terhindar dari cengkraman utang. Apakah penghasilan saya mampu membayar pinjaman / kredit sesuai yang diperjanjikan dimasa yang akan datang?&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Jebakan utang bermula pada saat kita tidak waspada akan kemampuan kita sendiri. Karena kemudahan akan meminjam atau mengambil kredit, membuat kita lupa akan kewajiban kita dikemudian hari untuk membayar cicilannya. Besar pasak daripada tiang merupakan ancaman serius kalau kita kurang waspada. Selalu sempatkan mengevaluasi dahulu kemampuan kita sebelum memutuskan untuk mengambil pinjaman atau kredit. Saya sarankan seluruh jumlah cicilan yang harus dibayar di bulan-bulan berikutnya tidak lebih dari 30 persen dari total penghasilan bulanan.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Apakah pinjaman / kredit didasarkan pada kebutuhan saya atau hanya keinginan saya? Sangat tipis memang perbedaan antara kebutuhan dan keinginan. Seorang teman mendefinisikan, untuk membedakan antara kebutuhan dan keinginan, harus dilihat dari segi fungsinya. Sesuatu dikatakan sebagai keinginan kalau sudah merupakan tambahan atas fungsi utamanya. Jadi kata kuncinya adalah pada fungsi.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Contoh sederhana, makan adalah kebutuhan yang tidak terelakan. Bukan cuma manusia, setiap makhluk hidup butuh yang namanya makan. Makan akan memberikan tenaga dan kesehatan bagi manusia, maka makan makanan yang bergizi adalah kebutuhan kita semua. Makanan memiliki fungsi utama sebagai sumber energi untuk tubuh. Sedangkan memberikan rasa enak adalah fungsi tambahan dari makanan. Maka makanan enak adalah keinginan, bukan kebutuhan. Tapi bukan berarti tidak boleh makan makanan yang enak-enak. Hanya saja kita perlu mempertimbangkan dulu apakah pengeluaran untuk makanan enak itu akan mengorbankan kebutuhan yang lain atau tidak.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Nah, serupa halnya dalam mengambil keputusan pengambilan pinjaman atau kredit. Karena kita akan mengorbankan daya beli kita dimasa yang akan datang, sebaiknya tekankan pinjaman atau kredit pada fungsi utamanya, sesuai kebutuhan kita. Bersabar dahulu atas keinginan kita untuk mendapatkan fungsi tambahannya.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Sebagai contoh, memiliki rumah sendiri adalah kebutuhan setiap orang. Selain manfaat untuk bernaung dan berlindung, memiliki rumah sendiri juga memberikan keuntungan pertambahan nilainya. Harga tanah biasanya tidak pernah menurun. Satu diantara cara untuk memiliki tempat tinggal adalah dengan Kredit Pemilikan Rumah memelalui Bank. Tinjau dulu kemampuan penghasilan kita untuk membayar cicilannya dan jangan lupa mempelajari persyaratan yang dikenakan oleh Bank tersebut. Sebagai nasabah kita memiliki kekuatan untuk tawar menawar dalam hal kondisi utang piutang, cara pembayaran dan penentuan suku bunga kreditnya. Dan jangan lupa untuk menekan keinginan yang berlebihan. Kalau masih tinggal sendiri, kita tidak membutuhkan 5 kamar tidur, bukan?&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Kita tidak perlu takut untuk berutang selama kita waspada pada kemampuan dan kebutuhan atas manfaat dari utang tersebut. Akan menjadi mencelakakan bila kita lengah. Nah bagaimana halnya apabila anda terlanjur memiliki utang, dan ingin mengetahui apakah anda sudah masuk pada cengkraman utang atau belum?&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Cocokkan perilaku anda terhadap kredit atau pinjaman dengan pernyataan-pernyataan berikut :&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;1. Selalu atau sering terlambat membayar tagihan anda.&lt;br /&gt;2. Selalu atau sering kali melakukan pembayaran kartu kredit pada batas minimum. &lt;br /&gt;3. Menggunakan kartu kredit untuk membeli barang-barang mewah.&lt;br /&gt;4. Mencari pinjaman baru untuk menutupi utang lama. &lt;br /&gt;5. Menarik nilai tunai dari polis asuransi anda. &lt;br /&gt;6. Tidak memiliki saldo yang berarti dalam tabungan anda. &lt;br /&gt;7. Meminjam uang dari teman anda.&lt;br /&gt;8. Anda sangat berharap dan mengandalkan kenaikan gaji atau bonus dan lembur untuk membiayai kebutuhan bulanan anda. &lt;br /&gt;9. Mengambil kredit untuk kendaraan dan peralatan rumah tangga pada Bank atau Institusi Finansial lainnya. &lt;br /&gt;10. Sering menggunakan kartu kredit untuk menarik uang tunai.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Bila lebih dari 4 pernyataan diatas sesuai dengan perilaku anda saat ini, Anda sudah berada dalam masalah keuangan. Maka yang seharusnya anda lakukan adalah:&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Tekan pengeluaran hingga menghasilkan surplus untuk dapat anda sisihkan.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Buat daftar prioritas pelunasan utang dibulan berikutnya dari surplus yang didapat.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Bila masih belum mencukupi, tingkatkan penghasilan Anda dengan bekerja lebih keras dan cerdas.&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;/div&gt;Semoga bermanfaat, dan bila masih tertarik lebih detail mengenai masalah financial akibat utang, tunggu sekuel ulasan kami bertemakan Bebas dari cengkraman Utang dalam waktu dekat. &lt;strong&gt;(Budi Cahyadi, MM, CFP®/Financial Planner, TGRM Financial Planning Services)&lt;/strong&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/892391045921823169-2822223358556465624?l=layout4al.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://layout4al.blogspot.com/feeds/2822223358556465624/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://layout4al.blogspot.com/2011/05/utang-bermanfaat-atau-mencelakakan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/892391045921823169/posts/default/2822223358556465624'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/892391045921823169/posts/default/2822223358556465624'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://layout4al.blogspot.com/2011/05/utang-bermanfaat-atau-mencelakakan.html' title='Utang, Bermanfaat atau Mencelakakan?'/><author><name>jihada</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00469669206995905023</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/-S32xnLUL2wg/Tc80v2QIrgI/AAAAAAAAABE/oudbQoA1wvQ/s220/SDC13941.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-892391045921823169.post-5191479847579063667</id><published>2011-05-25T07:50:00.000-07:00</published><updated>2011-05-25T07:50:57.528-07:00</updated><title type='text'>HAVE YOU EVER REALLY LOVED A WOMAN</title><content type='html'>&lt;iframe src="http://www.youtube.com/embed/3v7rDQEF9Rc?fs=1" allowfullscreen="" frameborder="0" height="344" width="425"&gt;&lt;/iframe&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/892391045921823169-5191479847579063667?l=layout4al.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://layout4al.blogspot.com/feeds/5191479847579063667/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://layout4al.blogspot.com/2011/05/have-you-ever-really-loved-woman.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/892391045921823169/posts/default/5191479847579063667'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/892391045921823169/posts/default/5191479847579063667'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://layout4al.blogspot.com/2011/05/have-you-ever-really-loved-woman.html' title='HAVE YOU EVER REALLY LOVED A WOMAN'/><author><name>jihada</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00469669206995905023</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/-S32xnLUL2wg/Tc80v2QIrgI/AAAAAAAAABE/oudbQoA1wvQ/s220/SDC13941.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://img.youtube.com/vi/3v7rDQEF9Rc/default.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-892391045921823169.post-6746753646968322929</id><published>2011-05-25T07:41:00.000-07:00</published><updated>2011-05-25T07:41:25.385-07:00</updated><title type='text'>Ensiklopedi Fikih: A'immah (Imam)</title><content type='html'>Definisi A'immah:&lt;div id="newstext"&gt; &lt;br /&gt;1. A'immah secara bahasa: siapa saja yang diikuti, baik itu  ketua, kepala, pemimpin atau yang lainnya. Mufrod-nya (kata tunggal):  Imam. Tak jauh bedanya antara makna istilah dan makna secara bahasa  (linguistik), diikuti secara umum dalam hal yang positif maupun negatif,  dengan sukarela atau terpaksa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa pengertian secara istilah:&lt;br /&gt;2. Para nabi mutlak disebut "imam" karena setiap makhluk wajib mengikuti mereka. Allah berfirman tentang para nabi, &lt;em&gt;"Dan kami jadikan mereka pemimpin (imam) yang dipandu oleh perintah kami."&lt;/em&gt; (QS Al-Anbiya: 73).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3.  Para khalifah juga disebut "imam" karena mereka mengurus kepentingan  rakyat dan wajib bagi rakyat untuk mengikutinya, menerima hukum dan  aturannya. Dan kepemimpinan mereka disebut juga kepemimpinan besar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada  juga "imam" dalam shalat jamaah, dan kepemimpinan ini disebut juga  dengan pemimpin kecil. Karena siapa pun yang ikut shalat di belakang  mereka, maka mereka harus mengikuti gerakan imam. Rasulullah Saw  bersabda, "Sesungguhnya imam ditunjuk untuk diikuti, jika ia rukuk maka  rukuklah, dan jika ia sujud maka bersujudlah, jangan (melakukan gerakan)  berbeda imam kalian." (HR Ahmad).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terdapat perbedaan pendapat antara ulama yang satu dengan ulama yang lain dalam mendefinisikan "imam". &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para  ulama madzhb yang empat juga disebut "imam". Dan jika disebut "Imam  yang empat", maka hal itu merujuk pada Imam Hanafi, Imam Malik, Imam  Syafi'i dan Imam Hanbali.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="newsmeta"&gt;&lt;b&gt;Sumber:&lt;/b&gt; Al-Mausu'ah Al-Fiqhiyyah&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/892391045921823169-6746753646968322929?l=layout4al.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://layout4al.blogspot.com/feeds/6746753646968322929/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://layout4al.blogspot.com/2011/05/ensiklopedi-fikih-aimmah-imam.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/892391045921823169/posts/default/6746753646968322929'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/892391045921823169/posts/default/6746753646968322929'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://layout4al.blogspot.com/2011/05/ensiklopedi-fikih-aimmah-imam.html' title='Ensiklopedi Fikih: A&apos;immah (Imam)'/><author><name>jihada</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00469669206995905023</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/-S32xnLUL2wg/Tc80v2QIrgI/AAAAAAAAABE/oudbQoA1wvQ/s220/SDC13941.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-892391045921823169.post-2013770624989256498</id><published>2011-05-25T07:39:00.000-07:00</published><updated>2011-05-25T07:39:12.142-07:00</updated><title type='text'>Ensiklopedi Fikih: Aba'u (Orang tua)</title><content type='html'>Definisi Aba'u:&lt;div id="newstext"&gt; 1. Aba'u adalah jamak Abun (bapak), ayah atau orang tua. Kaidah-kaidah umum dari Aba'u juga menyertakan ibu, kakek dan nenek.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari  segi bahasa diperbolehkan menggunakan istilah "aba'u" (orang tua)  secara umum terhadap kakek-nenek, karena keberadaan merekalah seseorang  lahir ke dunia. Paman juga dapat dimasukkan dalam kategori "aba'u"  (orang tua) karena secara metaforis, paman juga disebut ayah atau orang  tua. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal ini berdasarkan firman Allah SWT yang memberitahu kita tentang anak-anak Yakub as. &lt;em&gt;"Mereka berkata, kami menyembah Tuhanmu dan Tuhan nenek moyangmu (orang tuamu), Ibrahim, Ismail dan Ishaq."&lt;/em&gt; Ismail adalah pamannya Ya'kub.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2.  Kata "aba'u" (orang tua) dipergunakan oleh para fuqaha (ulama fikih)  dengan makna orang tua laki-laki, sebagaimana penggunaan dari segi  bahasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengertian secara umum:&lt;br /&gt;3. Para fuqaha berbeda  pendapat dalam menggunakan frasa ini dalam bentuk, sifat atau jenisnya,  terutama dalam penyebutan kakek-nenek. Perbedaan mereka terutama pada  lafadz (pengucapan), apakah benar bahwa yang dimaksud lafadz tersebut  dalam arti sebenarnya atau kiasan, atau kedua-duanya dalam waktu  bersamaan. Namun pengertian "orang tua" yang merujuk pada kakek-nenek  mereka anggap sebagai metafora atau kiasan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut pendapat  Hanafi, tidak benar bahwa makna lafadz yang dimaksudkan adalah arti yang  sebenarnya maupun kiasan dalam waktu yang sama, karena lebih diutamakan  yang dominan daripada yang berikutnya. Sa'duddin At-Taftazani berkata,  "Jika kaum Muslimin menjamin keamanan kaum kafir pada bapak-bapak dan  ibu-ibunya, maka kakek-kakek dan nenek-nenek mereka tidak mendapatkan  jaminan keamanan. " &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam Fatawa Al-Hindiyah bab wasiat, yang  dikutip dari Al-Muhith, dikatakan, "Jika diwasiatkan kepada bapak (orang  tua) fulan dan fulan, maka mereka memiliki ayah dan ibu yang termasuk  dalam wasiat. Bahkan jika mereka tidak memiliki ayah dan ibu, mereka  memiliki kakek dan nenek, namun tidak termasuk dalam wasiat." &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun  bagi madzhab Syafi'i, maksud lafadz "aba'u" dalam arti sebenarnya  maupun kiasan, bisa terjadi pada waktu bersamaan. Mungkin ini didasarkan  pada apa dikatakan Ar-Ramli, "Aku berwasiat kepada bapak (orang tua) si  fulan, termasuk kakek-nenek dari dari kedua belah pihak. Maksudku, baik  dari pihak ayah maupun ibu."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4 Biasanya hal ini (aba'u) dibahas oleh para fuqaha dalam masalah wasiat dan masalah keamanan.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="newsmeta"&gt;&lt;b&gt;Sumber:&lt;/b&gt; Al-Mausu'ah Al-Fiqhiyyah&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/892391045921823169-2013770624989256498?l=layout4al.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://layout4al.blogspot.com/feeds/2013770624989256498/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://layout4al.blogspot.com/2011/05/ensiklopedi-fikih-abau-orang-tua.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/892391045921823169/posts/default/2013770624989256498'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/892391045921823169/posts/default/2013770624989256498'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://layout4al.blogspot.com/2011/05/ensiklopedi-fikih-abau-orang-tua.html' title='Ensiklopedi Fikih: Aba&apos;u (Orang tua)'/><author><name>jihada</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00469669206995905023</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/-S32xnLUL2wg/Tc80v2QIrgI/AAAAAAAAABE/oudbQoA1wvQ/s220/SDC13941.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-892391045921823169.post-2635242425878959178</id><published>2011-05-25T07:34:00.001-07:00</published><updated>2011-05-25T07:34:50.106-07:00</updated><title type='text'>Ensiklopedi Fikih: Ittiba' (Mengikuti)</title><content type='html'>&lt;h1&gt;&lt;/h1&gt;&lt;div id="newstext"&gt;&lt;strong&gt;Definisi &lt;em&gt;Ittiba'&lt;/em&gt; (mengikuti):&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Dari  segi bahasa, ittiba' berarti berjalan di belakang orang lain, mengikuti  perkataan dan perbuatan orang lain, atau tuntutan untuk mengikuti orang  lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam segi istilah, ittiba' berarti kembali kepada  kata-kata yang telah terbukti menjadi hujjah (argumen), sebagaimana  ditetapkan para ulama bahasa (linguistik) dalam beberapa bab dan telah  menjadi suatu ketetapan.&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;br /&gt;Kata-kata yang relevan:&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Kata yang serupa dengan ittiba' adalah &lt;em&gt;taklid&lt;/em&gt; (tradisi). Taklid adalah adalah melakukan suatu perbuatan berdasarkan perkataan orang lain tanpa argumen &lt;em&gt;(hujjah)&lt;/em&gt;.&amp;nbsp; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam  perbuatan, taklid adalah melakukan sesuatu sebagaimana yang digambarkan  dalam sebuah resep (dokter atau lainnya). Dalam perkataan, taklid  adalah memenuhi kehendak orang yang menuntut dilakukannya suatu  perbuatan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kata lain yang sama dengan ittiba' adalah &lt;em&gt;iftida'&lt;/em&gt; (meniru). Iftida' adalah mengikuti jejak seseorang. Ia melakukan suatu perbuatan sebagaimana yang dicontohkan orang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain itu, kata yang sama maknanya dengan ittiba' adalah &lt;em&gt;qudwah&lt;/em&gt; (teladan). Qudwah adalah asal (pokok) yang menciptakan sejumlah cabang.&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;br /&gt;Hukum umum:&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Terdapat perbedaan hukum dalam &lt;em&gt;taklif&lt;/em&gt;  (pembebanan) ittiba'. Kadangkala ia menjadi wajib, jika itu menyangkut  ketaatan kepada Allah SWT, menegakkan syariat-Nya, dan mengikuti sunnah  Rasulullah Saw dalam urusan agama. Tidak ada perbedaan dalam  melaksanakan ketentuan-ketentuan ini bagi seluruh umat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adapun  perbuatan-perbuatan Nabi Saw yang dilakukan berdasarkan tabiat (watak)  beliau, maka para ulama sepakat bahwa hukum mengikutinya adalah mubah  (boleh). Sedangkan apa yang dijelaskan Rasulullah dan menjadi hukum  (yang tegas), jika itu wajib maka hukumnya wajib, jika itu anjuran maka  hukumnya anjuran (sunnah). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adapun jika hukum perbuatan  Rasulullah tersebut tidak diketahui, maka jika ia mendekati kesengajaan,  maka hukumnya bersifat anjuran. Dan jika tidak, maka hukum ittiba'  perbuatan itu ada beberapa pendapat: Mazhab Maliki mengatakan wajib,  Syafi'i mengatakan anjuran (sunnah), sedangkan kebanyakan pengikut  mazhab Hanafi mengatakan mubah (boleh). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikian pula, wajib  ittiba' pada penguasa atau para pemimpin. Dan tidak ada perselisihan  (ikhtilaf) dalam menaati mereka, selama mereka tidak bermaksiat kepada  Allah. Demikian pula, seorang makmum wajib mengikuti (ittiba') imam  dalam shalat. Ittiba' kadang menjadi sunnah (anjuran), seperti dalam  kasus mengantarkan jenazah. Namun ittiba' bisa juga menjadi haram,  seperti mengikuti hawa nafsu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="newsmeta"&gt;&lt;b&gt;Sumber:&lt;/b&gt; Al-Mausu'ah Al-Fiqhiyyah&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/892391045921823169-2635242425878959178?l=layout4al.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://layout4al.blogspot.com/feeds/2635242425878959178/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://layout4al.blogspot.com/2011/05/ensiklopedi-fikih-ittiba-mengikuti.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/892391045921823169/posts/default/2635242425878959178'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/892391045921823169/posts/default/2635242425878959178'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://layout4al.blogspot.com/2011/05/ensiklopedi-fikih-ittiba-mengikuti.html' title='Ensiklopedi Fikih: Ittiba&apos; (Mengikuti)'/><author><name>jihada</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00469669206995905023</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/-S32xnLUL2wg/Tc80v2QIrgI/AAAAAAAAABE/oudbQoA1wvQ/s220/SDC13941.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-892391045921823169.post-5274848806119004304</id><published>2011-05-25T07:33:00.000-07:00</published><updated>2011-05-25T07:33:30.974-07:00</updated><title type='text'>Ensiklopedi Fikih: Itsbat (penetapan)</title><content type='html'>&lt;h1&gt;&lt;/h1&gt;&lt;div id="newstext"&gt;&lt;strong&gt;Definisi Itsbat:&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;1. Itsbat  secara bahasa adalah sumber yang menetapkan, dalam arti menganggap  sesuatu selalu tetap dan benar. Menurut para fuqaha, itsbat adalah  penetapan dalil syar'i di hadapan hakim dalam suatu majelis untuk  menetapkan suatu kebenaran atau peristiwa yang terjadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2.  Pengertian itsbat adalah kedatangan sang penuntut yang meminta haknya  atau mencegah terjadinya penolakan terhadap hak tersebut. Jika  tuntutannya dipenuhi oleh hakim sesuai dengan ketetapan syar'i, maka  hakim mencegah penolakan terhadap haknya dan mengabulkan tuntutannya.&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;br /&gt;Yang dibebankan itsbat:&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;3.  Tidak ada perselisihan di antara para Imam madzhab yang empat bahwa  itsbat itu diminta dari sang penuntut. Hal ini berdasarkan sabda  Rasulullah Saw, "Beban pembuktian (hujjah) itu ada pada penuntut  (penggugat), dan sumpah itu bagi yang menolak (ingkar)."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam  riwayat Muslim dan Ahmad disebutkan, "Jika seseorang dituntut atas darah  atau harta orang lain, maka pembuktian (hujjah) ada pada si penuntut  (penggugat)."&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;br /&gt;Apakah para hakim sepakat dengan itsbat atas tuntutan penggugat?&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Diperlukan  kejernihan hukum dan penjabarannya dalam menetapkan hak-hak para hamba,  apakah tuntutan tersebut sah, dan prosesnya pun harus dilakukan  berdasarkan hukum syar'i.&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;br /&gt;Cara-cara menetapkan itsbat berdasarkan tuntutan?&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Para  ulama sepakat bahwa dalam menetapkan putusan tersebut, harus disertai  dengan penjelasan dan dalil-dalil syar'i yang dapat digunakan oleh hakim  sebagai acuan dalam menetapkan&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="newsmeta"&gt;&lt;b&gt;Sumber:&lt;/b&gt; Al-Mausu'ah Al-Fiqhiyyah&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/892391045921823169-5274848806119004304?l=layout4al.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://layout4al.blogspot.com/feeds/5274848806119004304/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://layout4al.blogspot.com/2011/05/ensiklopedi-fikih-itsbat-penetapan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/892391045921823169/posts/default/5274848806119004304'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/892391045921823169/posts/default/5274848806119004304'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://layout4al.blogspot.com/2011/05/ensiklopedi-fikih-itsbat-penetapan.html' title='Ensiklopedi Fikih: Itsbat (penetapan)'/><author><name>jihada</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00469669206995905023</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/-S32xnLUL2wg/Tc80v2QIrgI/AAAAAAAAABE/oudbQoA1wvQ/s220/SDC13941.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-892391045921823169.post-4802748635756660903</id><published>2011-05-25T07:29:00.000-07:00</published><updated>2011-05-25T07:29:02.106-07:00</updated><title type='text'>Sejarah Hidup Muhammad SAW: Hijrah ke Yatsrib</title><content type='html'>Quraisy berencana akan  membunuh Rasulullah pada malam hari karena khawatir beliau akan hijrah  ke Madinah dan memperkuat diri di sana. Memang tak ada yang&amp;nbsp;  menyangsikan bahwa Muhammad SAW akan menggunakan kesempatan itu untuk  hijrah. &lt;br /&gt;&lt;div id="newstext"&gt;&lt;br /&gt;Namun karena beliau demikian kuat menyimpan rahasia,  sehingga tiada seorang pun&amp;nbsp; yang tahu, termasuk Abu Bakar. Rasulullah  memang masih tinggal di Makkah ketika mengetahui keadaan Quraisy itu dan  ketika kaum Muslimin sudah tak ada lagi yang tinggal kecuali sebagian  kecil. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika menantikan perintah Allah yang akan mewahyukan  kepadanya supaya hijrah itulah beliau pergi ke rumah Abu Bakar dan  memberitahukan, bahwa Allah telah&amp;nbsp; mengizinkan beliau hijrah. Beliau  meminta Abu Bakar agar menemaninya dalam hijrah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebelum itu, Abu  Bakar memang telah menyiapkan dua ekor untanya yang diserahkan  pemeliharaannya kepada Abdullah bin&amp;nbsp; Uraiqiz sampai nanti tiba waktunya  diperlukan. Ketika meninggalkan Makkah, Rasulullah memutuskan menempuh  jalan lain dari yang biasanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara itu, pemuda-pemuda  Quraisy yang akan membunuh beliau, malam itu sudah mengepung rumah  Rasulullah. Pada malam akan hijrah itu pula Rasulullah membisikkan  kepada Ali bin Abi Thalib agar memakai mantelnya dan berbaring di&amp;nbsp;  tempat tidurnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menjelang larut malam, tanpa sepengetahuan  mereka, Rasulullah keluar menuju rumah Abu Bakar. Kedua orang itu  kemudian keluar dan terus bertolak ke arah selatan menuju gua Tsur. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tiada  seorang yang mengetahui tempat persembunyian mereka dalam gua itu  selain&amp;nbsp; Abdullah bin Abu Bakar, Aisyah dan Asma binti Abu Bakar, serta  pembantu mereka&amp;nbsp; Amir bin Fuhairah.&amp;nbsp; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua orang itu tinggal  dalam gua selama tiga hari. Sementara itu, pihak&amp;nbsp; Quraisy&amp;nbsp; berusaha  sungguh-sungguh mencari mereka tanpa kenal lelah. Pemuda-pemuda  Quraisy—yang mewakili setiap kelompok itu—datang. Mereka membawa pedang  dan senjata sambil mondar-mandir mencari ke segenap penjuru. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak jauh dari gua Tsur itu mereka bertemu dengan seorang gembala dan menanyakannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Mungkin saja mereka dalam gua itu, tapi saya tidak melihat ada orang yang menuju ke sana," jawab si gembala.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seseorang lalu mendekati mulut gua, namun kemudian turun lagi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kenapa kau tidak menjenguk&amp;nbsp; ke dalam gua?" tanya kawan-kawannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ada  sarang laba-laba di tempat itu, yang memang sudah ada sejak sebelum  Muhammad lahir," jawabnya. "Aku juga melihat ada dua ekor burung di  lubang gua. Jadi aku tahu tak ada orang di sana."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di dalam gua, Rasulullah khusyuk berdoa, sementara Abu Bakar ketakutan. Ia merapatkan diri kepada kawannya itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah berbisik di telinganya, "Jangan sedih, Allah bersama kita!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tentang pengejaran Quraisy terhadap Rasulullah untuk dibunuh, dan cerita tentang gua ini turunlah firman Allah: &lt;em&gt;"Dan  (ingatlah), ketika orang-orang kafir (Quraisy) memikirkan daya upaya  terhadapmu untuk menangkap dan memenjarakanmu atau membunuhmu, atau  mengusirmu. Mereka memikirkan tipu daya dan Allah menggagalkan tipu daya  itu. Dan Allah sebaik-baik Pembalas tipu daya."&lt;/em&gt; (QS Al-Anfaal: 30).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;"Jikalau  kamu tidak menolongnya (Muhammad) maka sesungguhnya Allah telah  menolongnya (yaitu) ketika orang-orang kafir (musyrikin Makkah)  mengeluarkannya (dari Makkah) sedang dia salah seorang dari dua orang  ketika keduanya berada dalam gua, di waktu dia berkata kepada temannya:  "Janganlah kamu berduka cita, sesungguhnya Allah beserta kita." Maka  Allah menurunkan keterangan-Nya kepada (Muhammad) dan membantunya dengan  tentara yang kamu tidak melihatnya, dan Al-Qur'an menjadikan  orang-orang kafir itulah yang rendah. Dan kalimat Allah itulah yang  tinggi. Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana."&lt;/em&gt; (QS At-Taubah: 40).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada  hari ketiga, ketika keadaan sudah tenang, Asma—puteri Abu Bakar—datang  membawakan makanan. Karena tidak ada yang dapat dipakai untuk membawa  makanan dan minuman, Asma merobek ikat pinggangnya. Belahan yang satu  digunakan untuk mengikat makanan dan minuman, sementara belahan lainnya  diikatkan di tubuhnya. Oleh sebab itulah, ia mendapat julukan "Dzatin  Nithaqain" (Pemilik Dua Sabuk).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah dan Abu Bakar kemudian  berangkat ke Yatsrib dengan menempuh jalan yang tidak biasa dilalui  orang. Abdullah&amp;nbsp; bin Uraiqit—dari Bani Du'il—bertindak sebagai penunjuk  jalan. Abdullah membawa mereka ke arah selatan, kemudian menuju Tihama  di dekat pantai Laut Merah. Ketiga orang itu pun terus melakukan  perjalanan, siang dan malam, tanpa kenal lelah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selama mereka  dalam perjalanan yang sungguh meletihkan itu, berita-berita tentang  hijrah Nabi dan sahabatnya sudah tersiar di Yatsrib. Penduduk kota ini  sudah mengetahui, betapa kedua orang ini mengalami kekerasan dari  Quraisy yang&amp;nbsp; terus-menerus membuntuti. Oleh sebab itu, kaum Muslimin  tetap tinggal di sana dan menantikan kedatangan Rasulullah dengan penuh  kerinduan. Mereka ingin melihatnya dan mendengarkan tutur katanya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada  suatu hari, ketika kaum Muslimin Yatsrib tengah menanti-nantikan  Rasulullah seperti biasa, tiba-tiba datang seorang Yahudi yang berteriak  kepada mereka, "Hai, Bani Qailah, ini dia kawan kalian datang!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari  itu adalah hari Jumat, dan Rasulullah memimpin shalat Jumat.  Orang-orang terkemuka di Yatsrib kemudian menawarkan diri agar beliau  tinggal pada mereka. Namun Rasulullah menolak seraya meminta maaf kepada  mereka. Beliau kembali naik ke atas untanya lalu berjalan-jalan di  Yatsrib, di tengah-tengah kaum Muslimin yang ramai menyambutnya dengan  penuh suka cita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seluruh penduduk Yatsrib, baik Yahudi maupun orang-orang pagan menyaksikan&lt;br /&gt;adanya  hidup baru yang semarak di kota mereka, menyaksikan kehadiran seorang  pendatang baru—orang besar yang telah mempersatukan Aus dan Khazraj.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah  SAW membiarkan untanya berjalan. Sesampainya di sebuah tempat  penjemuran kurma kepunyaan dua orang anak yatim dari Bani Najjar, unta  itu&amp;nbsp; berhenti. Beliau turun dari untanya dan bertanya, "Kepunyaan  siapakah tempat ini?" &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kepunyaan Sahl dan Suhail bin Amr," jawab Ma'adh bin Afra'. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ma'adh  adalah wali kedua anak yatim&amp;nbsp; itu. Ia akan membicarakan soal tersebut  dengan kedua anak itu supaya mereka puas. Ia juga meminta kepada Nabi  SAW supaya di tempat itu didirikan masjid.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah mengabulkan permintaan tersebut. Selain dibangun masjid, di tempat itu pula dibangun tempat tinggal&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="newsmeta"&gt;&lt;b&gt;Sumber:&lt;/b&gt; Sejarah Hidup Muhammad oleh Muhammad Husain Haekal       &lt;/div&gt;&lt;div class="ads01"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/892391045921823169-4802748635756660903?l=layout4al.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://layout4al.blogspot.com/feeds/4802748635756660903/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://layout4al.blogspot.com/2011/05/sejarah-hidup-muhammad-saw-hijrah-ke.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/892391045921823169/posts/default/4802748635756660903'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/892391045921823169/posts/default/4802748635756660903'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://layout4al.blogspot.com/2011/05/sejarah-hidup-muhammad-saw-hijrah-ke.html' title='Sejarah Hidup Muhammad SAW: Hijrah ke Yatsrib'/><author><name>jihada</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00469669206995905023</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/-S32xnLUL2wg/Tc80v2QIrgI/AAAAAAAAABE/oudbQoA1wvQ/s220/SDC13941.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-892391045921823169.post-897363142377699206</id><published>2011-05-25T07:26:00.001-07:00</published><updated>2011-05-25T07:26:51.738-07:00</updated><title type='text'>Sejarah Hidup Muhammad SAW: Membentuk Masyarakat Madani</title><content type='html'>Unta yang dinaiki Nabi SAW  berlutut di tempat penjemuran kurma milik Sahl dan Suhail bin Amr.  Kemudian tempat itu dibelinya guna dipakai tempat membangun masjid.  Ketika membangun masjid tersebut, Rasulullah turut bekerja dengan kaum  Muslimin dari kalangan Muhajirin dan Anshar. Setelah pembangunan masjid  dan tempat tinggal Rasulullah usai, kini tantangan dakwah menghadang di  depan. &lt;br /&gt;&lt;div id="newstext"&gt;&lt;br /&gt;Di sinilah fase baru dalam hidup Rasulullah dimulai,  suatu fase politik yang telah diperlihatkan olehnya dengan segala  kecakapan, kemampuan dan pengalamannya, yang akan membuat orang jadi  termangu, lalu menundukkan kepala sebagai tanda hormat dan rasa kagum. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah  kemudian mempersaudarakan kaum Muslimin. Beliau sendiri bersaudara  dengan Ali bin Abi Thalib.&amp;nbsp; Hamzah, pamannya,&amp;nbsp; bersaudara dengan Zaid  bekas budaknya. Abu Bakar bersaudara&amp;nbsp; dengan Kharijah bin Zaid. Umar bin  Al-Khathab bersaudara dengan Itban bin Malik Al-Khazraji. Demikian pula  setiap orang dari kalangan Muhajirin yang kini sudah banyak jumlahnya  di Yatsrib, dipersaudarakan pula dengan setiap orang dari pihak Anshar.  Dengan persaudaraan demikian, kekuatan kaum Muslimin bertambah kukuh  adanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan adanya persatuan kaum Muslimin dengan cara  persaudaraan itu, Rasulullah merasa lebih tenteram. Sudah tentu ini  merupakan suatu langkah politik yang bijaksana sekali dan sekaligus  menunjukkan adanya suatu perhitungan yang tepat serta pandangan jauh. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah  kemudian membuat perjanjian tertulis antara kaum Muhajirin dan Anshar  dengan orang-orang Yahudi. Perjanjian ini—disebut Piagam Madinah—berisi  pengakuan atas&amp;nbsp; agama mereka dan harta-benda mereka, dengan  syarat-syarat timbal balik. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Inilah dokumen politik yang telah  diletakkan Muhammad SAW yang menetapkan adanya kebebasan beragama,  kebebasan menyatakan pendapat, tentang keselamatan harta-benda dan  larangan orang melakukan kejahatan. Ia telah membukakan pintu baru dalam  kehidupan politik dan peradaban dunia masa itu.&amp;nbsp; Dunia yang selama ini  hanya menjadi permainan tangan tirani, dikuasai oleh kekejaman dan  kehancuran semata. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam penandatanganan dokumen ini,  orang-orang Yahudi Bani Quraizah, Bani Nadzir dan Bani Qainuqa' tidak  ikut serta. Namun tidak kemudian, mereka pun mengadakan perjanjian yang  dengan Nabi. Demikianlah, seluruh kota Yatsrib dan sekitarnya  benar-benar jadi terhormat bagi seluruh penduduk. Mereka berkewajiban  mempertahankan kota ini dan mengusir setiap serangan yang datang dari  luar. Mereka harus bekerja sama untuk menghormati segala hak dan  kebebasan yang telah disetujui bersama dalam dokumen ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah  sudah merasa cukup lega dengan hasil demikian ini. Kaum Muslimin pun  merasa tenteram menjalankan kewajiban agama mereka, baik dalam berjamaah  ataupun sendiri-sendiri. Mereka tidak lagi khawatir dengan adanya  gangguan atau fitnah. Ketika itulah Rasulullah menyempurnakan  pernikahannya dengan Aisyah binti&amp;nbsp; Abu Bakar.&amp;nbsp; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam suasana  yang sudah mulai tenteram, dan kaum Muslimin dapat menjalankan  perintah-perintah agama, kewajiban zakat dan puasa mulai pula dijalankan  hukumnya. Di Yatsrib inilah Islam mulai menemukan kekuatannya. Ia pun  kemudian disebut dengan Madinah, atau kota sang Nabi.&amp;nbsp; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam  khutbah pertama yang diucapkannya di Madinah, Rasulullah bersabda,  "Barangsiapa yang dapat melindungi mukanya dari api neraka sekalipun  hanya dengan sebutir kurma, lakukanlah itu. Kalau itu pun tidak ada,  maka dengan kata-kata&amp;nbsp; yang baik. Sebab dengan itu, kebaikan akan  mendapat balasan sepuluh kali lipat."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan dalam khutbahnya yang  kedua beliau berpesan, "Beribadahlah kamu sekalian kepada Allah dan  janganlah mempersekutukan-Nya dengan apa pun. Benar-benar takutlah kamu  kepada-Nya. Hendaklah kamu jujur terhadap Allah tentang apa yang kamu  katakan... Hendaklah kamu sekalian saling cinta-mencintai. Allah sangat  murka&amp;nbsp;&amp;nbsp; kepada orang yang melanggar janjinya sendiri."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bukan  hanya kata-katanya saja yang menjadi sendi ajaran adanya persaudaraan  demikian itu, melainkan juga perbuatan serta teladan yang diberikannya  adalah&amp;nbsp; contoh persaudaraan dalam bentuknya yang benar-benar sempurna.  Beliau adalah&amp;nbsp; utusan Allah, namun beliau tidak mau menampakkan sebagai  penguasa atau raja. Kepada sahabat-sahabatnya, Nabi SAW kerap berpesan,  "Jangan memujaku seperti&amp;nbsp; orang-orang Nasrani memuja anak Maryam. Aku  adalah hamba Allah. Sebut saja hamba Allah dan Rasul-Nya!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah  adalah contoh kekuatan jiwa yang ideal sekali dalam kehidupan ini,  suatu&amp;nbsp; kekuatan yang membuatnya sudah tak peduli lagi akan memberikan  segala yang&amp;nbsp; ada padanya kepada orang lain. Itu sebabnya sampai ada  orang yang mengatakan, dalam&amp;nbsp; memberi, Muhammad sudah tidak takut  kekurangan. Beliau sangat keras dalam menahan&amp;nbsp; diri terhadap hidup yang  serba materi. Begitu jauhnya menahan diri sehingga lapak tempat dia  tidurnya hanya terdiri dari kulit yang diisi dengan serat. Makannya tak  pernah kenyang. Beliau pernah makan roti dari&amp;nbsp; tepung sya'ir dua hari&amp;nbsp;  berturut-turut. Sebagian besar makannya adalah&amp;nbsp; bubur. Pada hari-hari  lain, beliau makan kurma. Bukan sekali saja ia harus menahan lapar.  Perutnya kerap diganjal dengan batu untuk menahan teriakan rongga  pencernaannya itu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitu juga kesederhanaannya dalam hal  pakaian sama seperti dalam makanan. Sungguhpun begitu, dalam hal menahan  diri dan menjauhi masalah duniawi bukanlah berarti ia hidup menyiksa  diri. Cara ini juga tidak sesuai dengan ajaran agama. Allah SWT  berfirman: &lt;em&gt;"Makanlah dari makanan yang baik yang sudah Kami berikan kepadamu."&lt;/em&gt; (QS Al-Baqarah: 57).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;"Dan  tempuhlah kebahagiaan akhirat seperti yang&amp;nbsp; dianugerahkan Allah  kepadamu, tapi juga jangan kau lupakan kebahagiaan hidup duniawi. Dan  berbuatlah kebaikan kepada orang lain seperti Allah telah berbuat baik  kepadamu."&lt;/em&gt; (QS Al-Qashash: 77).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan dalam hadits beliau  bersabda, "Berbuatlah untuk duniamu seolah-olah kau akan hidup  selama-lamanya, dan berbuat pula untuk akhiratmu seolah-olah kau akan  mati besok."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah SAW ingin memberikan teladan yang tinggi  kepada manusia tentang arti kekuatan dalam menghadapi hidup, suatu  kekuatan yang tak dapat dipengaruhi oleh perasaan lemah, tak dapat  diperbudak oleh kekayaan, harta-benda, maupun kekuasaan selain Allah. &lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="newsmeta"&gt;&lt;b&gt;Sumber:&lt;/b&gt; Sejarah Hidup Muhammad oleh Muhammad Husain Haekal&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/892391045921823169-897363142377699206?l=layout4al.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://layout4al.blogspot.com/feeds/897363142377699206/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://layout4al.blogspot.com/2011/05/sejarah-hidup-muhammad-saw-membentuk.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/892391045921823169/posts/default/897363142377699206'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/892391045921823169/posts/default/897363142377699206'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://layout4al.blogspot.com/2011/05/sejarah-hidup-muhammad-saw-membentuk.html' title='Sejarah Hidup Muhammad SAW: Membentuk Masyarakat Madani'/><author><name>jihada</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00469669206995905023</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/-S32xnLUL2wg/Tc80v2QIrgI/AAAAAAAAABE/oudbQoA1wvQ/s220/SDC13941.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-892391045921823169.post-8703022682271496839</id><published>2011-05-25T07:24:00.000-07:00</published><updated>2011-05-25T07:24:51.938-07:00</updated><title type='text'>Sejarah Hidup Muhammad SAW: Pertemuan Tiga Agama Langit</title><content type='html'>&lt;div id="newstext"&gt;Ajaran-ajaran Rasulullah serta  teladan dan bimbingan yang diberikannya telah meninggalkan pengaruh  yang dalam sekali ke dalam jiwa orang, sehingga tidak sedikit orang yang  berdatangan menyatakan masuk Islam. Dan kaum Muslimin pun makin  bertambah kuat di Madinah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika itulah orang-orang Yahudi  mulai memikirkan kembali posisi mereka terhadap Muhammad SAW dan  sahabat-sahabatnya. Mereka dengan telah mengadakan perjanjian dengan  beliau. Mereka bermaksud merangkulnya ke pihak mereka agar posisi mereka  bertambah kuat terhadap orang-orang Kristen. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akan tetapi ada  seorang rabbi yang cerdik-pandai, yaitu Abdullah bin Salam yang telah  berhubungan dengan Nabi dan memeluk Islam, merasa khawatir akan muncul  hujatan yang dilontarkan orang-orang Yahudi jika mereka mengetahui  dirinya telah memeluk Islam. Maka di seluruh perkampungan Yahudi itu,  Abdullah mulai difitnah dan diumpat dengan kata-kata yang tak senonoh. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam  hal ini, kaum Yahudi juga sepakat akan berkomplot melawan Muhammad SAW  dan menolak kenabiannya. Secepat itu pula sisa-sisa orang yang masih  musyrik dari kalangan Aus dan Khazraj serta mereka yang pura-pura masuk  Islam segera menggabungkan diri. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kini mulai terjadi konflik  antara Rasulullah SAW dengan orang-orang Yahudi, yang&amp;nbsp; ternyata lebih  bengis dan lebih licik daripada konflik yang dulu pernah terjadi antara  beliau dengan orang-orang Quraisy di Makkah. Dalam perang yang terjadi  di Madinah ini semua orang Yahudi berdiri dalam satu barisan menyerang  Rasulullah dan&amp;nbsp; risalahnya, menyerang sahabat-sahabatnya—kaum Muhajirin  dan Anshar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitu memuncaknya polemik antara orang-orang Yahudi  dan kaum Muslimin itu,&amp;nbsp; sehingga acapkali—sekalipun sudah ada  perjanjian antara mereka—permusuhan itu&amp;nbsp; berakhir dengan bentrok fisik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak  cukup dengan maksud hanya menimbulkan insiden antara Muhajirin dan  Anshar, antara Aus dan Khazraj, dan tidak pula cukup dengan membujuk  kaum Muslimin supaya meninggalkan agamanya dan kembali menjadi syirik,  bahkan lebih dari itu orang-orang Yahudi itu kini berusaha memperdayai  Rasulullah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemuka dan pemimpin mereka datang menemui beliau  dengan berujar, "Tuhan sudah&amp;nbsp; mengetahui keadaan kami, kedudukan kami.  Kalau kami mengikuti tuan, orang-orang Yahudi pun akan juga ikut dan  mereka tidak akan menentang kami. Sebenarnya antara kami dengan beberapa  kelompok golongan kami timbul permusuhan. Lalu kami datang ini minta  keputusan tuan. Berilah kami keputusan. Kami akan ikut tuan dan percaya  kepada tuan."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian turunlah firman Allah: &lt;em&gt;"Dan hendaklah  kamu memutuskan perkara di antara mereka menurut apa yang diturunkan  Allah, dan janganlah kamu mengikuti hawa nafsu mereka. Dan  berhati-hatilah kamu terhadap mereka, supaya mereka tidak memalingkan  kamu dari sebahagian apa yang telah diturunkan Allah kepadamu. Jika  mereka berpaling (dari hukum yang telah diturunkan Allah), maka  ketahuilah bahwa sesungguhnya Allah menghendaki akan menimpakan mushibah  kepada mereka disebabkan sebahagian dosa-dosa mereka. Dan sesungguhnya  kebanyakan manusia adalah orang-orang yang fasik. Apakah hukum Jahiliyah  yang mereka kehendaki, dan (hukum) siapakah yang lebih baik daripada  (hukum) Allah bagi orang-orang yang yakin?"&lt;/em&gt; (QS Al-Maa'idah: 49-50).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang-orang  Yahudi merasa sesak napas terhadap Rasulullah. Terpikir oleh mereka&amp;nbsp;  untuk melakukan tipu-daya terhadap Rasulullah hingga beliau keluar  meninggalkan Madinah, seperti yang terjadi karena gangguan-gangguan  Quraisy dahulu hingga beliau dan sahabat-sahabatnya keluar meninggalkan  Makkah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada waktu polemik antara Rasulullah dan orang-orang  Yahudi kian memuncak, delegasi Nasrani dari Najran tiba di Madinah,  terdiri dari enam puluh buah kendaraan. Diantara mereka terdapat  orang-orang terkemuka, orang-orang yang sudah mempelajari dan menguasai  seluk-beluk agama mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada waktu itu penguasa-penguasa Rumawi  yang juga menganut agama Nasrani sudah memberikan kedudukan, memberikan  bantuan harta, memberikan bantuan tenaga serta membuatkan gereja-gereja  dan kemakmuran buat kaum Nasrani Najran itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Boleh jadi delegasi  ini datang ke Madinah hanya karena mereka sudah mengetahui&amp;nbsp; adanya  pertentangan antara Nabi dengan orang-orang Yahudi, dengan harapan  mereka&amp;nbsp; akan dapat mengobarkan pertentangan itu lebih hebat sampai  menjadi perang terbuka.&amp;nbsp; Dengan demikian orang-orang Nasrani yang berada  di perbatasan Syam dan Yaman&amp;nbsp; dapat membebaskan diri dari intrik-intrik  Yahudi dan sikap permusuhan orang-orang Arab.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan datangnya  delegasi ini dan polemiknya dengan Nabi serta dibukanya kancah&amp;nbsp;  pertarungan teologis yang sengit antara Yahudi, Nasrani dan Islam, maka  ketiga agama samawi sekarang berkumpul. Pihak Yahudi samasekali menolak  ajaran Isa&amp;nbsp; dan Muhammad. Sedang pihak Nasrani berpaham trinitas dan  menuhankan Isa. Sebaliknya Rasulullah mengajak orang kepada keesaan  Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di manakah ada suatu pertemuan yang hakikatnya lebih besar  dari pertemuan yang kini dialami oleh Madinah? Tiga agama samawi  bertemu di tempat ini, yang hingga kini saling memengaruhi perkembangan  dunia. Di tempat ini ketiganya bertemu untuk suatu tujuan dan cita-cita  yang tinggi dan mulia. Ini bukanlah suatu pertemuan ekonomi, juga bukan  dengan suatu&amp;nbsp; tujuan materi, yang sampai saat ini dikejar-kejar dunia  namun tiada juga berhasil—melainkan tujuannya adalah ruhiyah  semata-mata.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun dalam hal ini, dibelakang Nasrani dan Yahudi,  berdiri ambisi-ambisi politik serta keinginan-keinginan orang-orang yang  memiliki uang dan kuasa. Sebaliknya, tujuan dakwah Rasulullah adalah  ruhaniah dan perikemanusiaan semata-mata, yang jalannya&amp;nbsp; telah  ditunjukkan Allah kepadanya dengan bentuk kata yang dialamatkan kepada  orang-orang Yahudi dan Nasrani serta seluruh umat manusia. &lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="newsmeta"&gt;&lt;b&gt;Sumber:&lt;/b&gt; Sejarah Hidup Muhammad oleh Muhammad Husain Haekal&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/892391045921823169-8703022682271496839?l=layout4al.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://layout4al.blogspot.com/feeds/8703022682271496839/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://layout4al.blogspot.com/2011/05/sejarah-hidup-muhammad-saw-pertemuan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/892391045921823169/posts/default/8703022682271496839'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/892391045921823169/posts/default/8703022682271496839'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://layout4al.blogspot.com/2011/05/sejarah-hidup-muhammad-saw-pertemuan.html' title='Sejarah Hidup Muhammad SAW: Pertemuan Tiga Agama Langit'/><author><name>jihada</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00469669206995905023</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/-S32xnLUL2wg/Tc80v2QIrgI/AAAAAAAAABE/oudbQoA1wvQ/s220/SDC13941.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-892391045921823169.post-2899401512889452689</id><published>2011-05-25T07:19:00.000-07:00</published><updated>2011-05-25T07:19:33.658-07:00</updated><title type='text'>Sejarah Hidup Muhammad SAW: Kemenangan di Badar</title><content type='html'>Rabu, 25 Mei 2011 20:59 WIB    REPUBLIKA.CO.ID,&lt;br /&gt;Kaum Muslimin harus siap  menantikan pertempuran yang sengit dan dahsyat, yang takkan dapat  dimenangkan kecuali oleh iman yang kuat memenuhi kalbu, iman dan  kepercayaan akan adanya kemenangan itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika Ali sudah kembali  dengan kedua orang anak yang membawa berita tentang Quraisy itu, dua  orang Muslimin lainnya berangkat lagi menuju lembah Badar. Mereka  berhenti di atas sebuah bukit tidak jauh dari tempat air, dikeluarkannya  tempat persediaan airnya, dan di sini mereka mengisi air.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hingga  keesokan harinya kaum Muslimin masih menantikan kafilah itu akan  lewat.&amp;nbsp; Tetapi setelah ada berita-berita bahwa Abu Sufyan sudah lolos  dan yang masih ada di dekat mereka sekarang adalah angkatan perang  Quraisy, beberapa orang yang tadinya mempunyai harapan penuh akan  beroleh harta rampasan, terbalik menjadi layu.&amp;nbsp; Beberapa orang bertukar  pikiran dengan Nabi dengan maksud supaya kembali saja ke Madinah, tidak  perlu&amp;nbsp; berhadapan dengan&amp;nbsp; mereka yang datang dari Makkah hendak  berperang. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada pihak Quraisy juga demikian. Perlu apa mereka  berperang, perdagangan mereka&amp;nbsp; sudah selamat? Bukankah lebih baik mereka  kembali ke tempat semula, dan membiarkan pihak Islam kembali ke tempat  mereka. Abu Sufyan juga berpikir&amp;nbsp; begitu. Itu sebabnya ia mengirim  utusan kepada Quraisy sambil berpesan, "Kalian telah berangkat guna  menjaga kafilah dagang, orang-orang serta harta-benda kita.&amp;nbsp; Sekarang  kita sudah diselamatkan Tuhan. Kembalilah!" &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak sedikit dari  pihak Quraisy sendiri yang juga mendukung pendapat ini. Tetapi Abu Jahal  tiba-tiba berteriak, "Kita tidak akan kembali sebelum kita sampai di  Badar. Kita akan tinggal tiga malam di tempat itu. Kita memotong ternak,  makan-makan, minum-minum khamr, dan kita minta para biduanita&amp;nbsp;  bernyanyi. Biar orang-orang&amp;nbsp; Arab itu mendengar dan mengetahui  perjalanan dan persiapan kita. Agar mereka tidak lagi menakut-nakuti  kita."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka jadi ragu-ragu, antara mau ikut Abu Jahal karena  takut dituduh pengecut,&amp;nbsp; atau kembali saja setelah kafilah perdagangan  mereka selamat. Namun yang kemudian kembali pulang hanya Bani Zuhrah,  setelah mereka mendengarkan saran Akhnas bin Syariq, orang yang cukup&amp;nbsp;  ditaati mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pihak Quraisy yang lain ikut Abu Jahal. Mereka  berangkat menuju ke sebuah tempat perhentian, di tempat ini mereka  mengadakan persiapan perang, kemudian mengadakan perundingan. Lalu  mereka berangkat lagi ke tepi ujung wadi, berlindung di balik&amp;nbsp; sebuah  bukit pasir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebaliknya pihak Muslimin, yang sudah kehilangan  kesempatan mendapatkan&amp;nbsp; harta&amp;nbsp; rampasan, sudah sepakat akan bertahan  terhadap musuh bila kelak diserang. Oleh sebab itum mereka pun segera  berangkat ke tempat mata air di Badar itu, dan perjalanan ini lebih  mudah lagi karena waktu itu hujan turun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah mereka sudah  mendekati mata&amp;nbsp; air, Rasulullah berhenti. Ada seseorang yang&amp;nbsp; bernama  Hubab bin Mundzir bini Jamuh, orang yang paling banyak mengenal&amp;nbsp; tempat&amp;nbsp;  itu, bertanya kepada Nabi SAW. "Rasulullah, bagaimana pendapat anda  berhenti di tempat ini? Kalau ini sudah wahyu Tuhan, kita takkan maju  atau mundur setapak pun&amp;nbsp; dari tempat ini. Ataukah ini sekedar pendapat  anda sendiri, suatu taktik perang belaka?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Sekedar pendapatku dan sebagai taktik perang," jawab Rasulullah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Rasulullah,"  katanya lagi. "Kalau begitu, tidak tepat kita berhenti di tempat ini.  Mari kita pindah sampai ke tempat mata air terdekat, lalu sumur-sumur  kering yang di belakang itu kita timbun. Selanjutnya kita membuat kolam,  kita isi sepenuhnya.&amp;nbsp; Barulah kita hadapi mereka berperang. Kita akan  mendapat air minum, mereka tidak."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Melihat saran Hubab yang  begitu tepat itu, Rasulullah setuju, sambil mengatakan&amp;nbsp; kepada  sahabat-sahabatnya bahwa beliau juga manusia seperti mereka, dan bahwa  suatu pendapat itu dapat dimusyawarahkan bersama-sama dan beliau tidak  akan&amp;nbsp; menggunakan pendapat sendiri tanpa melibatkan mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah  kolam selesai dibuat, Sa'ad bin Mu'adz mengusulkan, "Rasulullah,"  katanya,&amp;nbsp; "Kami akan membuatkan sebuah dangau sebagai tempat tinggalmu,  kendaraanmu kami sediakan. Kemudian biarlah kami yang menghadapi musuh.  Kalau Allah memberi kemenangan kepada kita, itulah yang kita harapkan.  Tetapi kalaupun sebaliknya yang terjadi, dengan kendaraan itu, engau  dapat menyusul teman-teman&amp;nbsp; yang ada di belakang kita. Rasulullah, masih  banyak sahabat-sahabat kita yang tinggal di belakang, dan cinta mereka  kepadamu tidak kurang dari cinta kami kepadamu. Sekiranya mereka dapat  menduga bahwa engkau akan dihadapkan pada perang, niscaya mereka tidak  akan berpisah darimu. Dengan mereka, Allah menjagamu. Mereka benar-benar  ikhlas kepadamu, berjuang bersamamu."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah sangat  menghargai dan menerima baik saran Sa'ad itu. Sebuah dangau&amp;nbsp; buat Nabi  lalu dibangun. Jadi bila nanti kemenangan bukan di tangan Muslimin, ia  takkan jatuh ke tangan musuh, dan masih akan dapat bergabung dengan  sahabat-sahabatnya di Madinah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alangkah besarnya kecintaan para  sahabat kepada Rasulullah, dan alangkah besarnya kepercayaan mereka pada  ajaran beliau. Mereka semua mengetahui bahwa kekuatan&amp;nbsp; Quraisy jauh  lebih besar dari kekuatan mereka, jumlahnya tiga kali lipat banyaknya.&amp;nbsp;  Namun sungguhpun demikian, mereka sanggup menghadapi dan sanggup  melawan. Suasana yang bagaimana lagi yang lebih patut dikagumi daripada  ini? Iman mana lagi&amp;nbsp; yang lebih menjamin akan memberikan kemenangan  seperti iman mereka ini?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan pertempuran pun dimulai. Aswad bin  Abdul Asad (Bani Makhzum) keluar dari&amp;nbsp; barisan Quraisy langsung menyerbu  ke tengah-tengah barisan Muslimin dengan&amp;nbsp;&amp;nbsp; maksud hendak menghancurkan  kolam air yang sudah selesai dibuat. Namun Hamzah bin Abdul Muthalib  menyambutnya dengan sebuah pukulan yang mengenai&amp;nbsp; kakinya,&amp;nbsp; hingga ia  tersungkur. Hamzah kemudian menebaskan pedangnya, dan Aswad pun tewas di  dekat kolam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitu Aswad tewas, Utbah bin Rabi'ah didampingi  oleh Syaibah, saudaranya, dan Walid bin Utbah, anaknya, maju ke  gelanggang pertempuran. Hamzah bin Abdul Muthalib, Ali bin Abi Thalib  dan Ubaida bin Al-Harits, menyambut mereka. Hamzah tidak lagi memberi  kesempatan kepada Syaibah, juga Ali tidak memberi kesempatan kepada  Walid, keduanya dapat mereka bunuh. Lalu keduanya segera membantu  Ubaidah yang sedang terancam oleh Utbah. Melihat kenyataan demikian,  Quraisy pun maju menyerbu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada pagi Jumat 17 Ramadan itulah  kedua pasukan itu saling berhadap-hadapan. Rasulullah sendiri tampil  memimpin pasukan Muslimin, mengatur barisan. Tetapi&amp;nbsp; ketika dilihatnya  pasukan Quraisy begitu besar, sedang anak buahnya sedikit sekali,  disamping perlengkapan perang yang sangat lemah dibanding dengan  perlengkapan Quraisy, beliau kembali ke pondoknya ditemani oleh Abu  Bakar. Beliau sangat cemas dengan peristiwa yang bakal terjadi hari&amp;nbsp;  itu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah pun menghadapkan wajahnya ke kiblat, dengan  seluruh jiwanya menghadapkan diri kepada Allah, membisikkan permohonan  dalam hatinya agar Dia memberikan pertolongan. Rasulullah tenggelam  dalam doanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam keadaan Nabi dan sahabat-sahabatnya yang demikian inilah kedua ayat ini turun: &lt;em&gt;"Hai  Nabi, kobarkanlah semangat para mukmin untuk berperang. Jika ada dua  puluh orang yang sabar diantaramu, niscaya mereka akan dapat mengalahkan  dua ratus orang musuh. Dan jika ada seratus orang yang sabar  diantaramu, niscaya mereka akan dapat mengalahkan seribu dari pada orang  kafir, disebabkan orang-orang kafir itu kaum yang tidak mengerti.  Sekarang Allah telah meringankan kepadamu dan dia telah mengetahui bahwa  padamu ada kelemahan. Maka jika ada diantaramu seratus orang yang  sabar, niscaya mereka akan dapat mengalahkan dua ratus orang kafir; dan  jika diantaramu ada seribu orang (yang sabar), niscaya mereka akan dapat  mengalahkan dua ribu orang, dengan seizin Allah. Dan Allah beserta  orang-orang yang sabar."&lt;/em&gt; (QS Al-Anfaal: 65-66).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keadaan kaum  Muslimin ternyata bertambah kuat setelah Rasulullah kembali dan  membangkitkan semangat mereka. Beliau turut hadir di tengah-tengah  mereka, mendorong mereka mengadakan perlawanan terhadap musuh. Beliau  menyerukan kepada mereka, bahwa surga telah menanti mereka yang terjun  ke medang perang dan terbunuh oleh musuh. Kaum Muslimin pun mengarahkan  perhatian mereka pada pemuka-pemuka dan pemimpin-pemimpin Quraisy. Kaum  Muslimin hendak mengikis habis sebagai balasan yang seimbang tatkala  mereka disiksa di Makkah dulu.&amp;nbsp; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tatkala Rasul SAW melihat bahwa  Allah telah melaksanakan janji-Nya dan setelah&amp;nbsp; nyata pula kemenangan  berada di pihak umat Islam, beliau kembali ke pondoknya.&amp;nbsp; Orang-orang  Quraisy kabur, namun dikejar terus oleh Muslimin. Yang tidak terbunuh  dan tak berhasil melarikan diri, ditawan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Inilah Perang Badar,  yang kemudian telah memberikan tempat yang stabil kepada umat Islam di  seluruh tanah Arab, dan yang merupakan sebuah pendahuluan lahirnya&amp;nbsp;  persatuan seluruh jazirah di bawah naungan Islam. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan  perasaan dongkol orang-orang Makkah lari tunggang-langgang. Mereka sudah  tak dapat mengangkat muka lagi. Bila mata mereka tertumbuk pada salah&amp;nbsp;  seorang kawan sendiri, karena rasa malunya ia segera membuang muka,  mengingat&amp;nbsp; nasib buruk yang telah menimpa mereka semua.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/892391045921823169-2899401512889452689?l=layout4al.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://layout4al.blogspot.com/feeds/2899401512889452689/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://layout4al.blogspot.com/2011/05/sejarah-hidup-muhammad-saw-kemenangan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/892391045921823169/posts/default/2899401512889452689'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/892391045921823169/posts/default/2899401512889452689'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://layout4al.blogspot.com/2011/05/sejarah-hidup-muhammad-saw-kemenangan.html' title='Sejarah Hidup Muhammad SAW: Kemenangan di Badar'/><author><name>jihada</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00469669206995905023</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/-S32xnLUL2wg/Tc80v2QIrgI/AAAAAAAAABE/oudbQoA1wvQ/s220/SDC13941.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-892391045921823169.post-8093212063339825107</id><published>2011-05-24T08:13:00.000-07:00</published><updated>2011-05-24T08:13:36.730-07:00</updated><title type='text'>Astaghfirullah</title><content type='html'>&lt;iframe src="http://www.youtube.com/embed/9FsVQpZKbBE?fs=1" allowfullscreen="" width="425" frameborder="0" height="344"&gt;&lt;/iframe&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/892391045921823169-8093212063339825107?l=layout4al.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://layout4al.blogspot.com/feeds/8093212063339825107/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://layout4al.blogspot.com/2011/05/astaghfirullah.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/892391045921823169/posts/default/8093212063339825107'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/892391045921823169/posts/default/8093212063339825107'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://layout4al.blogspot.com/2011/05/astaghfirullah.html' title='Astaghfirullah'/><author><name>jihada</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00469669206995905023</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/-S32xnLUL2wg/Tc80v2QIrgI/AAAAAAAAABE/oudbQoA1wvQ/s220/SDC13941.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://img.youtube.com/vi/9FsVQpZKbBE/default.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-892391045921823169.post-7346697966078557279</id><published>2011-05-24T08:12:00.000-07:00</published><updated>2011-05-24T08:12:23.401-07:00</updated><title type='text'>TUKIRAH movie trailer</title><content type='html'>&lt;iframe src="http://www.youtube.com/embed/Fxof9y1H0uc?fs=1" allowfullscreen="" width="425" frameborder="0" height="344"&gt;&lt;/iframe&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/892391045921823169-7346697966078557279?l=layout4al.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://layout4al.blogspot.com/feeds/7346697966078557279/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://layout4al.blogspot.com/2011/05/tukirah-movie-trailer.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/892391045921823169/posts/default/7346697966078557279'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/892391045921823169/posts/default/7346697966078557279'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://layout4al.blogspot.com/2011/05/tukirah-movie-trailer.html' title='TUKIRAH movie trailer'/><author><name>jihada</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00469669206995905023</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/-S32xnLUL2wg/Tc80v2QIrgI/AAAAAAAAABE/oudbQoA1wvQ/s220/SDC13941.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://img.youtube.com/vi/Fxof9y1H0uc/default.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-892391045921823169.post-5561865729129951026</id><published>2011-05-24T08:07:00.000-07:00</published><updated>2011-05-24T08:07:33.376-07:00</updated><title type='text'>Kisah Sepasang Burung Yang Mengharukan</title><content type='html'>&lt;iframe src="http://www.youtube.com/embed/HyH79M8YoJ8?fs=1" allowfullscreen="" width="425" frameborder="0" height="344"&gt;&lt;/iframe&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/892391045921823169-5561865729129951026?l=layout4al.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://layout4al.blogspot.com/feeds/5561865729129951026/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://layout4al.blogspot.com/2011/05/kisah-sepasang-burung-yang-mengharukan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/892391045921823169/posts/default/5561865729129951026'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/892391045921823169/posts/default/5561865729129951026'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://layout4al.blogspot.com/2011/05/kisah-sepasang-burung-yang-mengharukan.html' title='Kisah Sepasang Burung Yang Mengharukan'/><author><name>jihada</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00469669206995905023</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/-S32xnLUL2wg/Tc80v2QIrgI/AAAAAAAAABE/oudbQoA1wvQ/s220/SDC13941.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://img.youtube.com/vi/HyH79M8YoJ8/default.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-892391045921823169.post-7814286658755591334</id><published>2011-05-24T08:02:00.000-07:00</published><updated>2011-05-24T08:02:22.875-07:00</updated><title type='text'>RENUNGAN KITA SEMUA ♥  (  A PARENT'S WISH - Harapan Orang Tua Kita ketik...</title><content type='html'>&lt;iframe src="http://www.youtube.com/embed/fpiUAMHeDGE?fs=1" allowfullscreen="" width="480" frameborder="0" height="295"&gt;&lt;/iframe&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/892391045921823169-7814286658755591334?l=layout4al.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://layout4al.blogspot.com/feeds/7814286658755591334/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://layout4al.blogspot.com/2011/05/renungan-kita-semua-parents-wish.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/892391045921823169/posts/default/7814286658755591334'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/892391045921823169/posts/default/7814286658755591334'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://layout4al.blogspot.com/2011/05/renungan-kita-semua-parents-wish.html' title='RENUNGAN KITA SEMUA ♥  (  A PARENT&apos;S WISH - Harapan Orang Tua Kita ketik...'/><author><name>jihada</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00469669206995905023</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/-S32xnLUL2wg/Tc80v2QIrgI/AAAAAAAAABE/oudbQoA1wvQ/s220/SDC13941.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://img.youtube.com/vi/fpiUAMHeDGE/default.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-892391045921823169.post-3598971146726582415</id><published>2011-05-24T08:00:00.000-07:00</published><updated>2011-05-24T08:00:08.440-07:00</updated><title type='text'>Ahmed Saud - Yaseen</title><content type='html'>&lt;iframe src="http://www.youtube.com/embed/yrcUHU8Hx3w?fs=1" allowfullscreen="" width="480" frameborder="0" height="295"&gt;&lt;/iframe&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/892391045921823169-3598971146726582415?l=layout4al.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://layout4al.blogspot.com/feeds/3598971146726582415/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://layout4al.blogspot.com/2011/05/ahmed-saud-yaseen.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/892391045921823169/posts/default/3598971146726582415'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/892391045921823169/posts/default/3598971146726582415'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://layout4al.blogspot.com/2011/05/ahmed-saud-yaseen.html' title='Ahmed Saud - Yaseen'/><author><name>jihada</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00469669206995905023</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/-S32xnLUL2wg/Tc80v2QIrgI/AAAAAAAAABE/oudbQoA1wvQ/s220/SDC13941.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://img.youtube.com/vi/yrcUHU8Hx3w/default.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-892391045921823169.post-1458341095771985103</id><published>2011-05-24T07:58:00.000-07:00</published><updated>2011-05-24T07:58:55.108-07:00</updated><title type='text'>Lagu Syahdu Tell Me Why Nyanyian Anak Kecil</title><content type='html'>&lt;iframe src="http://www.youtube.com/embed/xEv1fpZk638?fs=1" allowfullscreen="" width="425" frameborder="0" height="344"&gt;&lt;/iframe&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/892391045921823169-1458341095771985103?l=layout4al.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://layout4al.blogspot.com/feeds/1458341095771985103/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://layout4al.blogspot.com/2011/05/lagu-syahdu-tell-me-why-nyanyian-anak.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/892391045921823169/posts/default/1458341095771985103'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/892391045921823169/posts/default/1458341095771985103'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://layout4al.blogspot.com/2011/05/lagu-syahdu-tell-me-why-nyanyian-anak.html' title='Lagu Syahdu Tell Me Why Nyanyian Anak Kecil'/><author><name>jihada</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00469669206995905023</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/-S32xnLUL2wg/Tc80v2QIrgI/AAAAAAAAABE/oudbQoA1wvQ/s220/SDC13941.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://img.youtube.com/vi/xEv1fpZk638/default.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-892391045921823169.post-8419898159656447380</id><published>2011-05-24T07:57:00.000-07:00</published><updated>2011-05-24T07:57:59.576-07:00</updated><title type='text'>Lagu Pilu Anak Palestina</title><content type='html'>&lt;iframe src="http://www.youtube.com/embed/Qu5AdfrwDTk?fs=1" allowfullscreen="" width="425" frameborder="0" height="344"&gt;&lt;/iframe&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/892391045921823169-8419898159656447380?l=layout4al.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://layout4al.blogspot.com/feeds/8419898159656447380/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://layout4al.blogspot.com/2011/05/lagu-pilu-anak-palestina.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/892391045921823169/posts/default/8419898159656447380'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/892391045921823169/posts/default/8419898159656447380'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://layout4al.blogspot.com/2011/05/lagu-pilu-anak-palestina.html' title='Lagu Pilu Anak Palestina'/><author><name>jihada</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00469669206995905023</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/-S32xnLUL2wg/Tc80v2QIrgI/AAAAAAAAABE/oudbQoA1wvQ/s220/SDC13941.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://img.youtube.com/vi/Qu5AdfrwDTk/default.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-892391045921823169.post-4115059062279716135</id><published>2011-05-24T07:56:00.000-07:00</published><updated>2011-05-24T07:56:59.469-07:00</updated><title type='text'>intifada ska p</title><content type='html'>&lt;iframe allowfullscreen="" frameborder="0" height="344" src="http://www.youtube.com/embed/nmBWAGODcRE?fs=1" width="425"&gt;&lt;/iframe&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/892391045921823169-4115059062279716135?l=layout4al.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://layout4al.blogspot.com/feeds/4115059062279716135/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://layout4al.blogspot.com/2011/05/intifada-ska-p.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/892391045921823169/posts/default/4115059062279716135'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/892391045921823169/posts/default/4115059062279716135'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://layout4al.blogspot.com/2011/05/intifada-ska-p.html' title='intifada ska p'/><author><name>jihada</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00469669206995905023</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/-S32xnLUL2wg/Tc80v2QIrgI/AAAAAAAAABE/oudbQoA1wvQ/s220/SDC13941.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://img.youtube.com/vi/nmBWAGODcRE/default.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-892391045921823169.post-4072640494358538199</id><published>2011-05-17T18:59:00.001-07:00</published><updated>2011-05-17T18:59:27.137-07:00</updated><title type='text'>JIKA AMAL TAK KUNJUNG BERBALAS...!</title><content type='html'>Sudah  sedekah habis-habisan, sholat  dhuha dan tahajud pol-polan bahkan masih  dilengkapi juga dengan puasa  sunnah senin kamis tanpa putus. Tapi mana  buktinya? Mana katanya akan  dibalas 10x lipat, 100x lipat bahkan 700x  lipat?&amp;nbsp; Pernah mengalami  seperti itu? Dalam ucapan mungkin tidak, tapi dalam  hati mungkin iya.  Saya sendiripun terkadang selintas pernah juga  berpikiran begitu.  Untungnya mengeluhnya kembali kepada Allah dan ndak  cerita ke  orang-orang (lha sekarang kok cerita? hehehe). &lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Berdasarkan pengalaman selama ini dan  alhamdulillah ternyata cocok  juga dengan cerita para pencinta sedekah  lainnya, ternyata cara Allah  membalas amal ibadah kita itu unik banget.  Bahkan ketika tahu bagaimana  itung-itungan balasan Allah, saya jadi  nangis sendiri, gak pantas  kayaknya kita masih mengeluh ketika amal  kita tak kunjung berbalas.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kata kuncinya cuma satu, saat anda  menghitung balasan itu berdasarkan  materi, atau saat anda menganggap  yang dimaksud balasan itu hanya  rupiah (atau dollar), maka hendaknya  anda juga menilai semua pemberian  Allah dengan uang juga.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Oke, kita coba hitung yuk berapa yang  sudah kita berikan pada Allah.  Misalnya kita sedekah 1 juta, ditambah  sholah dhuha 4 rakaat selama  sebulan ditambah tahajud+witir 11 rakaat  selama sebulan dan puasa senin  kamis selama sebulan (8 kali). Anggap  aja nilai semua amal kita adalah 1  juta. Mau kan dibayar 1 juta untuk  tiap rakaat sholat? Pasti mau! Dan  untuk puasa sunnah kita dibayar 10  juta per puasa. Mau dong ya?&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt;Oke, inilah hasilnya:&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;ol style="text-align: justify;"&gt;&lt;li&gt;&lt;strong&gt;Sedekah = 1 juta&lt;/strong&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;strong&gt;Dhuha 4x30x1 juta = 120 juta&lt;/strong&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;strong&gt;Tahajud 11x30x1 juta = 330 juta&lt;/strong&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;strong&gt;Puasa sunnah 8×10 juta = 80 juta&lt;/strong&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;strong&gt;TOTAL = 531 juta&lt;/strong&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Nah, kita sudah memberi Allah amal senilai 531 juta. Trus sesuai  janji Allah, maka kita akan dapat &lt;strong&gt;10x lipat&lt;/strong&gt; instant!! benar ndak kita  dapat &lt;strong&gt;5,31 Milyar&lt;/strong&gt;? Kita hitung yuk&lt;/div&gt;&lt;ol style="text-align: justify;"&gt;&lt;li&gt;&lt;strong&gt;Biaya agar mata tetep bisa melihat sebulan (17,5 juta per operasi)&lt;/strong&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;strong&gt;Biaya oksigen selama sebulan (50.000/4 jam atau 6x30x50.000 = 9 juta)&lt;/strong&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;strong&gt;Biaya supaya darah tetep bisa jalan mulai dari jantung, muter sampai jantung lagi&lt;/strong&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;strong&gt;Biaya supaya darah tetep bersih (cuci darah 900.000 2x seminggu = 7,2 juta )&lt;/strong&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;strong&gt;Jaminan keselamatan di jalan selama sebulan&lt;/strong&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;strong&gt;Biaya agar otot tetap bekerja&lt;/strong&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;List ini akan makin panjang kalau kita lebih teliti lagi merincinya.  Dan saya yakin seandainya semua itu &lt;strong&gt;dinonfungsikan oleh Allah 5 menit  saja&lt;/strong&gt;, uang &lt;strong&gt;500 juta&lt;/strong&gt; yang kita punya &lt;strong&gt;takkan sanggup untuk membayarnya&lt;/strong&gt;.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Tapi untunglah bukan seperti itu  perhitungannya. Untungnya Allah ndak  seperti kita yang suka  hitung-hitungan dalam beramal. Protes saat jatah  kita tak kunjung tiba.  Allah tidak menuntut kita membayar semua  nikmatnya ini. Dan  kenyataannya, amal yang kita lakukan memang bukan  untuk itu. Semua amal  itu adalah agar Allah lebih memperhatikan kita  sebagaimana seorang  anak yang mencari perhatian ibunya. Semua amal itu  untuk diri kita  sendiri. Bahkan seandainya semua makhluk didunia ini  menentang Allah,  niscaya tak sedikit-pun berkurang kekuasaan-Nya.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt;Lha terus kenapa amal saya gak kunjung dibalas?&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Ada beberapa skenario yang mungkin  disiapkan Allah untuk kita.  Pertama mungkin Allah sedang menguji  kesungguhan kita dalam beribadah.  Benarkah kita beribadah semata-mata  hanya untuk-Nya. Ataukah kita hanya  ibadah pas butuh saja? Jika kita  dinilai sebagai ahli ibadah pas butuh  saja, maka Allah sengaja menunda  pemberiannya agar kita jadi ahli ibadah  lebih lama sedikit &lt;img alt=":)" src="http://lutviavandi.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif" style="display: inline;" /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Skenario kedua, ibadah kita tak layak  dibalas di dunia. Rasanya dunia  ini terlalu kecil untuk menerima hadiah  dari Allah. Maka balasan itu  ditangguhkan-Nya hingga di hari akhirat  kelak. Sementara itu, semua  kebutuhan kita dipenuhi Allah dari arah  yang tidak disangka-sangka. 10  juta yang kita harapkan telah dibalas  Allah dalam bentuk kecil-kecil  yang kita tak pernah menyadarinya.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Skenario ketiga adalah ibadah dibalas  dengan yang jauh lebih besar.  Saking besarnya sampai kita tak mampu  melihatnya. Contohnya kita sedekah  10 juta, kita memang tidak mendapat  rejeki nomplok 100 juta gitu aja,  tapi anak kita tiba-tiba jadi baik,  mau sholat. Anak yang biasanya  nilainya pas-pasan jadi naik semua  hingga 3 besar padahal ndak pernah  belajar atau saat kita kesulitan ada  aja jalan mudah untuk keluar dari  kesulitan itu.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Nah, mari kita coba renungkan apa sih  yang diinginkan Allah pada  kita. Jangan pernah berhenti untuk berdoa.  Kita sangat diijinkan untuk  berdoa, meminta sesuatu dengan washilah  amal ibadah kita. Tapi justru  ketika amal itu tak kunjung berbalas,  pada kenyataannya adalah kita  sudah mendapatkan perhatian lebih-Nya.&lt;/div&gt;&lt;strong&gt;Sumber : http://lutviavandi.com/jika-amal-tak-kunjung-berbalas.html&lt;/strong&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/892391045921823169-4072640494358538199?l=layout4al.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://layout4al.blogspot.com/feeds/4072640494358538199/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://layout4al.blogspot.com/2011/05/jika-amal-tak-kunjung-berbalas.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/892391045921823169/posts/default/4072640494358538199'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/892391045921823169/posts/default/4072640494358538199'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://layout4al.blogspot.com/2011/05/jika-amal-tak-kunjung-berbalas.html' title='JIKA AMAL TAK KUNJUNG BERBALAS...!'/><author><name>jihada</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00469669206995905023</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/-S32xnLUL2wg/Tc80v2QIrgI/AAAAAAAAABE/oudbQoA1wvQ/s220/SDC13941.JPG'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-892391045921823169.post-9183798175240497725</id><published>2011-05-17T18:56:00.000-07:00</published><updated>2011-05-17T18:56:36.840-07:00</updated><title type='text'>perbarui selalu dirimu!</title><content type='html'>waktu terus berjalan, tak terasa telah banyak hal yang sudah kita lakukan, tapi apakah benar semua yang telah kita lakukan itu sudah sesuai dengan keinginan Alloh kepada hamba-Nya, atau semua yang kita lakukan selama ini "hanya" merupakan hasil akumulasi dari keinginan - keinginan syahwat kita?&lt;br /&gt;seringkali apa yang manjadi pertimbangan - pertimbangan tentang perilaku diri kita, adalah pertimbangan sepihak diri kita sendiri. yang kemudian kita jadikan sebagai pembenaran atas tindakan kita, sikap kita dan pandangan - pandangan kita. pertimbangan yang jauh dan dalam atas dasar "keinginan Alloh" sering kali kita lupakan, karena tidak sesuai dengan syahwat kita. bukankah, sudah sering kita akui bahwa Al Qur'an adalah pedoman hidup kita, penuntun pada jalan yang benar, tapi mengapa seringkali pula kita menafikkan ajaran Al Qur'an.&lt;br /&gt;banyak dari mereka yang melakukan hal demikian dikarenakan ingin mengamankan posisinya, menuruti egonya, takut terlihat buruk, jelek, salah di hadapan orang lain.&lt;br /&gt;mindsite seperti itu juga tidak serta merta bisa disalahkan, karena masyarakat &lt;br /&gt;juga tidak fear melihat dan menilai manusia. masyarakat seringkali tidak mau terima orang lain berbuat salah, meskipun manusia adalah tempat salah dan lupa, dan sulit memaafkan kesalahan orang lain, meskipun seringkali mereka memberi toleransi yang sangat besar atas kesalahan mereka sendiri. alangkah tidak fearnya?!&lt;br /&gt;oleh karena itu, membangun kesadaran terus menerus dalam rangka untuk memperbaiki diri, memperbarui pribadi sehingga bisa mendekati seperti apa yang diinginkan Alloh kepada kita wajib untuk kita lakukan, dengan menggunakan hati, nurani maka kebenaran itu akan terungkap dan menjelma menjadi media hidayah untuk kita. semoga kita bisa menemukan dan memperjelas jalan yang selama ini msih bias dan remang remang untuk kita.&lt;br /&gt;billahi fii sabililhaq fastabiqul khairat&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/892391045921823169-9183798175240497725?l=layout4al.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://layout4al.blogspot.com/feeds/9183798175240497725/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://layout4al.blogspot.com/2011/05/perbarui-selalu-dirimu.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/892391045921823169/posts/default/9183798175240497725'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/892391045921823169/posts/default/9183798175240497725'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://layout4al.blogspot.com/2011/05/perbarui-selalu-dirimu.html' title='perbarui selalu dirimu!'/><author><name>jihada</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00469669206995905023</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/-S32xnLUL2wg/Tc80v2QIrgI/AAAAAAAAABE/oudbQoA1wvQ/s220/SDC13941.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-892391045921823169.post-7159969740953773940</id><published>2011-05-17T18:26:00.000-07:00</published><updated>2011-05-17T18:26:08.583-07:00</updated><title type='text'>MENDIDIK ANAK CARA ROSULULLOH</title><content type='html'>&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;span style="color: darkgreen;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;/span&gt;oleh : Habibah Nurul Ummah, Lc&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anak adalah amanat Allah kepada orangtua, tutur Al-Ghazali.&lt;br /&gt;Rasulullah SAW bersabda, “ Apabila Allah menghendaki kebaikan terhadap  sebuah keluarga, Allah berikan kepada mereka kepahaman dalam agama, yang  muda menghormati yang tua, kasih sayang menjadi anugerah dalam  kehidupan mereka, pengeluaran mereka ekonomis dan diberi kemampuan untuk  mengetahui aib diri lalu bertaubat dari kesalahan, sebaliknya, jika  Allah menghendaki selain itu mereka akan dibiarkan saja ” . ( HR. Daaru  Quthni dari Anas ra. ).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A. Panduan dasar untuk orangtua dan pendidik.&lt;br /&gt;Banyak orang tidak menyadari kalau anak adalah salah satu pemimpin umat.  Hanya karena masih tertutup dengan baju anak. Seandainya apa yang ada  dibalik bajunya dibukakan kepada kita, niscaya kita akan melihat mereka  layak disejajarkan dengan para pemimpin. Akan tetapi, sunnatullah  menghendaki agar tabir itu disibak sedikit demi sedikit melalui  pendidikan. Namun, tidak semua pendidikan berhasil kecuali dengan  strategi matang dan berkelanjutan. ( Syaikh Muhammad Al Khidr Husein )&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Keteladanan&lt;br /&gt;Rasulullah bersabda “ Barangsiapa berkata kepada anaknya, ‘ kemarilah! (  nanti kuberi )’ kemudian tidak diberi maka ia adalah pembohong ” ( HR.  Ahmad dari Abu Hurairah )&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Memilih waktu yang tepat untuk menasehati.&lt;br /&gt;Ada 3 pilihan waktu yang dicontohkan Rasul ; saat berjalan-jalan di atas kendaraan, waktu makan dan waktu anak sakit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Bersikap adil dan tidak pilih kasih&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Memenuhi hak-hak anak&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Menghargai nasehat dan kebenaran meskipun dari anak kecil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. Mendo’akan anak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7. Membelikan permainan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;8. Membantu anak agar berbakti dan taat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;9. Tidak banyak mencela dan memaki.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B. Membangun dan membina Aqidah anak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Mentalqinkan kalimat Tauhid pada anak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Cinta kepada Allah, merasa diawasi dan beriman kepada Qodho’ &amp;amp; Qodar&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Mencintai Rasulullah, keluarga dan sahabatnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Mengajarkan Al-Qur’an kepada anak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Mendidik keteguhan aqidahnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;C. Membentuk intelektualitas pada anak&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Menanamkan kecintaan mencari ilmu dan adabnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Membimbing anak untuk menghafal Al-Qur’an dan hadits.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Memilihkan anak, guru yang shalih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Mendidik anak tera,pil bahasa asing.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Mengarahkan sesuai dengan bakat dan kecenderungannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. Membuat perpustakaan di rumah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sifat-sifat Pendidik Sukses&lt;br /&gt;a. Penyabar dan tidak pemarah&lt;br /&gt;b. Lemah lembut dan menghindari kekerasan&lt;br /&gt;c. Hatinya penuh dengan kasih sayang&lt;br /&gt;d. Memilih yang termudah di antara dua perkara&lt;br /&gt;e. Fleksibel&lt;br /&gt;f. Tidak emosional&lt;br /&gt;g. Bersikap moderat dan seimbang&lt;br /&gt;h. Ada senjang waktu dalam memberi nasehat.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/892391045921823169-7159969740953773940?l=layout4al.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://layout4al.blogspot.com/feeds/7159969740953773940/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://layout4al.blogspot.com/2011/05/mendidik-anak-cara-rosululloh.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/892391045921823169/posts/default/7159969740953773940'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/892391045921823169/posts/default/7159969740953773940'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://layout4al.blogspot.com/2011/05/mendidik-anak-cara-rosululloh.html' title='MENDIDIK ANAK CARA ROSULULLOH'/><author><name>jihada</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00469669206995905023</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/-S32xnLUL2wg/Tc80v2QIrgI/AAAAAAAAABE/oudbQoA1wvQ/s220/SDC13941.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-892391045921823169.post-8428544124242855807</id><published>2011-05-16T21:44:00.001-07:00</published><updated>2011-05-16T21:44:53.616-07:00</updated><title type='text'>Tips Menghafal Al-Qur'an</title><content type='html'>&lt;img alt="bismillahirrahmanirrahim" class="aligncenter size-full wp-image-55" src="http://cara-muhammad.com/wp-content/uploads/2010/09/bismillah_green.jpg" title="bismillah_green" width="188" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Al-Qur’an, sumber dari segala sumber  hukum umat Islam. Panduan langsung dari Allah SWT untuk kita agar  selamat di dunia dan di akhirat. Allah SWT menjanjikan pahala besar bagi  yang membacanya, memahaminya, dan melaksanakannya. Adalah impian setiap  muslim untuk bisa menghafalkan Al-Qur’an.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Secara umum, berikut adalah beberapa  tips untuk dapat menghafal Al-Qur’an dari seorang hafiz juara lomba  menghafal qur’an di tingkat nasional maupun internasional, Mudhawi  Ma’arif (semoga Allah merahmati beliau):&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Untuk memudahkan kita dalam menghafal, ada syarat-syarat yang harus kita pegang kuat-kuat, yaitu:&lt;/div&gt;&lt;ol style="text-align: justify;"&gt;&lt;li&gt;Beriman dan bertaqwa kepada Allah SWT.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Berniat mendekatkan diri kepada Allah SWT dengan menjadi hamba-hamba pilihan-Nya yang menjaga Al-Qur’an&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Istiqomah (teguh hati).&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Menguasai bacaan al-qur’an dengan benar, baik tajwid maupun makharij setiap huruf.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Adanya seorang pembimbing dari ustad/ustadzah (al-hafidz/al-hafidzah).&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Minimal sudah pernah khatam Al-Qur’an 20 kali (dengan membaca setiap ayat 5 kali).&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Konsisten menggunakan satu jenis mushaf al-qur’an (al-qur’an pojok).&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Konsisten menggunakan pensil/bolpen/stabilo sebagai pembantu.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Memahami ayat yang akan dihafal&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Ada tiga tahap utama yang harus dilakukan seorang penghafal Al-Qur’an, yaitu:&lt;/div&gt;&lt;ol style="text-align: justify;"&gt;&lt;li&gt;&lt;strong&gt;Persiapan (isti’dad)&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Kewajiban utama penghafal al-qur’an adalah harus menghafalkan setiap  harinya minimal satu halaman dengan tepat dan benar dengan memilih waktu  yang tepat untuk menghafal. Contohnya: &lt;ol&gt;&lt;li&gt;Sebelum tidur malam, lakukan persiapan terlebih dahulu dengan  membaca dan menghafal satu halaman secara cepat (jangan langsung dihafal  secara mendalam).&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Setelah bangun tidur hafalkan satu halaman tersebut dengan hafalan yang mendalam dengan tenang lagi konsentrasi.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Ulangi terus hafalan tersebut (satu halaman) sampai benar-benar hafal diluar kepala.&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;strong&gt;Pengesahan (tashih/setor)&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Setelah melakukan persiapan secara matang dengan selalu mengingat-ingat  suatu halaman tertentu, berikutnya tashihkan (setorkan) hafalan kita  kepada ustad/ustadzah. Setiap kesalahan yang telah ditunjukkan oleh  ustad, lakukan hal-hal berikut: &lt;ol&gt;&lt;li&gt;Berikan tanda kesalahan dengan mencatatnya (dibawah atau diatas huruf yang lupa)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Ulangi setoran sampai dianggap benar oleh ustad.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Bersabarlah untuk tidak menambah materi dan hafalan baru kecuali  materi dan hafalan lama benar-benar sudah dikuasai dan disahkan.&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;strong&gt;Pengulangan (muroja’ah/penjagaan)&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Setelah setor, jangan meninggalkan tempat (majelis) untuk pulang sebelum  hafalan yang telah disetorkan diulangi lagi beberapa kali terlebih  dahulu (sesuai dengan anjuran ustad/ustadzah) sampai ustad benar-benar  mengijinkan kita untuk pulang.&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Memang luar biasa perjuangan seorang  penghafal Al-Qur’an. Wajarlah jika Allah menjanjikan pahala besar bagi  siapapun yang sanggup menghafalkan Al-Qur’an. Semoga tips di atas bisa  membantu kita untuk menghafalkan kitab suci kita tercinta. Wallahu’alam  bisshawab.&lt;/div&gt;&lt;img alt="alhamdulillahirabbilalamin" class="aligncenter size-full wp-image-64" src="http://cara-muhammad.com/wp-content/uploads/2010/09/alhamdulillah_green.jpg" title="alhamdulillah" width="95" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="text-decoration: underline;"&gt;Referensi&lt;/span&gt;:&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;&lt;em&gt;Mudhawi Ma’arif.&lt;/em&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;em&gt;Sebuah web yang enggan dicantumkan namanya.&lt;/em&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/892391045921823169-8428544124242855807?l=layout4al.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://layout4al.blogspot.com/feeds/8428544124242855807/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://layout4al.blogspot.com/2011/05/tips-menghafal-al-quran.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/892391045921823169/posts/default/8428544124242855807'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/892391045921823169/posts/default/8428544124242855807'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://layout4al.blogspot.com/2011/05/tips-menghafal-al-quran.html' title='Tips Menghafal Al-Qur&apos;an'/><author><name>jihada</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00469669206995905023</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/-S32xnLUL2wg/Tc80v2QIrgI/AAAAAAAAABE/oudbQoA1wvQ/s220/SDC13941.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-892391045921823169.post-3667689387564817434</id><published>2011-05-16T21:43:00.002-07:00</published><updated>2011-05-16T21:43:43.462-07:00</updated><title type='text'>Tips Bermuhasabah (Introspeksi diri)</title><content type='html'>&lt;img alt="bismillahirrahmanirrahim" class="aligncenter size-full wp-image-55" src="http://cara-muhammad.com/wp-content/uploads/2010/09/bismillah_green.jpg" title="bismillah_green" width="188" /&gt;&lt;br /&gt;Tahun baru adalah saat-saat yang tepat bagi kita untuk melakukan  muhasabah atau introspeksi diri. Gunakanlah pergantian tahun sebagai  momen yang tepat untuk melakukan perubahan diri. Beberapa tips untuk  melakukan muhasabah yang baik adalah sebagai berikut:&lt;br /&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;Carilah tempat yang tanpa gangguan untuk muhasabah, misalnya di  kamar yang sepi, atau di masjid, atau di tempat yang kita agak asing di  situ.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Bawa alat tulis dan buku khusus muhasabah. Ini penting, agar kelak,  beberapa bulan ke depan atau beberapa tahun ke depan jika suatu saat  kita ingin mengukur sejauh mana perubahan telah terjadi dalam diri kita,  kita dapat melihatnya dari buku itu.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Berdo’a kepada Allah SWT dan mohonkan ampunan-Nya, kemudian mohonlah  agar dapat memuhasabah diri sebagai ikhtiar memperbaiki diri.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Renungkan berbagai kekurangan kita dalam beribadah kepada Allah SWT,  baik dalam muamalah kepada sesama ataupun berbagai aspek lain dalam  hidup kita. Gunakan pertimbangan ukhrowi saat merenungkan, maksudnya  renungkanlah akibat perbuatan kita dari sisi Allah, bukan hanya dari  sisi duniawi saja. Catatlah renungan di buku kita itu. Jangan malu  menuliskan kekurangan kita. Format bebas sesuai kesukaan masing-masing.  Sebagai contoh, bisa dibagi kertas itu dalam 2 bagian. Bagian yang lebar  untuk menuliskan hasil muhasabah kita. bagian yang kecil nanti untuk  menuliskan solusinya.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Setelah merasa cukup menuliskan semua hal yang kita rasa perlu  diperbaiki dalam diri kita, barulah tuliskan solusi-solusinya di kertas  bagian kanan di buku khusus kita itu. Buatlah solusi yang riil  (terjangkau) yang dapat kita lakukan dalam waktu dekat. Bisa harian atau  mingguan. Setiap kita pastilah memiliki solusi-solusi yang berbeda  bergantung dengan cara pandang, &amp;nbsp;pola pikir, dan wawasan kita.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Setelah usai membuat solusi, bacalah ulang semua yang telah kita  tulis tadi. Azzamkan/ teguhkan dalam diri kita bahwa kita akan  menjalankan solusi-solusi riil itu.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Perbanyaklah ibadah dan ketaatan pada Allah SWT dengan terus berdo’a  agar memperbaiki diri kita dan meneguhkan semua ikhtiar kita dalam  menuju ridho-Nya. Mintalah bantuannya ketika kita butuh bantuan diikuti  dengan ikhtiar sebagai salah satu syarat terkabulnya do’a kita itu.  Ikutilah setiap kesalahan atau perbuatan buruk yang kita perbuat dengan  perbuatan baik. Lakukan terus menerus perbuatan baik yang dicintai Allah  SWT sebanyak-banyaknya.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Evaluasilah hasil kita dalam jangka waktu tertentu. bisa per 3 hari,  lalu per minggu, dan per bulan. Lakukan dengan konsisten dengan terus  meningkatkan kapasitas “solusi” yang kita buat. Terus perbaiki yang  kurang dalam diri, dengan terus memohon kepada Allah SWT.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Jika gagal, bangkit lagi, gagal, bangkit lagi, dan terus bangkit.  jangan sampai kita menyerah karena menyerah berarti lari dari rahmat  Allah SWT.&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;Semoga dengan muhasabah yang baik kita akan menjadi hamba-Nya yang  makin mendekat kepada-Nya, mendekat pada syafaat Rasulullah SAW dan pada  akhirnya, mendekat pada surga-Nya, baik di dunia maupun di akhirat.  Amin.&lt;br /&gt;Wallahu’alam bisshawab.&lt;br /&gt;&lt;img alt="alhamdulillahirabbilalamin" class="aligncenter size-full wp-image-64" src="http://cara-muhammad.com/wp-content/uploads/2010/09/alhamdulillah_green.jpg" title="alhamdulillah" width="95" /&gt;Referensi:&lt;br /&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;“Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan  hendaknya setiap diri memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk  hari esok (akhirat), dan bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah  Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.” (QS. Al-Hasyr :18)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Dari Syadad bin Aus r.a, dari Rasulullah SAW, bahwa beliau berkata,  “Orang yang pandai adalah yang menghisab (mengevaluasi) dirinya sendiri  serta beramal untuk kehidupan sesudah kematian. Sedangkan orang yang  lemah adalah yang dirinya mengikuti hawa nafsunya serta berangan-angan  terhadap Allah SWT”. (HR. Imam Turmudzi, ia berkata, ‘Hadits ini adalah  hadits hasan’)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://eekkoo.wordpress.com/2009/11/01/tips-muhasabah-yang-terparameter/"&gt;http://eekkoo.wordpress.com/2009/11/01/tips-muhasabah-yang-terparameter/&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/892391045921823169-3667689387564817434?l=layout4al.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://layout4al.blogspot.com/feeds/3667689387564817434/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://layout4al.blogspot.com/2011/05/tips-bermuhasabah-introspeksi-diri.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/892391045921823169/posts/default/3667689387564817434'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/892391045921823169/posts/default/3667689387564817434'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://layout4al.blogspot.com/2011/05/tips-bermuhasabah-introspeksi-diri.html' title='Tips Bermuhasabah (Introspeksi diri)'/><author><name>jihada</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00469669206995905023</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/-S32xnLUL2wg/Tc80v2QIrgI/AAAAAAAAABE/oudbQoA1wvQ/s220/SDC13941.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-892391045921823169.post-3388129633634142535</id><published>2011-05-16T21:43:00.000-07:00</published><updated>2011-05-16T21:43:03.031-07:00</updated><title type='text'>Taubatnya Ahli Maksiat</title><content type='html'>&lt;strong&gt;dakwatuna.com – &lt;/strong&gt;Kisah ini diambil dari majalah “Al-Ummah Al-Qatriyyah” No. 70, dari kolom bertajuk “TAUBAT”, ditulis oleh Husein Uwais Mathar.&lt;br /&gt;Sungguh  sahabatku telah berubah, tertawanya renyah lembut menyapa setiap  telinga, laksana fajar menyingsing menyambut pagi. Padahal sebelumnya  tertawanya seringkali memekakkan telinga dan menyakiti perasaan. Kini  pandangannya sejuk penuh tawadhu. Sedangkan sebelumnya penuh dengan  pandangan yang destruktif. Ucapan yang keluar dari mulutnya kini penuh  dengan perhitungan, padahal sebelumnya sesumbar ke sana kemari melukai  dan menyakiti hati orang, tidak peduli dan tidak ada beban dosa.  Wajahnya tenang diliputi cahaya hidayah setelah sebelumnya terkesan  garang dan tidak ada belas kasihan.&lt;br /&gt;Aku tatap wajahnya, dia paham apa yang aku inginkan, lalu ia berkata,&lt;br /&gt;“Sepertinya engkau ingin bertanya kepadaku. Apa yang membuatmu berubah?”&lt;br /&gt;“Ya,  itu yang aku ingin Tanya kepadamu”, tandasku, wajahmu yang kulihat  beberapa tahun yang lalu berbeda 180 derajat dengan wajah yang kulihat  sekarang.&lt;br /&gt;&lt;div class="arabic"&gt;سُبْحَانَ مُغَيِّرِ الأَحْوَالِ&lt;strong&gt; &lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;Maha  suci Allah yang Maha merubah keadaan,” katanya penuh rasa syukur. “Hmm…  pasti di balik semua itu ada kisah menariknya,” komentarku.&lt;br /&gt;“Ya,  kisahnya bila kukenang, selalu menambah keimananku kepada Allah Yang  Maha Kuasa atas segala sesuatu, kisahnya melebihi khayalan, namun tetap  sebuah kenyataan yang telah merubah arah hidupku, sekarang aku akan  ceritakan semua kisah ini.”&lt;br /&gt;Ketika aku sedang mengendarai mobil  menuju Kairo, di salah satu jembatan yang menghubungkan kota tersebut,  tiba-tiba seekor sapi dan seorang anak kecil melintas di depanku, aku  kaget dan tidak dapat mengendalikan kendaraan. Tanpa sadar mobilku  terjun ke sungai, dan aku sudah ada di dalam air. Aku angkat kepalaku ke  atas agar bisa bernafas, tetapi mobilku terus tenggelam dan air nyaris  memenuhi dalam mobilku, tanganku segera menjamah gagang pintu, tapi  pintunya terkunci. Saat itu aku merasa akan segera mati, yang terbayang  adalah perjalanan hidupku yang penuh dengan dosa dan noda. Segalanya  seperti gelap, seperti berada di terowongan yang dalam dan gelap, panik  mencekam dan batinku berteriak, “Yaa Rabb… Selamatkanlah aku, bukan dari  kematian yang sebentar lagi akan kualami, tapi selamatkanlah aku dari  segala dosa yang telah melingkupi diriku, aku merasa jiwaku seperti  melayang dan mohon ampun kepada Allah sebelum menemui-Nya, lalu aku  mengucap dua kalimat syahadat, aku mulai merasa akan mati.&lt;br /&gt;Aku  berusaha menggerakkan tanganku untuk menggapai sesuatu, tiba-tiba  tanganku menyentuh sesuatu yang bolong, aku ingat!, bolongan tersebut  berasal dari kaca bagian depan, yang pecah sejak tiga hari yang lalu,  tanpa pikir panjang lagi, aku dorong sekuat tenaga badanku keluar dari  kaca bolong tersebut, aku kembali melihat cahaya terang, aku lihat  masyarakat menyaksikan dari tepi sungai seraya saling berteriak keras  agar ada salah seorang yang menolongku, lalu terjun dua orang dari  mereka ke sungai dan membawaku ke tepinya, dengan fisik yang lemah  lunglai aku masih merasa tidak yakin bisa selamat dan kembali hidup,  dari kejauhan kulihat mobilku perlahan-lahan terbenam ke dalam air.  Sejak detik itu aku merasa sangat ingin meninggalkan masa laluku yang  penuh dengan dosa, hal itu langsung kubuktikan sesampainya di rumah,  langsung kurobek-robek gambar dan poster para selebritis pujaan dan  gambar wanita setengah telanjang yang sengaja kupajang di dinding  rumahku, lalu aku masuk ke kamar dan menghempaskan badanku di atas kasur  sambil menangis, baru pertama kali ini aku merasa menyesal terhadap  dosa-dosa yang telah kuperbuat, semakin keras tangisku dan semakin deras  air mataku bercucuran, sementara badanku gemetar. Saat itulah aku  mendengar azan, seakan-akan aku baru mendengarnya pertama kali. Aku  langsung bangkit berdiri dan segera bergegas mengambil air wudhu. Di  masjid, setelah aku menunaikan shalat, aku menyatakan taubat dan mohon  kepada Allah&amp;nbsp; agar mengampuniku; Sejak itulah sebagaimana yang engkau  lihat sekarang wajahku berubah karena taubat.”&lt;br /&gt;Aku tertegun mendengar ceritanya lalu aku katakan kepadanya :&lt;br /&gt;&lt;div class="arabic"&gt;هَنِيْئًا  لَكَ يَا أخِيْ وَحَمْدًا للهِ عَلَى سَلاَمَتِكَ لَقَدْ أَرَادَ اللهُ  بِكَ خَيْرًا وَاللهُ يَتَوَلاَّكَ وَيَرْعَاكَ وَيُثَبِّتُ عَلَى الْحَقِّ  خُطَاكَ&lt;/div&gt;“Berbahagialah engkau hai saudaraku, segala puji bagi  Allah atas keselamatanmu, sungguh Allah telah menghendaki kebaikan  terhadapmu, Allah akan selalu melindungimu dan menjagamu, serta  mengokohkan langkahmu di atas kebenaran”. (hdn)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/892391045921823169-3388129633634142535?l=layout4al.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://layout4al.blogspot.com/feeds/3388129633634142535/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://layout4al.blogspot.com/2011/05/taubatnya-ahli-maksiat.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/892391045921823169/posts/default/3388129633634142535'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/892391045921823169/posts/default/3388129633634142535'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://layout4al.blogspot.com/2011/05/taubatnya-ahli-maksiat.html' title='Taubatnya Ahli Maksiat'/><author><name>jihada</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00469669206995905023</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/-S32xnLUL2wg/Tc80v2QIrgI/AAAAAAAAABE/oudbQoA1wvQ/s220/SDC13941.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-892391045921823169.post-4394779332805982293</id><published>2011-05-16T21:39:00.000-07:00</published><updated>2011-05-16T21:39:19.724-07:00</updated><title type='text'>Tips Syiar untuk Remaja Muslim</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Apakah kamu remaja muslim/muslimah yang  sedang kesulitan untuk memelihara keimanan atau mensyiarkan Islam di  tengah komunitas non muslim? atau mungkin teman-teman kamu sekarang  anak-anak muslim yang ‘terlalu gaul’ sehingga melupakan ajarannya? atau  mungkin saat ini kamu sedang belajar di negara orang yang mayoritas  beragama non islam? Jika demikian, mohon luangkan waktu sedikit untuk  membaca tips-tips berikut ini. Insya Allah ada hal positif yang bisa  membantu kamu &lt;img alt=":-)" class="wp-smiley" src="http://cara-muhammad.com/wp-content/plugins/smilies-themer/kopete/smile.png" /&gt; &lt;/div&gt;&lt;ol&gt;&lt;li style="text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt;Luruskan dan niatkan setiap kegiatan kamu hanya untuk Allah SWT.&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Kapanpun, dimanapun dan apapun yang sedang kamu lakukan, baik sendirian  maupun bersama teman-teman, usahakan selalu mengingat Allah SWT.  Berdoalah dan niatkanlah semuanya hanya demi Allah SWT.&lt;/li&gt;&lt;li style="text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt;Praktekkan selalu apa yang kamu katakan.&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;Kerjakanlah selalu apa yang kamu katakan pada teman-teman.  Yakinkan teman-teman kamu bahwa Islam memang menjadi panduan hidup dan  selalu konsisten kamu kerjakan.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;strong&gt;Teladani Al-Qur’an dan Sirah Rosulullah SAW dalam mensyiarkan Islam.&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;Banyak sekali pelajaran mengenai cara syiar Rasulullah SAW  dalam menyebarkan Islam yang terdapat di Al-Qur’an dan Sirahnya. Gunakan  itu sebagai panduan syiar Islam kamu.&lt;/li&gt;&lt;li style="text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt;Jangan menilai teman kamu hanya dari wajah atau penampilannya.&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;Terkadang wajah dan penampilan bisa menipu. Bisa saja teman  kamu yang pendiam dan sopan ternyata punya pekerjaan sampingan sebagai  penari striptis, atau sebaliknya, bisa saja teman kamu yang nyentrik dan  gaul, ternyata adalah seorang muslim yang taat. Hadapilah setiap orang  dengan sikap yang sama, seakan-akan kamu belum mengenal mereka.&lt;/li&gt;&lt;li style="text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt;Tersenyumlah&lt;/strong&gt; &lt;img alt=":-)" class="wp-smiley" src="http://cara-muhammad.com/wp-content/plugins/smilies-themer/kopete/smile.png" /&gt; &lt;br /&gt;Banyak sekali kita jumpai muslim yang taat menunjukkan wajah serius  bahkan terlihat sebal jika diantara kalangan non muslim. Salah! Seperti  kata Pak Mario Teguh, Tersenyumlah! dan perhatikan apa yang terjadi &lt;img alt=":-)" class="wp-smiley" src="http://cara-muhammad.com/wp-content/plugins/smilies-themer/kopete/smile.png" /&gt; &lt;/li&gt;&lt;li style="text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt;Ambillah inisiatif pertama jika bepergian bersama mereka.&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;Usahakan selalu ambil inisiatif pertama jika akan bepergian. Jauhkan teman-teman kamu dari tempat-tempat yang tidak baik.&lt;/li&gt;&lt;li style="text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt;Tunjukkan pada mereka bahwa Islam itu tetap relevan kapanpun juga.&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;Banyak orang yang beranggapan bahwa Islam itu kuno dan  ketinggalan zaman. Tunjukkan pada mereka bahwa ajaran Islam itu relevan  kapanpun juga.&lt;/li&gt;&lt;li style="text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt;Ajaklah mereka untuk ikut kegiatan sosial bersama kamu.&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;Ketika ada kegiatan amal atau sosial, ajaklah teman-teman kamu  untuk ikut serta. Partisipasi mereka akan banyak berpengaruh positif  pada kedekatan kamu dengan mereka, dan terbukanya hati mereka untuk  menolong sesama.&lt;/li&gt;&lt;li style="text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt;Tanyakan kepada mereka 4 hal mendasar.&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;Pada setiap kesempatan, pancinglah mereka untuk menjawab 4  pertanyaan ajaib ini. Empat pertanyaan ini seringkali dapat dengan mudah  mengarahkan pembicaraan kepada Allah dan Islam dengan halus.&lt;br /&gt;a. Apa tujuan hidup kamu dan apa yang membuat kamu bahagia secara jujur dari hati terdalam?&lt;br /&gt;b. Apa sih yang kamu percayai?&lt;br /&gt;c. Kepada siapa seharusnya kita berterimakasih atas semua nikmat ini?&lt;br /&gt;d. Apakah semua keberhasilan kamu sampai hari ini tanpa bantuan orang lain?&lt;/li&gt;&lt;li style="text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt;Lakukan dan tunjukkan kepada mereka bahwa sholat 5 waktu itu terpenting dari semua kegiatan.&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;Tunjukkan pada mereka bahwa sholat 5 waktu itu adalah yang  terpenting dalam semua waktu kamu. Katakanlah pada mereka bahwa itulah  saat-saat kita berhubungan langsung dengan Allah SWT dan saat itu, kita  bisa meminta bantuan apapun kepada-Nya. Jika teman kamu sedang  menghadapi masalah, ajaklah dia untuk berdoa atau bahkan ikut sholat  dengan kamu.&lt;/li&gt;&lt;li style="text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt;Angkatlah sikap-sikap orang dewasa yang positif di depan teman-temanmu.&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;Seringkali anak-anak muda menganggap orang dewasa (termasuk  orang tua mereka) kuno dan -maaf- ‘bodoh’. Tunjukkan rasa hormat kamu  pada orang-orang dewasa dan pujilah sikap orang dewasa yang positif,  misalnya: ketika ada yang menolong anak muda lain, atau ketika ada da’i  yang memberikan dakwah yang menarik, atau ketika ada yang memberi  sumbangan dana untuk bencana, dll. Hal-hal itu tidak hanya akan membuka  perspektif baru bagi teman-teman kamu, tapi juga akan membuat mereka  lebih hormat pada orang tua mereka. Ingatlah, hormat kepada orang tua  sangat dinilai tinggi dalam Islam.&lt;/li&gt;&lt;li style="text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt;Dukunglah dan bantulah teman kamu yang meneladani atau mulai mengikuti ajaran Islam.&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;Ketika pada akhirnya ada seorang teman kamu yang tertarik dan  berusaha mengikuti ajaran Islam, segera bantu dan dukunglah dia  semaksimal mungkin. Hadirlah selalu di dekatnya agar imannya yang masih  lemah terus terbina dengan kehadiran kamu.&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Semoga hal-hal di atas bisa membantu  kamu. Ingatlah bahwa dakwah itu bukan hak seorang muslim, tapi merupakan  KEWAJIBAN kita. Setiap kita punya tugas untuk mensyiarkan cahaya Islam  kepada siapapun juga, dimanapun kita berada dan siapapun teman-teman  kita. Semoga Allah SWT selalu melindungi dan meridhoi langkah kita.  Amiiin. Sukses teman-teman &lt;img alt=":-)" class="wp-smiley" src="http://cara-muhammad.com/wp-content/plugins/smilies-themer/kopete/smile.png" /&gt; &lt;/div&gt;&lt;img alt="alhamdulillahirabbilalamin" class="aligncenter size-full wp-image-64" src="http://cara-muhammad.com/wp-content/uploads/2010/09/alhamdulillah_green.jpg" title="alhamdulillah" width="95" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: #003300;"&gt;&lt;em&gt;Referensi:&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="color: #003300;"&gt;&lt;em&gt;&lt;a href="http://www.soundvision.com/info/parenting/teens/12tips.asp"&gt;http://www.soundvision.com/info/parenting/teens/12tips.asp&lt;/a&gt;&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="color: #003300;"&gt;&lt;em&gt;Sheema Khan, seorang pendiri&amp;nbsp;Muslim Youth of North America (MYNA)&amp;nbsp;advisor for eastern Canada&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/892391045921823169-4394779332805982293?l=layout4al.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://layout4al.blogspot.com/feeds/4394779332805982293/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://layout4al.blogspot.com/2011/05/tips-syiar-untuk-remaja-muslim.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/892391045921823169/posts/default/4394779332805982293'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/892391045921823169/posts/default/4394779332805982293'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://layout4al.blogspot.com/2011/05/tips-syiar-untuk-remaja-muslim.html' title='Tips Syiar untuk Remaja Muslim'/><author><name>jihada</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00469669206995905023</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/-S32xnLUL2wg/Tc80v2QIrgI/AAAAAAAAABE/oudbQoA1wvQ/s220/SDC13941.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-892391045921823169.post-5936071607361044007</id><published>2011-05-16T21:37:00.001-07:00</published><updated>2011-05-16T21:37:22.352-07:00</updated><title type='text'>Keteguhan Hati Rasulullah SAW</title><content type='html'>&lt;img alt="bismillahirrahmanirrahim" class="aligncenter size-full wp-image-55" src="http://cara-muhammad.com/wp-content/uploads/2010/09/bismillah_green.jpg" title="bismillah_green" width="188" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Pada masa-masa awal dakwah Rasulullah  SAW di Mekkah, terjadi kegelisahan di antara kaum Quraisy akibat syiar  Islam yang gencar disampaikan Rasulullah SAW. Saat itu, Rasulullah SAW  ditakdirkan Allah SWT berada di bawah lindungan pamannya, Abu Thalib,  yang merupakan salah satu tokoh Quraisy yang disegani.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Demi tujuan melenyapkan cahaya Islam,  akhirnya kaum kafir Quraisy pun bersepakat untuk membunuh Rasulullah  SAW. Namun, sebelum melakukannya, mereka berusaha menjumpai Abu Thalib  terlebih dahulu. Suatu saat para pembesar Quraisy datang kepada Abu  Thalib. Mereka lalu mengatakan, “Keponakan anda mencaci-maki sesembahan  dan agama kami, menyebut kami orang-orang jahil (bodoh). Dia juga  mengatakan bahwa nenek moyang kami adalah orang-orang sesat. Sekarang  hukum dia atau biar kami yang melakukan. Kami tidak bisa bersabar lagi  menghadapinya.”&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Abu Thalib menyadari situasi gawat yang  dihadapinya. la memanggil keponakan tercintanya dan menceritakan semua  yang dikatakan oleh para pembesar Quraisy. la berkata, “Jagalah dirimu  dan diriku dan jangan membebaniku dengan sesuatu yang melebihi  kemampuanku.”&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Mendengar hal itu, dengan tenang dan teguh hati, Rasulullah SAW menjawab, “&lt;strong&gt;Walaupun  mereka meletakkan matahari di tangan kananku dan rembulan di tangan  kiriku agar aku berpaling dari risalah yang aku bawa, aku tidak akan  berhenti sampai Allah SWT mengantarkan aku pada kejayaan Islam atau aku  binasa karenanya.&lt;/strong&gt;“&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Tersentuh oleh nada tinggi dari jawaban  keponakan tersayangnya, Abu Thalib menjawab, “Lakukan apa yang ingin  kamu lakukan! Demi Tuhan Pemelihara Ka’bah, aku&amp;nbsp;tidak akan menyerahkanmu  pada mereka.”&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;……..&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sungguh luar biasa keteguhan hati  Rasulullah SAW. Beliau hanya takut pada Allah SWT semata, padahal saat  itu pengikutnya masih sedikit sekali. Jangan sampai kita sia-siakan  pengorbanan beliau, apalagi sampai mengorbankan keimanan kita untuk  sekedar alasan dunia semata. Allahuma shalli ‘ala sayyidina Muhammad.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/892391045921823169-5936071607361044007?l=layout4al.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://layout4al.blogspot.com/feeds/5936071607361044007/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://layout4al.blogspot.com/2011/05/keteguhan-hati-rasulullah-saw.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/892391045921823169/posts/default/5936071607361044007'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/892391045921823169/posts/default/5936071607361044007'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://layout4al.blogspot.com/2011/05/keteguhan-hati-rasulullah-saw.html' title='Keteguhan Hati Rasulullah SAW'/><author><name>jihada</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00469669206995905023</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/-S32xnLUL2wg/Tc80v2QIrgI/AAAAAAAAABE/oudbQoA1wvQ/s220/SDC13941.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-892391045921823169.post-3646035463945574910</id><published>2011-05-16T21:29:00.001-07:00</published><updated>2011-05-16T21:29:19.544-07:00</updated><title type='text'>Kesederhanaan Rasulullah Muhammad SAW</title><content type='html'>Ketika Islam telah memiliki pengaruh yang sedemikian kuat dan disegani,  dan ketika para raja-raja di Romawi bergelimang harta, maka Rasulullah  masih saja tidur beralaskan tikar di rumahnya yang sederhana. Kalau ada  pakaian yang koyak, Rasulullah menambalnya sendiri, tidak menyuruh  isterinya. Beliau juga memerah sendiri susu kambing, untuk keperluan  keluarga maupun untuk dijual. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setiap kali pulang ke rumah,  bila dilihat tiada makanan yang siap untuk dimakan, sambil tersenyum  baginda menyingsing lengan bajunya untuk membantu isterinya di dapur.  Sayidatina 'Aisyah menceritakan : ”Kalau Nabi berada di rumah, beliau  selalu membantu urusan rumah tangga.” &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika mendengar azan,  beliau cepat-cepat berangkat ke masjid, dan cepat-cepat pulang kembali  sesudah selesai sembahyang." Pernah baginda pulang pada waktu pagi.  Tentulah baginda amat lapar waktu itu. Tetapi dilihatnya tiada apa pun  yang ada untuk sarapan. Yang mentah pun tidak ada karena Sayidatina  'Aisyah belum ke pasar. Maka Nabi bertanya, &lt;i&gt;"Belum ada sarapan ya Khumaira ?"&lt;/i&gt;  (Khumaira adalah panggilan mesra untuk Sayidatina 'Aisyah yang berarti  'Wahai yang kemerah-merahan'). Aisyah menjawab dengan agak serba salah, &lt;i&gt;"Belum ada apa-apa wahai Rasulullah."&lt;/i&gt;  Rasulullah lantas berkata, ”Kalau begitu aku puasa saja hari ini."  tanpa sedikit tergambar rasa kesal di wajahnya. Ini sesuai dengan sabda  beliau, &lt;i&gt;"Sebaik-baik lelaki adalah yang paling baik dan lemah lembut terhadap isterinya."&lt;/i&gt; Prihatin, sabar dan tawadhu’nya baginda SAW sebagai kepala keluarga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada suatu ketika baginda menjadi imam solat. Dilihat oleh para  sahabat, pergerakan baginda antara satu rukun ke satu rukun yang lain  amat sukar sekali. Dan mereka mendengar bunyi menggerutup seolah-olah  sendi-sendi pada tubuh baginda yang mulia itu bergeser antara satu sama  lain. Sayidina Umar yang tidak tahan melihat keadaan baginda itu  langsung bertanya setelah selesai sholat : &lt;br /&gt;&lt;i&gt;"Ya Rasulullah, kami melihat seolah-olah tuan menanggung penderitaan yang amat berat, tuan sakitkah ya Rasulullah?" &lt;br /&gt;"Tidak, ya Umar. Alhamdulillah, aku sehat dan segar" &lt;br /&gt;"Ya Rasulullah... mengapa setiap kali tuan menggerakkan tubuh, kami  mendengar seolah-olah sendi bergesekan di tubuh tuan? Kami yakin engkau  sedang sakit..."&lt;/i&gt; desak Umar penuh cemas. &lt;br /&gt;Akhirnya Rasulullah  mengangkat jubahnya. Para sahabat amat terkejut. Perut baginda yang  kempis, kelihatan dililiti sehelai kain yang berisi batu kerikil, buat  menahan rasa lapar. Batu-batu kecil itulah yang menimbulkan bunyi-bunyi  halus setiap kali bergeraknya tubuh baginda. &lt;br /&gt;&lt;i&gt;"Ya Rasulullah! Adakah bila tuan menyatakan lapar dan tidak punya makanan, kami tidak akan mendapatkannya buat tuan ?"&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;Lalu baginda menjawab dengan lembut,&lt;br /&gt;&lt;i&gt;”Tidak  para sahabatku. Aku tahu, apa pun akan engkau korbankan demi Rasulmu.  Tetapi apakah akan aku jawab di hadapan ALLAH nanti, apabila aku sebagai  pemimpin, menjadi beban kepada umatnya?" "Biarlah kelaparan ini sebagai hadiah ALLAH buatku,  agar umatku kelak tidak ada yang kelaparan di dunia ini lebih-lebih lagi  tiada yang kelaparan di Akhirat kelak." &lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Baginda Rasulullah pernah tanpa rasa canggung sedikitpun makan di sebelah seorang tua yang penuh kudis, miskin dan kotor. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hanya diam dan bersabar bila kain rida'nya direntap dengan kasar oleh  seorang Arab Badwi hingga berbekas merah di lehernya. Dan dengan penuh  rasa kehambaan baginda membasuh tempat yang dikencingi si Badwi di dalam  masjid sebelum menegur dengan lembut perbuatan itu. Kecintaannya yang  tinggi terhadap Allah SWT dan rasa kehambaan dalam diri Rasulullah saw  menolak sama sekali rasa ketuanan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seolah-olah anugerah  kemuliaan dari Allah tidak dijadikan sebab untuk merasa lebih dari yang  lain, ketika di depan umum maupun dalam keseorangan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika  pintu Syurga telah terbuka, seluas-luasnya untuk baginda, baginda masih  saja berdiri di waktu-waktu sepi malam hari, terus-menerus beribadah, hingga pernah  baginda terjatuh, lantaran kakinya sudah bengkak-bengkak. Fisiknya sudah  tidak mampu menanggung kemauan jiwanya yang tinggi. Hingga ditanya oleh  Sayidatina 'Aisyah, &lt;br /&gt;&lt;i&gt;"Ya Rasulullah, bukankah engkau telah dijamin Syurga? Mengapa engkau masih bersusah payah begini?" &lt;/i&gt;&lt;br /&gt;Jawab baginda dengan lunak, &lt;br /&gt;&lt;i&gt;"Ya 'Aisyah, bukankah aku ini hanyalah seorang hamba? Sesungguhnya aku ingin menjadi hamba-Nya yang bersyukur." &lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika ajalnya dekat menjelang, Rasulullah SAW masih sempat-sempatnya memikirkan umatnya. Ketika Jibril berkata, &lt;i&gt;"Semua syurga terbuka lebar menanti kedatanganmu, wahai Rasul Allah”.&lt;/i&gt; Tapi itu ternyata tidak membuat Rasulullah lega, matanya masih penuh kecemasan. &lt;i&gt;"Engkau tidak senang mendengar khabar ini ?"&lt;/i&gt;, tanya Jibril lagi. &lt;i&gt;"Khabarkan kepadaku bagaimana nasib umatku kelak ?",&lt;/i&gt; tanya Rasulullah seolah tak tega meninggalkan kita semua (umatnya) tanpa kepastian dibebaskannya umatnya dari api neraka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Detik-detik  semakin dekat, saatnya malaikat Izrail melakukan tugas. Perlahan ruh  Rasulullah ditarik. Nampak seluruh tubuh Rasulullah bersimbah peluh,  urat-urat lehernya menegang. &lt;i&gt;"Jibril, betapa sakit sakaratul maut ini."&lt;/i&gt; Perlahan Rasulullah mengaduh. Fatimah terpejam, Ali yang disampingnya menunduk semakin dalam dan Jibril memalingkan muka. &lt;i&gt;"Jijikkah kau melihatku, hingga kau palingkan wajahmu Jibril?",&lt;/i&gt; tanya Rasulullah pada Malaikat pengantar wahyu itu. &lt;i&gt;"Siapakah yang sanggup, melihat kekasih Allah direnggut ajal,"&lt;/i&gt; kata Jibril. Sebentar kemudian terdengar Rasulullah mengaduh, karena sakit yang tidak tertahankan lagi, &lt;i&gt;"Ya Allah, dahsyat nian maut ini, timpakan saja semua siksa maut ini kepadaku, jangan pada umatku."&lt;/i&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikian sayangnya Rasulullah SAW kepada kita sebagai umatnya, hingga  di detik-detik terakhir ajal beliau masih berdoa bagi kebaikan umatnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(Sumber Tulisan oleh : NN, dengan beberapa edit dari Penjaga Kebun Hikmah)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/892391045921823169-3646035463945574910?l=layout4al.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://layout4al.blogspot.com/feeds/3646035463945574910/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://layout4al.blogspot.com/2011/05/kesederhanaan-rasulullah-muhammad-saw.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/892391045921823169/posts/default/3646035463945574910'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/892391045921823169/posts/default/3646035463945574910'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://layout4al.blogspot.com/2011/05/kesederhanaan-rasulullah-muhammad-saw.html' title='Kesederhanaan Rasulullah Muhammad SAW'/><author><name>jihada</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00469669206995905023</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/-S32xnLUL2wg/Tc80v2QIrgI/AAAAAAAAABE/oudbQoA1wvQ/s220/SDC13941.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-892391045921823169.post-3514813714253839783</id><published>2011-05-16T21:15:00.000-07:00</published><updated>2011-05-16T21:15:27.032-07:00</updated><title type='text'>tentang hidup</title><content type='html'>[] فَإِنَّ مَعَ الْعُسْرِ يُسْرًا [] إِنَّ مَعَ الْعُسْرِ يُسْرًا&lt;br /&gt;karena sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan, sesungguhnya&lt;br /&gt;sesudah kesulitan itu ada kemudahan.(Q.S. Alam Nasyrah: 5-6)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika kerja kerasmu tak dihiraukan, saat itu kamu belajar ketulusan.&lt;br /&gt;Jika apa yang kamu usahakan tidak dihargai, saat itu kamu sedang&lt;br /&gt;belajar keikhlasan. Jika kamu merasa lelah dan kecewa, maka saat itu&lt;br /&gt;kamu sedang belajar kesungguhan. Jika hatimu merasakan sakit yang&lt;br /&gt;dalam, maka di saat itu kamu belajar memaafkan. Dan saat kamu merasa&lt;br /&gt;sepi, sendiri, maka saat itu kamu sedang belajar ketangguhan. Dan&lt;br /&gt;ketika engkau tegarkan semua, maka itulah kekuatan luar biasamu...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;DONT GIVE UP ! AKU PIKIR, AKU RASA, AKU BISA!&lt;br /&gt;oleh. Bp. Anamto Isworo (staff Majelis Tabligh PP Muhammadiyah)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/892391045921823169-3514813714253839783?l=layout4al.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://layout4al.blogspot.com/feeds/3514813714253839783/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://layout4al.blogspot.com/2011/05/tentang-hidup.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/892391045921823169/posts/default/3514813714253839783'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/892391045921823169/posts/default/3514813714253839783'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://layout4al.blogspot.com/2011/05/tentang-hidup.html' title='tentang hidup'/><author><name>jihada</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00469669206995905023</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/-S32xnLUL2wg/Tc80v2QIrgI/AAAAAAAAABE/oudbQoA1wvQ/s220/SDC13941.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-892391045921823169.post-7720698547109563285</id><published>2011-05-16T07:24:00.001-07:00</published><updated>2011-05-16T07:24:24.521-07:00</updated><title type='text'>Alasan Tak Boleh Sombong</title><content type='html'>&lt;h1&gt;-Alasan Tidak Boleh Sombong-&lt;/h1&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Pertama&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Sedikit cahaya dari Allah SWT lebih berarti dari cahaya manapun. Sedikit  hidayah Allah SWT yang masuk ke dalam hatimu, lebih berarti dari  petunjuk manusia yang mananpun. Sedikit ilmu dari Allah yang kamu  terima, lebih berarti dari ilmu manusia manapun. Sedikit harta yang kamu  terima dari Allah, lebih berarti dari harta manusia yang manapun. Yang  ada padamu semua serba sedikit, terutama ilmu, lalu apa yang mau kau  sombongkan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Kedua&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Ketajaman mata rohani, lebih tajam dari benda tajam yang manapun.  Sedikit kata-kata yang penuh keikhlasan, kejujuran, kebenaran, lebih  tajam dan lebih bermakna dari ribuan kata-kata yang penuh kebohongan,  apa lagi kesombongan! Bila mata hatimu masih tumpul, karena penuh dengan  penyakit hati, maka banyak-banyaklah istigfar, mohon ampun kepadaNya,  jauhkan hatimu dari kesombongan sekecil apapun. Apa itu kesombongan?  Meremehkan orang lain dan tak mau menerima kebenaran !&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Ketiga&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Kebenaran apapun yang kamu sampaikan pada orang lain yang membencimu,  akan sia-sia. Ibarat angin lalu di tengah padang pasir yang tandas, tak  berbekas apapun. Dan jangan sombong dengan kebenaran atau kepinteran  yang kau miliki, apa lagi sampai membodoh-bodohi orang lain, seakan kau  penjadi orang yang sangat pinter dengan membodohi orang lain, padahal  tidak! Seandainya kau pinterpun tetap tak boleh membodoh-bodohi orang  lain, apa hakmu membodohi orang lain? Orang yang pinter bahkan biasanya  lebih rendah hati, lebih menghormati orang lain dan lebih tawadu,  seperti ilmu padi, semakin berisi semakin merunduk! Lalu mengapa kamu  sombong?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Kelima&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Kebenaran manusia bersipat relatif dan orang bisa membantahnya dengan  kebenaran yang lain yang sipatnya relatif pula. Selama kebenaran yang  datang dari manusia sipatnya tidak ada yang absolut, kebenaran mutlak  hanya milik Allah SWT. Jadi kalau ada manusia merasa diri paling benar,  paling pinter tanda-tanda kesombongan ada pada dirinya. Yang repot,  sudah kapir, sombong lagi,  dengan menyatakan dirinya: Saya kapir!”  dengan bangganya, seakan berkata : "Kalau saya kapir, kau mau apa?” Ini  orang kok sombong amat yah? Padahal akhir perjalanannya hanya menjadi  bangkai dan di akherat termasuk orang yang merugi. Masih mau sombong?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Keenam&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Telah banyak kesalahan dan dosa yang kamu perbuat, saat inilah perlunya  kerendahan hati/tidak sombong dan memohon petunjukNya dan  beristigfar/mohon ampunanNya. Kesalahan sangat manusiawi, jangan takut  salah, tapi jangan sengaja berbuat salah. Dan jangan sombong dengan  kesalahan dan kekapiran! Jangan seperti Iblis, hanya karena diciptakan  dari api, sudah sombong! Iblis merasa lebih mulia dari Adam As yang  diciptakan dari tanah, sehingga Iblis membantah/menolak perintah Tuhan  untuk sujud pada Adam!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Ketujuh&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Nabi Muhammad SAW sebagai manusia sempurna/insan kamil saja di musuhi  ummatnya yang kapir, apa lagi kamu manusia biasa yang seringkali  disengaja atau tidak  disengaja menyakiti orang lain, pasti banyak yang  tak suka padamu. Dan sampai saat ini betapa banyak manusia yang tak  beriman kepada beliau, bukan hanya tak beriman, tapi juga melecehkan,  menghinanya, menghujatnya, mencaci makinya. Jadi kalau kamu dihina atau  dicaci maki orang itu belum apa-apa. Jangan-jangan kamu dinina, memang  hina beneran. Siapa sih manusia hina ? Ya manusia yang merasa dirinya  mulia, merasa suci. Padahal orang yang mulai dan suci adalah orang yang  rendah hati, bukan orang orang yang sombong!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Kedelapan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Kamu bukan Muhammad SAW yang bertemu Allah dalam malam Isra’ mi’raj.  Kamu bukan Musa AS yang diajak berbicara oleh Allah SWT. Kamu bukan  Ibrohim  AS yang mencari dan diselamatkan Allah ketika di bakar oleh  Namrudz. Kamu bukan Nuh AS yang penuh kesabaran menjalankan agama Allah  dan tetap mensyiarkan agamaNya, walaupun yang beriman sedikit. Kamu  bukan Ayub AS yang mendapat ujian begitu berat dengan penyakit yang  bertahun tahun, namun tetap sabar dan iklas kepadaNya. Kamu bukan Adam  AS yang di usir oleh Allah dan segera mohon ampun kepadaNya dan diampuni  olehNya. Kamu bukan wali yang dimuliakan Allah, karena ketaatan  ibadahnaya yang begitu banyak mereka lakukan. Kamu bukan sufi yang  menyintai Allah dengan ketulusan hati dan kesabaran jiwa. Kamu bukan  Malaikat yang sangat patuh atas semua perintah Allah sejak diciptakan  sampai ditiadakan. Kamu hanya hamba Allah yang amat kecil dan hina  dihadapanNya, tak lebih dari itu. Nah apa yang mau kau sombongkan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para Auliya dan orang orang yang sholeh mendekati Allah SWT dengan  caranya masing-masing, kamu tak mesti mengikuti cara-cara mereka. maka  untukmu adalah : Dekati Allah SWT dengan caramu sendiri dan kebiasaanmu  sendiri dan itu tak perlu mengasingkan diri ke gunung-gunung atau masuk  ke goa-goa dan bertapa di sana ! Allah bisa di dekati di mana-mana,  karena memang Dia ada di mana-mana dan jangan lupa, Allah SWT lebih  dekat dari urat nadimu sendiri. Dan jangan katakan : "Saya sudah dekat  kepada Allah SWT!” Itu kesombongan! Mengapa? Karena yang mengatahui  kedekatanmu pada Allah, ya Allah sendiri, bukan karena kata-kata-katamu  dan perbuatanmu. Nah masih mau sombong juga?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Kesembilan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Di sini dan sekarang inilah saatnya kamu berusaha mendekati Allah SWT.  Jika tidak, kapan lagi? Hari - harimu adalah hari- hari. menuju ke  kuburan, waktu-waktumu yang tersisa akan menuju ke kuburan, usiamu  semakin lama semakin menjelang kematian, rohmu semakin dekat untuk  kembali kepada asalnya yaitu Allah SWT. Sudahkah kamu simpan  amalan-amalanmu? Sudahkan kamu menyiapkan bekal -bekalmu? Sudahkah kamu  siap menjelang mautmu? Sudahkah kamu mengerjakan kewajiban-kewajibanmu?  Sudahkah kamu menghitung amalmu yang sang sedikit itu? Sudahkah kamu  menghitung dosa-dosamu yang sangat banyak itu? Di sini dan sekarang  inilah saatnya kamu lakukan itu semua! Nah masihkah kau mau sombong  dengan kematianmu yang semakin dekat?&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/892391045921823169-7720698547109563285?l=layout4al.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://layout4al.blogspot.com/feeds/7720698547109563285/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://layout4al.blogspot.com/2011/05/alasan-tak-boleh-sombong.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/892391045921823169/posts/default/7720698547109563285'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/892391045921823169/posts/default/7720698547109563285'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://layout4al.blogspot.com/2011/05/alasan-tak-boleh-sombong.html' title='Alasan Tak Boleh Sombong'/><author><name>jihada</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00469669206995905023</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/-S32xnLUL2wg/Tc80v2QIrgI/AAAAAAAAABE/oudbQoA1wvQ/s220/SDC13941.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-892391045921823169.post-5069527644979160614</id><published>2011-05-16T07:16:00.000-07:00</published><updated>2011-05-16T07:16:25.886-07:00</updated><title type='text'>Sehat Ala Rasulullah</title><content type='html'>Rasulullah bersabda : “&lt;span style="font-style: italic; font-weight: bold;"&gt;Mu’min yang kuat adalah lebih baik dan lebih dicintai Allah daripada mu’min yang lemah ……&lt;/span&gt;”(&lt;span style="font-style: italic;"&gt;HR Muslim&lt;/span&gt;). Bagaimana agar senantiasa sehat seperti Rasulullah? Ikuti resepi berikut :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;ul&gt;&lt;li style="font-weight: bold;"&gt;SELALU BANGUN SEBELUM SHUBUH&lt;/li&gt;Rasul selalu mengajak ummatnya untuk bangun sebelum shubuh,  melaksanakan sholat sunah dan sholat Fardhu, sholat shubuh berjamaah.  Hal ini memberi hikmah yg mendalam antara lain :- Berlimpah pahala dari Allah- Kesegaran udara shubuh yg bagus utk kesehatan/ terapi penyakit TBC- Memperkuat pikiran dan menyehatkan perasaan&lt;li style="font-weight: bold;"&gt;AKTIF MENJAGA KEBERSIHAN&lt;/li&gt;Rasul selalu senantiasa rapi &amp;amp; bersih, tiap hari kamis atau Jumát  beliau mencuci rambut2 halus di pipi, selalu memotong kuku, bersisir dan  berminyak wangi. “Mandi pada hari Jumát adalah wajib bagi setiap orang2  dewasa. Demikian pula menggosok gigi dan memakai harum-haruman” (HR  Muslim)&lt;li style="font-weight: bold;"&gt;TIDAK PERNAH BANYAK MAKAN&lt;/li&gt;Sabda Rasul :“Kami  adalah sebuah kaum yang tidak makan sebelum lapar dan bila kami makan  tidak terlalu banyak ( tidak sampai kekenyangan)” (Muttafaq Alaih).  Dalam tubuh manusia ada 3 ruang untuk 3 benda : Sepertiga untuk udara,  sepertiga untuk air dan sepertiga lainnya untuk makanan. Bahkan ada satu  tarbiyyah khusus bagi ummat Islam dg adanya Puasa Ramadhan untuk  menyeimbangkan kesehatan&lt;li style="font-weight: bold;"&gt;GEMAR BERJALAN KAKI&lt;/li&gt;Rasul selalu berjalan kaki ke Masjid, Pasar, medan jihad, mengunjungi  rumah sahabat, dan sebagainya. Dengan berjalan kaki, keringat akan  mengalir, pori2 terbuka dan peredaran darah akan berjalan lancar. Ini  penting untuk mencegah penyakit jantung&lt;li style="font-weight: bold;"&gt;TIDAK PEMARAH&lt;/li&gt;Nasihat Rasulullah : “Jangan Marah” diulangi sampai 3 kali. Ini  menunujukkan hakikat kesehatan dan kekuatan Muslim bukanlah terletak  pada jasadiyah belaka, tetapi lebih jauh yaitu dilandasi oleh kebersihan  dan kesehatan jiwa.Ada terapi yang tepat untuk menahan marah :- Mengubah posisi ketika marah, bila berdiri maka duduk, dan bila duduk maka berbaring- Membaca Ta ‘awwudz, karena marah itu dari Syaithon- Segeralah berwudhu- Sholat 2 Rokaat untuk meraih ketenangan dan menghilangkan kegundahan hati&lt;li style="font-weight: bold;"&gt;OPTIMIS DAN TIDAK PUTUS ASA&lt;/li&gt;Sikap optimis akan memberikan dampak psikologis yang mendalam bagi  kelapangan jiwa sehingga tetap sabar, istiqomah dan bekerja keras, serta  tawakal kepada Allah SWT&lt;li style="font-weight: bold;"&gt;TAK PERNAH IRI HATI&lt;/li&gt;Untuk menjaga stabilitas hati &amp;amp; kesehatan jiwa, mentalitas maka  menjauhi iri hati merupakan tindakan preventif yang sangat tepat.&lt;/ul&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/892391045921823169-5069527644979160614?l=layout4al.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://layout4al.blogspot.com/feeds/5069527644979160614/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://layout4al.blogspot.com/2011/05/sehat-ala-rasulullah.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/892391045921823169/posts/default/5069527644979160614'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/892391045921823169/posts/default/5069527644979160614'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://layout4al.blogspot.com/2011/05/sehat-ala-rasulullah.html' title='Sehat Ala Rasulullah'/><author><name>jihada</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00469669206995905023</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/-S32xnLUL2wg/Tc80v2QIrgI/AAAAAAAAABE/oudbQoA1wvQ/s220/SDC13941.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-892391045921823169.post-6994169766138034512</id><published>2011-05-16T07:14:00.001-07:00</published><updated>2011-05-16T07:14:33.673-07:00</updated><title type='text'>Tanda - Tanda Datangnya Hari Kiamat</title><content type='html'>&lt;div style="font-family: verdana; text-align: justify;"&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Tanda - Tanda Datangnya Hari Kiamat menurut Islam&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_iURWJO0b3Jw/S6MXPGTpw8I/AAAAAAAAAF4/IbGrEGZDiHc/s1600-h/supernova-death-of-a-planet.jpg"&gt;&lt;img alt="" border="0" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5450225522206950338" src="http://3.bp.blogspot.com/_iURWJO0b3Jw/S6MXPGTpw8I/AAAAAAAAAF4/IbGrEGZDiHc/s200/supernova-death-of-a-planet.jpg" style="cursor: pointer; float: left; height: 150px; margin: 0pt 10px 10px 0pt; width: 200px;" /&gt;&lt;/a&gt;Dari  Huzaifah bin Asid Al-Ghifari ra. berkata: “Datang kepada kami  Rasulullah saw. dan kami pada waktu itu sedang berbincang-bincang. Lalu  beliau bersabda: “Apa yang kamu perbincangkan?”. Kami menjawab: “Kami  sedang berbincang tentang hari Kiamat”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu Nabi saw. bersabda:  “Tidak akan terjadi hari Kiamat sehingga kamu melihat sebelumnya sepuluh  macam tanda-tandanya”. Kemudian beliau menyebutkannya: “Asap, Dajjal,  binatang, terbit matahari dari tempat tenggelamnya, turunnya Isa bin  Maryam alaihissalam, Ya’juj dan Ma’juj, tiga kali gempa bumi, sekali di  timur, sekali di barat dan yang ketiga di Semenanjung Arab yang akhir  sekali adalah api yang keluar dari arah negeri Yaman yang akan menghalau  manusia kepada Padang Mahsyar mereka”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;H.R Muslimi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keterangan:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sepuluh  tanda-tanda Kiamat yang disebutkan Rasulullah saw. dalam hadis ini  adalah tanda-tanda Kiamat yang besar-besar, akan terjadi di saat hampir  tibanya hari Kiamat. Sepuluh tanda itu ialah:&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;ol style="font-family: verdana; text-align: justify;"&gt;&lt;li&gt;    Dukhan (asap) yang akan keluar dan mengakibatkan penyakit yang  seperti selsema di kalangan orang-orang yang beriman dan akan mematikan  semua orang kafir.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;   Dajjal yang akan membawa fitnah besar yang akan meragut keimanan, hingga banyak orang yang akan terpedaya dengan seruannya.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;    Dabbah-Binatang besar yang keluar dari Bukit Shafa di Mekah yang akan  mengatakan bahwa manusia tidak beriman lagi kepada Allah swt.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;    Matahari akan terbit dari tempat tenggelamnya. Maka pada saat itu  Allah swt. tidak lagi menerima iman orang kafir dan tidak menerima  taubat daripada orang yang berdosa.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;   Turunnya Nabi Isa  alaihissalam ke permukaan bumi ini. Beliau akan mendukung pemerintahan  Imam Mahdi yang berkuasa pada masa itu dan beliau juga akan mematahkan  segala salib yang dibuat oleh orang-orang Kristian dan beliau juga yang  akan membunuh Dajjal.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;   Keluarnya bangsa Ya’juj dan Ma’juj yang  akan membuat kerusakan dipermukaan bumi ini, yaitu apabila mereka  berhasil menghancurkan dinding yang dibuat dari besi bercampur tembaga  yang telah didirikan oleh Zul Qarnain bersama dengan  pembantu-pembantunya pada zaman dahulu.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;   Gempa bumi di Timur.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;   Gempa bumi di Barat.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;   Gempa bumi di Semenanjung Arab.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;  Api besar yang akan menghalau manusia menuju ke Padang Mahsyar. Api itu akan bermula dari arah negeri Yaman.&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;div style="font-family: verdana; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Mengikuti  pendapat Imam Ibnu Hajar al-Asqalani di dalam kitab Fathul Bari beliau  mengatakan: “Apa yang dapat disimpulkan (pendapat yang terpilih) dari  himpunan hadis-hadis Rasulullah Saw. bahwa keluarnya Dajal adalah yang  mendahului segala pertanda-pertanda besar yang mengakibatkan perubahan  besar yang berlaku dipermukaan bumi ini. Keadaan itu akan disudahi  dengan kematian Nabi Isa alaihissalam (setelah belian turun dari  langit). Kemudian terbitnya matahari dari tempat tenggelamnya adalah  permulaan tanda-tanda Kiamat yang besar yang akan merusakkan sistem alam  cakrawala yang mana kejadian ini akan disudahi dengan terjadinya  peristiwa Kiamat yang dahsyat itu. Barangkali keluarnya binatang yang  disebutkan itu adalah terjadi di hari yang matahari pada waktu itu  terbit dari tempat tenggelamnya”.&lt;/div&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Sumber : &lt;/span&gt;&lt;a href="http://www.kaskus.us/showthread.php?t=2066380" style="font-family: verdana;"&gt;Forum Kaskus&lt;/a&gt;   &lt;h3&gt;&lt;br /&gt;&lt;/h3&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/892391045921823169-6994169766138034512?l=layout4al.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://layout4al.blogspot.com/feeds/6994169766138034512/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://layout4al.blogspot.com/2011/05/tanda-tanda-datangnya-hari-kiamat.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/892391045921823169/posts/default/6994169766138034512'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/892391045921823169/posts/default/6994169766138034512'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://layout4al.blogspot.com/2011/05/tanda-tanda-datangnya-hari-kiamat.html' title='Tanda - Tanda Datangnya Hari Kiamat'/><author><name>jihada</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00469669206995905023</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/-S32xnLUL2wg/Tc80v2QIrgI/AAAAAAAAABE/oudbQoA1wvQ/s220/SDC13941.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_iURWJO0b3Jw/S6MXPGTpw8I/AAAAAAAAAF4/IbGrEGZDiHc/s72-c/supernova-death-of-a-planet.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-892391045921823169.post-3385789717074276479</id><published>2011-05-16T07:13:00.000-07:00</published><updated>2011-05-16T07:13:12.313-07:00</updated><title type='text'>Kesederhanaan Rasulullah</title><content type='html'>&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Suatu ketika datang sejumlah sahabat  kepada Rosulullah kemudian mereka duduk. Lalu datanglah Umar. Ketika  Rosulullah beranjak dari tempat itu Umar melihat ada bekas anyaman tikar  kasar pada sisi perut kanan Rasulullah. Kemudian Umar menangis,  Rasulullah bertanya, "apa yang menyebabkan kamu menangis wahai Umar?".  Umar menjawab, "Demi Allah saya tahu anda makhluk yang paling mulia,  lebih mulia di mata Allah daripada Kiisra dan Kaisar. Mereka berdua  bermain-main dengan dunia dan hidup dalam kemewahan, sedangkan Anda  wahai Rasulullah, tidur di tempat seperti ini?". Rasulullah menjawab,  "Bukankah engkau rela mereka memperoleh dunia, sedangkan kita memperoleh  akhirat."&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ya", jawab Umar.&lt;br /&gt;"Itulah yang sebenarnya (sedang) terjadi," kata Rasulullah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itulah  sekelumit kisah seorang pamungkas Nabi, dan sebaik-baiknya makhluk  Allah yang ada di muka bumi. Standar hidupnya terlampaui sederhana,  sebuah buku yang menceritakan kehidupan Rasul. Rumah itu tidak ada  apa-apa, kecuali kesederhanaan dengan modal iman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anas bin Malik,  pelayan Rasulullah pernah memperlihatkan kepadaku (Zaid bin Tsabit)  tempat minum Rasulullah yang terbuat dari kayu keras yang dipatri dengan  besi, dengan gelas kayu itulah Rasulullah minum air, perasan kurma,  madu dan susu. (&lt;span style="font-style: italic;"&gt;HR.Tarmidzi&lt;/span&gt;)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedangkan  perabotan lain yang tampak adalah baju besi yang biasa dipakai saat  beliau perang. Akan tetapi tak lama sebelum beliau meninggal, baju itu  digadaikan kepada seorang Yahudi dengan 30 sha' gandum. Seperti yang  diceritakan Aisyah, ketika beliau wafat, baju itu berada di tangan  Yahudi dan belum ditebusnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masalahnya bukan kekurangan. Akan  tetapi sering kali harta melimpah datang, baik melalui ranpasan perang  maupun lainnya, namun karena Allah telah membimbing beliau kepada  kesempurnaan ahlak, yang bicara kemudian adalah kemurahan  kedermawanannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berkata Ibnu Harist, "Rasulullah shalat ashar  bersama kami kemudian beliau bergegas masukke dalam rumah. Tak lama  kemudian keluar dan kami pun bertanya lalu beliau menjawab, "di rumah  aku meninggalkan emas dari hasil sedekah, maka aku enggan menyimpannya  sampai aku membagi-bagikannya (&lt;span style="font-style: italic;"&gt;HR.Muslim&lt;/span&gt;).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Walaupun  beliau dermawan dan suka bersedekah, akan tetapi keadaan beliau sendiri  sangat patut kita renungkan. Anas bin Malik berkata, "Tidak pernah  Rasulullah duduk menghadapi meja makan yang penuh hidangan, sampai  beliau wafat. Dan tidak pernah beliau makan roti enak dan lembut sampai  wafat" (&lt;span style="font-style: italic;"&gt;HR.Bukhari&lt;/span&gt;)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kehidupan  sehari-hari di rumah Rasulullah dipenuhi dengan kedamaian, ketentraman,  dan keharmonisan, walaupun rumah itu jauh dari kemewahan dan  keberadaan. Namun sayang, keteladanan pribadi agung ini ditinggalkan  seiring derasnya arus globalisasi. Sehingga yang terjadi adalah  pencarian kekayaan yang tak ada habisnya. Smoga kita terhindar dari itu  semua, Amin.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/892391045921823169-3385789717074276479?l=layout4al.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://layout4al.blogspot.com/feeds/3385789717074276479/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://layout4al.blogspot.com/2011/05/kesederhanaan-rasulullah.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/892391045921823169/posts/default/3385789717074276479'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/892391045921823169/posts/default/3385789717074276479'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://layout4al.blogspot.com/2011/05/kesederhanaan-rasulullah.html' title='Kesederhanaan Rasulullah'/><author><name>jihada</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00469669206995905023</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/-S32xnLUL2wg/Tc80v2QIrgI/AAAAAAAAABE/oudbQoA1wvQ/s220/SDC13941.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-892391045921823169.post-320241812526471359</id><published>2011-05-14T19:08:00.000-07:00</published><updated>2011-05-14T19:08:13.793-07:00</updated><title type='text'>Kesederhanaan Rasulullah SAW</title><content type='html'>Suatu hari ‘Umar bin Khaththab r.a. menemui Rasulullah SAW di kamar  beliau, lalu ‘Umar mendapati beliau tengah berbaring di atas sebuah  tikar usang yang pinggirnya telah lapuk. Jejak tikar itu membekas di  belikat beliau, sebuah bantal yang keras membekas di bawah kepala  beliau, dan jalur kulit samakan membekas di kepala beliau.&amp;nbsp;Di salah satu  sudut kamar itu terdapat gandum sekitar satu gantang. Di bawah dinding  terdapat qarzh (semacam tumbuhan untuk menyamak kulit). &lt;br /&gt;Air mata ‘Umar bin Khaththab r.a. meleleh. Ia tidak kuasa menahan  tangis karena iba dengan kondisi pimpinan tertinggi umat Islam itu.  Rasulullah SAW melihat air mata ‘Umar r.a. yang berjatuhan, lalu  bertanya “Apa yang membuatmu menangis, Ibnu Khaththab?”&lt;br /&gt;‘Umar r.a. menjawab dengan kata-kata yang bercampur-aduk dengan air mata  dan perasaannya yang terbakar, “Wahai Nabi Allah, bagaimana aku tidak  menangis, sedangkan tikar ini membekas di belikat Anda, sedangkan aku  tidak melihat apa-apa di lemari Anda? Kisra dan Kaisar duduk di atas  tilam dari emas dan kasur dari beludru dan sutera, dan dikelilingi  buah-buahan dan sungai-sungai, sementara Anda adalah Nabi dan manusia  pilihan Allah!”&lt;br /&gt;Lalu Rasulullah SAW menjawab dengan senyum tersungging di bibir  beliau, “Wahai Ibnu Khaththab, kebaikan mereka dipercepat datangnya, dan  kebaikan itu pasti terputus. Sementara kita adalah kaum yang  kebaikannya ditunda hingga hari akhir. &lt;strong&gt;Tidakkah engkau rela jika akhirat untuk kita dan dunia untuk mereka&lt;/strong&gt;?”&lt;br /&gt;‘Umar menjawab, “Aku rela.” (HR. Hakim, Ibnu Hibban dan Ahmad)&lt;br /&gt;—&lt;br /&gt;Dalam riwayat lain disebutkan: ‘Umar berkata, “Wahai Rasulullah, sebaiknya Anda memakai tikar yang lebih lembut dari tikar ini.”&lt;br /&gt;Lalu, Rasulullah SAW menjawab dengan khusyuk dan merendah diri, “Apa urusanku dengan dunia? Perumpamaan diriku dengan &lt;strong&gt;dunia  itu tidak lain seperti orang yang berkendara di suatu hari di musim  panas, lalu ia berteduh di bawah sebuah pohon, kemudian ia pergi dan  meninggalkannya&lt;/strong&gt;.” (HR. Tirmidzi)&lt;br /&gt;—&lt;br /&gt;Betapa Rasulullah SAW sangat sederhana. Ia menyadari bahwa akhirat jauh lebih berharga daripada dunia dan seisinya.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/892391045921823169-320241812526471359?l=layout4al.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://layout4al.blogspot.com/feeds/320241812526471359/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://layout4al.blogspot.com/2011/05/kesederhanaan-rasulullah-saw.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/892391045921823169/posts/default/320241812526471359'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/892391045921823169/posts/default/320241812526471359'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://layout4al.blogspot.com/2011/05/kesederhanaan-rasulullah-saw.html' title='Kesederhanaan Rasulullah SAW'/><author><name>jihada</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00469669206995905023</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/-S32xnLUL2wg/Tc80v2QIrgI/AAAAAAAAABE/oudbQoA1wvQ/s220/SDC13941.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-892391045921823169.post-7054155895289057268</id><published>2011-05-10T20:38:00.000-07:00</published><updated>2011-05-10T20:38:49.769-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='tema : ahmadindjad'/><title type='text'>Baca Teks Pidato Ahmadinejad Di Columbia University</title><content type='html'>&lt;h2&gt;&lt;/h2&gt;&lt;div class="postinfo"&gt;Posted on &lt;span class="postdate"&gt;September 27, 2007&lt;/span&gt; by Musadiq Marhaban    &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;a href="http://muhsinlabib.files.wordpress.com/2007/09/ahmadinejad_columbia.jpg" title="ahmadinejad_columbia.jpg"&gt;&lt;img alt="ahmadinejad_columbia.jpg" src="http://muhsinlabib.files.wordpress.com/2007/09/ahmadinejad_columbia.jpg?w=468" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Pembicara: Presiden Iran, Mahmoud Ahmadinejad;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Moderator: John Coatsworth, Dekan Fakultas International and Public Affairs, Columbia  University;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Pengantar: Lee Bollinger, Presiden Columbia  University, New York City, New York; Waktu: 24 September 2007.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt;Pengantar yang Kasar dan Bias&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;MR. BOLLINGER: Saya  akan memulai ini dengan berterima kasih kepada Dekan John Coatsworth dan  Profesor Richard Bulliet atas kerja mereka mengorganisasikan acara ini  dan atas komitmen mereka kepada Fakultas International and Public  Affairs dan peranannya—(diinterupsi tepuk tangan)—dan atas peranannya  dalam melatih para pemimpin masa depan dalam urusan-urusan dunia. Jika  hari ini membuktikan sesuatu, maka terdapat kerja besar di hadapan kita.  Ini hanyalah salah satu di antara banyak acara mengenai Iran yang akan  berlangsung sepanjang tahun akademi ini, semuanya agar kita dapat  memahami dengan lebih baik bangsa yang penting dan kompleks ini dalam  konteks geopolitik kontemporer.&lt;span id="more-638"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Sebelum berbicara  secara langsung kepada Presiden Iran, saya mempunyai beberapa poin yang  penting untuk digarisbawahi. Pertama, pada 2003, World Leaders Forum  telah berhasil mengembangkan tradisi panjang Columbia dalam menyediakan  forum utama bagi perdebatan yang sehat, khususnya dalan isu-isu global.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Kedua, bagi mereka  yang percaya bahwa acara ini seharusnya tidak pernah terjadi, sehingga  tidak sepantasnya bagi universitas untuk mengadakan acara seperti ini,  saya ingin mengatakan bahwa saya memahami perspektif kalian dan  menghargainya sebagai sesuatu yang masuk akal. Cakupan “free speech”  dalam kebebasan akademik dalam dirinya sendiri selalu terbuka bagi  perdebatan yang lebih jauh. Sebagaimana salah satu kutipan terkenal  mengenai “free speech” mengatakan, “it is an experiment as all life is  an experiment”. Saya ingin mengatakan, sejelas yang saya mampu, bahwa  acara ini adalah sesuatu yang benar untuk dilakukan, dan tentu saja ini  dituntut oleh norma-norma yang ada tentang “free speech”, universitas  Amerika, Columbia itu sendiri.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Ketiga, kepada mereka  di antara kita yang merasa kecewa dan terluka akibat (acara) hari ini,  saya atas nama semua menyatakan bahwa kami mohon maaf dan berkehendak  untuk melakukan apa yang kami bisa untuk mengurangi rasa terluka itu.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Keempat, agar menjadi  jelas tentang persoalan lain, bahwa acara ini tidak berhubungan sama  sekali dengan hak apa pun dari si pembicara (Ahmadinejad), tetapi hanya  berkaitan dengan hak kita untuk mendengar dan berbicara. Kami melakukan  ini demi diri kami sendiri. Kami melakukan ini dalam tradisi agung dari  keterbukaan yang telah mendefinisikan bangsa ini selama berdekade-dekade  hingga sekarang. Kita butuh memahami dunia tempat kita hidup, bukan  malah mengabaikan kemuliaan-kemuliaannya ataupun takut akan  ancaman-ancaman dan bahaya-bahayanya. Ini tidak konsisten dengan ide  bahwa seseorang perlu mengetahui musuhnya—maafkan saya—ini konsisten  dengan ide bahwa seseorang perlu mengetahui musuhnya, untuk memiliki  keberanian emosional dan intelektual dalam menghadapi pikiran jahat, dan  untuk mempersiapkan diri kita agar bertindak dengan perangai yang  benar. Saat ini, argumen-argumen “kemerdekaan berbicara” tidak akan  pernah terlihat menandingi kekuatan argumen-argumen lawannya, tetapi apa  yang kita harus ingat adalah bahwa ini tepatnya karena “kemerdekaan  berbicara” menuntut kita untuk melatih pengekangan diri yang luar biasa  melawan dorongan-dorongan yang sangat alamiah tetapi seringkali  kontraporduktif, yang membawa kita untuk mundur dari keterlibatan dengan  gagasan-gagasan yang tidak kita benci dan takuti. Di sinilah, terletak  kejeniusan ide “kemerdekaan berbicara” Amerika.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Terakhir, di  universitas, kami mempunyai komitmen yang dalam dan kuat untuk mengejar  kebenaran. Kita tidak mempunyai akses kepada kekuasaan, kita tidak bisa  memutuskan perang atau damai, kita hanya dapat melahirkan pikiran, dan  untuk melakukan hal ini, kita harus memiliki kebebasan pencarian yang  paling luas.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Izinkan saya berpaling kepada Mr. Ahmadinejad.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Pertama, mengenai pemberangusan brutal  terhadap para ilmuwan, wartawan-wartawan, pembela hak asasi manusia.  Lebih daripada dua minggu yang lalu, pemerintah anda telah membebaskan  Dr. Haleh Esfandiari dan Parnaz Azima, serta baru dua hari yang lalu,  Kian Tajbakhsh, lulusan Columbia dengan gelar Ph.D di bidang perencanaan  kota. Sementara masyarakat kami bergembira setelah tahu bahwa ia  dibebaskan dengan jaminan, Dr. Tajbakhsh kini masih berada di Tehran  dalam tahanan rumah, dan ia masih tidak mengetahui apakah ia akan  didakwa dengan suatu tuduhan kejahatan atau akan diizinkan untuk  meninggalkan Iran.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Izinkan saya  mengatakan hal ini sebagai catatan, aku menyerukan kepada presiden hari  ini untuk memastikan bahwa Kian akan bebas untuk bepergian ke luar Iran  kapan pun ia mau. (Tepuk tangan.) Izinkan saya juga melaporkan pada hari  ini bahwa kami menyampaikan tawaran kepada Kian untuk bergabung dengan  fakultas kami sebagai profesor tamu di bidang perencanaan kota di sini,  di almamaternya, di tingkat Sarjana pada Fakultas Arsitektur,  Perencanaan, dan Pemeliharaan, dan kami berharap ia mampu bergabung  dengan kami pada semester berikutnya. (Tepuk tangan.)&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Penangkapan dan  penahanan orang-orang Iran-Amerika ini untuk alasan yang tidak jelas  bukan hanya tidak pada tempatnya, tetapi juga sepenuhnya melanggar  nilai-nilai dasar yang juga mengizinkan pembicara hari ini untuk bahkan  muncul di kampus ini, tetapi setidaknya mereka masih hidup.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Menurut Amnesty  International, 210 orang telah dieksekusi di Iran sejauh ini pada tahun  ini, 21 dia antara mereka pada pagi 5 September. Jumlah keseluruhan  tahunan ini meliputi dua orang anak, yang bukti lebih jauhnya dituliskan  Human Rights Watch bahwa Iran tengah membawa dunia untuk mengeksekusi  anak-anak.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Ada lagi. Iran telah  menghukum gantung 30 orang pada Juli dan Agustus lalu dalam sebuah aksi  represi terhadap usaha-usaha untuk menciptakan sebuah masyarakat yang  lebih demokratis. Kebanyakan eksekusi ini dilaksanakan di muka umum,  sebuah pelanggaran terhadap International Covenant of Civil and  Political Rights, di mana Iran adalah salah satu pihak peratifikasi.  Eksekusi-Eksekusi tersebut dan yang lainnya bersamaan waktunya dengan  pemberangusan yang lebih luas terhadap para aktivis mahasiswa dan  akademisi-akademisi yang dituduh berupaya memprovokasi sesuatu yang  disebut “revolusi halus”. Hal ini termasuk memenjarakan dan memaksa  pensiun para ilmuwan. Seperti Dr. Esfandiari katakan dalam sebuah  wawancara sejak pembebasannya, dia ditahan dalam kamar isolasi selama  105 hari karena pemerintah Iran percaya bahwa Amerika Serikat sedang  merencanakan sebuah “revolusi beludru” di Iran.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Dalam ruangan yang  sama ini; tahun lalu kita mempelajari sesuatu mengenai “revolusi  beludru” dari Vaclav Havel, dan kami mungkin mendengar hal yang sama  dari pembicara World Leaders Forum kita malam ini, Presiden Michelle  Bachelet dari Cili. Kedua kisah mereka yang luar biasa mengingatkan kita  bahwa tidak ada cukup penjara untuk mencegah suatu masyarakat yang  menginginkan kebebasannya.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Kami di universitas  ini belum malu untuk memprotes tantangan—dan menantang  kegagalan-kegagalan pemerintah kami sendiri untuk hidup di atas  nilai-nilai kami, dan kami tidak akan malu untuk mengkritik negara anda.  Marilah kita perjelas di permulaan. Mr. Presiden, anda memperlihatkan  semua tanda dari seorang diktator yang kejam lagi picik. Dengan  demikian, saya bertanya kepada anda—(tepuk tangan)—dengan demikian daya  bertanya kepada anda, mengapa wanita, para anggota sekte Baha’i, kaum  homoseks, dan begitu banyak rekan kerja akademik kami menjadi target  penganiayaan di dalam negeri anda? Mengapa, dalam sebuah surat minggu  lalu kepada Sekretaris Jenderal PBB, Akbar Ganji, oposan politik Iran  ternama, dan lebih daripada 300 kaum intelektual publik, para penulis,  dan penerima Nobel menyatakan keprihatinan yang serius bahwa  pertentangan anda dengan Barat telah mengacaukan perhatian dunia dari  kondisi-kondisi yang tak dapat ditoleransi lagi di dalam rezim anda di  Iran, khususnya penggunaan “hukum pers” yang melarang para penulis untuk  mengkritik sistim yang sedang berkuasa? Mengapa anda takut kepada warga  Iran yang menyuarakan pendapat-pendapat mereka bagi perubahan?&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;In our country, you  are interviewed by our press and asked to speak here today. And while my  colleagues at the law school — Michael Dorf, one of my colleagues,  spoke to Radio Free Europe, viewers in Iran a short while ago on the  tenants of freedom of speech in this country — I propose further that  you let me lead a delegation of students and faculty from Columbia to  address your universities about free speech with the same freedom we  afford you today. (Applause.)&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Di dalam negeri kami,  anda diwawancarai oleh media kami dan diminta untuk berbicara di sini  pada hari ini. Dan sementara para rekan kerja saya di fakultas  hukum—Mikhael Dorf, salah satu rekan kerja saya, berkata kepada Radio  Free Europe, para pemirsa di Iran beberapa saat lalu mengenai “kebebasan  berbicara” di negeri ini—saya mengusulkan lebih jauh kepada anda agar  mengizinkan saya memimpin sebuah delegasi dari para mahasiswa dan  fakultas dari Columbia untuk berbicara di universitas-universitas anda  mengenai “kemerdekaan berbicara” dengan kebebasan yang sama yang kita  upayakan bagi anda hari ini. (Tepuk tangan.)&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Kedua, pengingkaran  terhadap Holocaust. Suatu hari pada Desember 2005 dalam sebuah acara  siaran televisi negara, anda menggambarkan Holocaust sebagai sebuah  “legenda yang dibuat-buat”. Satu tahun kemudian, anda mengadakan suatu  konferensi dua hari yang menghimpun para pemungkir Holocaust. Bagi orang  awam dan bodoh, ini adalah propaganda yang berbahaya.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Ketika anda datang ke  tempat seperti ini, maka hal ini membuat anda sungguh menggelikan. Anda  provokatif dengan angkuhnya ataukah secara mengejutkan tidak  berpendidikan. Anda perlu tahu—(tepuk tangan)— bahwa Columbia adalah  pusat dunia dalam studi-studi Yahudi—dan sekarang tengah dalam kemitraan  dengan Institut of Holocaust Studies.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Since the 1930s, we  provided an intellectual home for countless Holocaust refugees and  survivors and their children and grandchildren. The truth is that the  Holocaust is the most documented event in human history. Because of  this, and for many other reasons, your absurd comments about the debate  over the Holocaust both defy historical truth and make all of us who  continue to fear humanity’s capacity for evil shudder at this closure of  memory, which is always virtue’s first line of defense. Will you cease  this outrage?&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Sejak 1930-an, kami  menyediakan perlindungan intelektual bagi pengungsi-pengungsi Holocaust  yang tak terhitung banyaknya, para orang yang selamat, dan anak-anak  serta cucu-cucu mereka. Kebenarannya adalah bahwa Holocaust adalah  peristiwa yang paling terdokumentasikan dalam sejarah manusia. Karena  inilah, dan karena banyak alasan lainnya, komentar-komentar anda yang  absurd mengenai debat seputar Holocaust telah mengingkari kebenaran  sejarah dan membuat kita semua terus merasa takut akan kapasitas umat  manusia bagi tertutupnya memori akan hal ini, yang semestinya selalu  berada dalam garis depan pertahanan. Apakah anda akan menghentikan hal  yang menyakitkan hati ini?&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Penghancuran Israel.  Dua belas hari yang lalu anda berkata bahwa negara Israel tidak bisa  melanjutkan hidupnya. Hal ini menggemakan sejumlah pernyataan provokatif  yang anda sampaikan pada dua tahun yang lalu, termasuk pada Oktober  2005, ketika anda berkata Israel itu “harus hapus dari peta”. Columbia  mempunyai lebih daripada 800 alumni yang sekarang tinggal di Israel.  Sebagai sebuah institusi, kami mempunyai ikatan yang dalam dengan para  kolega kami di sana. Saya secara pribadi sudah berbicara—secara pribadi,  saya sudah angkat bicara dalam terminologi yang paling kuat untuk  melawan proposal-proposal boikot terhadap akademisi Israel, seraya  mengatakan boikot-boikot seperti itu mungkin juga mencakup Columbia.  (Tepuk tangan.)&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Lebih daripada 400—lebih daripada 400—kolega dan presiden universitas di negeri ini sudah bergabung dalam pernyataan tersebut.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Pertanyaan saya kemudian adalah, apakah Anda bermaksud menghapus kami dari peta juga? (Tepuk tangan.)&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Mendanai terorisme:  Menurut laporan-laporan dari Council on Foreign Relations, adalah  terdokumentasikan dengan baik bahwa Iran adalah negara sponsor teror  yang mendanai kelompok-kelompok kejam seperti Hizbullah, Lebanon, yang  Iran bantu pendiriannya pada 1980-an, Hamas Palestina dan Jihad Islam.  Pemerintah anda kini menggerogoti pasukan Amerika di Irak dengan  membiayai, mempersenjatai, dan menyediakan tempat yang aman kepada para  pemimpin pemberontak seperti Muqtada al-Sadr dan tentaranya. Terdapat  sejumlah laporan bahwa pemerintah anda juga terlibat dalam usaha-usaha  Suriah untuk mendestabilisasi pemerintah Lebanon melalui kekerasan dan  pembunuhan politik.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Pertanyaan saya  adalah: Kenapa anda mendukung organisasi-organisasi teroris yang terus  menghantam perdamaian dan demokrasi di Timur Tengah, menghancurkan hidup  dan masyarakat sipil di kawasan?&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Perang proksi melawan  pasukan Amerika Serikat di Irak—dalam sebuah pengarahan singkat di  hadapan National Press Club, Jenderal David Petraeus melaporkan bahwa  senjata-senjata yang datang dari Iran, termasuk 240 millimeter roket dan  proyektil-proyektil peledak, berkontribusi kepada “suatu  serangan-serangan canggih yang sama sekali tidak akan mungkin tanpa  dukungan Iran.” Sejumlah lulusan Columbia dan para mahasiswa ada di  antara para anggota militer kami yang pemberani, yang sedang bertugas di  Irak dan Afghanistan. Mereka, seperti orang Amerika lainnya dengan  putra, putri, ayah, suami, dan istri yang bertugas pertempuran,  benar-benar melihat pemerintah anda sebagai musuh.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Dapatkah anda  mengatakan kepada mereka dan kami mengapa Iran berperang dalam sebuah  perang proksi di Irak dengan mempersenjatai milisi Syiah yang  menargetkan dan membunuh pasukan AS?&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Dan akhirnya program  nuklir Iran dan sanksi-sanksi internasional: Minggu ini, Dewan Keamanan  PBB sedang membahas sanksi-sanksi yang diperluas untuk ketiga kalinya,  karena penolakan pemerintah anda untuk menghentikan program pengayaan  uranium. Anda terus menentang lembaga dunia ini dengan mengklaim suatu  hak untuk mengembangkan pembangkit tenaga nuklir yang damai, tetapi hal  ini nyaris tidak bisa menghadapi pengawasan ketika anda terus  mengeluarkan ancaman-ancaman militer kepada tetangga-tetangga. Minggu  lalu, Presiden Prancis, Sarkozy, menjelaskan kesabarannya yang hilang  dengan taktik tarik-ulur anda , dan bahkan Rusia dan Cina sendiri sudah  menunjukkan keprihatinan.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Mengapa negara Anda  terus menolak untuk tunduk kepada standar-standa internasional bagi  verifikasi senjata nuklir, terus membangkang terhadap  persetujuan-persetujuan yang telah anda buat dengan lembaga nuklir PBB?  Dan mengapa anda memilih untuk membuat orang-orang di negara anda  menjadi rentan disebabkan dampak sanksi-sanksi ekonomi internasional,  dan mengancam untuk menelan dunia dalam pembasmian nuklir? (Tepuk  tangan.)&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Izinkan saya menutup  dengan sebuah komentar. Terus terang—saya tutup dengan komentar ini  secara terus terang dan dalam semua kejujuran, Mr. Presiden, saya ragu  bahwa anda memiliki keberanian intelektual untuk menjawab  pertanyaan-pertanyaan tadi. Tetapi kalaupun anda menghindar, maka akan  dengan sendirinya hal itu menjadi penuh arti bagi kami. Saya sungguh  mengharapkan anda untuk memperlihatkan pola pikir yang fanatik yang  mengkarakterisasi sangat banyak dari apa yang anda kata dan lakukan.  Untungnya, saya diberitahu oleh para ahli tentang negara Anda bahwa hal  ini hanya akan mengikis lebih jauh posisi anda di Iran, dengan banyak  warga negara yang berhati baik dan cerdas di sana.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Setahun yang lalu,  saya diberitahu oleh sumber terpercaya, bahwa pernyataan-pernyataan anda  yang absurd dan menyerang di negeri ini, seperti ketika dalam pertemuan  di Council on Foreign Relations, sangat mempermalukan warga Iran yang  rasional sehingga hal ini mengarah kepada kekalahan partai anda dalam  pemilu-pemilu walikota. Semoga ini melakukan hal itu dan lebih lagi.  (Tepuk tangan.)&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Saya hanya seorang profesor, yang juga seorang presiden universitas.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Dan hari ini, saya  merasakan bahwa semua beban dunia peradaban modern hendak  mengekspresikan penolakan terhadap apa yang anda yakini. Saya hanya  berharap dapat melakukannya secara lebih baik. Terima kasih. (Bersorak,  tepuk tangan.)&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;MR. COATSWORTH: Terima kasih, Lee.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Pembicara utama kita  hari ini adalah Yang Mulia Presiden Republik Islam Iran, Mr. Mahmoud  Ahmadinejad. Mr. Presiden. (Tepuk tangan.)&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;PENERJEMAH: Presiden sedang membacakan ayat- ayat al-Quran dalam bahasa Arab. (tidak diterjemahkan.)&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;PRESIDEN AHMADINEJAD:  Ya, Allah, segerakan kedatangan Imam Mahdi dan anugerahinya kesehatan  serta kemenangan yang baik, dan jadikanlah kami para pengikutnya dan  mereka yang menyatakan kesetian kepadanya.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Dekan yang terhormat,  para profesor dan para mahasiswa yang tersayang, tuan-tuan dan  nyonya-nyonya. Terutama sekali, saya berniat menyampaikan salam saya  kepada segenap Anda. Saya mengucap syukur kepada Allah karena telah  menyediakan saya peluang untuk berada di sebuah lingkungan yang  akademis, yang mencari kebenaran dan memperjuangkan perkembangan sains  dan pengetahuan.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Terutama sekali, saya  ingin mengajukan keluhan sedikit mengenai orang yang membacakan  pernyataan politik ini (Lee Bollinger, Presiden Columbia University)  terhadap saya. Di Iran, tradisi menuntut bahwa ketika kami meminta  seseorang datang sebagai pembicara, maka kami akan benar-benar  menghormati para mahasiswa dan para profesor kami dengan membiarkan  mereka untuk membuat penilaian mereka sendiri, dan kami tidak berpikir  bahwa penilaian itu diperlukan sebelum pidato sang pembicara  diberikan—(tepuk tangan).&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Menurut saya, teks  yang dibacakan oleh tuan di sini (Lee Bollinger), lebih daripada sekedar  berbicara kepada saya, merupakan suatu penghujatan terhadap informasi  dan pengetahuan para pendengar di sini, yang hadir di sini. Dalam sebuah  lingkungan universitas, kita harus membiarkan orang mengatakan pikiran  mereka, mengizinkan setiap orang untuk berbicara sehingga kebenarannya  pada akhirnya terungkapkan secara keseluruhan. Nyaris saja ia (Lee  Bollinger) mengambil lebih banyak waktu yang sebenarnya dialokasikan  untuk saya berbicara. Dan hal itu tidak menjadi persoalan bagi saya.  Kami hanya akan meninggalkan hal itu sebagai tambahan bersama  klaim-klaim penghormatan “kebebasan berbicara” yang diberikan kepada  kami di negeri ini.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Dalam banyak bagian  dari pidatonya, terdapat banyak hinaan dan klaim yang salah, sayang  sekali. Tentu saja, saya berpikir bahwa ia telah dipengaruhi oleh pers,  media, dan arus politik mainsteram, yang menentang butir dasar dari  kebutuhan akan perdamaian dan stabilitas di dunia sekitar kita.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Meskipun begitu, saya mestinya tidak mulai dengan dipengaruhi oleh perlakuan yang tidak ramah ini.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Saya akan berkata  kepada anda apa yang harus saya katakan, dan kemudian  pertanyaan-pertanyaan yang ia munculkan akan dengan senang saya sediakan  jawabannya. Tetapi terhadap salah satu isu yang ia munculkan, saya  hampir pasti akan butuh untuk mengelaborasi secara lebih lanjut sehingga  kita untuk diri kita sendiri dapat melihat bagaimana berbagai hal itu  pada dasarnya bekerja.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Adalah keputusan saya  di dalam forum dan pertemuan yang berharga ini untuk berbicara dengan  anda tentang pentingnya pengetahuan, informasi, dan pendidikan.  Akademisi dan ilmuwan adalah obor-obor yang bersinar, yang menumpahkan  cahaya untuk menghilangkan kegelapan dan kerancuan di sekitar kita dalam  memandu umat manusia ke luar dari ketidaktahuan dan kebingungan. Kunci  kepada pemahaman realitas di sekitar kita ada di dalam tangan-tangan  peneliti-peneliti, mereka yang berupaya mengungkap area-area  tersembunyi, sains-sains yang tak dikenal. Jendela realitas yang mereka  dapat buka baru tercapai hanya jika melalui usaha-usaha para ilmuwan dan  orang-orang yang terpelajar di dunia ini. Dengan setiap usaha, ada  sebuah jendela yang dibuka dan satu kenyataan pun ditemukan.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Kapan pun kualitas  moral yang tinggi dari ilmu pengetahuan dan kebijaksanaan dijaga dan  martabat para ilmuwan serta peneliti dihormati, maka manusia telah  mengambil langkah-langkah besar ke arah perkembangan material dan rohani  mereka. Sebaliknya, kapan pun orang-orang terpelajar dan pengetahuan  telah diabaikan, maka manusia sudah terdampar di dalam kegelapan  kebodohan dan kealpaan. Jika bukan karena naluri manusia, yang cenderung  ke arah penemuan berkesinambungan dari kebenaran, maka manusia pasti  akan selalu terdampar di dalam ketidaktahuan dan sama sekali tidak pasti  dalam menemukan bagaimana cara memperbaiki hidup yang dianugerahkan  kepadanya. Sifat alamiah manusia, pada kenyataannya, merupakan anugerah  Allah kepada kita semua. Yang Mahakuasa membimbing manusia ke dalam  dunia ini dan menganugerahinya kebijaksanaan dan pengetahuan, yang  menjadikannya mengetahui Tuhannya.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Dalam kisah Adam,  sebuah percakapan terjadi antara Tuhan dengan para malaikat-Nya. Para  malaikat menyebut manusia sebagai makhluk yang tidak kenal ampun dan  ambisius dan memprotes penciptaannya, tetapi Tuhan menjawab, “Aku  mempunyai pengetahuan dari apa yang kalian tidak berpengetahuan  tentangnya.” Lalu Tuhan mengatakan kepada Adam perihal kebenaran, dan  atas perintah Tuhan, Adam mengungkapkannya kepada para malaikat.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Para malaikat tidak bisa memahami kebenaran seperti yang diungkapkan manusia.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Yang Mahakuasa berkata  kepada mereka, “Tidakkah aku berkata bahwa aku menyadari apa yang  tersembunyi di langit dan di bumi?” Dengan cara ini, para malaikat  bersujud di hadapan Adam.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Dalam misi semua nabi  Ilahi, khotbah pertama berasal dari kata-kata Allah, dan kata-kata itu,  “kesalehan”, “iman”, dan “kebijaksanaan” telah disebarkan kepada semua  umat manusia. Demi memandu nabi suci Musa as, Allah berfirman, “Dan ia  diajar kebijaksanaan, buku ilahi… Ia adalah nabi yang dipilih demi  anak-anak Israel, dan saya benar-benar membawa suatu tanda dari Yang  Mahakuasa.”&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Kata-kata pertama yang  diwahyukan kepada Nabi suci Islam menyeru kepada Nabi saw untuk  membaca, “Bacalah, bacalah atas nama Tuhanmu, yang menciptakan.” Yang  Mahakuasa kembali berfirman, “yang mengajar manusia dengan pena. ”  “Allah mengajar manusia apa yang mereka tidak berpengetahuan  tentangnya.”&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Anda lihat di dalam  ayat-ayat pertama yang diwahyukan kepada Nabi Islam yang kudus,  kata-kata membaca, mengajar, dan pena disebutkan. Ayat-ayat ini  sesungguhnya memperkenalkan Allah sebagai guru umat manusia, guru yang  mengajar manusia apa yang mereka tidak ketahui. Dan bagian lain  dari—(kata tidak dapat didengar)—mengenai misi Nabi kudus  Islam—disebutkan bahwa Yang Mahakuasa menetapkan seseorang dari antara  rakyat biasa sebagai nabi mereka agar, “Bacakan bagi mereka ayat-ayat  ilahi.” “Dan memurnikan mereka dari pencemaran-pencemaran etis dan  ideologis.” “Untuk mengajar mereka kitab dan kebijaksanaan ilahi.”&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Sahabat-sahabat yang  terhormat, semua kata dan pesan dari para nabi ilahi, sejak Ibrahim dan  Ishak dan Yakub hingga Daud dan Sulaiman dan Musa hingga Yesus dan  Muhammad, telah menyelamatkan manusia dari ketidaktahuan, kealpaan,  takhyul-takhyul, perilaku yang tak pantas, dan cara pikir yang merusak  dengan penghormatan kepada pengetahuan dan jalan menuju pengetahuan,  cahaya, dan etika yang benar.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Dalam kultur kami,  kata ilmu sudah digambarkan sebagai “iluminasi”. Sebenarnya, “ilmu”  bermakna “terang” dan ilmu sejati adalah ilmu yang menolong manusia dari  ketidaktahuan untuk kemanfaatan diri. Dalam sebuah definisi ilmu yang  diterima secara luas, dinyatakan bahwa ia adalah cahaya yang disimpan ke  dalam hati mereka yang telah terpilih oleh Allah; oleh karena itu,  menurut definisi ini, ilmu adalah anugerah ilahi, dan hati adalah tempat  di mana ia berada.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Jika kita menerima  bahwa “ilmu” bermakna “iluminasi”, maka lingkupnya akan melebihi sains  eksperimental, dan ia meliputi realitas yang disingkapkan dan yang  tersembunyi. Salah satu kejahatan utama yang dihantamkan terhadap ilmu  adalah dengan membatasinya hingga pada sains-sains eksperimental dam  eksakta; kejahatan ini terjadi meskipun ia terus meluas melebihi lingkup  ini.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Realitas-realitas  dunia tidak dibatasi pada kenyataan-kenyataan fisik. Dan, materi itu  hanyalah bayangan dari realitas-realitas yang lebih tinggi, dan ciptaan  fisik hanyalah salah satu kisah tentang penciptaan dunia. Manusia  hanyalah satu contoh dari ciptaan yang merupakan kombinasi dari material  dan roh.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Dan poin penting lain  adalah hubungan ilmu dengan kesucian jiwa, hidup, perilaku, dan etika  manusia. Dalam ajaran nabi ilahi, satu realitas akan selalu terikat  dengan ilmu. Realitas kemurnian jiwa dan perilaku baik, pengetahuan dan  kebijaksanaan adalah realitas murni dan jelas. Ilmu adalah cahaya. Ia  merupakan pengungkapan kenyataan, dan hanya ilmuwan dan peneliti yang  murni, bebas dari ideologi-ideologi yang salah, takhyul-takhyul,  egoisme, dan jebakan-jebakan material yang dapat mengungkapkan realitas.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Sahabat-sahabat  terhormat, ilmu dan kebijaksanaan dapat juga disalahgunakan, suatu  penyalahgunaan yang disebabkan oleh egoisme, korupsi, hasrat material,  dan kepentingan material, seperti juga minat individu dan kelompok.  Hasrat material menempatkan manusia berhadapan dengan  kenyataan-kenyataan dunia ini. Manusia yang terkorupsi menolak menerima  kenyataan, dan bahkan jika mereka sungguh menerimanya, mereka tidak akan  mematuhinya.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Terdapat banyak ilmuwan yang menyadari  realitas tetapi tidak menerimanya. Egoisme mereka tidak membiarkan  mereka untuk menerima realitas itu. Apakah mereka yang dulu, dalam  perjalanan sejarah manusia, menggelar peperangan tidak memahami realitas  bahwa hidup, hak milik, kehormatan, wilayah-wilayah, dan hak-hak  manusia harus dihormati? Atau, apakah mereka memahaminya tetapi tidak  mempunyai iman untuk menaatinya?&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Sahabat-sahabat yang  terhormat, sepanjang jiwa manusia tidak bebas dari kebencian, iri hati,  dan egoisme, maka ia tidak menaati kebenaran oleh kekuatan penerangan  ilmu dan ilmu itu sendiri. Ilmu adalah cahaya dan para ilmuwan harus  tulus dan saleh. Jika umat manusia mencapai tingkat pengetahuan rohani  dan fisik yang paling tinggi, tetapi para ilmuwannya bukanlah  pribadi-pribadi yang tulus, maka pengetahuan ini tidak bisa melayani  kepentingan umat manusia, dan beberapa dampak pun dapat terjadi.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Pertama, para  pelanggar hanya mengungkapkan sebagian realitas yang tentu saja hanya  bermanfaat bagi mereka sendiri dan merahasiakan sisanya, seperti yang  pernah kita saksikan berkenaan dengan ilmuwan-ilmuwan agama pada masa  lalu. Sayangnya, hari ini kita melihat para peneliti dan ilmuwan  tertentu itu masih menyembunyikan kebenaran dari orang-orang.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Kedua, para ilmuwan  dan saintis disalahgunakan bagi kepentingan pribadi, kelompok, atau  pihak tertentu. Jadi, di dunia hari ini, kekuatan-kekuatan yang berkuasa  sedang menyalahgunakan banyak ilmuwan di dalam bidang-bidang yang  berbeda, dengan tujuan melucuti banyak bangsa dari kekayaan mereka.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Dan mereka menggunakan setiap peluang hanya untuk kemanfaatan mereka sendiri.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Sebagai contoh, mereka  menipu orang-orang dengan menggunakan metode dan perangkat ilmiah.  Mereka, sesungguhnya, ingin menjustifikasi pelanggaran-pelanggaran  mereka sendiri, meskipun dengan menciptakan musuh-musuh yang tak eksis,  misalnya, dan menciptakan atmosfer yang tidak aman. Mereka berupaya  untuk menguasai setiap hal atas nama memerangi ketidakamanan dan  terorisme. Mereka bahkan melanggar kebebasan-kebebasan individu dan  sosial di dalam negeri mereka sendiri dengan dalih tersebut. Mereka  tidak menghormati privasi rakyat mereka sendiri. Mereka menyadap  percakapan telepon dan berupaya untuk mengendalikan rakyat mereka.  Mereka menciptakan atmosfer psikologis yang menggelisahkan untuk  menjustifikasi tindak-tindak provokasi perang mereka di bagian-bagian  benua yang berbeda.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Sebagai contoh lain,  dengan menggunakan metode dan perencanaan yang “akurat”, mereka memulai  seranganan gencar mereka terhadap kultur-kultur domestik dari banyak  bangsa, kultur-kultur yang merupakan hasil dari ribuan tahun interaksi,  kreativitas, dan aktivitas artistik bangsa-bangsa bersangkutan. Mereka  mencoba untuk menghapuskan kultur-kultur tersebut demi memisahkan  orang-orang dari identitas mereka dan mengamputasi ikatan mereka dengan  sejarah dan nilai-nilai mereka sendiri. Mereka mempersiapkan landasan  untuk menelanjangi orang-orang dari kekayaan rohani dan material mereka  dengan menanamkan kepada mereka perasaan terintimidasi, hasrat untuk  imitasi, dan semata-mata konsumsi, serta tunduk kepada kekuatan-kekuatan  yang menindas.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Membuat bom nuklir,  senjata kimia dan biologi serta senjata-senjata pemusnah massal adalah  hasil lain dari penyalahgunaan ilmu dan riset oleh kekuatan-kekuatan  besar. Tanpa kooperasi dari para ilmuwan dan saintis tertentu, maka kita  tidak akan menyaksikan produksi senjata nuklir, kimia, dan biologi yang  berbeda-beda. Apakah senjata-senjata ini untuk melindungi keamanan  global? Apa yang bisa dicapai senjata nuklir bagi umat manusia? Jika  perang nuklir terjadi di antara dua kekuatan nuklir, apa bencana  kemanusiaan yang akan berlangsung? Dewasa ini, kita dapat menyaksikan  efek-efek nuklir, bahkan pada generasi-generasi baru penduduk Nagasaki  dan Hiroshima yang mungkin merupakan saksi bagi generasi-generasi yang  akan datang. Segera, efek penggunaan uranium dalam senjata-senjata sejak  permulaan perang di Irak dapat diuji dan diselidiki secara seksama.  Bencana-bencana ini terjadi hanya ketika para ilmuwan disalahgunakan  oleh kekuatan-kekuatan penindas.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Poin lain dari rasa  duka ini adalah beberapa kekuatan besar menciptakan monopoli atas sains  dan mencegah negara-negara lain dalam mencapai pengembangan ilmiah yang  sama.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Hal ini, juga, adalah  salah satu kejutan pada masa kita. Beberapa kekuatan besar tidak ingin  melihat kemajuan dan perkembangan masyarakat-masyarakat dan  negara-negara lain. Mereka berdalih dengan ribuan alasan, melemparkan  tuduhan tanpa bukti, memberlakukan sanksi-sanksi ekonomi untuk mencegah  bangsa-bangsa lain dari perkembangan dan percepatan. Semua itu merupakan  hasil keberjarakan mereka dari nilai-nilai kemanusiaan, nilai moral,  dan ajaran nabi ilahi. Dengan sangat menyesal, mereka belum terlatih  untuk melayani umat manusia.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Yang terhormat,  akademisi, para ilmuwan, dan para mahasiswa, saya percaya bahwa anugerah  terbesar Tuhan bagi manusia adalah ilmu dan pengetahuan. Pencarian  manusia akan pengetahuan dan kebenaran melalui ilmu adalah apa yang  dijamin sebagai upaya mendekat kepada Tuhan, tetapi ilmu haruslah  dikombinasikan dengan kemurnian roh manusia sehingga para ilmuwan dapat  menyingkap selubung kebenaran lalu menggunakan kebenaran itu untuk  memajukan kepentingan-kepentingan kemanusiaan.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Para ilmuwan tersebut  bukan hanya menjadi orang-orang yang akan memandu umat manusia, tetapi  juga memandu umat manusia ke arah masa depan, masa depan yang lebih  baik. Dan kekuatan-kekuatan besar tidak membiarkan umat manusia untuk  terlibat dalam aktivitas-aktivitas monopolistik serta mencegah  negara-negara lain untuk meraih kemajuan ilmu pengetahuan. Ilmu  pengetahuan adalah anugerah ilahi dari Tuhan kepada setiap manusia, dan  oleh karena itu, ia harus tetap murni.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Tuhan menyadari semua  realitas. Semua peneliti dan ilmuwan dicintai oleh Tuhan. Maka saya  berharap akan ada satu hari nanti ketika para ilmuwan dan saintis  tersebut memerintah dunia dan Tuhan itu sendiri akan datang bersama  Musa, Kristus, dan Nabi Muhammad untuk memerintah dunia ini dan untuk  membawa kita ke arah keadilan.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Saya berterima kasih  kepada anda sekarang, tetapi mengacu kepada dua poin yang dikatakan di  pengantar tadi mengenai saya, maka saya terbuka bagi setiap pertanyaan.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Tahun lalu, saya akan  katakan dua tahun lalu, saya mengangkat dua pertanyaan. Anda tahu bahwa  tugas utama saya adalah dosen universitas. Sekarang sebagai presiden  Iran, saya masih mengajar di level pascasarjana dan doktoral setiap  minggunya. Mahasiswa saya banyak bekerja dengan saya dalam bidang-bidang  ilmiah. Saya percaya bahwa saya adalah seorang akademisi. Maka, Saya  berbicara dengan anda dari sudut pandang akademis.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Dan saya angkat dua  pertanyaan. Tetapi alih-alih mendapatkan tanggapan, saya malah menerima  gelombang hujatan dan tuduhan, dan sayangnya, mereka kebanyakan datang  dari kelompok-kelompok yang mengklaim percaya akan kebebasan berbicara  dan kebebasan untuk informasi. Anda pasti tahu bahwa Palestina adalah  luka yang berusia tua, sama tuanya dengan 60 tahun.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Selama 60 tahun,  orang-orang ini diusir; selama 60 tahun, orang-orang ini terus dibunuhi;  selama 60 tahun, sehari-harinya, selalu ada konflik dan teror; selama  60 tahun, wanita-wanita dan anak-anak yang tidak bersalah dibinasakan;  dihancurkan, dan dibunuh oleh helikopter-helikopter dan pesawat-pesawat  tempur yang menghancurkan rumah-rumah dari atas kepala mereka; selama 60  tahun, anak-anak usia sekolah dipenjarakan dan disiksa; selama 60  tahun, keamanan di Timur Tengah berada dalam bahaya; selama 60 tahun,  slogan ekspansionisme “Dari Nil hingga Efrat” terus digemakan  kelompok-kelompok tertentu di bagian dunia tersebut.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Dan sebagai seorang  yang akademis, aku ajukan dua pertanyaan, dua pertanyaan yang sama yang  saya akan ajukan lagi di sini. Dan anda dapat menilai apakah tanggapan  kepada pertanyaan-pertanyaan itu haruslah berupa hujatan dan tudingan,  atau semua kata dan propaganda yang negatif, atau haruskah kita  benar-benar mencoba menghadapi dua pertanyaan ini dan bereaksi terhadap  mereka? Seperti anda, seperti umumnya para akademisi, saya akan berupaya  diam sampai saya mendapat jawaban. Maka, saya sedang menunggu jawaban  logis alih-alih hujatan-hujatan.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Pertanyaan pertama  saya adalah jika memang Holocaust itu kenyataan yang terjadi pada masa  kita, suatu sejarah yang terjadi, mengapakah tidak ada riset yang cukup  yang dapat mendekati topik ini dari perspektif-perspektif yang berbeda?  Sahabat-sahabat kita merujuk kepada 1930 sebagai titik awal bagi  perkembangan ini; bagaimanapun, saya mempercayai Holocaust, dari apa  yang kita baca, telah terjadi selama Perang Dunia II setelah 1930 pada  1940-an. Maka, anda tahu, kita harus benar-benar mampu melacak peristiwa  itu.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Pertanyaan saya  sederhana. Ada peneliti-peneliti yang ingin mendorong topik ini dari  suatu perspektif yang berbeda. Lalu, mengapa mereka dimasukkan ke dalam  penjara? Sekarang ini, ada sejumlah akademisi Eropa yang dikirim ke  penjara karena mereka mencoba untuk menulis tentang Holocaust.  Peneliti-peneliti dari suatu perspektif yang berbeda mencoba  mempertanyakan aspek-aspek tertentu tentangnya. Pertanyaan saya adalah  mengapa hal ini tidak terbuka bagi semua bentuk riset? Saya diberi tahu  bahwa sudah terdapat cukup riset mengenai topik ini. Dan saya bertanya,  ketika berkaitan dengan topik-topik seperti kebebasan, topik-topik  seperti demokrasi, konsep-konsep dan norma-norma seperti Tuhan, agama,  fisika, bahkan kimia, terdapat banyak riset, tetapi kita masih  melanjutkan lebih banyak riset dalam topik-topik itu. Bahkan, kita  mendorongnya. Namun, kenapakah kita tidak mendorong lebih banyak riset  mengenai suatu peristiwa historis yang sudah menjadi akar dan penyebab  banyak bencana besar di kawasan pada masa dan zaman ini? Tidakkah  seharusnya ada lebih banyak riset mengenai penyebab utamanya? Itulah  pertanyaan pertama saya.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Dan pertanyaan kedua  saya, mengingat peristiwa historis ini, jika memang suatu kenyataan,  maka kita masih perlu mempertanyakan apakah rakyat Palestina harus  menanggungnya ataukah tidak. Bagaimanapun, peristiwa itu terjadi di  Eropa. Bangsa Palestina tidak punya peran di dalamnya. Jadi kenapakah  orang-orang Palestina harus terus menanggung akibat suatu peristiwa yang  tidak ada kaitannya dengan mereka?&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Rakyat Palestina tidak  melakukan kejahatan apa pun. Mereka tidak punya peran dalam Perang  Dunia II. Mereka hidup bersama masyarakat Yahudi dan Kristen secara  damai pada masa tersebut. Mereka tidak mempunyai permasalahan. Dan hari  ini, juga, Yahudi, orang-orang Kristen, dan Muslim hidup bersaudara di  seluruh dunia ini, dan di banyak benua. Mereka tidak mempunyai  permasalahan yang serius.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Tetapi apa sebabnya  rakyat Palestina harus membayar semua ini, orang-orang Palestina yang  tidak bersalah? Lima juta orang terus diusir dan menjadi  pengungsi-pengungsi dari perang selama 60 tahun—tidakkah ini suatu  kejahatan? Adakah bertanya mengenai kejahatan-kejahatan ini merupakan  suatu kejahatan dengan sendirinya? Mengapa seorang akademisi, diri saya,  menghadapi hujatan ketika mengajukan pertanyaan-pertanyaan seperti ini?  Inikah yang kalian sebut sebagai kebebasan dan menegakkan kebebasan  berpikir?&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Dan perihal topik  kedua, yakni isu nuklir Iran—saya tahu ada batas waktu tetapi saya  membutuhkan waktu lebih. Maksud saya, banyak waktu yang telah diambil  dari saya (Ahmadinejad tampaknya diperingatkan soal waktu).&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Kami adalah sebuah  negara. Kami adalah anggota International Atomic Energy Agency. Selama  lebih daripada 33 tahun, kami adalah negara anggota agensi itu. Hukum  agensi itu dengan tegas menyatakan bahwa semua negara anggota mempunyai  hak untuk teknologi bahan bakar nuklir yang damai. Ini adalah pernyataan  tegas dan eksplisit yang dibuat di dalam hukum itu. Dan hukum itu  mengatakan bahwa tidak ada alasan atau dalih, bahkan  pemeriksaan-pemeriksaan yang dilakukan IAEA sendiri, yang dapat mencegah  hak negara anggota untuk memiliki hak itu.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Tentu saja, IAEA  bertanggung jawab untuk melaksanakan pemeriksaan-pemeriksaan. Kami  adalah salah satu negara yang telah melaksanakan jumlah terbanyak dari  level kerja sama dengan IAEA. Mereka setiap jam, minggu, dan hari  melakukan pemeriksaan-pemeriksaan di dalam negeri kami. Dan  berulang-ulang kali, laporan-laporan agensi itu menunjukkan bahwa  aktivitas nuklir Iran bersifat damai, bahwa mereka tidak mendeteksi  suatu penyimpangan, dan bahwa mereka telah menerima kerja sama positif  dari Iran.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Tetapi sayangnya, dua  atau tiga kekuatan monopolistik, kekuatan-kekuatan yang egois, ingin  memaksa kata-kata mereka terhadap bangsa Iran dan mengingkari hak  mereka. Mereka terus mengatakan—satu menit. (tertawa, tepuk tangan.)&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Mereka mengatakan  kepada kami jangan anda biarkan hal itu terjadi—mereka tidak akan  membiarkan mereka memeriksa. Mengapa tidak? Tentu saja kami bisa.  Bagaimana mungkin anda mempunyai hak itu sementara kami tidak? Kami  ingin mempunyai hak untuk energi nuklir damai. Mereka mengatakan kepada  kami, “Jangan membuatnya sendiri. Kami akan memberikannya kepada anda.”&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Pada masa. lalu, saya  katakan kepada anda, kami memiliki kontrak dengan pemerintah AS, dengan  pemerintah Inggris, pemerintah Prancis, pemerintah Jerman, dan  pemerintah Kanada dalam pengembangan nuklir untuk tujuan-tujuan damai.  Tetapi secara sepihak, masing-masing mereka membatalkan kontrak-kontrak  mereka dengan kami, sebagai hasilnya bangsa Iran harus membayar biaya  yang banyak dalam milyaran dolar.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Kenapa kami memerlukan  bahan bakar dari kalian? Kalian bahkan tidak memberikan kepada kami  sukucadang pesawat terbang yang kami perlukan untuk maskapai penerbangan  sipil selama 28 tahun, di bawah nama embargo dan sanksi-sanksi, karena  kami melawan, sebagai contoh, “hak asasi manusia atau kebebasan”? Di  bawah dalih itu, anda menyangkal hak kami bagi teknologi itu?&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Kami ingin mempunyai  hak untuk menentukan nasib kami sendiri di masa depan. Kami ingin  independen. Jangan mengintervensi kami. Jika kalian tidak memberikan  kepada kami sukucadang pesawat terbang sipil, mengapa kami harus  berharap bahwa kalian akan memberikan kepada kami bahan bakar untuk  pengembangan nuklir demi tujuan-tujuan damai?&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Selama 30 tahun kami  menghadapi problem-problem tersebut; lebih daripada 5 milyar dolar  kepada Jerman dan lalu kepada Rusia, tetapi kita tidak pernah  mendapatkan apa pun, dan yang terburuk belum diselesaikan. Ini adalah  hak kami, kami menghendaki hak kami, dan kami tidak menghendaki apa pun  di luar hukum, tidak kurang dari apa yang hukum internasional katakan.  Kami adalah bangsa yang cinta damai. Kami mencintai semua bangsa. (Tepuk  tangan, sorak-sorak, dan cemooh.)&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;MR. COATSWORTH: Mr.  Presiden, pernyataan-pernyataan anda di sini hari ini dan di masa lalu  telah memicu munculnya banyak pertanyaan yang saya akan sampaikan kepada  anda atas nama para mahasiswa dan fakultas yang sudah menyerahkan semua  itu kepada saya.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Izinkan saya mulai dengan pertanyaan…&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;PRESIDEN AHMADINEJAD: (dalam bahasa Inggris.) satu persatu, satu persatu.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;COATSWORTH: Satu persatu, ya. (Tepuk tangan.)&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Pertanyaan pertama  adalah: Apakah Anda atau pemerintah anda tengah mengupayakan  penghancuran negara Israel sebagai sebuah negara Yahudi?&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;PRESIDEN AHMADINEJAD:  kami mencintai semua bangsa. Kami bersahabat dengan orang-orang Yahudi.  Terdapat banyak Yahudi di Iran yang hidup damai dengan keamanan. Anda  harus memahami bahwa dalam konstitusi kami, dalam hukum kami, dalam  pemilihan-pemilihan parlemen, bagi setiap 150,000 orang, kami  mendapatkan satu wakil di parlemen. Bagi masyarakat Yahudi, seperlima  dari jumlah itu saja, mereka sudah mendapatkan satu wakil mandiri di  parlemen. Maka proposal kami kepada penderitaan bangsa Palestina adalah  sebuah proposal yang demokratis dan berperikemanusiaan.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Apa yang kami katakan  adalah bahwa untuk memecahkan persoalan 60 tahun ini, kita harus  membiarkan orang-orang Palestina untuk memutuskan masa depan mereka  sendiri. Ini sesuai dengan semangat Piagam PBB dan prinsip-prinsip pokok  yang diabadikan di dalamnya. Kita harus membiarkan orang  Yahudi-Palestina, Muslim-Palestina, dan Kristen-Palestina untuk  menentukan nasib mereka sendiri melalui sebuah referendum yang bebas.  Apa pun yang mereka pilih sebagai sebuah bangsa, maka semua orang harus  menerima dan menghormatinya. Tidak boleh ada orang yang ikut campur  dalam urusan-urusan bangsa Palestina. Jangan sampai ada orang yang  menabur benih perselisihan. Tidak boleh ada siapa pun yang membelanjakan  milyaran dolar untuk memperlengkapi dan mempersenjatai satu kelompok di  sana.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Kami katakan biarkan  bangsa Palestina untuk memutuskan masa depan mereka sendiri, untuk  memiliki hak menentukan nasib sendiri. Ini adalah apa yang kami katakan  sebagai bangsa Iran. (Tepuk tangan.)&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;MR. COATSWORTH: Mr.  Presiden, menurut saya, banyak pendengar kita yang ingin mendengar  sebuah jawaban yang lebih jelas kepada pertanyaan itu (disela oleh  sorak-sorak, tepuk tangan).&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Pertanyaannya ialah:  apakah anda atau pemerintah anda mengupayakan penghancuran negara Israel  sebagai sebuah negara Yahudi? Dan saya pikir anda bisa menjawab  pertanyaan itu dengan satu kata sederhana, ya atau tidak. (Bersorak,  tepuk tangan.)&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;PRESIDEN AHMADINEJAD:  maka anda menghendaki jawaban dengan cara yang anda ingin dengar. Well,  ini bukan kebebasan arus informasi yang sesungguhnya. Saya hanya  mengatakan kepada anda di mana posisi saya dan apa pendapat saya. (Tepuk  tangan.)&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Saya bertanya kepada  anda, apakah isu Palestina merupakan isu internasional yang penting  ataukah tidak? Tolong katakan, ya atau tidak. (tertawa, tepuk tangan.)&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Ada penderitaan sebuah bangsa.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;MR. COATSWORTH: Jawaban atas pertanyaan anda adalah ya. (tertawa.)&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;PRESIDEN AHMADINEJAD: baik, terima kasih atas kerja sama anda.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Kita mengakui ada  masalah di sana yang terus berlangsung selama 60 tahun. Setiap orang  menyampaikan solusi masing-masing, dan solusi kami adalah referendum  yang bebas. Biarkan referendum ini terjadi, dan lalu anda akan melihat  apa hasilnya. Biarkan orang-orang Palestina dengan bebas memilih apa  yang mereka inginkan untuk masa depan mereka. Dan, lalu apa yang anda  kehendaki di dalam pikiran anda untuk terjadi, itu akan terjadi dan akan  terealisasi. (Tepuk tangan.)&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;MR. COATSWORTH: yang  diajukan Presiden Bollinger sebelumnya dan yang datang dari sejumlah  mahasiswa, adalah mengapa pemerintah anda menyediakan bantuan bagi  teroris-teroris? Apakah Anda akan berhenti melakukan hal itu dan  mengizinkan pemantauan internasional untuk menjamin bahwa anda sudah  menghentikannya?&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;PRESIDEN AHMADINEJAD:  Baik, saya akan ajukan satu pertanyaan di sini kepada anda. Jika  seseorang datang dan meletuskan bom di sekitar Anda, mengancam presiden  anda, para anggota pemerintahan anda, membunuh para anggota senat atau  kongres, bagaimana anda akan memperlakukan mereka? Akankah anda akan  memberi mereka penghargaan atau anda akan menyebut mereka kelompok  teroris? Baiklah, itu jelas. Anda akan menyebut mereka teroris.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Sahabat saya yang  terhormat, bangsa Iran adalah korban terorisme. 26 tahun yang lalu, di  tempat saya bekerja, dekat dengan tempat saya bekerja, dalam sebuah  operasi teroris, presiden dan perdana menteri yang dipilih bangsa Iran  kehilangan hidup mereka dalam suatu ledakan bom.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Satu bulan kemudian,  dalam operasi teroris yang lain, 72 anggota parlemen kami dan  pejabat-pejabat tinggi kami, termasuk empat menteri dan delapan wakil  menteri, tubuh-tubuh mereka hancurkan berkeping-keping sebagai hasil  serangan teroris. Dalam enam bulan, lebih daripada 4,000 orang Iran  tewas, dibunuh kelompok teroris, yang semua ini dilakukan oleh tangan  satu kelompok teroris tunggal. Sangat disesalkan, kelompok teroris yang  sama itu sekarang, hari ini, di dalam negeri anda, sedang melakukan  operasi-operasi dengan dukungan pemerintah AS, bekerja dengan bebasnya,  mendistribusikan deklarasi-deklarasi dengan bebasnya. Dan kamp-kamp  mereka di Irak didukung oleh pemerintah AS. Mereka dijamin aman oleh  pemerintah AS[1].&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Bangsa kami sudah  dirugikan oleh aktivitas teroris. Kami adalah bangsa yang pertama  menolak terorisme dan yang pertama menegakkan kebutuhan untuk melawan  terorisme. (Tepuk tangan.)&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Kita perlu menangani penyebab utama terorisme dan membasmi penyebab-penyebab utama itu.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Kami hidup di Timur  Tengah. Bagi kami, adalah sungguh jelas kekuatan-kekuatan mana saja yang  melahirkan teroris-teroris, mendukung mereka, dan mendanai mereka. Kami  mengetahui hal itu. Bangsa kami, bangsa Iran, sepanjang sejarah, selalu  membuka diri untuk persahabatan dengan negara-negara lain. Kami adalah  bangsa yang berbudaya. Kita tidak perlu memohon pertolongan terorisme.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Kami sendiri adalah  korban-korban terorisme, dan patut disesalkan bahwa orang-orang yang  berkoar sedang melawan terorisme, alih-alih mendukung rakyat dan bangsa  Iran, alih-alih memerangi teroris-teroris yang sedang menyerang mereka,  mereka malah mendukung teroris-teroris dan kemudian menudingkan telunjuk  kepada kami. Ini adalah hal paling disesalkan.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;MR. COATSWORTH:  serangkaian pertanyaan lebih lanjut akan menantang pandangan anda  mengenai Holocaust. Karena bukti bahwa peristiwa ini terjadi di Eropa  pada 1940-an sebagai hasil dari tindakan-tindakan pemerintah Nazi  Jerman, karena bahwa—fakta-fakta itu dengan baik didokumentasikan,  mengapa anda meminta riset tambahan? Sepertinya tidak ada tujuan dalam  melakukan hal itu, selain dari mempertanyakan apakah Holocaust  benar-benar terjadi sebagai satu fakta historis. Dapatkah anda  menjelaskan mengapa anda percaya lebih banyak riset diperlukan dalam  kaitan dengan fakta-fakta yang tak dapat dipertentangkan?&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;PRESIDEN AHMADINEJAD:  Terima kasih banyak untuk pertanyaan anda. Saya adalah seorang  akademisi, dan anda juga. Dapatkah anda berpendapat bahwa meneliti suatu  fenomena selesai untuk selamanya? Dapatkah kita menutup buku mengenai  suatu peristiwa historis? Terdapat perspektif-perspektif yang berbeda  yang muncul setelah setiap riset selesai. Mengapa kita menghentikan  riset sama sekali? Mengapa kita harus menghentikan kemajuan ilmu dan  pengetahuan? Anda seharusnya tidak bertanya kepada saya mengapa saya  bertanya. Anda harusnya bertanya kepada diri anda sendiri mengapa anda  berpikir bahwa peristiwa itu tidak perlu dipertanyakan lagi.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Mengapa anda ingin  menghentikan kemajuan ilmu dan riset? Apakah anda pernah menemukan apa  yang disebut absolut di dalam fisika? Kita mempunyai prinsip-prinsip di  dalam matematika yang dinyatakan bersifat absolut selama lebih daripada  800 tahun, tetapi ilmu pengetahuan yang baru telah membebaskan  absolutisme itu ke arah logika-logika yang berbeda dalam melihat  matematika, dan hal semacam itu telah mengubah cara kita memandangnya  sebagai sebuah ilmu pengetahuan secara keseluruhan setelah 800 tahun.  Jadi, kita harus membiarkan peneliti-peneliti, para ilmuwan, untuk  menyelidiki segalanya, setiap fenomena—Tuhan, alam semesta, manusia,  sejarah, dan peradaban. Mengapa kita harus menghentikan itu?&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Saya tidak sedang  mengatakan bahwa peristiwa itu tidak terjadi sama sekali. Ini bukan  penilaian yang saya sampaikan di sini. Saya katakan pada pertanyaan saya  yang kedua, jika memang ini terjadi, lalu apa hubungannya dengan bangsa  Palestina? Ini pertanyaan yang serius. Terdapat dua dimensi. Dalam  pertanyaan pertama, saya…&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;COATSWORTH: Izinkan  saya memperdalam ini sedikit lebih jauh. Sulit untuk memulai suatu  diskusi ilmiah jika tidak ada setidaknya beberapa dasar—beberapa dasar  empiris, beberapa kesepakatan mengenai apa yang menjadi fakta-fakta.  Jadi, menuntut riset terhadap fakta-fakta yang berkedudukan sangat kuat;  menunjukkan tantangan terhadap fakta-fakta itu sendiri dan suatu  pengingkaran bahwa sesuatu yang mengerikan telah terjadi pada  tahun-tahun tersebut di Eropa. (Tepuk tangan.)&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Izinkan saya melanjutkan ke…&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;PRESIDEN AHMADINEJAD:  izinkan saya. Bagaimanapun, anda bebas menafsirkan apa yang anda  inginkan dari apa yang saya katakan. Tetapi apa yang saya katakan telah  saya katakan dengan kejelasan.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Pada pertanyaan  pertama, saya berupaya untuk membela hak-hak para ilmuwan Eropa. Dalam  wilayah sains dan riset, tidak ada sesuatu yang diketahui sebagai  absolut. Tidak ada sesuatu yang secara memadai dilakukan, bahkan dalam  fisika sekalipun. Ada lebih banyak riset dalam fisika ketimbang yang  dilakukan terhadap Holocaust, tetapi kita masih terus melakukan riset  terhadap fisika. Tidak ada yang salah dalam melakukan hal itu.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Inilah yang manusia  kehendaki. Mereka ingin mendekati suatu topik dari sudut-sudut pandang  yang berbeda. Para ilmuwan ingin melakukan itu. Khususnya, sebuah isu  yang telah menjadi dasar dari begitu banyak perkembangan politik yang  terjadi di Timur Tengah selama 60 tahun.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Mengapa kita harus  menghentikannya sama sekali? Anda harus memiliki alasan yang dapat  dibenarkan untuk melakukan hal itu. Fakta yang telah diteliti pada masa  lalu tidak cukup menjadi justifikasi di dalam pikiran saya.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;MR. COATSWORTH: Mr.  Presiden, mahasiswa lain bertanya, wanita-wanita Iran kini tercerabut  dari hak-hak dasar manusia, dan pemerintah anda memaksakan  hukuman-hukuman yang kejam, termasuk eksekusi terhadap warga Iran yang  homoseks. Mengapa anda melakukan berbagai hal itu?&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;PRESIDEN AHMADINEJAD:  yang ada di Iran adalah kebebasan yang genuine. Rakyat Iran bebas.  Wanita di Iran menikmati level paling tinggi dari kebebasan. Kami  mempunyai dua deputi—dua wakil presiden yang adalah wanita pada level  paling tinggi; demikian pula di parlemen, pemerintahan, dan universitas  kami. Mereka hadir di bidang-bidang bioteknologi dan teknologi. Ada  ratusan ilmuwan wanita yang juga aktif di dunia politik.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Tidaklah benar jika  beberapa pemerintahan, ketika mereka tidak setuju dengan pemerintah yang  lain, mencoba menyebarkan kebohongan yang menyimpangkan kebenaran  seutuhnya. Bangsa kami bebas. Ia memiliki level tertinggi dari  keikutsertaan di dalam pemilihan-pemilihan. Di Iran, 80 hingga 90 persen  rakyat memberikan suara mereka selama pemilihan, separuhnya—lebih dari  separuhnya adalah wanita. Maka, bagaimana mungkin kita katakan bahwa  wanita tidak bebas? Adakah ini kebenaran yang seutuhnya?&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Dan, perihal  eksekusi-eksekusi itu, saya ingin mengajukan dua pertanyaan. Jika  seseorang datang dan membangun sebuah jaringan untuk perdagangan gelap  obat-obatan yang menimbulkan dampak di Iran, Turki, Eropa, Amerika  Serikat dengan memperkenalkan narkoba ini, akankah anda memberi mereka  penghargaan? Orang-orang yang menjalani hidup dengan menyebabkan  kerusakan terhadap hidup ratusan juta anak muda di seluruh dunia,  termasuk di Iran, dapatkah kita bersimpati kepada mereka? Tidakkah  kalian juga mempunyai hukuman mati di Amerika Serikat? (Tepuk tangan.)&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Di Iran, juga, ada  hukuman mati bagi para pedagang gelap obat-obatan terlarang, bagi  orang-orang yang melanggar hak-hak orang-orang yang lain.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Jika seseorang  mengambil senapan, memasuki sebuah rumah, dan membunuh sekelompok orang  di sana, lalu mencoba untuk meminta tebusan, bagaimana anda menghadapi  mereka di Amerika Serikat? Akankah anda memberi mereka penghargaan?  Dapatkah seorang dokter membiarkan mikroba-mikroba menyebar di seluruh  negeri? Kita mempunyai hukum. Orang-orang yang melanggar hak-hak publik  dengan menggunakan senjata, membunuh, menciptakan kegelisahan, menjual  narkoba, mendistribusikan narkoba pada level yang tinggi dihukum  eksekusi di Iran, dan sebagian eksekusi ini—sangat sedikit—dilakukan di  hadapan publik. Ini hukum yang berdasarkan atas prinsip-prinsip  demokratis. Kalian menggunakan suntikan dan mikroba untuk mengeksekusi  orang-orang seperti ini, dan mereka dieksekusi atau digantung, tetapi  hasil akhirnya tetap membunuh.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;MR. COATSWORTH: Mr.  Presiden, pertanyaannya bukan tentang kriminal dan penyelundup narkoba  tetapi tentang pilihan seksual dan wanita. (Tepuk tangan.)&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;PRESIDEN AHMADINEJAD:  Di Iran, kami tidak mempunyai homoseks seperti di negeri anda.  (tertawa.) Kami tidak memiliki itu di negeri kami. (cemooh.) Di Iran,  kami tidak mempunyai fenomena itu. Saya tidak tahu siapa yang mengatakan  hal itu kepada anda bahwa kami mempunyainya. (tertawa.)&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Dan perihal wanita,  mungkin anda berpikir bahwa menjadi seorang wanita itu adalah suatu  kejahatan. Bukanlah suatu kejahatan untuk menjadi wanita. Wanita adalah  makhluk terbaik yang diciptakan Tuhan. Mereka merepresentasikan kebaikan  dan kecantikan yang Tuhan tanamkan pada mereka. Wanita-wanita dihormati  di Iran. Di Iran, setiap keluarga yang mempunyai seorang anak perempuan  akan 10 kali lebih bahagia dibandingkan mempunyai seorang anak  laki-laki. Wanita dihormati lebih daripada pria. Mereka dikecualikan  dari banyak tanggung jawab. Banyak tanggung jawab hukum yang diletakkan  di pundak pria di dalam masyarakat kami karena rasa hormat yang secara  kultural diberikan kepada wanita, kepada para ibu masa depan. Di dalam  kultur Iran, pria, anak laki-laki, dan anak harus terus mencium tangan  ibu mereka sebagai simbol rasa hormat, suatu rasa hormat bagi wanita,  dan kami bangga dengan kultur ini.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;MR. COATSWORTH:  pertama, apa yang anda harapkan dengan berbicara di Columbia hari ini?  Kedua, apa yang akan anda katakan jika anda diizinkan untuk mengunjungi  lokasi tragedi 111 September?&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;PRESIDEN AHMADINEJAD:  inilah saya tamu kalian. Saya diundang oleh Columbia, sebuah undangan  resmi yang diberikan kepada saya untuk datang ke sini, tetapi saya  memang ingin mengatakan sesuatu di sini.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Di Iran, ketika anda  mengundang seorang tamu, maka anda menghormati mereka. Ini adalah  tradisi kami yang dituntut oleh kultur kami, dan saya tahu bahwa  orang-orang Amerika juga mempunyai kultur itu.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Tahun lalu, saya ingin  mengunjungi lokasi tragedi 11 September untuk menunjukkan rasa hormat  saya kepada korban-korban dari tragedi ini, menunjukkan simpati saya  kepada keluarga-keluarga mereka, tetapi rencana-rencana kami molor dari  jadwal. Kami terlibat dalam negosiasi-negosiasi dan pertemuan-pertemuan  hingga tengah malam, dan mereka berkata akan sangat sulit mengunjungi  lokasi itu pada jam-jam tengah malam. Maka saya mengatakan kepada  teman-teman saya bahwa kami harus merencanakan hal ini pada tahun  berikutnya, sehingga saya dapat pergi dan mengunjungi lokasi itu untuk  menunjukkan penghormatan saya. Sayangnya, beberapa kelompok orang  mempunyai reaksi-reaksi yang sangat kuat, reaksi-reaksi yang sangat  buruk. Sungguh buruk bagi seseorang untuk mencegah seseorang yang ingin  menunjukkan simpati kepada keluarga dari korban-korban 11  September—peristiwa yang tragis.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Ini adalah rasa hormat  dari sisi saya. Beberapa orang mengatakan ini adalah penghinaan. Apa  yang anda katakan? Inilah cara saya untuk menunjukkan rasa hormat.  Mengapa anda berpikir demikian? Dengan berpikir seperti itu, bagaimana  mungkin anda bisa mengatur urusan-urusan dunia? Tidakkah anda berpikir  bahwa banyak permasalahan di dunia ini datang dari cara anda memandang  isu-isu, dari cara berpikir macam ini, dari pendekatan pesimistis  semacam ini terhadap banyak orang, dan dari level tertentu egoisme.  Semua itu harus dikesampingkan sehingga kita dapat menunjukkan rasa  hormat kepada setiap orang, membiarkan sebuah lingkungan persahabatan  untuk tumbuh, membiarkan semua bangsa untuk berbicara satu sama lain,  dan bergerak ke arah perdamaian?&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Saya ingin berbicara  dengan pers. Ada 11 September—peristiwa tragis 11 September adalah  peristiwa yang sangat besar. Ia menjadi sebab dari banyak kejadian  lainnya setelah itu. Setelah 9/11, Afghanistan diduduki lalu Irak  diduduki, dan selama enam tahun di wilayah kami, terjadi kegelisahan,  teror, dan ketakutan. Jika penyebab utama 9/11 diuji dengan baik—mengapa  itu terjadi, apa yang menyebabkannya, apa kondisi-kondisi yang mengarah  kepadanya, siapa yang sungguh-sungguh terlibat—dan menyatukan itu semua  secara bersama-sama untuk memahami bagaimana caranya mencegah krisis di  Irak, memperbaiki masalah di Afghanistan dan Irak secara bersama-sama.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;MR. COATSWORTH:  Sejumlah pertanyaan sudah ditanyakan mengenai program nuklir anda.  Mengapa pemerintah anda ingin memperoleh uranium yang diperkaya, yang  juga bisa digunakan untuk senjata nuklir? Apakah anda akan berhenti  melakukan hal ini?&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;PRESIDEN AHMADINEJAD:  Program nuklir kami, terutama sekali, beroperasi dalam kerangka hukum,  dan kedua, di bawah pemeriksaan-pemeriksaan IAEA, dan yang ketiga,  sepenuhnya bersifat damai. Teknologi yang kita miliki adalah untuk  pengayaan di bawah level 5 persen, dan setiap level di bawah 5 persen  semata-mata adalah untuk menyediakan bahan bakar kepada pembangkit  tenaga listrik. Laporan-laporan IAEA berulangkali secara tegas  mengatakan bahwa tidak ada indikasi Iran sudah menyimpang dari program  nuklir damai. Kami semua sadar bahwa isu nuklir Iran adalah isu politis;  ini bukan isu hukum.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;IAEA sudah membuktikan bahwa aktivitas  kami adalah untuk tujuan-tujuan damai. Tetapi ada dua atau tiga kekuatan  yang berpikir bahwa mereka mempunyai hak untuk memonopoli semua sains  dan pengetahuan. Dan mereka menginginkan bangsa Iranian untuk meminta  kepada pihak lain dalam mendapatkan bahan bakar, mendapatkan sains, dan  mendapatkan pengetahuan. Lalu mereka tentu saja akan menahan diri dari  memberikan semua itu kepada kami.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Jadi kami sungguh  jelas mengenai apa yang kami butuhkan. Jika anda sudah berhasil  menciptakan generasi kelima bom atom dan malahan sedang mengujinya, maka  mengapakah anda mempersoalkan tujuan-tujuan damai dari orang-orang yang  menghendaki energi nuklir? (Tepuk tangan.) Kami tidak percaya akan  senjata nuklir. Ia menentang seluruh prinsip umat manusia.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Izinkan saya  mengatakan kepada anda sebuah lelucon di sini. Saya berpikir bahwa  politikus-politikus yang memburu bom atom atau sedang mengujinya, secara  politis mereka terkebelakang, kuno. (Tepuk tangan.)&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;MR. COATSWORTH: saya  tahu waktu anda singkat dan anda perlu untuk melanjutkan. Apakah Iran  siap membuka diskusi-diskusi yang luas dengan pemerintah Amerika  Serikat? Apa yang Iran harapkan dari diskusi-diskusi seperti itu?  Bagaimana anda melihat, di masa datang, resolusi pokok dari konflik  antara pemerintah Amerika Serikat dengan pemerintah Iran?&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;PRESIDEN AHMADINEJAD:  Dari awal, kami menyatakan siap untuk bernegosiasi dengan semua negara.  Sejak 28 tahun lalu, ketika revolusi kami berhasil dan kami mapan—kami  mengambil kebebasan dan demokrasi yang dibatasi oleh suatu pemerintahan  diktator yang pro-Barat, kami mengumumkan kesiapan kami. Selain dua  negara, kami siap mempunyai hubungan bersahabat dengan semua negara di  dunia. Salah satu dari dua negara itu adalah rezim apartheid Afrika  Selatan, yang sudah lenyap, dan yang kedua adalah rezim Zionis. Untuk  semua orang selain itu di seluruh dunia ini, kami menyatakan bahwa kami  ingin mempunyai ikatan persahabatan.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Bangsa Iran adalah  bangsa yang berbudaya. Ia merupakan karakter yang beradab. Ia  menginginkan pembicaraan dan negosiasi baru. Kami percaya bahwa dalam  negosiasi dan pembicaraan, segalanya dapat dipecahkan dengan sangat  mudah. Kami tidak membutuhkan ancaman; kita tidak perlu mengarahkan bom  atau meriam; kita tidak perlu memasuki konflik jika kita bicara. Kita  mempunyai logika yang jelas tentang itu.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kami mempertanyakan cara dunia ditata  pada hari ini. Kami percaya bahwa penataan seperti sekarang tidak akan  mengarah kepada perdamaian dan keamanan yang sehat bagi dunia, itulah  cara yang dijalankan pada hari ini. Kami mempunyai solusi-solusi  berdasarkan atas nilai-nilai kemanusiaan dan hubungan-hubungan antar  negara. Dengan pemerintah AS, juga, kami akan bernegosiasi. Kami tidak  mempunyai masalah tentang itu, tentu saja di bawah keadaan yang adil dan  dengan rasa salaing menghormati.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Anda lihat bahwa dalam  rangka membantu keamanan Irak, kami telah melakukan tiga putaran  pembicaraan dengan Amerika Serikat. Dan tahun lalu, sebelum datang ke  New York, saya menyatakan siap, di Perserikatan Bangsa-Bangsa, untuk  terlibat dalam sebuah debat dengan Mr. Bush, presiden Amerika Serikat,  mengenai isu-isu internasional yang penting. Itu semua menunjukkan kita  ingin berbicara, melakukan debat di hadapan publik dunia, di hadapan  semua pendengar, sehingga kebenaran terungkapkan, sehingga  kesalahpahaman dan mispersepsi dihilangkan, sehingga kita dapat  menemukan alur yang jelas bagi hubungan-hubungan yang bersahabat. Saya  berpikir jika pemerintah AS mengenyampingkan sebagian perilaku lamanya,  maka ia dapat menjadi seorang teman yang baik bagi Iran, bagi bangsa  Iran.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Selama 28 tahun,  mereka secara konsisten mengancam kami, menghina kami, mencegah kemajuan  ilmiah kami, setiap harinya di bawah satu dalih atau lainnya. Anda  semua tahu Saddam, sang diktator itu, didukung pemerintah Amerika  Serikat dan beberapa negara Eropa ketika menyerang Iran. Dan ia  melancarkan perang delapan tahun, suatu peperangan yang jahat. Lebih  daripada 200,000 orang Iran tewas dan lebih daripada 600,000 lainnya  luka-luka karena perang itu. Ia (Saddam) menggunakan senjata-senjata  kimia; ribuan rakyat Iran adalah korban-korban senjata-senjata kimia  yang ia gunakan terhadap kami. Hari ini, Mr. Nobal Vinh (ph), yang  adalah seorang wartawan, wartawan resmi, wartawan internasional, yang  dulu meliput laporan PBB selama bertahun-tahun, adalah salah satu korban  senjata-senjata kimia yang digunakan Irak terhadap kami.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Dan sejak itu, kami  telah terus berada dalam propaganda yang berbeda-beda, seperti  embargo-embargo, sanksi-sanksi ekonomi, dan sanksi-sanksi politik.  Mengapa? Karena kami menyingkirkan seorang diktator? Karena kami  menginginkan kebebasan dan demokrasi yang kami dapatkan untuk diri kami  sendiri? Tetapi kami tidak bisa selalu berbicara. Kami berpikir bahwa  jika pemerintah AS mengakui hak-hak rakyat Iran, menghormati semua  negara, dan mengulurkan tangan persahabatan dengan semua orang Iran,  mereka juga akan melihat bahwa Iran akan menjadi salah satu sahabat yang  baik.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Apakah Anda izinkan saya untuk berterima kasih kepada para pendengar sebentar?&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Baiklah, ada banyak  hal yang saya ingin sampaikan, tetapi saya tidak ingin menyita waktu  kalian lebih lama lagi. Saya ditanya, akankah saya mengizinkan fakultas  dan mahasiswa Columbia di sini datang ke Iran? Dari panggung ini, saya  mengundang para anggota fakultas dan mahasiswa Columbia di sini untuk  berkunjung ke Iran, untuk berbicara dengan para mahasiswa kami. Kalian  secara resmi telah diundang. (Tepuk tangan).&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Kalian dinantikan  untuk berkunjung ke universitas manapun yang kalian inginkan di Iran.  Kami akan menyediakan bagi kalian daftar universitas. Ada lebih daripada  400 universitas di negeri kami, dan anda dapat memilih mana saja yang  anda ingin kunjungi.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Kami akan memberi  kalian podium yang sesungguhnya. Kami akan menghormati kalian 100  persen. Kami akan meminta para mahasiswa kami untuk duduk dan  mendengarkan kalian, berbicara dengan kalian, mendengar apa yang kalian  harus katakan.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Sekarang ini, di  universitas-universitas kami, sehari-harinya, ada ratusan pertemuan  seperti ini. Mereka mendengar, mereka berbicara, mereka bertanya, dan  mereka menyambutnya.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Pada akhirnya, saya  ingin berterima kasih kepada Columbia University. Saya mendengar bahwa  banyak politikus di Amerika Serikat yang dididik di Columbia University,  dan banyak orang di sini yang percaya akan kebebasan berbicara, dalam  percakapan-percakapan yang jelas dan terus terang; saya juga berterima  kasih kepada para manajer di sini, di Amerika Serikat—di Columbia  University, orang-orang yang mengatur pertemuan ini dengan sangat baik  hari ini. Saya ingin menyampaikan terima kasih yang dalam kepada para  anggota fakultas dan para mahasiswa di sini. Saya memohon kepada Tuhan  Yang Mahakuasa untuk menolong kita semua untuk bergandengan tangan dalam  membangun perdamaian dan masa depan yang diisi dengan persahabatan,  keadilan, dan persaudaraan. Semoga keberuntungan bagi segenap diri anda  sekalian. (Tepuk tangan.)&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;MR. BOLLINGER: Saya  mohon maaf jika jadwal Presiden Ahmadinejad membuatnya harus  meninggalkan acara ini sebelum ia sempat menjawab banyak pertanyaan yang  kita tanyakan atau serahkan. (tertawa, tepuk tangan.) Tetapi menurut  saya, kita semua bisa senang karena penampilannya di sini menunjukkan  komitmen Columbia terhadap kebebasan ekspresi dan debat. Saya ingin  berterima kasih kepada semua karena telah ikut ambil bagian. (Tepuk  tangan.)&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/892391045921823169-7054155895289057268?l=layout4al.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://layout4al.blogspot.com/feeds/7054155895289057268/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://layout4al.blogspot.com/2011/05/baca-teks-pidato-ahmadinejad-di.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/892391045921823169/posts/default/7054155895289057268'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/892391045921823169/posts/default/7054155895289057268'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://layout4al.blogspot.com/2011/05/baca-teks-pidato-ahmadinejad-di.html' title='Baca Teks Pidato Ahmadinejad Di Columbia University'/><author><name>jihada</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00469669206995905023</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/-S32xnLUL2wg/Tc80v2QIrgI/AAAAAAAAABE/oudbQoA1wvQ/s220/SDC13941.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-892391045921823169.post-3148932435385156336</id><published>2011-05-10T19:13:00.000-07:00</published><updated>2011-05-10T19:13:17.555-07:00</updated><title type='text'>Biografi Mahmoud Ahmadinejad</title><content type='html'>&lt;h3 class="post-title entry-title"&gt;  &lt;/h3&gt;&lt;div class="post-body entry-content"&gt;&lt;style&gt;.fullpost { display: inline; }&lt;/style&gt; &lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_NH-xSMedrAY/ScDlFS5NQaI/AAAAAAAAAYU/_XJEnASx0W8/s1600-h/Mahmoud_Ahmadinejad.jpg"&gt;&lt;img alt="" border="0" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5314499439431074210" src="http://1.bp.blogspot.com/_NH-xSMedrAY/ScDlFS5NQaI/AAAAAAAAAYU/_XJEnASx0W8/s320/Mahmoud_Ahmadinejad.jpg" style="cursor: pointer; float: left; height: 193px; margin: 0pt 10px 10px 0pt; width: 232px;" /&gt;&lt;/a&gt;Mahmoud  Ahmadinejad atau bisa dibaca Ahmadinezhad (bahasa Persia: ; lahir 28  Oktober 1956) adalah Presiden Iran yang keenam. Jabatan kepresidenannya  dimulai pada 3 Agustus 2005. Ia pernah menjabat walikota Teheran dari 3  Mei 2003 hingga 28 Juni 2005 waktu ia terpilih sebagai presiden. Ia  dikenal secara luas sebagai seorang tokoh konservatif yang mempunyai  pandangan Islamis.&lt;br /&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Lahir di desa  pertanian Aradan, dekat Garmsar, sekitar 100 km dari Teheran, sebagai  putra seorang pandai besi, keluarganya pindah ke Teheran saat dia  berusia satu tahun. Dia lulus dari Universitas Sains dan Teknologi Iran  (IUST) dengan gelar doktor dalam bidang teknik dan perencanaan lalu  lintas dan transportasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada tahun 1980, dia adalah ketua  perwakilan IUST untuk perkumpulan mahasiswa, dan terlibat dalam  pendirian Kantor untuk Pereratan Persatuan (daftar-e tahkim-e vahdat),  organisasi mahasiswa yang berada di balik perebutan Kedubes Amerika  Serikat yang mengakibatkan terjadinya krisis sandera Iran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada  masa Perang Iran-Irak, Ahmedinejad bergabung dengan Korps Pengawal  Revolusi Islam pada tahun 1986. Dia terlibat dalam misi-misi di Kirkuk,  Irak. Dia kemudian menjadi insinyur kepala pasukan keenam Korps dan  kepala staf Korps di sebelah barat Iran. Setelah perang, dia bertugas  sebagai wakil gubernur dan gubernur Maku dan Khoy, Penasehat Menteri  Kebudayaan dan Ajaran Islam, dan gubernur provinsi Ardabil dari 1993  hingga Oktober 1997.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ahmadinejad lalu terpilih sebagai walikota  Teheran pada Mei 2003. Dalam masa tugasnya, dia mengembalikan banyak  perubahan yang dilakukan walikota-walikota sebelumnya yang lebih moderat  dan reformis, dan mementingkan nilai-nilai keagamaan dalam  kegiatan-kegiatan di pusat-pusat kebudayaan. Selain itu, dia juga  menjadi semacam manajer dalam harian Hamshahri dan memecat sang editor,  Mohammad Atrianfar, pada 13 Juni 2005, beberapa hari sebelum pemilu  presiden, karena tidak mendukungnya dalam pemilu tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ahmadinejad  diketahui pernah bertengkar dengan Presiden Mohammad Khatami, yang lalu  melarangnya menghadiri pertemuan Dewan Menteri, suatu hak yang biasa  diberikan kepada para walikota Teheran. Dia telah mengkritik Khatami di  depan umum, menuduhnya tidak mengetahui masalah-masalah sehari-hari  warga Iran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ahmadinejad memberi salam hormat kepada Ayatollah  KhameneiSetelah dua tahun sebagai walikota Teheran, Ahmadinejad lalu  terpilih sebagai presiden baru Iran. Tak lama setelah terpilih, pada 29  Juni 2005, sempat muncul tuduhan bahwa ia terlibat dalam krisis sandera  Iran pada tahun 1979. Iran Focus mengklaim bahwa sebuah foto yang  dikeluarkannya menunjukkan Ahmadinejad sedang berjalan menuntun para  sandera dalam peristiwa tersebut, namun tuduhan ini tidak pernah dapat  dibuktikan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berikut data tentang Presiden Mahmoud Ahmadinejad&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_NH-xSMedrAY/ScDlMPkg6jI/AAAAAAAAAYc/TR9nZ2EfmpI/s1600-h/Mahmoud_Ahmadinejad02.jpg"&gt;&lt;img alt="" border="0" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5314499558798060082" src="http://3.bp.blogspot.com/_NH-xSMedrAY/ScDlMPkg6jI/AAAAAAAAAYc/TR9nZ2EfmpI/s320/Mahmoud_Ahmadinejad02.jpg" style="cursor: pointer; display: block; height: 320px; margin: 0px auto 10px; text-align: center; width: 266px;" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Lahir : Aradan, 28 Oktober 1956&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jabatan : Presiden Iran yang keenam&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pendidikan  : Gelar doktor dalam bidang teknik dan perencanaan lalu lintas dan  transportasi Universitas Sains dan Teknologi Iran (IUST)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karir :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* Korps Pengawal Revolusi Islam (1986)&lt;br /&gt;* Insinyur kepala pasukan keenam Korps dan kepala staf Korps di sebelah barat Iran&lt;br /&gt;* Wakil gubernur dan gubernur Maku dan Khoy&lt;br /&gt;* Penasihat Menteri Kebudayaan dan Ajaran Islam&lt;br /&gt;* Gubernur provinsi Ardabil (1993-1997)&lt;br /&gt;* Walikota Teheran (3 Mei 2003 - 28 Juni 2005)&lt;br /&gt;* Presiden Iran (3 Agustus 2005 - sekarang)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tawa Saat Ahmadinejad Berpidato di Universitas AS&lt;br /&gt;New  York (ANTARA News) - Presiden Iran, Mahmoud Ahmadinejad, yang  dijelek-jelekkan sebagai pembantah Holocaust, pendukung teroris dan  penyokong gerakan perlawanan di Irak, ternyata mampu mendatangkan tawa  saat berpidato di Columbia University, Amerika Serikat (AS), meski bukan  lewat lelucon.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Di Iran tidak ada homoseksual, seperti di negara  anda," kata Ahmadinejad, Senin, saat menjawab pertanyaan mengenai  pelaksanaan hukuman mati di Iran yang belum lama ini dilakukan terhadap  dua pria penyuka sejenis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia menimpali, "Di Iran tidak ada  fenomena ini, saya tidak tahu siapa yang memberitahukan kepada anda  bahwa kami punya hal begitu."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tawa keras dan cercaan "booo"  dilepaskan sekitar 700 orang, kebanyakan mahasiswa, yang hadir di Ivy  League school. Mereka, antara lain mengenakan kaos oblong bertuliskan  "Stop Ahmadinejad`s Evil" (stop Iblis Ahmadinejad).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada bagian  awal, dia mengemukakan tentang Israel yang menyiksa warga Palestina dan  program nuklir Iran yang bertujuan untuk energi dan bukan untuk senjata,  sebelum komentar mengenai homoseksual yang memecahkan ketegangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ahmadinejad  yang berbicara dalam bahasa Persia sebenarnya berusaha membuat lelucon,  namun tidak berhasil membuat tawa karena kemungkinan nuansanya hilang  dalam penerjemahan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Saya akan ceritakan satu lelucon di sini,"  katanya. "Saya pikir para politikus yang mengusahakan bom atom atau  mengujinya, membuatnya, secara politis mereka terkebelakang, dungu."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hadirin  ragu, sebagian bertepuk tangan karena menganggapnya sebagai pernyataan  cinta damai sedangkan lainnya bingung dengan kata dungu yang peka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kunjungan  Ahmadinejad yang pada Selasa akan berpidato pada Sidang Umum PBB itu  tidak lepas dari berbagai keberatan, seperti anggota DPR AS asal daerah  pemilihan New York, Anthony Weiner, yang kepada para pengunjuk rasa di  depan Markas Besar PBB mengatakan, "kadang ada ular berkeliaran di  jalanan New York."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Koran The New York Daily News di berita utama halaman depan menulis "The Evil Has Landed" (iblis telah mendarat).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rektor Universitas Columbia sama saja, dia menjuluki Presiden Iran itu "diktator picik dan jahat".&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/892391045921823169-3148932435385156336?l=layout4al.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://layout4al.blogspot.com/feeds/3148932435385156336/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://layout4al.blogspot.com/2011/05/biografi-mahmoud-ahmadinejad.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/892391045921823169/posts/default/3148932435385156336'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/892391045921823169/posts/default/3148932435385156336'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://layout4al.blogspot.com/2011/05/biografi-mahmoud-ahmadinejad.html' title='Biografi Mahmoud Ahmadinejad'/><author><name>jihada</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00469669206995905023</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/-S32xnLUL2wg/Tc80v2QIrgI/AAAAAAAAABE/oudbQoA1wvQ/s220/SDC13941.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_NH-xSMedrAY/ScDlFS5NQaI/AAAAAAAAAYU/_XJEnASx0W8/s72-c/Mahmoud_Ahmadinejad.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-892391045921823169.post-6381893592834965745</id><published>2011-05-10T18:51:00.000-07:00</published><updated>2011-05-10T18:51:32.731-07:00</updated><title type='text'>PENJELASAN TTG PERNIKAHAN NABI DENGAN AISYAH</title><content type='html'>&lt;div class="rvps4"&gt;&lt;span class="rvts7"&gt;Assalamu'alaykum Wr. Wb.&lt;/span&gt;&lt;span class="rvts8"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="rvps5"&gt;&lt;span class="rvts8"&gt;Mitos Kuno Tentang Usia Pernikahan Siti Aisyah  RA&lt;/span&gt; &lt;br /&gt;&lt;span class="rvts8"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="rvts8"&gt;Seorang teman  kristen suatu kali bertanya kepada saya, "Akankah anda menikahkan saudara  perempuanmu yang berumur 7 tahun dengan seorang tua berumur 50 tahun?" Saya  terdiam. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="rvts8"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="rvts8"&gt;Dia  melanjutkan, "Jika anda tidak akan melakukannya, bagaimana bisa anda menyetujui  pernikahan gadis polos berumur 7 tahun, Aisyah, dengan Nabi anda?" Saya katakan  padanya, "Saya tidak punya jawaban untuk pertanyaan anda pada saat ini." Teman  saya tersenyum dan meninggalkan saya dengan guncangan dalam batin saya akan  agama saya.&lt;/span&gt; &lt;br /&gt;&lt;span class="rvts8"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="rvts8"&gt;Kebanyakan  muslim menjawab bahwa pernikahan seperti itu diterima masyarakat pada saat itu.  Jika tidak, orang-orang akan merasa keberatan dengan pernikahan Nabi saw dengan  Aisyah.&lt;/span&gt; &lt;br /&gt;&lt;span class="rvts8"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="rvts8"&gt;Bagaimanapun,  penjelasan seperti ini akan mudah menipu bagi orang-orang yang naif dalam  mempercayainya. Tetapi, saya tidak cukup puas dengan penjelasan seperti  itu.&lt;/span&gt; &lt;br /&gt;&lt;span class="rvts8"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="rvts8"&gt;Nabi merupakan  manusia tauladan, Semua tindakannya paling patut dicontoh sehingga kita, Muslim  dapat meneladaninya. Bagaimaanpun, kebanyakan orang di Islamic Center of Toledo,  termasuk saya, Tidak akan berpikir untuk menunangkan saudara perempuan kita yang  berumur 7 tahun dengan seorang laki-laki berumur 50 tahun. Jika orang tua setuju  dengan pernikahan seperti itu, kebanyakan orang, walaupun tidak semuanya, akan  memandang rendah terhadap orang tua dan suami tua tersebut.&lt;/span&gt; &lt;br /&gt;&lt;span class="rvts8"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="rvts8"&gt;Tahun 1923, pencatat pernikahan di  Mesir diberi intruksi untuk menolak pendaftaran dan menolak mengeluarkan surat  nikah bagi calon suami berumur di bawah 18 tahun, dan calon isteri dibawah 16  tahun. Tahun 1931, Sidang dalam oraganisasi-oraganisi hukum dan syariah  menetapkan untuk tidak merespon pernikahan bagi pasangan dengan umur diatas  (Women in Muslim Family Law, John Esposito, 1982). Ini memperlihatkan bahwa  walaupun di negara Mesir yang mayoritas Muslim pernikahan usia anak-anak adalah  tidak dapat diterima.&lt;/span&gt; &lt;br /&gt;&lt;span class="rvts8"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="rvts8"&gt;Jadi, Saya percaya, tanpa bukti yang solidpun selain perhormatan  saya terhadap Nabi, bahwa cerita pernikahan gadis brumur 7 tahun dengan Nabi  berumur 50 tahun adalah mitos semata. Bagaimanapun perjalanan panjang saya dalam  menyelelidiki kebenaran atas hal ini membuktikan intuisi saya benar  adanya.&lt;/span&gt; &lt;br /&gt;&lt;span class="rvts8"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="rvts8"&gt;Nabi memang  seorang yang gentleman. Dan dia tidak menikahi gadis polos berumur 7 atau 9  tahun. Umur Aisyah telah dicatat secara salah dalam literatur hadist. Lebih  jauh, Saya pikir bahwa cerita yang menyebutkan hal ini sangatlah tidak bisa  dipercaya. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="rvts8"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="rvts8"&gt;Beberapa  hadist (tradisi Nabi) yang menceritakan mengenai umur Aisyah pada saat  pernikahannya dengan Nabi, hadist-hadist tersebut sangat bermasalah. Saya akan  menyajikan beberapa bukti melawan khayalan yang diceritakan Hisham ibnu `Urwah  dan untuk membersihkan nama Nabi dari sebutan seorang tua yang tidak bertanggung  jawab yang menikahi gadis polos berumur 7 tahun.&lt;/span&gt; &lt;br /&gt;&lt;span class="rvts8"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="rvts11"&gt;Bukti #1: Pengujian Terhadap  Sumber&lt;/span&gt; &lt;br /&gt;&lt;span class="rvts8"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="rvts8"&gt;Sebagian besar  riwayat yang menceritakan hal ini yang tercetak di hadist yang semuanya  diriwayatkan hanya oleh Hisham ibn `Urwah, yang mencatat atas otoritas dari  bapaknya, yang mana seharusnya minimal 2 atau 3 orang harus mencatat hadist  serupa juga. Adalah aneh bahwa tak ada seorangpun yang di Medinah, dimana Hisham  ibn `Urwah tinggal, sampai usia 71 tahun baru menceritakan hal ini, disamping  kenyataan adanya banyak murid-murid di Medinah termasuk yang kesohor Malik ibn  Anas, tidak menceritakan hal ini.&lt;/span&gt; &lt;br /&gt;&lt;span class="rvts8"&gt;Asal dari riwayat  ini adalah dari orang-orang Iraq, di mana Hisham tinggal disana dan pindah dari  Medinah ke Iraq pada usia tua.&lt;/span&gt; &lt;br /&gt;&lt;span class="rvts8"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="rvts8"&gt;Tehzibu'l-Tehzib, salah satu buku yang cukup terkenal yang berisi  catatan para periwayat hadist, menurut Yaqub ibn Shaibah mencatat : " Hisham  sangatbisa dipercaya, riwayatnya dapat diterima, kecuali apa-apa yang dia  ceritakan setelah pindah ke Iraq " (Tehzi'bu'l-tehzi'b, Ibn Hajar Al-`asqala'ni,  Dar Ihya al-turath al-Islami, 15th century. Vol 11, p.50).&lt;/span&gt; &lt;br /&gt;&lt;span class="rvts8"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="rvts8"&gt;Dalam pernyataan lebih lanjut bahwa  Malik ibn Anas menolak riwayat Hisham yang dicatat dari orang-orang Iraq: " Saya  pernah diberi tahu bahwa Malik menolak riwayat Hisham yang dicatat dari  orang-orang Iraq" (Tehzi'b u'l-tehzi'b, IbnHajar Al- `asqala'ni, Dar Ihya  al-turath al-Islami, Vol.11, p. 50).&lt;/span&gt; &lt;br /&gt;&lt;span class="rvts8"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="rvts8"&gt;Mizanu'l-ai`tidal, buku lain yang  berisi uraian riwayat hidup pada periwayat hadist Nabi saw mencatat: "Ketika  masa tua, ingatan Hisham mengalami kemunduran yang mencolok" (Mizanu'l-ai`tidal,  Al-Zahbi, Al-Maktabatu'l-athriyyah, Sheikhupura, Pakistan, Vol. 4, p.  301).&lt;/span&gt; &lt;br /&gt;&lt;span class="rvts8"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="rvts11"&gt;KESIMPULAN:  &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="rvts8"&gt;berdasarkan referensi ini, Ingatan Hisham sangatlah  buruk dan &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="rvts8"&gt;riwayatnya setelah pindah ke Iraq sangat  tidak bisa dipercaya, sehingga riwayatnya mengenai umur pernikahan Aisyah adalah  tidak kredibel.&lt;/span&gt; &lt;br /&gt;&lt;span class="rvts8"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="rvts8"&gt;KRONOLOGI: Adalah vital untuk mencatat dan mengingat tanggal penting  dalam sejarah Islam:&lt;/span&gt; &lt;br /&gt;&lt;span class="rvts8"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="rvts8"&gt;Pra-610 M: Jahiliyah (pra-Islamic era) sebelum turun wahyu&lt;/span&gt;  &lt;br /&gt;&lt;span class="rvts8"&gt;610 M: turun wahyu pertama Abu Bakr menerima Islam&lt;/span&gt;  &lt;br /&gt;&lt;span class="rvts8"&gt;613 M: Nabi Muhammad mulai mengajar ke Masyarakat&lt;/span&gt;  &lt;br /&gt;&lt;span class="rvts8"&gt;615 M: Hijrah ke Abyssinia.&lt;/span&gt; &lt;br /&gt;&lt;span class="rvts8"&gt;616 M: Umar bin al Khattab menerima Islam.&lt;/span&gt; &lt;br /&gt;&lt;span class="rvts8"&gt;620 M: dikatakan Nabi meminang Aisyah&lt;/span&gt; &lt;br /&gt;&lt;span class="rvts8"&gt;622 M: Hijrah ke Yathrib, kemudian dinamai Medina&lt;/span&gt; &lt;br /&gt;&lt;span class="rvts8"&gt;623/624 M: dikatakan Nabi saw berumah tangga dengan Aisyah&lt;/span&gt;  &lt;br /&gt;&lt;span class="rvts8"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="rvts11"&gt;Bukti #2: Meminang&lt;/span&gt;  &lt;br /&gt;&lt;span class="rvts8"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="rvts8"&gt;Menurut Tabari (juga menurut  Hisham ibn `Urwah, Ibn Hunbal and Ibn Sad), Aisyah dipinang pada usia 7 tahun  dan mulai berumah tangga pada usia 9 tahun.&lt;/span&gt; &lt;br /&gt;&lt;span class="rvts8"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="rvts8"&gt;Tetapi, di bagian lain, Al-Tabari  mengatakan: "Semua anak Abu Bakr (4 orang) dilahirkan pada masa jahiliyahh dari  2 isterinya " (Tarikhu'l-umam wa'l-mamlu'k, Al-Tabari (died 922), Vol. 4,p. 50,  Arabic, Dara'l-fikr, Beirut, 1979).&lt;/span&gt; &lt;br /&gt;&lt;span class="rvts8"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="rvts8"&gt;Jika Aisyah dipinang 620M (Aisyah umur  7 tahun) dan berumah tangga tahun 623/624 M (usia 9 tahun), ini mengindikasikan  bahwa Aisyah dilahirkan pada 613 M. Sehingga berdasarkan tulisan Al- Tabari,  Aisyah seharusnya dilahirkan pada 613M, Yaitu 3 tahun sesudah masa Jahiliyahh  usai (610 M).&lt;/span&gt; &lt;br /&gt;&lt;span class="rvts8"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="rvts8"&gt;Tabari  juga menyatakan bahwa Aisyah dilahirkan pada saat Jahiliyah. Jika Aisyah  dilahirkan pada era Jahiliyah, seharusnya minimal Aisyah berumur 14 tahun ketika  dinikah. Tetapi intinya Tabari mengalami kontradiksi dalam  periwayatannya.&lt;/span&gt; &lt;br /&gt;&lt;span class="rvts8"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="rvts8"&gt;KESIMPULAN: Al-Tabari tak reliable mengenai umur Aisyah ketika  menikah.&lt;/span&gt; &lt;br /&gt;&lt;span class="rvts8"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="rvts11"&gt;Bukti # 3:  Umur Aisyah jika dihubungkan dengan umur Fatimah&lt;/span&gt; &lt;br /&gt;&lt;span class="rvts8"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="rvts8"&gt;Menurut Ibn Hajar, "Fatima dilahirkan  ketika Ka`bah dibangun kembali, ketika Nabi saw berusia 35 tahun... Fatimah 5  tahun lebih tua dari Aisyah" (Al-isabah fi tamyizi'l-sahabah, Ibn Hajar  al-Asqalani, Vol. 4, p. 377, Maktabatu'l-Riyadh al-haditha,  al-Riyadh,1978).&lt;/span&gt; &lt;br /&gt;&lt;span class="rvts8"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="rvts8"&gt;Jika  Statement Ibn Hajar adalah factual, berarti Aisyah dilahirkan ketika Nabi  berusia 40 tahun. Jika Aisyah dinikahi Nabi pada saat usia Nabi 52 tahun, maka  usia Aisyah ketika menikah adalah 12 tahun.&lt;/span&gt; &lt;br /&gt;&lt;span class="rvts8"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="rvts8"&gt;KESIMPULAN: Ibn Hajar, Tabari, Ibn  Hisham, dan Ibn Humbal kontradiksi satu sama lain. Tetapi tampak nyata bahwa  riwayat Aisyah menikah usia 7 tahun adalah mitos tak berdasar.&lt;/span&gt; &lt;br /&gt;&lt;span class="rvts8"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="rvts11"&gt;Bukti #4: Umur Aisyah dihitung dari  umur Asma'&lt;/span&gt; &lt;br /&gt;&lt;span class="rvts8"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="rvts8"&gt;Menurut  Abda'l-Rahman ibn abi zanna'd: "Asma lebih tua 10 tahun dibanding Aisyah (Siyar  A`la'ma'l-nubala', Al-Zahabi, Vol. 2, p. 289, Arabic, Mu'assasatu'l-risalah,  Beirut, 1992).&lt;/span&gt; &lt;br /&gt;&lt;span class="rvts8"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="rvts8"&gt;Menurut  Ibn Kathir: "Asma lebih tua 10 tahun dari adiknya [Aisyah]" &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="rvts8"&gt;(Al-Bidayah wa'l-nihayah, Ibn Kathir, Vol. 8, p. 371,Dar al-fikr  al-`arabi, Al-jizah, 1933).&lt;/span&gt; &lt;br /&gt;&lt;span class="rvts8"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="rvts8"&gt;Menurut Ibn Kathir: "Asma melihat pembunuhan anaknya pada tahun 73  H, dan 5 hari kemudian Asma meninggal. Menurut iwayat lainya, dia meninggal 10  atau 20 hari kemudian, atau beberapa hari lebih dari 20 hari, atau 100 hari  kemudian. Riwayat yang paling kuat adalah 100 hari kemudian. Pada waktu Asma  Meninggal, dia berusia 100 tahun" (Al-Bidayah wa'l-nihayah, Ibn Kathir, Vol. 8,  p. 372, Dar al-fikr al-`arabi, Al- jizah, 1933)&lt;/span&gt; &lt;br /&gt;&lt;span class="rvts8"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="rvts8"&gt;Menurut Ibn Hajar Al-Asqalani: "Asma  hidup sampai 100 tahun dan meninggal pada 73 or 74 H." (Taqribu'l-tehzib, Ibn  Hajar Al-Asqalani,p. 654, Arabic, Bab fi'l-nisa', al-harfu'l-alif,  Lucknow).&lt;/span&gt; &lt;br /&gt;&lt;span class="rvts8"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="rvts8"&gt;Menurut  sebagaian besar ahli sejarah, Asma, Saudara tertua dari Aisyah berselisih usia  10 tahun. Jika Asma wafat pada usia 100 tahun dia tahun 73 H, Asma seharusnya  berusia 27 atau 28 tahun ketika hijrah 622M).&lt;/span&gt; &lt;br /&gt;&lt;span class="rvts8"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="rvts8"&gt;Jika Asma berusia 27 atau 28 tahun  ketika hijrah (ketika Aisyah berumah tangga), Aisyah seharusnya berusia 17 atau  18 tahun. Jadi, Aisyah, berusia 17 atau 18 tahun ketika hijrah pada taun dimana  Aisyah berumah tangga.&lt;/span&gt; &lt;br /&gt;&lt;span class="rvts8"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="rvts8"&gt;Berdasarkan Hajar, Ibn Katir, and Abda'l-Rahman ibn abi zanna'd,  usia Aisyah ketika beliau berumah tangga dengan Rasulullah adalah 19 atau 20  tahun.&lt;/span&gt; &lt;br /&gt;&lt;span class="rvts8"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="rvts8"&gt;Dalam bukti #  3, Ibn Hajar memperkirakan usia Aisyah 12 tahun dan dalam bukti #4 Ibn Hajar  mengkontradiksi dirinya sendiri dengan pernyataannya usia Aisyah 17 atau 18  tahun. Jadi mana usia yang benar ? 12 atau 18..?&lt;/span&gt; &lt;br /&gt;&lt;span class="rvts8"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="rvts8"&gt;KESIMPULAN: Ibn Hajar tidak valid dalam  periwayatan usia Aisyah.&lt;/span&gt; &lt;br /&gt;&lt;span class="rvts8"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="rvts11"&gt;Bukti #5: Perang BADAR dan UHUD&lt;/span&gt; &lt;br /&gt;&lt;span class="rvts8"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="rvts8"&gt;Sebuah riwayat mengenai partisipasi  Aisyah dalam perang Badr dijabarkan dalam hadist Muslim, (Kitabu'l-jihad  wa'l-siyar, Bab karahiyati'l-isti`anah fi'l-ghazwi bikafir). Aisyah, ketika  menceritakan salah satu moment penting dalam perjalanan selama perang Badar,  mengatakan: "ketika kita mencapai Shajarah". Dari pernyataan ini tampak jelas,  Aisyah merupakan anggota perjalanan menuju Badar. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="rvts8"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="rvts8"&gt;Sebuah riwayat mengenai pastisipasi  Aisyah dalam Uhud tercatat dalam Bukhari (Kitabu'l-jihad wa'l-siyar, Bab  Ghazwi'l-nisa' wa qitalihinnama`a'lrijal): "Anas mencatat bahwa pada hari Uhud,  Orang-orang tidak dapat berdiri dekat Rasulullah. [pada hari itu,] Saya melihat  Aisyah dan Umm-i-Sulaim dari jauh, Mereka menyingsingkan sedikit pakaian-nya  [untuk mencegah halangan gerak dalam perjalanan tsb]." &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="rvts8"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="rvts8"&gt;Lagi-lagi, hal ini menunjukkan bahwa  Aisyah ikut berada dalam perang Uhud dan Badr.&lt;/span&gt; &lt;br /&gt;&lt;span class="rvts8"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="rvts8"&gt;Diriwayatkan oleh Bukhari  (Kitabu'l-maghazi, Bab Ghazwati'l-khandaq wa hiya'l-ahza'b): "Ibn `Umar  menyatakan bahwa Rasulullah tidak mengijinkan dirinya berpastisispasi dalam  Uhud, pada ketika itu, Ibnu Umar berusia 14 tahun. Tetapi ketika perang Khandaq,  ketika berusia 15 tahun, Nabi mengijinkan Ibnu Umar ikut dalam perang  tsb."&lt;/span&gt; &lt;br /&gt;&lt;span class="rvts8"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="rvts8"&gt;Berdasarkan  riwayat diatas, (a) anak-anak berusia dibawah 15 tahun akan dipulangkan dan  tidak diperbolehkan ikut dalam perang, dan (b) Aisyahikut dalam perang badar dan  Uhud&lt;/span&gt; &lt;br /&gt;&lt;span class="rvts8"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="rvts8"&gt;KESIMPULAN:  Aisyah ikut dalam perang Badar dan Uhud jelas mengindikasikan bahwa beliau tidak  berusia 9 tahun ketika itu, tetapi minimal berusia 15 tahun. Disamping itu,  wanita-wanita yang ikut menemani para pria dalam perang sudah seharusnya  berfungsi untuk membantu, bukan untuk menambah beban bagi mereka. Ini merupakan  bukti lain dari kontradiksi usia pernikahan Aisyah.&lt;/span&gt; &lt;br /&gt;&lt;span class="rvts8"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="rvts11"&gt;BUKTI #6: Surat al-Qamar  (Bulan)&lt;/span&gt; &lt;br /&gt;&lt;span class="rvts8"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="rvts8"&gt;Menurut  beberapa riwayat, Aisyah dilahirkan pada tahun ke delapan sebelum hijriyah.  Tetapi menurut sumber lain dalam Bukhari, Aisyah tercatat mengatakan hal ini:  "Saya seorang gadis muda(jariyah dalam bahasa arab)" ketika Surah Al-Qamar  diturunkan(Sahih Bukhari, Kitabu'l-tafsir, Bab Qaulihi Bal al-sa`atu Maw`iduhum  wa'l-sa`atu adha' wa amarr).&lt;/span&gt; &lt;br /&gt;&lt;span class="rvts8"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="rvts8"&gt;Surat 54 dari Quran diturunkan pada tahun ke delapan sebelum  hijriyah(The Bounteous Koran, M.M. Khatib, 1985), menunjukkan bahwa surat tsb  diturunkan pada tahun 614 M. jika Aisyah memulai berumahtangga dengan Rasulullah  pada usia 9 di tahun 623 M or 624 M, Aisyah masih bayi yang baru lahir (sibyah  in Arabic) pada saat Surah Al-Qamar diturunkan. Menurut riwayat diatas, secara  aktual tampak bahwa Aisyah adalah gadis muda, bukan bayi yang baru lahir  &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="rvts8"&gt;ketika pewahyuan Al-Qamar. Jariyah berarti gadis  muda yang masih suka bermain (Lane's Arabic English Lexicon). &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="rvts8"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="rvts8"&gt;Jadi, Aisyah, telah menjadi jariyah  bukan sibyah (bayi), jadi telah berusia 6-13 tahun pada saat turunnya surah  Al-Qamar, dan oleh karena itu sudah pasti berusia 14-21 tahun ketika dinikah  Nabi.&lt;/span&gt; &lt;br /&gt;&lt;span class="rvts8"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="rvts8"&gt;KESIMPULAN:  Riwayat ini juga mengkontra riwayat pernikahan Aisyah yang berusia 9  tahun.&lt;/span&gt; &lt;br /&gt;&lt;span class="rvts8"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="rvts11"&gt;Bukti #7:  Terminologi bahasa Arab&lt;/span&gt; &lt;br /&gt;&lt;span class="rvts8"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="rvts8"&gt;Menurut riwayat dari Ahmad ibn Hanbal, sesudah meninggalnya isteri  pertama Rasulullah, Khadijah, Khaulah datang kepada Nabi dan menasehati Nabi  untuk menikah lagi, Nabi bertanya kepadanya tentang pilihan yang ada di pikiran  Khaulah. Khaulah berkata: "Anda dapat menikahi seorang gadis (bikr) atau seorang  wanita yang pernah menikah (thayyib)". Ketika Nabi bertanya tentang identitas  gadis tersebut (bikr), Khaulah menyebutkan nama Aisyah.&lt;/span&gt; &lt;br /&gt;&lt;span class="rvts8"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="rvts8"&gt;Bagi orang yang paham bahasa Arab akan  segera melihat bahwa kata bikr dalam bahasa Arab tidak digunakan untuk gadis  belia berusia 9 tahun. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="rvts8"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="rvts8"&gt;Kata yang tepat untuk gadis belia yang masih suka bermain-main  adalah, seperti dinyatakan dimuka, adalah jariyah. Bikr disisi lain, digunakan  untuk seorang wanita yang belum menikah serta belum punya pertautan pengalaman  dengan pernikahan, sebagaimana kita pahami dalam bahasa Inggris "virgin". Oleh  karena itu, tampak jelas bahwa gadis belia 9 tahun bukanlah "wanita" (bikr)  (Musnad Ahmad ibn Hanbal, Vol. 6, p. .210,Arabic, Dar Ihya al-turath&lt;/span&gt;  &lt;br /&gt;&lt;span class="rvts8"&gt;al-`arabi, Beirut).&lt;/span&gt; &lt;br /&gt;&lt;span class="rvts8"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="rvts8"&gt;Kesimpulan: Arti literal dari kata,  bikr (gadis), dalam hadist diatas adalah "wanita dewasa yang belum punya  pengalaman sexual dalam pernikahan." Oleh karena itu, Aisyah adalah seorang  wanita dewasa pada waktu menikahnya.&lt;/span&gt; &lt;br /&gt;&lt;span class="rvts8"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="rvts11"&gt;Bukti #8. Text Qur'an&lt;/span&gt; &lt;br /&gt;&lt;span class="rvts8"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="rvts8"&gt;Seluruh muslim setuju bahwa Quran  adalah buku petunjuk. Jadi, kita perlu mencari petunjuk dari Qur'an untuk  membersihkan kabut kebingungan yang diciptakan oleh para periwayat pada periode  klasik Islam mengenai usia Aisyah dan pernikahannya. Apakah Quran mengijinkan  atau melarang pernikahan dari gadis belia berusia 7 tahun?&lt;/span&gt; &lt;br /&gt;&lt;span class="rvts8"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="rvts8"&gt;Tak ada ayat yang secara eksplisit  mengijinkan pernikahan seperti itu. Ada sebuah ayat, yang bagaimanapun, yang  menuntun muslim dalam mendidik dan memperlakukan anak yatim. Petunjuk Qur'an  mengenai perlakuan anak Yatim juga valid diaplikasikan ada anak kita sendiri  sendiri. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="rvts8"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="rvts8"&gt;Ayat tersebut  mengatakan : Dan janganlah kamu serahkan kepada orang-orang yang belum sempurna  akalnya, harta (mereka yang ada dalam kekuasaanmu) yang dijadikan Allah sebagai  pokok kehidupan. Berilah mereka belanja dan pakaian (dari hasil harta itu) dan  ucapkanlah kepada mereka kata-kata yang baik. (Qs. 4:5) Dan &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="rvts8"&gt;ujilah anak yatim itu sampai mereka cukup umur untuk kawin.  &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="rvts8"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="rvts8"&gt;Kemudian jika menurut  pendapatmu mereka telah cerdas (pandai memelihara harta), maka serahkanlah  kepada mereka harta-hartanya. ?? (Qs. 4:6)&lt;/span&gt; &lt;br /&gt;&lt;span class="rvts8"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="rvts8"&gt;Dalam hal seorang anak yang ditingal  orang tuanya, Seorang muslim &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="rvts8"&gt;diperintahkan untuk  (a) memberi makan mereka, (b) memberi pakaian, (c) mendidik mereka, dan (d)  menguji mereka thd kedewasaan "sampai usia menikah" sebelum mempercayakan mereka  dalam pengelolaan keuangan.&lt;/span&gt; &lt;br /&gt;&lt;span class="rvts8"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="rvts8"&gt;Disini, ayat Qur'an menyatakan tentang butuhnya bukti yang teliti  terhadap tingkat kedewasaan intelektual dan fisik melalui hasil test yang  objektif sebelum memasuki usia nikah dan untuk mempercayakan pengelolaan  harta-harta kepada mereka.&lt;/span&gt; &lt;br /&gt;&lt;span class="rvts8"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="rvts8"&gt;Dalam ayat yang sangat jelas diatas, tidak ada seorangpun dari  muslim yang bertanggungjawab akan melakukan pengalihan pengelolaan keuangan pada  seorang gadis belia berusia 7 tahun. Jika kita tidak bisa mempercayai gadis  belia berusia 7 tahun dalam pengelolaan keuangan, Gadis tersebut secara tidak  memenuhi syarat secara intelektual maupun fisik untuk menikah. Ibn Hambal  (Musnad Ahmad ibn Hambal, vol.6, p. 33 and 99) menyatakan bahwa Aisyah yang  berusia 9 tahun lebih tertarik untuk bermain dengan mainannya daripada mengambil  tugas sebagai isteri. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="rvts8"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="rvts8"&gt;Oleh karena itu sangatlah sulit untuk mempercayai, bahwa Abu  Bakar,seorang tokoh muslim, akan menunangkan anaknya yang masih belia berusia 7  taun dengan Nabi yang berusia 50 tahun.. Sama&lt;/span&gt; &lt;br /&gt;&lt;span class="rvts8"&gt;sulitnya untuk membayangkan bahwa Nabi menikahi seorang gadis belia  berusia 7 tahun.&lt;/span&gt; &lt;br /&gt;&lt;span class="rvts8"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="rvts8"&gt;Sebuah tugas penting lain dalam menjaga anak adalah mendidiknya.  Marilah kita memunculkan sebuah pertanyaan,"berapa banyak di antara kita yang  percaya bahwa kita dapat mendidik anak kita dengan hasil memuaskan sebelum  mereka mencapai usia 7 atau 9 tahun?" Jawabannya adalah Nol besar.  &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="rvts8"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="rvts8"&gt;Logika kita berkata,  adalah tidak mungkin tugas mendidik anak kita dengan memuaskan sebelum mereka  mencapai usia 7 tahun, lalu bagaimana mana mungkin kita percaya bahwa Aisyah  telah dididik secara sempurna pada usia 7 tahun seperti diklaim sebagai usia  pernikahannya?&lt;/span&gt; &lt;br /&gt;&lt;span class="rvts8"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="rvts8"&gt;Abu  Bakr merupakan seorang yang jauh lebih bijaksana dari kita semua, Jadi dia akan  merasa dalam hatinya bahwa Aisyah masih seorang anak-anak yang belum secara  sempurna sebagaimana dinyatakan Qur'an. Abu Bakar tidak akan menikahkan Aisyah  kepada seorangpun. Jika sebuah proposal pernikahan dari gadis belia dan belum  terdidik secara memuaskan datang kepada Nabi, Beliau &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="rvts8"&gt;akan menolak dengan tegas karena itu menentang hukum-hukum  Quran.&lt;/span&gt; &lt;br /&gt;&lt;span class="rvts8"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="rvts8"&gt;KESIMPULAN:  Pernikahan Aisyah pada usia 7 tahun akan menentang hukum kedewasaan yang  dinyatakan Quran. Oleh karena itu, Cerita pernikahan Aisyah gadis belia berusia  7 tahun adalah mitos semata.&lt;/span&gt; &lt;br /&gt;&lt;span class="rvts8"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="rvts11"&gt;Bukti #9: Ijin dalam pernikahan&lt;/span&gt; &lt;br /&gt;&lt;span class="rvts8"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="rvts8"&gt;Seorang wanita harus ditanya dan  diminta persetujuan agar pernikahan yang dia lakukan menjadi syah (Mishakat al  Masabiah, translation by James Robson, Vol. I, p. 665). Secara Islami,  persetujuan yang kredible dari seorang wanita merupakan syarat dasar bagi  kesyahan sebuah pernikahan.&lt;/span&gt; &lt;br /&gt;&lt;span class="rvts8"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="rvts8"&gt;Dengan mengembangkan kondisi logis ini, persetujuan yang diberikan  oleh gadis belum dewasa berusia 7 tahun tidak dapat diautorisasi sebagai  validitas sebuah pernikahan.&lt;/span&gt; &lt;br /&gt;&lt;span class="rvts8"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="rvts8"&gt;Adalah tidak terbayangkan bahwa Abu Bakr, seorang laki-laki yang  cerdas, akan berpikir dan mananggapi secara keras tentang persetujuan pernikahan  gadis 7 tahun (anaknya sendiri) dengan seorang laki-laki berusia 50  tahun.&lt;/span&gt; &lt;br /&gt;&lt;span class="rvts8"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="rvts8"&gt;Serupa dengan  ini, Nabi tidak mungkin menerima persetujuan dari seorang gadis yang menurut  hadith dari Muslim, masih suka bermain-main dengan bonekanya ketika berumah  tangga dengan Rasulullah.&lt;/span&gt; &lt;br /&gt;&lt;span class="rvts8"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="rvts8"&gt;KESIMPULAN: Rasulullah tidak menikahi gadis berusia 7 tahun karena  akan tidak memenuhi syarat dasar sebuah pernikahan islami tentang klausa  persetujuan dari pihak isteri. Oleh karena itu, hanya ada satu kemungkinan Nabi  menikahi Aisyah seorang wanita yang dewasa secara intelektual maupun  fisik.&lt;/span&gt; &lt;br /&gt;&lt;span class="rvts8"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="rvts8"&gt;Summary:&lt;/span&gt;  &lt;br /&gt;&lt;span class="rvts8"&gt;Tidak ada tradisi Arab untuk menikahkan anak perempuan  atau laki-laki yang berusia 9 tahun, Demikian juga tidak ada pernikahan  Rasulullah SAW dan Aisyah ketika berusia 9 tahun. Orang-orang arab tidak pernah  keberatan dengan pernikahan seperti ini, karena ini tak pernah terjadi  sebagaimana isi beberapa riwayat.&lt;/span&gt; &lt;br /&gt;&lt;span class="rvts8"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="rvts8"&gt;Jelas nyata, riwayat pernikahan Aisyah pada usia 9 tahun oleh Hisham  ibn `Urwah tidak bisa dianggap sebagai kebenaran, dan kontradisksi dengan  riwayat-riwayat lain. Lebih jauh, tidak ada alasan yang nyata untuk menerima  riwayat Hisham ibn `Urwah sebagai kebenaran ketika para pakar lain, termasuk  Malik ibn Anas, melihat riwayat Hisham ibn `Urwah selama di Iraq adalah tidak  reliable. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="rvts8"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="rvts8"&gt;Pernyataan  dari Tabari, Bukhari dan Muslim menunjukkan mereka kontradiksi satu sama lain  mengenai usia menikah bagi Aisyah. Lebih jauh, beberapa pakar periwayat  mengalami internal kontradiksi dengan riwayat-riwayatnya sendiri. Jadi, riwayat  usia Aisyah 9 tahun ketika menikah adalah tidak reliable karena adanya  kontradiksi yang nyata pada catatan klasik dari pakar sejarah Islam.&lt;/span&gt;  &lt;br /&gt;&lt;span class="rvts8"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="rvts8"&gt;Oleh karena itu, tidak ada  alasan absolut untuk menerima dan mempercayai usia Aisyah 9 tahun ketika menikah  sebagai sebuah kebenaran disebabkan cukup banyak latar belakang untuk menolak  riwayat tsb dan lebih layak disebut sebagai mitos semata. Lebih jauh, Qur'an  menolak pernikahan gadis dan lelaki yang belum dewasa sebagaimana tidak layak  membebankan kepada mereka tanggung jawab-tanggung jawab.&lt;/span&gt; &lt;br /&gt;&lt;span class="rvts8"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="rvts8"&gt;Note: The Ancient Myth Exposed&lt;/span&gt;  &lt;br /&gt;&lt;span class="rvts8"&gt;By T.O. Shanavas , di Michigan.&lt;/span&gt; &lt;br /&gt;&lt;span class="rvts12"&gt;©&lt;/span&gt;&lt;span class="rvts8"&gt; 2001 Minaret&lt;/span&gt; &lt;br /&gt;&lt;span class="rvts8"&gt;from The Minaret Source: http://www.iiie.net/&lt;/span&gt; &lt;br /&gt;&lt;span class="rvts7"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="rvts8"&gt;Diterjemahkan oleh : Cahyo  Prihartono&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/892391045921823169-6381893592834965745?l=layout4al.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://layout4al.blogspot.com/feeds/6381893592834965745/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://layout4al.blogspot.com/2011/05/penjelasan-ttg-pernikahan-nabi-dengan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/892391045921823169/posts/default/6381893592834965745'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/892391045921823169/posts/default/6381893592834965745'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://layout4al.blogspot.com/2011/05/penjelasan-ttg-pernikahan-nabi-dengan.html' title='PENJELASAN TTG PERNIKAHAN NABI DENGAN AISYAH'/><author><name>jihada</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00469669206995905023</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/-S32xnLUL2wg/Tc80v2QIrgI/AAAAAAAAABE/oudbQoA1wvQ/s220/SDC13941.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-892391045921823169.post-6276334013281092282</id><published>2011-05-03T18:51:00.000-07:00</published><updated>2011-05-03T18:51:59.863-07:00</updated><title type='text'>"Tetapkan Tujuan Hidup"</title><content type='html'>Ditulis oleh: Anne Ahira&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;em&gt;&lt;br /&gt;"Without goals, and plans to reach them, you are&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;em&gt;like a ship that sail with no destination" &lt;/em&gt;--&amp;nbsp; &lt;/div&gt;&lt;div&gt; &amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; (Fritzhugh Dodson)&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Itulah perumpamaan bagi orang yang tidak punya &lt;br /&gt;tujuan dalam hidupnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak orang melakoni perannya, tapi tidak tahu &lt;br /&gt;arah hidup yang ingin ditujunya. Mereka-reka hidup&lt;br /&gt;adalah apa yang kemudian dilakukannya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bila sesuatu hal buruk terjadi, mereka akan berdalih &lt;br /&gt;nasib tak berpihak padanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak jarang seseorang baru menyadari tujuan &lt;br /&gt;hidupnya pada usia tua. Sangat disayangkan memang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seringkali orang tidak berani melakukan perubahan &lt;br /&gt;dalam hidupnya. Dia hanya menunggu, dan menunggu&lt;br /&gt;adanya perubahan tersebut... hingga akhirnya tujuan &lt;br /&gt;hidupnya tidak tercapai!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebenarnya, tidak masalah jika kita harus mengubah &lt;br /&gt;tujuan hidup beberapa kali. Hal yg terpenting adalah &lt;br /&gt;setiap saat kita mempunyai tujuan hidup yang ingin &lt;br /&gt;dicapai. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setidaknya kita tahu ke mana kita akan berjalan dan &lt;br /&gt;strategi apa yang harus diambil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4 Cara Yang Bisa Jihada Pakai Untuk Menetapkan &lt;br /&gt;Tujuan Hidup:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;strong&gt;1. Apa sebenarnya keinginan Jihada?&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Tanyakan pada hati nurani, apa sebenarnya &lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; keinginan Jihada untuk beberapa tahun ke depan? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Tidak ada salahnya Jihada bermimpi. Jihada &lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; tidak perlu malu mengakuinya, lagipula, tokh tidak &lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; ada biaya yang harus Jihada keluarkan untuk &lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; sekedar bermimpi. ;-)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;strong&gt;2. Kumpulkan informasi.&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Dengan mengumpulkan informasi, Jihada&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; bisa lebih mudah mencapai tujuan yang diinginkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Jika ada orang lain yang sudah berhasil melakukan &lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; yang Jihada inginkan, belajarlah dari mereka. &lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Lakukan apa yang mereka kerjakan!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;strong&gt;3. Jangan diam.&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Lakukan sesuatu dan secara terus menerus yang akan &lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; membawa Jihada pada impian hidup yang diinginkan!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;strong&gt;4. Tingkatkan kemampuan&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Jika ada cara yang Jihada lakukan terbukti efektif &lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; dan mendekatkan pada tujuan yang ingin dicapai, &lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; maka alangkah baiknya jika Jihada berusaha untuk &lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; meningkatkan kemampuan dan menambah kecepatan &lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; kinerja agar tujuan hidup Jihada lebih cepat tercapai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika keempat hal di atas Jihada lakukan secara terus &lt;br /&gt;menerus tanpa lelah dan bosan, Insya-Allah Jihada &lt;br /&gt;akan mendapatkan tujuan hidup yang diinginkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jihada ibaratnya adalah seorang 'pemahat' atas &lt;br /&gt;gambaran kehidupan Jihada sendiri. Dan seorang &lt;br /&gt;pemahat yang baik akan selalu memiliki 'planning' &lt;br /&gt;terlebih dahulu untuk mendapatkan hasil yang &lt;br /&gt;terbaik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam hal ini, Jihada pun hanya bisa sebesar dan&lt;br /&gt;sebahagia sebagaimana tujuan yang telah Jihada &lt;br /&gt;&lt;div&gt;tentukan. Oleh sebab itu, &lt;strong&gt;pahatlah diri Jihada&lt;/strong&gt; &lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;strong&gt;sebaik-baiknya!&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/892391045921823169-6276334013281092282?l=layout4al.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://layout4al.blogspot.com/feeds/6276334013281092282/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://layout4al.blogspot.com/2011/05/tetapkan-tujuan-hidup.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/892391045921823169/posts/default/6276334013281092282'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/892391045921823169/posts/default/6276334013281092282'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://layout4al.blogspot.com/2011/05/tetapkan-tujuan-hidup.html' title='&quot;Tetapkan Tujuan Hidup&quot;'/><author><name>jihada</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00469669206995905023</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/-S32xnLUL2wg/Tc80v2QIrgI/AAAAAAAAABE/oudbQoA1wvQ/s220/SDC13941.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-892391045921823169.post-2675297420195659347</id><published>2011-05-03T18:42:00.000-07:00</published><updated>2011-05-03T18:42:00.106-07:00</updated><title type='text'>Sejarah Singkat Pendirian Persyarikatan Muhammadiyah</title><content type='html'>&lt;!--[if !mso]&gt; &lt;style&gt;v\:* {behavior:url(#default#VML);}o\:* {behavior:url(#default#VML);}w\:* {behavior:url(#default#VML);}.shape {behavior:url(#default#VML);}&lt;/style&gt; &lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:WordDocument&gt;   &lt;w:View&gt;Normal&lt;/w:View&gt;   &lt;w:Zoom&gt;0&lt;/w:Zoom&gt;   &lt;w:TrackMoves/&gt;   &lt;w:TrackFormatting/&gt;   &lt;w:PunctuationKerning/&gt;   &lt;w:ValidateAgainstSchemas/&gt;   &lt;w:SaveIfXMLInvalid&gt;false&lt;/w:SaveIfXMLInvalid&gt;   &lt;w:IgnoreMixedContent&gt;false&lt;/w:IgnoreMixedContent&gt;   &lt;w:AlwaysShowPlaceholderText&gt;false&lt;/w:AlwaysShowPlaceholderText&gt;   &lt;w:DoNotPromoteQF/&gt;   &lt;w:LidThemeOther&gt;IN&lt;/w:LidThemeOther&gt;   &lt;w:LidThemeAsian&gt;X-NONE&lt;/w:LidThemeAsian&gt;   &lt;w:LidThemeComplexScript&gt;X-NONE&lt;/w:LidThemeComplexScript&gt;   &lt;w:Compatibility&gt;    &lt;w:BreakWrappedTables/&gt;    &lt;w:SnapToGridInCell/&gt;    &lt;w:WrapTextWithPunct/&gt;    &lt;w:UseAsianBreakRules/&gt;    &lt;w:DontGrowAutofit/&gt;    &lt;w:SplitPgBreakAndParaMark/&gt;    &lt;w:DontVertAlignCellWithSp/&gt;    &lt;w:DontBreakConstrainedForcedTables/&gt;    &lt;w:DontVertAlignInTxbx/&gt;    &lt;w:Word11KerningPairs/&gt;    &lt;w:CachedColBalance/&gt;   &lt;/w:Compatibility&gt;   &lt;w:BrowserLevel&gt;MicrosoftInternetExplorer4&lt;/w:BrowserLevel&gt;   &lt;m:mathPr&gt;    &lt;m:mathFont m:val="Cambria Math"/&gt;    &lt;m:brkBin m:val="before"/&gt;    &lt;m:brkBinSub m:val="--&gt;    &lt;m:smallfrac m:val="off"&gt;    &lt;m:dispdef&gt;    &lt;m:lmargin m:val="0"&gt;    &lt;m:rmargin m:val="0"&gt;    &lt;m:defjc m:val="centerGroup"&gt;    &lt;m:wrapindent m:val="1440"&gt;    &lt;m:intlim m:val="subSup"&gt;    &lt;m:narylim m:val="undOvr"&gt;   &lt;/m:narylim&gt;&lt;/m:intlim&gt; &lt;/m:wrapindent&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:LatentStyles DefLockedState="false" DefUnhideWhenUsed="true"  DefSemiHidden="true" DefQFormat="false" DefPriority="99"  LatentStyleCount="267"&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="0" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Normal"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="9" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="heading 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 4"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 5"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 6"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 7"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 8"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 9"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 4"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 5"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 6"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 7"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 8"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 9"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="35" QFormat="true" Name="caption"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="10" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Title"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="1" Name="Default Paragraph Font"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="11" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Subtitle"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="0" Name="Hyperlink"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="0" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Strong"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="20" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Emphasis"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="0" Name="Normal (Web)"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="59" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Table Grid"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" UnhideWhenUsed="false" Name="Placeholder Text"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="1" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="No Spacing"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Shading"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light List"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Grid"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Dark List"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Shading"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful List"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Grid"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Shading Accent 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light List Accent 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light 
